
di perusahaan Anggara, ruangan Satria
tut..tutt
Satria menghubungi Farel, dan menyuruh nya datang ke ruangan
"saya tunggu kamu 3menit diruangan saya." ucap Satria
"baik tuan." Farel segera meninggalkan ruangan nya dan menjalankan perintah Satria
3menit kemudian..
tok..tok
"ada apa tuan memanggil saya kemari ?." tanya Farel
"tolong bantu saya untuk menemukan dalang dibalik kecelakaan kemarin, bawa dia kehadapan ku." perintah Satria
"baik tuan saya segera laksanakan."
"oke kamu boleh pergi."
setelah itu Farel pergi dari ruangan Satria dan langsung melaksanakan tugas nya.
***
di tempat Sheira
"aku yakin banget, Satria ga akan diem aja kalau seseorang berusaha mencelakai istrinya, apalagi saat ini dia begitu sayang sama wanita itu." gumam Sheira kebingungan
"ada apa kamu dari tadi terlihat gelisah seperti itu?!." suara ayah Sheira mengejutkan nya
"e-eh ayah.."
"ada apa?."
"tidak ada apa apa ayah, aku hanya bingung tentang teman teman ku." ucap Sheira gugup
__ADS_1
"jangan berbohong, ayah dengar apa yang kamu katakan!."
"hmm.."
"jawab ayah Sheira, ada apa? kau ingin ayah marah?!." bentak ayah Sheira
"i-itu, aku.."
"aku mencelakai istrinya Satria ayah, dan aku sangat takut kalau Satria nekat mencari siapa yang sudah melakukan hal tersebut." kata Sheira begitu takut
"ayah sudah katakan pada mu! jangan lagi dekati laki laki itu!!! ayah menjodohkan mu dengan laki laki yang tepat tapi kau tidak mau!! anak bodoh!."
"ayah? aku mencintai Satria ayah." balas Sheira
"lupakan cinta mu! benar benar tidak berguna!!!!!!."
"kenapa ayah tak pernah mengerti apa yang Sheira rasakan?! ayah hanya bisa memarahi Sheira dan memerintah Sheira layaknya boneka, beberapa tahun lalu ayah memisahkan aku dari laki laki yang paling aku cintai sampai akhirnya saat ini aku kehilangan dia ayah! aku kehilangan Satriaaaaaa!!!!!!!."
PLAKKKK.
Tamparan keras mendarat di pipi Sheira.
"ayah? kau tega menampar gadis kecil mu?! tampar lagi yah, tampar aku!!!!!!." Sheira mulai menangis
kemudian ayah Sheira meninggalkan putrinya.
langit sudah gelap, Satria kembali ke rumah dan mencari istri kesayangan nya
"sayangggg?." panggil Satria
beberapa menit kemudian Adinda menuruni tangga lalu menyapa suaminya
"hei, sudah malam jangan teriak teriak." balas Adinda
"memang nya kenapa? tidak ada yang melarang kan."
"aku melarang mu teriak teriak seperti itu."
__ADS_1
"baiklah sayang, sini mendekat dengan ku."
Adinda mendekati suaminya dan duduk disebelah Satria, lalu Satria melingkarkan tangan nya di pinggang Adinda dan mencium istri kesayangan nya itu
"kau sudah makan?." tanya Adinda
"sudah, aku hanya haus." jawab Satria
"ya sudah kau tunggu disini, aku akan ambilkan minuman untuk mu."
"tidak usah." Satria menarik lengan istrinya kemudian menggendong Adinda menuju kamar
"Satriaaa turunin aku sekarang..Satriaaa!!." Adinda berteriak seraya menguncang uncang kakinya
"Ssst diam jangan berisik, kau kan tadi melarang aku berteriak, lalu kenapa sekarang kamu yang teriak? hahaha."
Satria menuruni istrinya diatas ranjang
"kamu berat ya sekarang." ucap Satria yang terlihat kelelahan
"kamu lupa? istri kamu yang paling cantik ini kan lagi ngandung." kata Adinda
"benar juga ya.. aku tidak sabar menunggu nya lahir." balas Satria diiringi tawa kecil
"sabar ya ayah aku sebentar lagi aku lahir." ucap Adinda sengaja meniru suara anak kecil
"hahahaha." tawa mereka berdua kini pecah
malam nya Selin sudah pulang, hatinya bahagia karena sudah menemukan tempat ternyaman nya.
sampai di kamar hp Selin bergetar, menandakan ada pesan masuk
G**ood Night Selin:* semoga tidur mu nyenyak.
- Jonatan**
detik itu juga Selin tersenyum, lalu ia pun membalasnya
__ADS_1
Night to Jonatan:)
- Selin