Istri CEO Tampan

Istri CEO Tampan
membelikan hadiah


__ADS_3

setelah membicarakan soal butik, Adinda segera menuju kamar putra kecil nya dan menggendong Arkan


"Arkan sayang, mandi yuk." kata Adinda


"nona, saya sudah siapkan air nya untuk Arkan mandi." ucap Desi


"terimakasih ya Des, tolong siapkan makanan ya." ucap Adinda


"baik nona." Desi pergi ke dapur dan menyiapkan makanan untuk Satria dan Adinda


beberapa menit berlalu,


"kan seger deh kamu mandi, habis ini kamu makan ya sayang." ucap Adinda meghanduki tubuh Arkan, lalu ia memakaikan putra kecilnya baju


"sayang sedang apa?." tanya Satria yg baru saja datang menghampiri mereka


"habis memandikan Arkan, ada apa?." tanya Satria


"kau mandi sana, biar aku yang menjaga anak kita." ucap Satria


"ya sudah kalau begitu aku mandi dulu ya, tolong jaga Arkan sebentar." ucap Adinda pergi menuju kamar mandi


"tuan, makanan sudah siap." kata Desi


"baik, nanti saya ke sana." ucap Satria


ketika Adinda selesai mandi, mereka langsung menuju ruang makan membawa putra kecil nya


"nona, apa perlu saya bantu untuk menjaga Arkan sebentar? nona dan tuan kan ingin makan." ucap Desi


"tidak usah Des, aku akan memangku nya disini, oh ya, tolong buatkan makanan Arkan ya." ucap Adinda


"baik nona, saya akan buatkan makanan untuk Arkan." ucap Desi berlalu pergi


"sayang, jika kamu merasa kerepotan aku bisa sewakan asisten pribadi untuk mu." ucap Satria pada istri nya


"jangan sebegitu nya Satria, aku sama sekali tidak merasa repot, jadi aku tidak butuh asisten, kau terlalu mengkhawatirkan ku." kata Adinda


"maaf, tapi aku hanya tidak ingin kamu kelelahan." sahut Satria


"tenang saja ya, istri mu ini tidak akan kelelahan." ucap Adinda tersenyum


"ini makanan Arkan nona." ucap Desi


"terimakasih Des, kamu kalau mau makan ambil saja ya." ucap Adinda


"baik nona terimakasih." ucap Desi


"Arkan makan ya bareng bunda." kata Adinda menatap Arkan dipangkuan nya


"mamm." gumam Arkan


"iya sayang mamm, nih aaaaaa." Adinda menyuapi Arkan sedikit demi sedikit sambil dia memakan makanan untuk diri nya sendiri


Satria yang tidak bisa melihat istri nya kesusahan segera meraih makanan Adinda dan menyuapi nya dengan mesra

__ADS_1


"aku suapi kamu." ucap Satria


"eh, tidak per.."


"ayo buka mulut mu, aaaaaaaa." Satria sudah menyodorkan sendok berisi nasi dan lauk itu ke arah mulut Adinda


siang nya...


"Satria aku siap siap dulu ya." ucap Adinda seraya menitipkan Arkan ke Desi


"iya, aku juga akan siap siap." sahut Satria


Adinda mengganti pakaian nya dengan pakaian yang dia ingin kan, ia juga sedikit memoles wajah nya dengan bedak serta lipstik favorit yang dipakaikan ke bibir mungil nya



⭐⭐⭐⭐⭐


"kamu sudah siap?." tanya Satria


"sudah, mau berangkat sekarang?." ucap Adinda menatap suami nya, sementara Satria hanya diam menatap istri nya tanpa membalas pertanyaan Adinda


"Satria?? heii, kau melamun?." tanya Adinda mengejutkan


"ah tidak, aku hanya terpesona oleh kecantikan mu." jawab Satria membuat Adinda malu


"hmm, kau selalu memuji ku." ucap Adinda


"ya sudah ayo kita berangkat." Satria menggenggam tangan istri nya menuju mobil



"selamat siang nyonya dan tuan, ada yang bisa saya bantu?." ucap pelayan butik tersebut


"saya pesan pakaian keluaran terbaru hari ini, ada?." tanya Satria


"ada tuan, sebentar ya saya ambilkan." ucap pelayan itu


"sayang, kau mau pakaian yang mana?." tanya Satria lagi seraya memainkan rambut istri nya


"aku? hmm, aku lain kali saja." ucap Adinda


"lho kenapa? mau pindah butik?." ucap Satria


"tidak usah Satria, baju ku sangat banyak di rumah." ucap Adinda


"ayo lah pilih, masa aku kemari hanya membelikan hadiah untuk putri dari rekan bisnis ku saja." ucap Satria


"tidak masalah, kita jalan jalan saja ke mall." ucap Adinda


"ya sudah kalau begitu, setelah ini kita ke mall." kata Satria


"tuan, ini pakaian terbaru yang ada di butik kami." ucap pelayan


"bungkus." ucap Satria kemudian menuju kasir

__ADS_1


setelah mereka keluar dari butik itu, Satria segera mengarahkan mobilnya menuju mall terbesar yang berada di kota tersebut


"kau mau beli apa?." tanya Satria


"main game." ucap Adinda


"hanya main game sayang???." sahut Satria kaget


"ya, aku cuma ingin main game." kata Adinda


"baiklah, kita akan main game di sana." ucap Satria, sesampai nya di mall mereka masuk ke dalam dengan bergandengan tangan


saat sudah memasuki kawasan permainan, Adinda menuju tempat pembelian saldo untuk mengisi kartu yang digunakan sebagai pengganti koin


"mba, saya mau isi saldo sekian." ucap Adinda


"baik mba." ucap mba mba tersebut


ketika Adinda selesai mengisi saldo kartu itu, ia kembali ke tempat suami nya menunggu dan melihat satu wanita yang sedang berdiri di hadapan suami nya, mendadak langkah Adinda terhenti, ia sengaja menghentikan langkah kaki nya untuk mendengarkan perkataan wanita itu


"kau baru datang?." ucap wanita itu


"bisa kah kau tidak mengganggu ku? aku membawa wanita ku kemari dan dia sedang mengisi saldo di sana, jadi jangan buat dia kembali dengan rasa cemburu." ucap Satria


"oh tenang saja, di sana sedang antri jadi wanita mu pasti lama menunggu antrian nya, kenal kan nama ku Cecilia." ucap wanita itu, Satria hanya diam seolah tak mendengar apapun


"ini nomor ponsel ku, kabari aku jika kamu butuh teman bicara." ucap Cecilia


"aku tidak membutuhkan nya." sahut Satria tetapi Cecilia tetap memaksa bahkan sampai memegang tangan Satria


"sudah di bilang dia tidak membutuhkan nya." ucap Adinda datang tiba tiba membuat Satria terkejut serta takut wanita nya menjadi salah paham


"siapa kamu?!." tanya Cecilia


"oh, aku Adinda, istri dari laki laki yang baru saja di goda oleh mu." ucap Adinda membuat Cecilia diam


"ini nomor ponsel mu, aku kembalikan." ucap Adinda meremas kertas yang bertuliskan nomor ponsel wanita tersebut, lalu ia lempar kertas remasan itu ke wajah Cecilia


"kurang ajar kamu!." ucap Cecilia ingin menampar Adinda namun ditahan oleh Satria


"sayang, biarkan saja, aku sendiri yang akan mengurus nya." ucap Adinda tersenyum pada Satria dan memajukan langkah nya ke arah Cecilia


"mau apa kau?!." kata Cecilia


"aku beritahu ya, percuma kau goda suami ku, dia tidak akan mau dengan wanita rendahan yang tidak punya malu seperti kamu." ucap Adinda


"berani nya kau mempermalukan ku?!!!." kata Cecilia mengepalkan tangan nya


"itu akibat nya kalau kau berani berurusan dengan ku." ucap Adinda menarik suami nya pergi


"wanita sialan!." gumam Cecilia


"sayang kita tidak jadi?." tanya Satria


"kita pulang, mood ku mendadak berubah." sahut Adinda

__ADS_1


__ADS_2