Istri CEO Tampan

Istri CEO Tampan
lancang


__ADS_3

"tidak usah, aku bisa sendiri, permisi." Adinda melewati dua orang laki laki tersebut untuk segera menuju mobil nya


"pastikan dia selamat sampai tujuan nya." ucap Bryan kepada asisten nya itu


"baik tuan."


di dalam mobil Adinda,


"untung saja aku bisa bebas dari mereka, aku harus pulang, kalau Satria tau aku pergi jauh kaya gini, dia pasti marah banget." Adinda menyalakan mobilnya dan menuju rumah


sementara tanpa di sadari, seseorang telah mengikuti jejak mobil Adinda


setengah jam kemudian Adinda sampai didepan rumah nya,,


ia masuk ke dalam dan langsung menuju kamar


"besok besok aku ga mau lagi ambil resiko kaya gini." gumam Adinda


dikantor Bryan,


"nona tadi sudah sampai di rumah nya tuan, tapi.." kata asisten Bryan


"tapi apa?." tanya Bryan


"seperti nya saya mengenali rumah tersebut tuan." jawab nya


"rumah? siapa yang kamu maksud." ucap Bryan


"itu adalah kediaman Anggara tuan, apakah tuan kenal dengan direktur di perusahaan Anggara? nona tadi memasuki rumah nya." kata asisten Bryan


"ya, aku sedikit mengenali nya, menurut mu apakah wanita itu adik dari direktur perusahaan Anggara?." kata Bryan


"mungkin saja iya tuan, karena wajah nya sedikit mirip, tapi kenapa tuan mendadak membicarakan wanita? bukan kah tuan sangat anti dengan hal tersebut semenjak kematian nona Zora." kata asisten nya

__ADS_1


"aku tidak ingin membicarakan wanita, tapi tatapan wanita itu saat jatuh di atas tubuh ku seakan membius ku begitu saja, ah sudah lah jangan bahas Zora, aku benar benar hancur saat mengingat nya." ucap Bryan


"mungkin wanita itu akan mampu meluluhkan hati tuan yg selama ini terkunci rapat." jawab asisten tersebut berlalu pergi


"hahaha berkhayal." ucap Bryan yg kini berbalik kerja


....


di kantor Satria,


"tuan? tolong beri aku penjelasan tentang perasaan tuan kepada ku." kata Wina yang mendadak masuk ke ruangan Satria


"siapa yg meminta mu masuk?." tanya Satria


"tuan, aku mohon, aku benar benar mencintai mu." kata Wina


"lancang kau menyatakan cinta pada atasan mu!." ucap Satria


"ini soal perasaan tuan! tidak ada yang bisa disalahkan kecuali tuan! tuan yang memberi ku kesempatan untuk masuk." kata Wina


"kau jahat tuan! kau tega mempermainkan cinta ku!!!! hiiiksss..hikss." Wina menangis sejadi jadi nya


"keluar sekarang!."


"hiiiks..hikss, aku tidak akan menyerah untuk mendapat balasan cinta ku." kata Wina lagi


"KELUAR!!!!!!!." ucap Satria


...


"dia benar benar gila! aku harus cepat mengeluarkan nya dari sini sebelum dia macam macam dengan rumah tangga ku." kata Satria


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


saat hari sudah siang, Satria keluar kantor untuk makan disebuah cafe terdekat


"Adinda sudah makan atau belum ya?." gumam Satria


di rumah,


tringgg...tringggg


"halo Sat? ada apa?." tanya Adinda


"sayang? apa kau sudah makan siang?." tanya Satria


"hmm sudah, kau bagaimana? tidak melupakan makan siang mu kan?." ucap Adinda


"tentu saja tidak, bagaimana keadaan mu? sudah enakan?." kata suami nya


"lumayan, tapi kepala ku masih terasa pusing sedikit." kata Adinda


"banyak banyak istirahat ya, makan dan minum mu harus dijaga, jangan pergi kemana mana tanpa izin ku." kata Satria


"iya Satria." jawab Adinda


"ya sudah aku tutup dulu telfon nya, menu makanan ku sudah matang." ucap Satria

__ADS_1


"baiklah, selamat makan suami ku." ucap Adinda


"terimakasih sayang, cup😘."


__ADS_2