Istri CEO Tampan

Istri CEO Tampan
akan segera pulih


__ADS_3

beberapa menit kemudian Tio Anggara mengirimi sebuah lokasi ke ponsel Selin..


"sudah masuk, terimakasih ya ayah, aku pamit pulang dulu untuk membereskan baju baju yg akan aku bawa nanti." ucap Selin menyalami tangan Tania dan Tio


"om, tante, saya dan Selin pamit dulu ya." kata Jonatan tersenyum manis


"iya nak Jonatan, hati hati ya, jaga Selin." ucap Tania dibalas anggukan oleh Jonatan


⭐⭐⭐


ditempat Adinda dan Satria berada saat ini,,


Adinda terbangun, lalu menyiapkan segelas susu hangat untuk suaminya.


seketika kepalanya terasa sakit, dan terlintas sedikit ingatan tentang dirinya yg dahulu sering menyiapkan sesuatu untuk seorang laki laki


"aaargghh." teriak Adinda kesakitan


Satria yg mendengar jeritan istrinya itu dengan cepat membuka mata dan berlari mencari sumber suara, para pelayan pun panik berhamburan mencari nyonya nya.


"Adinda?!!!." panggil Satria seraya berlari


tak lama Satria menemukan istrinya di dekat dapur, ia menggendong Adinda menuju kamar.


"cepat panggil dokter untuk datang kemari!!." pinta Satria


"ba-baik tuan." sahut pelayan


"cepat!!!!." kata Satria yg kini benar benar cemas memikirkan istrinya


"sayang, kau harus bertahan ya, dokter akan segera datang." ucap Satria memasuki kamar dan membaringkan Adinda di atas ranjang tersebut


"argh kepala ku sangat sakit! tolong aku!." gumam Adinda


"iya Dinda kau harus tahan, dokter akan menangani mu." Satria menggenggam tangan istrinya kuat kuat


beberapa menit kemudian dokter yg Satria maksud datang di bantu memasuki kamar nyonya nya oleh pelayan


"tuan dokter sudah datang." ucap pelayan


"cepat tangani istri saya." pinta Satria cemas


"baik tuan, sebaiknya anda semua keluar dulu agar tidak mengganggu konsentrasi saya dalam memeriksa nyonya Adinda." ucap dokter


"saya adalah suaminya, saya berhak ada disini!." kata Satria emosi


"tuan saya mengerti tapi..."


"tuan, maaf jika saya lancang, tapi ini semua demi kebaikan nyonya tuan." kata pelayan menunduk


"periksa istri saya dengan benar!!." kata Satria berlalu pergi


di luar Selin dan Jonatan datang dan menekan tombol bel villa tersebut


ting..nong


Satria hanya menatap ke arah pelayan sekejap untuk memberitahu agar dia membuka pintu nya


saat pelayan sudah membuka pintu, ia mempersilahkan Selin dan Jonatan masuk ke dalam


"kenapa sunyi sekali?." ucap Selin


"nyonya sedang diperiksa oleh dokter di dalam kamarnya nona." balas pelayan

__ADS_1


"maksud mu? Adinda?? ada apa dengan nya???." tanya Selin khawatir


"saya dengar nyonya menjerit kesakitan dan memegangi kepala nya." sahut pelayan


Selin mulai mendekati kamar Adinda dan menemukan Satria yg sedang duduk menunggu di depan kamar itu.


"Satria?? apa yg terjadi dengan istri mu??." tanya Selin


"sepertinya dia mengingat sekilas tentang masa lalu nya, dan itu salah satu sebab yg membuat kepalanya terasa sangat menyakitkan." jelas Satria


"oh ya ampun semoga dia baik baik saja." ucap Selin berharap


"ada apa kau datang kemari? dan siapa yg memberitahu mu bahwa aku dan istriku berada disini???." tanya Satria


"aku tahu kau disini dari ayah, ia berkata bahwa kau sedang berlibur dengan Adinda, aku menyusul mu karena ingin memberi kabar." jawab Selin


"kabar? tentang apa? bukan kah jika hanya hal kecil kau bisa mengabari ku lewat pesan??." ucap Satria


"hei mengapa kau terlihat sensitif sekali sih???." kata Selin


Jonatan hanya menatap Satria dengan alis yg menaik sebelah


"maaf, a-aku hanya khawatir dengan keadaan istriku." kata Satria


tiba tiba dokter keluar dari kamar Adinda, Satria segera bangun dan bertanya tanya pada dokter tersebut


"bagaimana?? apa istri saya baik baik saja?." tanya Satria cemas


"begini tuan, sepertinya saat ini nona akan segera mendapati ingatan nya kembali, tapi saya mohon kita semua bisa bekerja sama untuk membantu nona agar perlahan lahan pulih, jangan terlalu gegabah, jangan terlalu memaksakan dia." jelas dokter


"jadi istriku akan pulih dok?." mata Satria berbinar binar


"benar sekali tuan, saya akan membuat kan resep obatnya." dokter menulis resep tersebut dan memberikan nya kepada Satria


"terimakasih banyak dok, saya akan membantu istri saya sebaik mungkin." ucap Satria


"sama sama tuan, kalau begitu saya permisi dulu." dokter itupun berlalu pergi meninggalkan villa tersebut


"syukur lah Adinda akan segera mengingat semuanya kembali." ucap Jonatan


"iya, aku senang jika dia segera pulih." kata Selin


"aku akan menemui istriku dulu." kata Satria yg kemudian memasuki kamar


di dalam kamar...


"sayang? kau sudah sadar?." ucap Satria


"hmm, apa yg terjadi pada ku tadi? kenapa kepala ku terasa pusing sekali??." kata Adinda


"tidak apa sayang, kau hanya terlalu lelah, kau mau apa? minum susu hangat? atau air putih?." tanya Satria


"aku ingin air putih saja." kata Adinda


"ya sudah aku akan ambilkan air putih untuk mu." Satria mencium kening istrinya lalu segera mengambilkan air minum


tak lama dia kembali dan membawa segelas air


"terimakasih." ucap Adinda


"aku sangat khawatir pada mu, untung lah kau tidak kenapa napa." ucap Satria mengerutkan alis


"maaf ya aku sudah membuat kamu khawatir." kata Adinda

__ADS_1


"di luar sudah ada yg menunggu mu, mereka ingin menjenguk mu, boleh kah mereka masuk?." tanya Satria


"oh, siapa? tentu saja boleh." Satria langsung membukakan pintu kamar nya lalu Selin dan Jonatan masuk ke dalam


"hai Adinda, kau tau aku kan?." kata Selin


"aku lupa, hehehe." jawab Adinda tertawa kecil


"aku ini Selin, sepupu dari suami mu, dan ini Jonatan, calon suami ku." ucap Selin memperkenalkan Jonatan kepada Adinda


"oh ya tadi kau belum menyelesaikan omongan mu, kabar apa yg kau bawa sehingga mengharuskan kau datang kemari??." ucap Satria


"aku akan menikah dengan Jonatan." kata Selin melingkarkan tangan nya ke pinggang Jonatan


"iya Satria, aku akan menikah dengan Selin." ucap Jonatan


"apa?! apa aku tidak salah dengar???? bukan kah aku melarang mu untuk..."


"waah,, selamat ya kalian berdua, aku senang sekali jika kau akan menikah, semoga dia menjadi laki laki yg terbaik di hidup mu kelak." kata Adinda tersenyum senang, hal itu membuat Satria menoleh ke arahnya, yg tadinya Satria ingin marah akibat Selin yang menantang larangan nya, kini ia hanya diam membisu tak mampu berkata apa apa karena takut jika terjadi kekacauan kepala istrinya bisa kembali sakit lagi


jika bukan karena istriku, aku tak akan pernah mengizinkan mu menikah dengan nya. batin Satria menatap Jonatan sebal


"Satria? apa para pelayan sudah menyiapkan makanan untuk mereka berdua??." tanya Adinda


"oh ya sayang, tenang saja, pelayan ku selalu menyiapkan makanan banyak setiap hari nya." balas Satria tersenyum


"ya sudah, kalian letak kan dulu saja tas itu di dalam kamar yg sudah disiapkan, lalu kembali lagi ke meja makan, kita akan makan bersama sama." ucap Adinda


"baiklah, aku permisi dulu ya Dinda, nanti aku langsung menuju meja makan jika sudah selesai membereskan isi tas ku." sahut Selin


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Halo pembaca setia ku!!😍😍😍


**jangan bosen bosen untuk dukung cerita ini😊🥰


semoga kalian selalu suka dengan ceritanya😘😘😘


⭐⭐⭐⭐⭐


jangan lupa selalu tinggalkan jejak ya🥰Like👍🏼komen💬dan vote😍beri tip juga jika kalian suka😍


dukungan kalian sangat berarti bagi author🤩🤩🤩🤩

__ADS_1


SEHAT SELALU PARA READERS!!!!😍😍😍😍**


__ADS_2