Istri CEO Tampan

Istri CEO Tampan
sebuah keberuntungan memiliki mu


__ADS_3

"sayang, rasanya sudah lama tidak seperti ini dengan mu." kata Adinda


"maafkan aku ya, kemarin aku selalu sibuk mengurus kantor, tapi saat ini aku akan terus bersama mu." jawab Satria mencium kening istrinya


"bagaimana kabar Sheira?." tanya Adinda


"dia baik, kemarin aku mencabut semua tuntutan ku pada nya, dan dia kini kembali pada ayah nya."


"syukur lah, aku khawatir kau akan berbuat aneh pada dia."


"maksud mu aneh apa nya?."


"aneh, aku takut kau membuat Sheira menderita."


"memang nya kenapa kalo seperti itu?."


"sayang, dia wanita, sama seperti aku, kau tidak layak memperlakukan nya dengan begitu walaupun kesalahan yang dia buat cukup fatal, kau hanya harus menyerahkan pada pihak yang berwajib, aku yakin semuanya akan baik baik saja." kata Adinda


"kau ini memang istri yang pintar, selain itu kau cantik dan juga baik, beruntung sekali aku memiliki mu." Satria mencubit pipi dan hidung Adinda


"hmm kau ini selalu saja memuji ku." balas Adinda penuh senyum


besok nya..


siang siang Selin menghubungi Jonatan

__ADS_1


tut..tutt


"halo Selin ada apa?." ucap nya


"bagaimana kabar mu? sudah baikan?." tanya Selin khawatir


"tenang saja, aku sudah tidak apa apa setelah kemarin kau mengobati ku." jawab Jonatan


"aku boleh menemui mu?." ucap Selin


"tentu saja, dengan senang hati aku memperbolehkan nya hahaha." kata Jonatan


"ya sudah, kamu dimana sekarang? sudah ngantor?." ucap Selin


"aku belum ngantor, sebenarnya sudah lama aku di rumah seperti ini, aku menyuruh Fenom yang menggantikan ku sementara." jelas Jonatan


"ah tidak, tidak usah dipikirkan, ya sudah aku saat ini berada di rumah, kau datang saja kesini ya, atau aku yang menjemput mu?." kata Jonatan


"eh tidak, aku bisa sendiri kok, kamu tunggu ya aku langsung jalan, bye." Selin memutuskan panggilan tersebut dan segera keluar


ketika baru saja keluar kamar, Satria tiba tiba datang mengejutkan


"mau kemana kamu?!." tanya Satria


"e-Satria, aku mau ke.."

__ADS_1


"kemana?!." ucap Satria lagi


"menemui Jonatan." balas Selin menunduk


"Selin? aku sudah bilang kan jang..."


"ekhemmm." Adinda berdeham


"sayang?." ucap Satria


"Satria, izinkan kak Selin pergi, kau jangan seperti itu pada nya, ku mohon." ucap Adinda


"tidak, aku tidak akan mengizinkan dia pergi untuk menemui laki laki itu." balas Satria


"Satria.." sebut Adinda seraya memasang wajah cemberut, hal itu sangat sulit dihadapi oleh suaminya, karena Adinda terlihat begitu menggemaskan


"hentikan pasang wajah seperti itu sayang, kau itu tau sekali jika aku tak bisa menahan nya." ucap Satria


"ayolah, izinkan kak Selin pergi." kata Adinda lagi


"oke, oke.. aku izinkan Selin pergi tapi buang jauh jauh wajah cemberut mu itu atau aku akan.." belum sempat menyelesaikan kalimat nya, Adinda sudah membungkam mulut suaminya dengan tangan nya


"jangan berkata sembarangan, ada kak Selin, apa kau tidak malu?!." ucap Adinda pelan seraya memelototi Satria dan dibalas dengan tawa


"hahaha sayang kau ini lucu sekali sih." Satria segera menggendong istrinya ke dalam kamar tanpa menghiraukan lagi keberadaan Selin

__ADS_1


Adinda hanya mengedipkan mata nya kepada Selin saat Satria menggendong nya


"untung saja Adinda segera datang, jika tidak pasti Satria sudah melarang ku habis habisan." gumam Selin


__ADS_2