
diluar Selin membantu Jonatan berdiri.
"kau masuk dulu ke dalam, aku akan mengobati luka mu." ucap Selin
"tidak perlu, aku langsung pulang saja." jawab Jonatan
"tidak, aku tidak mengizinkan mu mengendarai mobil dalam keadaan seperti ini." kata Selin tak suka
"aku tidak ingin cari masalah lagi."
"kau tidak mencari masalah jika kau menurut untuk masuk ke dalam."
akhirnya Selin membantu Jonatan masuk ke ruang tamu
"tunggu sebentar, biar aku ambil kotak obat." Selin mengambil kotak tersebut, beberapa menit kemudian ia kembali lagi dan mengobati luka Jonatan
"tahan ya?." ucap Selin
"aghhh."
"sakit?." tanya Selin khawatir
"tidak, aku senang kau perduli pada ku." balas Jonatan tersenyum puas
"benar benar menyebalkan! disaat seperti ini kau masih bisa bercanda." ucap Selin menekan kan kapas di wajah Jonatan yg sedang dia obati
"awww." Jonatan terlihat kesakitan
"eh maaf maaf, habisnya kau menyebalkan." kata Selin mulai mengobati nya lagi
"Selin? boleh aku bertanya?." ucap Jonatan
__ADS_1
"ya? silahkan saja."
"apa ucapan mu tadi benar?."
"ucapan yang mana?." tanya Selin
"kau mencintaiku?." tanya Jonatan kembali
Selin melepaskan tangan nya dari wajah Jonatan dan membuang muka
"Selin? tolong jawab aku." Jonatan menggenggam wajah Selin agar menoleh nya
mata Selin kembali berkaca kaca,
Jonatan memeluknya
"jangan bersedih, jika pertanyaan ku mengganggu mu maka aku minta maaf." kata Jonatan lembut
"akan aku jelaskan semuanya, dari awal aku memang berniat membalas Satria, sebab aku sangat benci ketika Adinda resign dan berkata ingin menikah, saat itu aku sangat menyukai Adinda sampai sampai aku tidak rela kehilangan nya, dan aku berusaha menghancurkan rumah tangga mereka dengan caraku sendiri tapi itu tidak berhasil, lalu muncul dirimu, jujur saja Selin, saat itu aku tidak tahu jika kau keluarga Anggara, tapi saat kau menceritakan hal tersebut membuatku berpikir lebih mudah untuk menghancurkan Satria, tapi sayang nya aku seperti mulai jatuh cinta sungguhan kepada mu, dan kebaikan ku selama ini tidak bisa kau nilai palsu, karena aku tidak mengetahui identitas aslimu, aku melakukan semuanya dengan tulus." Jonatan menjelaskan
Selin melepaskan pelukan itu dan menatap Jonatan lekat lekat, ia melihat matanya seperti tak berbohong, ia juga yakin bahwa Jonatan benar benar jujur pada nya.
"aku tidak tahu harus berkata apa, aku benar benar takut jika kau berbohong, tapi aku akan berusaha untuk percaya pada mu." kata Selin
"terimakasih Selin kau sudah mau mendengarkan penjelasan ku, kalau begitu aku pulang, maaf atas kekacauan tadi." Jonatan berdiri hendak meninggalkan rumah itu
"tunggu.." ucap Selin menahan lengan Jonatan
Jonatan berhenti dan berbalik melihatnya, tiba tiba Selin mengecup pipi Jonatan, Jonatan sangat terkejut dengan apa yang Selin lakukan, tapi dia senang menerima hal itu
"hati hati dijalan." kata Selin tersenyum
__ADS_1
"pasti, jaga dirimu." Jonatan membalas senyum nya dan pergi menuju mobil
***
Satria menemui Arkan di kamar khusus nya.
"tinggalkan aku berdua dengan putra ku." pinta Satria kepada Desi
"baik tuan, saya permisi." Desi pergi dari ruangan itu
"Arkan.. rasanya senang sekali kamu hadir dalam hidup ayah dan bunda, ayah tidak tahu harus berkata apa sama bunda mu karena sudah memberikan ayah begitu banyak kebahagiaan, sampai mungkin ayah tidak akan bisa melupakan nya." ucap Satria dihadapan box bayi tempat putra nya tertidur
rasa emosi Satria yang tadi nya membakar sekarang jadi mereda dan bahkan padam.
"maafin ayah ya sayang, saat itu ayah menyakiti bunda, ayah membiarkan bunda dan kamu pergi dari rumah, ayah menyesal, ayah sadar ternyata ayah lebih sayang sama bunda kamu dibanding masa lalu ayah." kata nya lagi
didepan pintu Adinda sudah berdiri seraya mendengarkan apa yg Satria katakan pada putra kecilnya, sesekali ia tersenyum ketika mendengar curahan hati Satria pada Arkan.
lalu Adinda masuk dan memeluk suaminya.
"Arkan pasti memaafkan mu." sahut Adinda membuat Satria kaget
"sayang? kamu tidak istirahat di kamar?." tanya Satria
"tidak, aku ingin menemui anak beserta suamiku." balas Adinda
Satria mengarahkan istrinya agar membaringkan tubuh di ranjang besar samping box bayi milik putranya
"aku ingin tidur disini malam ini." pinta Satria
"dimana pun aku pasti menemanimu." kata Adinda
__ADS_1
kini mereka berdua saling memeluk dan memejamkan matanya