Istri CEO Tampan

Istri CEO Tampan
izinkan aku mencium mu dalam waktu yang lama


__ADS_3

sesampai nya di pesta pernikahan putri dari rekan bisnis Satria, sudah ramai sekali orang orang yang hadir di sana, lalu tiba tiba seseorang mendatangi Adinda dan juga suami nya


"selamat datang di pesta putri ku." ucap seseorang yang bernama Maxwell


"ah ya, pesta nya bagus sekali, kau benar benar handal memilihkan tema seperti ini untuk putri mu." ucap Satria tersenyum ramah


"terimakasih tuan atas pujian nya, tapi ini tidak ada apa apanya dibanding pesta tuan saat itu, oh ya apakah ini istri anda?." tanya Maxwell


"benar sekali, dia istri ku, orang yang paling aku cintai." ucap Satria melingkarkan tangan nya di pinggang Adinda


"halo tuan, senang bertemu dengan anda." kata Adinda dibalas senyuman oleh Maxwell


"kau ini selain pintar dalam dunia bisnis, ternyata pintar juga mencari istri hahaha." kata Maxwell


"hahaha, bisa saja kau." ucap Satria


"oh ya tuan maaf, dimana putri anda?." tanya Adinda kepada Maxwell


"ah ya ampun padahal ini pesta putri ku tapi malah terasa seperti milik ku hahaha, dia ada di sana." jawab Maxwell menunjuk keberadaan putri nya


"kalau begitu kami ke tempat putri mu dulu ya." ucap Satria dibalas anggukan


"Odelia." sebut Satria


"oh ya ampun, tuan Satria datang." kata Odelia senang


"ini hadiah pernikahan dari kami, semoga kamu menyukai nya." ucap Satria


"boleh aku buka sekarang?." tanya Odelia


"tentu saja, buka lah." sahut Satria, kemudian hadiah tersebut dibuka oleh Odelia, dan...

__ADS_1


"waaaaaahhh!!!! astaga ini bagus sekali, pasti harga nya sangat mahal, terimakasih tuan Satria dan kamu?." kata Odelia menatap Adinda canggung


"ini istri ku, nama nya Adinda." ucap Satria


"terimakasih nona Adinda, kalian baik sekali memberikan hadiah semahal ini." kata Odelia memeluk Adinda


"ah jangan begitu, kita hanya ingin memberikan yang terbaik saja, tidak mungkin kan kalau aku membelikan hadiah yang sobek sobek hahaha." sahut Adinda membuat Odelia tertawa


Satria yang melihat istri nya mudah bercengkrama dengan seseorang yg baru saja dikenal nya terlihat sangat senang


"ayo silahkan dimakan hidangan nya, jangan sungkan." ucap Odelia


"kalau begitu aku dan istri ku pergi dulu ke sebelah sana." sahut Satria


"selamat ya semoga pernikahan kalian selalu dipenuhi dengan kebahagiaan." ucap Adinda kemudian pergi


"sayang, kau mau minum apa? akan aku ambilkan." ucap Satria


"aku akan minum apa saja yang kau ambi... aaagh." seseorang tak sengaja berjalan dan menabrak Adinda


"maaf nona apa kau baik baik sa... Adinda?." ucap seseorang itu yang tak lain adalah Bryan


"Bryan?." gumam Adinda


"ma-maaf, aku tidak sengaja menabrak mu." kata Bryan mengusap pundak Adinda


"jangan sentuh istriku! ayo Adinda kita pergi." ucap Satria membawa Adinda pergi menjauh dari Bryan


"kenapa harus Adinda sih??! apa dunia sempit sekali? sampai sampai tidak ada wanita lain yang bisa aku temukan selain Adinda?!." gumam Bryan sebal


di sisi lain,

__ADS_1


"sakit? kita ke dokter ya." ucap Satria khawatir


"enggak sayang, ga perlu ke dokter, aku baik baik saja." ucap Adinda


"tapi wajah mu menahan sakit, jangan bohong pada ku." ucap Satria menangkup wajah istri nya


"tidak bohong, aku hanya kaget." ucap Adinda membuat Satria berdiri dan mengambil minum untuk istri nya


"ini, kau minum dulu." kata Satria


gleekk..glekk, selesai Adinda minum, Satria segera memeluk istri nya


"mau pulang?." tanya Satria mengusap kepala Adinda


"tapi kan kau baru saja datang." ucap Adinda


"tidak masalah, mereka pasti mengerti." sahut Satria


"ya sudah kita pulang ya." pinta Adinda, Satria segera berpamitan dan membawa Adinda ke mobil


"kau tidur saja, kalau sudah sampai rumah aku pasti membangunkan mu, atau mau aku gendong sampai kamar?." ucap Satria senyum menggoda, Adinda menyandarkan kepala nya di pundak Satria, lalu menggenggam tangan Satria erat


"terimakasih ya Sat, kau selalu menjaga ku, kau begitu perduli dan sayang pada diriku." ucap Adinda membuat Satria menatap mata nya


"Adinda, kau tidak usah berterimakasih, aku suami mu, sebagai seorang suami pasti akan selalu melindungi istri nya, dia juga akan terus mencintai istri nya." kata Satria


"aku sayang pada mu." kata Adinda dibalas senyuman hangat oleh suami nya kemudian mendekat kan wajah tersebut ke arah istri nya dan mengecup bibir Adinda dengan lembut


"izinkan aku mencium mu dalam waktu yang lama." kata Satria kemudian kembali mengecup bibir Adinda lagi dan lagi


kalau waktu bisa dihentikan, aku akan menghentikan waktu itu sekarang, karena aku selalu ingin merasakan kebahagiaan seperti ini dengan mu Satria. gumam Adinda dalam hati

__ADS_1


Satria terus mencumbu istri nya dengan mesra sampai Adinda merasa terbuai.


"eeeummmh."


__ADS_2