Istri CEO Tampan

Istri CEO Tampan
pengakuan Sheira


__ADS_3

"entah lah Din, maka dari itu kita harus cepat cepat kembali." ucap Selin


sesampai nya di villa, Satria segera menghampiri istrinya dan memegang wajah Adinda


"sayang, maaf ya kita harus pulang, karena aku khawatir sekali dengan mama." kata Satria


"tidak apa apa kok, aku sangat mengerti posisi mu, ya sudah aku bereskan barang dulu ya." ucap Adinda


"tidak perlu, aku sudah membereskan nya, sekarang kita hanya tinggal berangkat." sahut Satria


"ya sudah kalau begitu ayo."


mereka semua pun menuju mobil nya masing masing secara bersamaan, dan segera pulang ke kediaman Anggara


***


beberapa jam kemudian..


Satria sampai di rumah besar itu dan masuk ke dalam seraya berlari kecil


"pah bagaimana??? apa info tentang mama sudah ditemukan??." tanya Satria


"Satria...? kau sudah kembali, siapa yang memberitahu mu tentang hal ini?." kata Tio


"Desi, dia menghubungi ku dan memberi kabar bahwa mama menghilang, siapa yang menculiknya?!." ucap Satria


"oh ya ampun, maafkan papa ya, papa jadi merepotkan mu, mengganggu mu disaat sedang bersenang senang dengan Adinda." kata Tio


"ayo lah pa jangan bicara begitu, aku tidak mungkin bisa bersenang senang jika mama hilang, aku akan atur semuanya, papa tenang saja." ucap Satria segera meraih ponsel nya di saku celana dan menghubungi seseorang


saat panggilan itu di respon Satria pun segera membuka suara


"Farel? bantu aku." ucap Satria


"ada apa tuan?." tanya Farel yg sedang mengurus kantor Satria


"mama ku menghilang, dan aku mencurigai seseorang." kata Satria


"nyonya menghilang?! siapa orang yang tuan maksud??." kata Farel


"Sheira, kau harus cari tahu wanita itu dan kabari aku secepat nya!." ucap Satria tegas


"baik tuan, saya akan segera melaksanakan nya." jawab Farel


Adinda kini sedang berada di kamar Arkan, ia bergumam..


"ya ampun bocah kecil ini, heii?? aku sangat merindukan mu tau." ucap Adinda seraya menggendong gendong putra kecil nya


"bagaimana bisa ya km itu tampan? padahal papa mu jelek, eh tapi biasa nya anak laki laki menuruni orang tua wanita, maka dari itu kau tampan karena aku cantik, ya kan sayang?." gumam Adinda lagi


"iya sayang, hahahaha percaya diri sekali kau ya berkata bahwa Arkan menuruni kecantikan mu, padahal jelas jelas dia tampan seperti ku." ucap Satria membuat Adinda menoleh dengan tatapan sinis


"tampan? kau tampan? tampan kata mu?." kata Adinda membaringkan Arkan di tempat tidur nya dan berjalan mendekati Satria


"memang aku tampan bukan?." balas Satria tersenyum manis


"cih." Adinda meninggalkan Satria di kamar Arkan


"dasar wanita itu, selalu saja tidak mengakui ketampanan ku." gumam Satria percaya diri


disisi lain, tempat dimana Sheira menyembunyikan Tania


"dengar ya?! kali ini aku tidak ingin gagal lagi!!! Satria harus sepenuhnya kembali ke tangan ku!." ucap Sheira kepada Reno

__ADS_1


"aku akan bantu semaksimal mungkin, asalkan Adinda juga bisa hidup bersama ku." sahut Reno


"lepaskan aku! jangan macam macam ya kalian!." jerit Tania di dalam gudang kosong


"periksa dia." ucap Sheira


Reno pun memasuki gudang itu dan memeriksa Tania


"sudah bangun nyonya? hahahaha selamat datang, saat ini kau sedang berada di suatu tempat yg mungkin sebentar lagi akan sampai ke neraka." ucap Reno tertawa puas


"jangan gila kau! dimana aku?!! cepat bebaskan aku!!! tolonggggg, Satria!! tolong mama nak." ucap Tania


"silahkan teriak sepuasnya karena siapapun tidak akan ada yg mendengar mu! hahahah." balas Reno


"licik!!!! penjahat kau!!!." kata Tania, Sheira yg sedang berada didepan merasa sangat terganggu akibat jeritan jeritan wanita tua itu, ia pun masuk ke dalam gudang dan menghampiri keduanya.


"berisik sekali kalian! ouu rupanya calon mertua ku sudah sadar ya." ucap Sheira


"apa maksud mu?!!!." kata Tania


"perkenalkan, nama ku adalah Sheira, aku calon istri dari putra mu yaitu Satria." kata Sheira


"apa?! calon istri??! jangan mimpi kamu! putra ku sudah memiliki istri dan dia sangat baik!!! tidak seperti mu!." ucap Tania


"hahaha, sangat baik kata mu??? kalau wanita itu memang orang baik, dia tidak akan merebut calon suami ku!!! kau tau? aku dan Satria sudah sangat lama menjalin hubungan, hanya karena aku pergi ke luar negri akibat permintaan ayah ku, wanita itu hadir dan mengambil hati Satria dari ku!!!." jelas Sheira dengan wajah ganas nya tetapi seraya mengeluari air mata


"dia tidak seperti yg kamu ucap!!! sebelum kau ada di kehidupan Satria, Adinda lah yang lebih dulu ada di sana!!!!! kau hanya wanita licik tanpa tau apa apa!!!!." balas Tania


"keterlaluan kau!!!." Sheira mengangkat tangan kanan nya untuk segera menampar wanita tua dihadapan nya itu, namun Reno menahan


"Sheira!! jangan lakukan hal bodoh! kau lihat! siapa wanita yang ada di depan mu!!!." kata Reno


"arghh lepas!." Sheira melepaskan tangan Reno dengan kasar dan kembali menatap Tania lalu tertawa


"wanita kurang ajar!!!!!!!!! berani berani nya kau ingin menampar ku!!! jika aku tidak di ikat seperti ini mungkin wajah mu sudah habis aku cakar cakar!!!." kata Tania


"huhuhu kasian sekali diri mu, di ikat, di kurung di gudang, bahkan jika aku menyiksa mu sekalipun kau tak akan bisa berbuat apa apa!!!!!." ucap Sheira


"ayo Sheira, lebih baik kita keluar dari gudang ini sekarang, tidak ada guna nya berbincang dengan wanita tua ini." ucap Reno membawa Sheira pergi keluar


"hei bodoh!!!! lepaskan aku!!!! keterlaluan kalian!!!!!." jerit Tania


⭐⭐⭐⭐


kediaman Anggara,,


saat ini hari sudah mulai malam, Adinda sehabis mandi langsung memakai piyama dan bergegas menemui Arkan


"malam bocah kecil, gendong yu." kata Adinda


"waaa." sahut Arkan seperti senang


Adinda membawa Arkan mengeluari kamar nya, lalu Satria yg melihat istrinya itu langsung datang menghampiri


"belum tidur ya Arkan?." tanya Satria


"belum, sesekali dia juga ingin hiburan bukan tidur terus, walaupun kamar nya banyak mainan aku rasa sih dia ga cukup karena ayah dan ibu nya jarang sekali menemani." ucap Adinda


"seperti itu ya, kau kan bunda nya." kata Satria meledek


"dan kau ayah nya." ucap Adinda sinis dan pergi menjauhi Satria


"maaf ya Arkan, bunda tinggalin kamu terus, bunda jarang gendong kamu, habis ayah kamu itu lucu, selalu ajak bunda jalan jalan tapi kamu ga diajak, kalau di pikir pikir ayah kamu kaya nya belum siap punya anak, tapi apa boleh buat ya Arkan, dia yg melakukan nya sampai kamu bisa ada disini." kata Adinda seraya tertawa kecil

__ADS_1


tak lama pun Arkan tertidur karena Adinda juga memberikan putra kecilnya susu.


"ayo kita ke kamar kamu ya, bunda temenin kamu bobo." ucap Adinda menuju kamar Arkan dan meletakkan Arkan di atas ranjang tidur nya


saat Adinda sudah membaringkan Arkan di atas kasur, ia tak sengaja melihat Satria yang sedang menatap ke arah jendela, Adinda pun menghampiri suaminya itu


"sedang apa kamu disini?." kata Adinda


"oh eh, tidak, aku hanya menatap langit langit malam." jawab Satria


"kau tidak pandai berbohong Satria." kata Adinda


"aku hanya khawatir dengan keadaan mama." ucap Satria termenung


"kau berdoa saja semoga mama mu tidak apa apa diluar sana, lagi pula kau sudah berusaha menyuruh seseorang untuk mencari tahu keberadaan nya kan." ucap Adinda


"iya tapi aku tetap saja khawatir, sampai sekarang Farel pun belum mengabari tentang apapun." kata Satria


"ya sudah sabar dulu ya, nanti dia akan menghubungi mu." ucap istrinya


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


**Halo pembaca setia ku!!😍😍😍


jangan bosen bosen untuk dukung cerita ini😊🥰


semoga kalian selalu suka dengan ceritanya😘😘😘


⭐⭐⭐⭐⭐


jangan lupa selalu tinggalkan jejak ya🥰Like👍🏼komen💬dan vote😍beri tip juga jika kalian suka😍


dukungan kalian sangat berarti bagi author🤩🤩🤩🤩


SEHAT SELALU PARA READERS!!!!😍😍😍😍**

__ADS_1


__ADS_2