Istri CEO Tampan

Istri CEO Tampan
mulai detik ini panggil aku mas


__ADS_3

setelah itu Satria segera melajukan mobil tersebut menuju kediaman nya.


sesampai nya di rumah, Satria menggendong Adinda keluar dari dalam mobil dan langsung mengarah ke kamar


"padahal aku sudah bilang tidak usah menggendong ku sampai ke kamar." ucap Adinda tersenyum


"selama aku mencintai mu, itu bukan sebuah masalah hahaha." sahut Satria tertawa


"memang nya kapan kau mau menghentikan cinta mu pada ku?." tanya Adinda meledek


"kalau aku mati." jawab Satria


di kamar, Satria membaringkan Adinda di atas kasur dan mengelus kepala nya


"kau istirahat saja ya, bahu mu pasti sakit." kata Satria


"Satria, kau ini terlalu banyak menyuruh ku untuk beristirahat, padahal aku punya tanggung jawab disini, mengurus anak ku, mengurus suami ku." kata Adinda


"aku tidak ingin kau sakit." sahut Satria murung


"aku tidak sakit, kan suami ku yang tampan ini selalu menjaga ku setiap hari." ucap Adinda membuat Satria tersenyum


"aku menyayangi mu." kata Satria mencium kening Adinda


"aku juga menyayangi mu Satria." sahut Adinda tersenyum kemudian bangkit dari kasur nya dan menemui Arkan


"anak bunda, sedang apa kamu?." tanya Adinda yang datang tiba tiba ke kamar Arkan


"mam, nda mam." gumam Arkan


"makan yang banyak ya, biar kamu cepat tumbuh." kata Adinda mencium anak nya


"nona, Arkan sedari tadi makan nya lahap sekali, saya sangat senang." kata Desi


"benar kah? waaah, pintar sekali." ucap Adinda tersenyum senang


Satria yang berdiri di depan pintu Arkan juga terlihat bahagia karena melihat istri dan anaknya senang.


"aku tidak akan menyia-nyiakan kalian berdua." kata Satria dalam hati


"yahh..yahhh." sebut Arkan menunjuk ke arah pintu, seketika Adinda pun menengok dan melihat suami nya berdiri di sana


"Satria? kenapa kau berdiri di situ? ayo masuk." kata Adinda, Satria pun masuk dan menggendong putra nya


"wah badan mu mulai berat hahaha, pintar sekali anak ayah makan nya lahap." kata Satria, Arkan yang di gendong hanya mengunyah ngunyah makanan nya


"tentu, ayah nya saja kalau makan lahap sekali, betul kan Des?." kata Adinda tertawa kecil


"haha iya nona benar sekali." sahut Desi tertawa


"sembarangan kalian, kalau aku tidak lahap makan, aku pasti tidak akan kuat menggendong mu." kata Satria mencolek hidung istrinya dengan telunjuk

__ADS_1


"dasar kau ini." ucap Adinda memukul bahu Satria pelan


"nda wat nda cawat." kata Arkan


"apa nak? kau bicara apa?." kata Adinda


"itu nona, Arkan tadi sempat saya ajak menonton televisi dan melihat pesawat terbang, dia senang dan langsung menunjuk pesawat itu." kata Desi


"oh ya ampun sayang, kau bahkan sudah menaiki nya kala itu, nanti akan bunda beli kan mainan pesawat untuk mu ya nak." kata Adinda mengecup pipi Arkan


"hanya Arkan yang di cium?." tanya Satria


"hei! ada Desi lho disini, kau tidak mau membuat nya baper karena melihat kita kan?." kata Adinda membuat Desi tersipu malu


"argh ayolah kita segera ke kamar dan nikmati waktu berdua." ucap Satria memberikan Arkan pada Desi dan membawa Adinda ke dalam kamar


"kau selalu saja iri dengan anak mu." kata Adinda seraya tertawa kecil


"bagaimana tidak? kau mencium nya lembut sekali." ucap Satria


"ahaha, aku akan beritahu hal ini pada mama, agar dia tau kalau kau sangat iri pada Arkan cucunya." kata Adinda mengambil ponsel yang ada di laci lalu di rampas oleh Satria


"hei jangan lakukan itu atau kau akan membuat ku malu." ucap Satria


"kembalikan ponsel ku." teriak Adinda berusaha mengambil ponsel nya dari Satria lalu Satria menaruh ponsel istri nya di atas lemari yang cukup tinggi sampai Adinda tak mampu meraih nya


"Satriaaa! cepat turunkan ponsel nya." teriak Adinda melompat lompat ke arah lemari tersebut


"aaaaahhh." keluh Adinda


"Satriaa...aaah hahaha."


"rasakan ini." gumam Satria yang terus menggelitiki istri nya


"geli sekali hentikan hahaha." kata Adinda tak tahan pada gelitikkan suami nya itu, ia segera mengambil bantal dan melempar bantal itu ke wajah Satria


"aaagh." gumam Satria yang kaget


"ayo cepat lawan aku kalau berani." kata Adinda mulai berdiri dari kasur dan memegang senjata yang tak lain adalah bantal guling


"istri nakal." ucap Satria melempar bantal yang ia pegang ke arah Adinda dengan pelan


"dasar lemah, hanya segitu kemampuan mu untuk menyerang ku, payah kau!." kata Adinda lalu memukulkan bantal guling tersebut ke tubuh Satria, tapi Satria menangkap nya, ia juga segera memeluk Adinda


"sudah, aku lelah." kata Satria dengan nafas yang tidak teratur


"kau sekarang jarang sekali berolahraga, makanya cepat lelah." kata Adinda yang meniduri paha suaminya


"hahaha padahal aku sering sekali berolahraga malam dengan istri cantik ku ini." kata Satria menggoda


"diam kau, itu tidak termasuk pokonya jangan disebutkan, aku malu!." kata Adinda

__ADS_1


"aku sudah melihat semuanya kenapa harus malu?." kata Satria tersenyum menggoda


"oh yaampun." sahut Adinda


"mulai detik ini panggil aku mas." kata Satria mengejutkan istri nya


"apa?! mas? hahahaha, lucu sekali." kata Adinda


"sayang aku serius." kata Satria


"tidak, aku tidak mau memanggil dengan sebutan itu." ucap Adinda berdiri dari kasur dan bertolak pinggang


"harus! aku tidak menerima penolakan." kata Satria


"mas? hahaha itu terdengar sangat lucu bagi ku Sat, aku tidak mau pokok nya." kata Adinda


"kalau kau tidak mau aku akaan..."


"akan apa?!." tanya Adinda menaiki satu alis nya


"aku akan memaksa mu untuk memuaskan ku sampai dua puluh kali." ucap Satria membuat Adinda kaget dan pingsan


"sayang! kau kenapa?!!!." kata Satria panik melihat istri nya jatuh


"sayang bangun!!!." ucap Satria, ia ingin menggendong istri nya ke kasur namun tiba tiba...


"mas Satria? kau akan membunuh ku jika itu benar benar terjadi, hahahaha." ucap Adinda tertawa terbahak bahak


"sial, kau berpura pura." ucap Satria


"oh ayolah kenapa kau berhenti menggendong ku? aku malas sekali berdiri dengan kaki ini." ucap Adinda


"mau di gendong? cepat buat permohonan manja dengan kata kata mas mu itu." ucap Satria


"tidak." kata Adinda sinis


"ya sudah aku akan pergi keluar." kata Satria membuat Adinda berubah pikiran


"baiklah. Mas Satria.... gendongggg akuuuu, kaki ku sakit sekali tidak mampu berdiri." kata Adinda dengan nada manja nya, hal itu benar benar membuat hati Satria senang dan langsung menggendong nya dengan semangat yang tinggi


Satria memutar mutar tubuh nya seraya menggendong Adinda, ia terus berputar tanpa henti di kamar itu


"maaaass!!!! aku takutttt, kita akan jatuh...." kata Adinda


"tenang saja, kalau jatuh kita akan jatuh ke bawah jangan khawatir." ucap Satria terus berputar


"masss! hentikan, aku mual sekali." ucap Adinda sebelum akhirnya Satria melepas istri nya ke atas kasur dan ia jatuh menibani tubuh istri nya


"aaah." keluh Adinda lagi


"kepala ku rasanya ingin lepas." kata Satria

__ADS_1


"emmmh, ke-pala ku juga mas." balas Adinda dengan mata terpejam


__ADS_2