
Satria menghubungi Farel untuk segera mencari pelaku sebenarnya.
tut..tut
"halo tuan, ada apa?." tanya Farel
"cari orang yang sudah membuat istriku kehilangan ingatan nya, bahkan dia juga membawa putra ku, aku tunggu sampai nanti malam!." ucap Satria kembali menutup panggilan nya
apa?! nona Adinda hilang ingatan?. batin Farel
Satria kembali masuk ke dalam ruangan istrinya dan ia duduk disebelah ranjang tempat Adinda berbaring
"sayang? kau tidak boleh terlalu lelah, badan mu masih lemah." tanya Satria masih lemah
"tolong jangan mendekat, aku bahkan tidak kenal siapa diri mu, tapi kau memanggil ku seperti itu." jawab Adinda terlihat sedikit takut
"nama ku Satria Anggara, aku putra tunggal dari Tio Anggara. panggil aku Satria." ucap Satria
"sa-Satria? mengapa nama itu terasa tak asing pada telinga ku?." Adinda kembali mengingat ingat tentang nama yg barusan ia dengar, hingga kepala nya mulai sakit lagi
"Arrghh kepala ku." keluh Adinda
__ADS_1
"sudah sudah, jangan di ingat ingat, kau belum pulih, jangan terlalu banyak berfikir." balas Satria
andai saja kamu tau sayang, bahwa anak kita kini sedang menghilang, aku ingin sekali ikut mencari nya, namun aku tak ingin meninggalkan mu disini. batin Satria
"dimana orang tua ku?." tanya Adinda
Satria menatap Selin, mencoba untuk meminta bantuan nya agar bisa menjelaskan kepada Adinda
"orang tua mu sudah meninggal, kini kamu hanya hidup seorang diri, tanpa ada nya siapapun kecuali Satria." sahut Selin
"apa maksud mu? tidak mungkin orang tua ku meninggal! dan mengapa kau sebut nama Satria?." tanya Adinda lagi
"memang benar, orang tua mu sudah tiada, beliau mengalami kecelakaan saat itu, aku menyebut nama Satria karena dia adalah suami mu." kata Selin
Satria hanya menunduk, tak berani menatap wajah sang istri dihadapan nya, karena ia tak tahan menahan sakit yg kini begitu dalam.
"kau sudah menikah, dia lah suami mu, ini bukti nya." Selin mengeluarkan ponsel nya dan menunjukan sebuah foto pernikahan Adinda dan Satria kala itu
"apa foto ini benar benar nyata?." tanya Adinda bingung
"sangat nyata, kau mempunyai seorang anak, dia laki laki dan masih berumur 2 bulan." ucap Selin
__ADS_1
Adinda memegangi kepala nya karena sakit luar biasa menghantam dengan kuat
"Selin cukup. hal ini tidak akan membuat istriku mengingat semua nya, aku tidak ingin dia tersakiti." kata Satria
"benar Selin, lebih baik kita biarkan saja dulu seperti ini, jika dia mulai membaik, kita bantu perlahan lahan." sahut Jonatan merangkul Selin
Selin hanya mengangguk tanda mengerti
💧
di sisi lain..
"rasain kamu! aku tidak akan pernah membiarkan siapapun merebut kebahagiaan ku! termasuk kamu Adinda." kata seseorang itu seraya memandangi foto Adinda
"bos? bayi nya menangis terus, kita harus bagaimana?." tanya seorang laki laki
"kau beri dia apa saja, asalkan tangis nya berhenti." balas wanita itu
"tapi bos? hal ini akan membuatku mendapati hati Adinda kembali?." ucap laki laki tersebut
"tentu saja, akan kita buat rencana selanjut nya, kau akan mendapatkan wanita itu, dan aku akan mendapatkan kembali cinta ku. hahahahaha." wanita itu tertawa dengan riang, sementara Adinda berbaring tak berdaya tanpa ingatan nya
__ADS_1
"siap bos, saya akan susun rencana itu sebaik mungkin, agar tidak ada yg tahu kalau kita yg sudah merencanakan nya." balas laki laki itu