
"kedip kan mata mu! hati hati, jangan menatap istri bos mu seperti itu." ucap salah satu karyawan
"em hei, kau mengejutkan ku." balas Wina
di dalam ruangan Satria
"sayang, duduk lah." ucap Satria kepada istri nya
"iya tunggu sebentar." Adinda melihat lihat berkas yg berserakan di atas meja suaminya
"mau apa?." tanya Satria
"diam sebentar, aku akan merapikan meja mu." kata Adinda seraya menata rapi semua benda yg ada di atas meja tersebut
"tidak perlu, itu bisa dikerjakan oleh asisten ku." kata Satria
"hei, sebagai bos kau itu tidak pantas jika berada di meja kerja yg berantakan begini." ucap Adinda
"aku sudah menyuruh asisten ku untuk merapihkan nya kemarin." sahut suaminya
"sayang, dengar kan aku, untuk hal begini saja kau tidak perlu menyuruh asisten mu, kau bisa melakukan nya sendiri, dan itu mudah kan? jika menurut mu sulit maka ayo akan aku tunjukan cara nya, kemari lah." pinta Adinda
__ADS_1
"hm ya ya baiklah." Satria pun menurut dan menghampiri istri nya yg sedang sibuk itu
"coba kau letakkan seluruh berkas ini disebelah sana." perintah Adinda yg segera di jalankan oleh Satria
"nah setelah itu, jika ada barang barang kecil seperti ini sebaiknya kau masuk kan ke dalam laci, agar kau tidak lupa." kata Adinda mencontohi suami nya
"lalu jika meja mu terlihat kotor, kau semprotkan pembersih dan pakailah lap yg ada." mata Adinda melirik ke segala arah berharap menemukan pembersih itu namun tidak
"tunggu ya, aku siapkan dulu pembersih nya, kau duduk saja disini." kata Adinda lagi yg ingin beranjak pergi namun tertahan oleh suaminya
"sayang?." panggil Satria
"hmm ya? ada apa?." tanya Adinda menoleh
"Satria, semua itu sudah sepantas nya aku laku kan, karena aku adalah istrimu, aku menikah karena aku siap melayani semua kebutuhan mu." kata Adinda
"itu artinya kau juga siap untuk melayani ku hari ini." ucap Satria yg mengusap lembut rambut sang istri kemudian menggendong nya agar menduduki meja, perlahan ia dekat kan wajah nya ke arah Adinda sehingga kini bibir mereka saling menyentuh
"eummmmh." Satria berhasil melumut habis bibir Adinda yg seperti cherry itu, dengan pelan ia pun menuruni tengkuk leher Adinda dan mengecup nya tanpa henti
"aku sangat merindukan momen seperti ini, sejak ingatan mu hilang, kau bahkan tidak melayani ku sedikitpun." kata Satria yg kembali menjelajahi tubuh istrinya sampai sampai lidah nya kini menyusuri ****** payudara sang istri
__ADS_1
"aaaahh." desah Adinda pelan
dengan sangat cepat Satria menggendong istrinya lalu menuju sebuah kamar tempat beristirahat, Satria melempar tubuh Adinda ke atas ranjang tersebut dan ia mulai membuka baju yg ia kenakan
"aah." lenguh Adinda kembali terdengar ketika Satria memainkan aksi nya lagi
mereka berdua kini telah larut dalam permainan panasnya, sementara diluar..
seseorang berusaha mengetuk pintu ruangan Satria, dan masuk ke dalam nya.
"tuan ini a-
lho kemana dia?." ucap karyawan itu yg tak lain adalah Wina, ia meletakkan beberapa map lalu berpikir untuk berbalik keluar
tapi tiba tiba Wina mendengar lenguhan lenguhan kecil dari arah kamar yg tidak tertutup rapat
"suara itu?." gumam Wina gugup, ia perlahan mendekati arah kamar tersebut dan mencoba untuk mengintip, ketika Wina sudah berada di balik pintu yg tak rapat itu, ia melihat tuan Satria tidak mengenakan pakaian ditubuhnya, Wina sangat terpesona melihat tubuh bos nya itu yg seperti roti sobek namun saat ia kembali sadar dengan apa yg dia lihat justru Wina benar benar terkejut.
oh ya tuhan, benar benar bodoh! mereka melakukan hal itu di sini. gumam Wina dalam hati
"aaaghhh..ka..kau...ma..kin hebat..dalam..hal..ini aaaahhh."
__ADS_1
"tidak! jangan bodoh Wina, jangan biarkan mata mu melihat semua itu, kau pasti akan sangat cemburu melihatnya." gumam Wina pelan seraya mengepalkan tangan kuat kuat
lain kali, aku yg akan ada di posisi itu dengan mu Satria. batin Wina yg kemudian beranjak pergi dengan hati terbakar