
Satria terus mengikuti petunjuk lokasi yang ia lacak pada nomer itu, sampai tiba tiba ia sampai di suatu tempat yaitu hutan.
"kenapa lokasi itu menuju kemari? apakah Adinda di sembunyikan sekitar sini?." tanya Satria, ia mulai keluar mobil dan lebih mendekat untuk mencapai lokasi tersebut, namun justru dirinya malah menemukan ponsel itu di pinggiran hutan
"sial!!! pasti penjahat itu sudah memikirkan nya matang matang! sebenarnya dia siapa!!!!." kata Satria seraya menendang sebuah batu yang berada di ujung kaki nya
sementara itu Farel masih sibuk mengecek seluruh cctv yang berada di sepanjang jalan tempat dimana Satria menginap dengan istri nya, berjam jam ia tak bisa menemukan apa pun, namun saat Farel hampir menyerah, ia menemukan jejak para preman itu di cctv jalan besar.
"aku yakin! ini mobil yang dipakai oleh penjahat itu! karena cctv villa itu menunjukkan mobilnya! walaupun aku tak tahu siapa orang dibalik semua ini!." kata Farel mengambil video tersebut dan bergegas pergi untuk kembali mencari bukti
DI TEMPAT TANIA ANGGARA.
"pa, mama khawatir sekali dengan Adinda, kenapa tadi dia berteriak seperti itu? apakah sesuatu terjadi dengan nya? perasaan mama sangat tidak nyaman." ucap Tania pada suami nya
"sabar ma, kita akan menanyakan nya pada Satria ketika dia sudah bisa dihubungi." kata Tio
"bagaimana mama bisa sabar, putri mama seperti dalam bahaya!." jawab Tania kesal
"aku tau, kamu sangat mengkhawatirkan Adinda, bahkan aku juga merasakan hal yang sama, tapi kita harus menunggu ma sampai Satria menjelaskan semua nya." kata Tio menenangkan
"mama sangat takut, apalagi saat ini Adinda sedang mengandung cucu kedua kita." sahut Tania menangis
"jangan menangis sayang, aku yakin Adinda baik baik saja." kata Tio.
⭐⭐⭐⭐⭐
Derry saat ini sedang sibuk memikirkan rencana ke depan nya, ia merasa semakin muak karena di pikir nya Satria tidak perduli pada ancaman nya.
__ADS_1
kemudian Derry menggendong Adinda dan memasukkan Adinda ke dalam jeruji besi yang besar, ia ingin menenggelamkan jeruji itu ke dalam air di kolam renang, Derry ingin Adinda mati di dalam besi yang akan dia kunci rapat rapat itu.
"lebih baik kamu mati! aku lakukan ini karena suami mu sangat menyepelekan ancaman ku!." ucap Derry segera meminta para preman nya untuk menenggelamkan besi yang berisi Adinda ke dalam kolam renang yang sangat besar dan lumayan dalam
"selamat tinggal nyonya Anggara." kata Derry meninggalkan Adinda tenggelam dalam kolam tersebut.
Farel sedang mencari tahu kemana mobil itu pergi, dan tak lama ia menemukan petunjuk lagi tentang mobil tersebut.
"ini dia! benar! ini mobil yang dia kenakan! aku harus hubungi tuan Satria, beberapa langkah lagi aku bisa mencapai tempat dimana mereka menyembunyikan nona Adinda." kata Farel segera menarik ponsel di saku nya dan meminta tuan Satria menemui nya sekarang
saat Satria datang menemui Farel, mereka berdua pun segera mencari tahu lagi letak jelas nya para preman itu membawa Adinda.
sudah 30menit berlalu, mereka akhirnya menemukan lokasi mobil itu, mereka segera masuk melalui cara yang sedikit sulit karena harus memanjat tembok tinggi yang menutupi rumah itu.
ia tak mungkin melewati pintu utama karena banyak penjaga yang menunggu di sana.
"kau?!!!!." ucap Satria yang segera menarik kerah Derry, saat Derry terkejut dan ingin berteriak untuk memanggil para bodyguard nya, Satria sudah lebih dulu meninju wajah Derry dan mulut nya.
"laki laki bajingan!!!! kau hanya berani mengancam aku lewat istri ku!!! kau pengecut!!!!! kau sangat menjijikan!!!!!! BUGHHHHH!!!!." Satria terus meninju Derry sampai dia tak bisa berkutik apapun, wajahnya kini babak belur serta bibirnya banyak sekali yang sedikit mengeluarkan darah
"aku tidak akan mengampuni mu!!!! BUGHHH, BUGHHHH!!!!." tinjuan Satria terus melayang ke arah Derry, lalu tiba tiba Farel berlari ke hadapan Satria dan berkata..
"tuan!!! gawat! nona Adinda dalam bahaya! dia tenggelam di dalam kolam renang dengan cara terkunci di dalam jeruji besi." ucap Farel, karena syok mendengar nya, Satria mendadak diam sejenak, merasa tak percaya dengan apa yang di alami istrinya, dan justru Derry mengambil kesempatan itu untuk meninju wajah Satria kemudian ia kabur, Satria dengan cepat tersadar dan mengambil pistol dari balik jaket nya, ia tak pernah lupa membawa benda itu saat dalam keadaan berbahaya.
DUARRRR DUARRRRR!!!!!. Terdengar suara tembakkan yang sangat keras, Satria menembakkan peluru itu tepat di punggung belakang Derry sehingga membuat dia jatuh bersimbah darah
"itu balasan nya karena kamu menyakiti istri ku!!!!!!!." kata Satria, lalu Farel dan Satria berlari ke arah kolam renang dan melompat ke air untuk segera menyelamatkan Adinda
__ADS_1
dengan tenaga yang mereka miliki, Farel dan Satria sangat berusaha keras membawa besi itu naik ke atas kolam.
walaupun sangat berat, ia tetap berusaha karena tidak ingin sesuatu terjadi pada istri nya. saat sudah berhasil membawa besi itu ke atas, Satria meminta Farel untuk mencari kunci jeruji besi tersebut pada saku Derry, karena ia yakin pasti kunci dipegang oleh laki laki itu.
tak lama Farel pun kembali membawa kunci besi tersebut, sewaktu pintu besi berhasil dibuka, Satria segera memeluk tubuh Adinda.
"sayang! sayang bangun!!!!." kata Satria, ia menangis melihat wajah istrinya yang sangat pucat, belum lagi tubuh nya yang sangat dingin. tetapi saat ia tahu denyut jantung Adinda melemah, ia langsung menggendong istri nya pergi ke rumah sakit tanpa menghiraukan Farel dan seluruh preman yang masih berjaga di luar.
"sayang aku mohon bertahan, jangan tinggalkan aku." kata Satria menjatuhi air mata nya lagi
saat Satria melewati pintu utama, Farel segera mengawal Satria dengan pistol di tangan nya, ia takut jika preman itu tiba tiba menghalangi mereka dan nyawa Adinda tak bisa lagi diselamatkan.
"MUNDUR KALIAN SEMUA!!!!!." bentak Farel seraya berjalan dan mengarahkan pistol itu ke setiap preman yang mencoba bergerak
DI RUMAH SAKIT.
"dok?! tolong istri saya. selamatkan dia!." kata Satria frustasi, ia mengacak rambut nya sendiri dan berteriak histeris, kakinya kini terkulai sangat lemas, Satria terjatuh di hadapan pintu ruangan Adinda dengan tangisan yang benar benar tak pernah ia perlihatkan selama hidupnya.
"aku sangat tidak tega melihat tuan Satria seperti ini, selama bertahun tahun aku bekerja oleh nya, baru kali ini aku melihat ia menjatuhkan air mata yang benar benar terasa menyakitkan, padahal saat dulu Sheira meninggalkan nya, dia tak sampai begini." gumam Farel dalam hati
"ARGHHHHHHH!!!!! AKU TIDAK AKAN MENGAMPUNI MU!!!!!!!." teriak Satria meninju lantai dan kursi tunggu dihadapan nya
"tuan hentikan, bersabarlah, saya yakin nona bisa melewati semuanya, dia adalah wanita yang kuat." kata Farel mencoba menenangkan
"tidak Farel, aku tidak bisa bersabar, kau harus tahu bagaimana sakit nya melihat separuh jiwa yang aku miliki tak berdaya seperti itu." jawab Satria lemas
"saya mengerti tuan, tapi anda harus kuat, agar nona Adinda bisa bertahan di dalam sana." ucap Farel, Satria yang tak bisa menahan kesedihan dan juga amarah nya, ia berusaha untuk bangun lalu tiba tiba pandangan nya menjadi blur hingga akhirnya ia terjatuh tak sadarkan diri.
__ADS_1
"tuan?!!!! tuan Satria?!!!!." teriak Farel, lalu ia segera memanggil dokter lain nya untuk menangani Satria, Farel juga segera menghubungi keluarga Anggara untuk memberi kabar buruk ini.