Istri CEO Tampan

Istri CEO Tampan
iloveyou


__ADS_3

akhirnya Wina mengeluari ruangan bos nya itu dengan hati yg kesal serta iri, beberapa karyawan sampai terheran heran melihat wajahnya yg kini terlihat begitu marah, dan juga kedua tangan nya terkepal erat


"Win? kenapa sih? ko dateng dateng muka nya begitu?." tanya karyawan 1


"diam kau! aku akan pastikan kalau aku juga bisa memiliki kehidupan yg layak seperti dia!!!! mempunyai suami yang kaya raya serta perhatian!." jawab Wina reflek


"hei bodoh! orang bertanya apa kau malah jawab apa!." sahut karyawan 2


"apa maksud mu Win? apa laki laki yg kau maksud adalah tuan Sa.."


"ah bukan, maaf ya, aku sedang latihan drama korea, kebetulan aku suka sekali dengan cerita cerita nya, sampai aku seperti ini deh." jelas Wina yg lumayan terkejut dengan ucapan nya tadi


"oh begitu, hati hati kamu Win, kebanyakan nonton dramkor tuh ga baik untuk hati mu, jika kau sudah punya pasangan si tidak masalah kalian bisa nonton berdua, benar tidak?." ucap karyawan 1 kepada teman nya lagi


"iya benar, seperti tuan Satria dan istrinya, bayangkan jika mereka menonton drama itu, waaah pasti mereka juga tak kalah romantis nya kan, rasanya ingin sekali memiliki suami seperti tuan, dia tampan dan juga kaya." ucap karyawan 2


"bukan tak kalah romantis lagi, tapi memang mereka itu seperti pemeran utama nya." sahut karyawan 3


"apa kalian tidak bisa berhenti untuk membicarakan keromantisan tuan Satria dan istri nya itu?! dan apakah menonton dramkor harus memiliki pasangan terlebih dahulu?!." ucap Wina dengan nada tinggi kemudian pergi


"hiih, bilang saja kalau kau iri pada istri tuan." ucap karyawan 1


di ruangan Satria,, kini mereka berdua telah selesai memainkan aksi nya, Satria pun segera memakai pakaian nya kembali dan membantu mengancingi pakaian yg dikenakan oleh istrinya.


"bagaimana permainan ku?." ucap Satria

__ADS_1


"ya ya kau jauh lebih hebat dari sebelum nya, oh ya seperti nya aku harus pulang, jangan lupa untuk bereskan meja mu, dengar ya? aku tidak ingin kau menjadi orang yg pandai memanfaatkan jabatan mu sebagai direktur di perusahaan ini untuk menyuruh seseorang membersihkan meja kotor mu itu." ucap Adinda


"sayang tapi ka..."


"Satria?! kau berani membantah ku? jika iya silahkan saja, tapi ingat? kau harus tidur di sofa setiap hari nya, jangan sentuh aku sedikit pun karena aku tidak mau mempunyai suami yg terlalu bergantung pada orang lain."


kata Adinda berlalu pergi


"Dinda? tunggu dulu, aku masih ingin bicara dengan mu." ucap Satria mengejar istrinya keluar ruangan


"sudah lah, kerjakan saja pekerjaan mu itu, aku ingin segera pulang untuk mengurus anak ku, bukan hanya mengurus ayah nya saja." jawab Adinda yg masih berjalan tanpa menoleh ke belakang


ketika sampai dibawah Satria pun masih mengejar Adinda


"sayang, tunggu, bisa kah kau dengarkan aku berbicara sebentar?." kata Satria


"hmm, kau lihat? betapa romantis nya mereka, seorang suami mengejar istrinya hanya untuk berbicara sebentar?." kata karyawan 2


"aku sangat kepo, apa yg akan dikatakan tuan Satria pada nona Adinda sampai dia rela mengejarnya turun ke bawah." sahut karyawan 1


"mungkin ia hanya ingin mencium kening nya, atau bahkan berkata kalau tuan mencintai nona Adinda? biasanya sih di film film selalu begitu." kata karyawan 3


"hei kalian! sejak kapan kalian pintar merumpi? cepat bekerja atau jika tuan tahu kalian akan dipecat karena terlalu banyak bicara." sahut karyawan 4


sial! lagi lagi semua karyawan membicarakan tentang keromantisan tuan Satria dan istrinya! lihat saja, besok atau lusa aku yg akan menggantikan posisi istri kesayangan nya itu. batin Wina kesal

__ADS_1


diluar..


"berhenti!." kata Satria menarik Adinda sampai jatuh ke pelukan nya


"wow yaampun." gumam Adinda


"kau tidak dengar aku bilang apa?." tanya Satria menaikan salah satu alisnya


"aku dengar, tapi aku tidak mau berlama lama." ucap Adinda


"sini sebentar, aku hanya ingin bilang pada mu." kata Satria mengusap usap kepala istrinya


"apa? cepat katakan."


"hati hati dijalan ya, kau istri ku satu satunya, jika ada yg berani bermacam macam dengan mu, bahkan sampai menyentuh mu, aku pastikan dia tidak selamat." ucap Satria


"astaga, rasanya aku mau pingsan disini." ucap Adinda sengaja mau menjatuhkan tubuh nya ke bawah tetapi ditangkap oleh suami nya


"sayang?! jangan bercanda, aku selalu khawatir tentang apapun yg terjadi pada dirimu." kata Satria


"habisnya kau ini berlebihan, siapa yg ingin bermacam macam dengan ku? tidak akan ada, dan apa untung nya kau mengejar istri mu hanya untuk berkata begitu?." tanya Adinda


"untung nya agar kau tau, bahwa ada seorang suami yg benar benar takut bila sesuatu terjadi pada istri tercinta nya." ucap Satria tersenyum manis


"baiklah terserah mu kalau begitu, sudah ya, aku pulang, jangan lupakan makan mu, istirahat lah sejenak, jangan bekerja terus sampai lupa kalau perut mu butuh makan." kata Adinda mendekatkan wajah nya ke wajah sang suami

__ADS_1


"iloveyou😘." Adinda mengecup pipi Satria dan kembali berjalan untuk mencari taksi


__ADS_2