
malam hari Satria menyuruh Adinda untuk bersiap siap
"sayang? kau siap siap ya, kita jadi pergi kan?." tanya Satria
"iya jadi ko, aku siap siap dulu ya, kau tunggu sebentar." ucap Adinda menuju ruang ganti
tak menunggu lama, Adinda keluar dengan pakaian yg indah ditubuh nya, hal itu membuat Satria tersenyum kagum kepada istri tercinta nya
"kau cantik." ucap Satria
"hei, aku memang cantik dari lahir, ya sudah ayo kita jalan, aku tak sabar ingin mendatangi tempat yg aku ingin kan." kata Adinda
"memang nya kau ingin kemana???." tanya Satria
"aku ingin berkunjung ke rumah teman kerja ku dulu." jawab Adinda
"apakah kau yakin?? sudah mengabari sebelumnya ?." kata Satria
"belum, tapi aku sangat yakin dia pasti ada di rumah." Adinda segera menggenggam lengan suami nya dan mengajak nya menuju mobil
20menit kemudian...
mobil mewah Satria berhenti didepan rumah yg lumayan sederhana, tidak begitu besar namun terlihat nyaman
"ini rumah teman mu?." kata suaminya
"iya sayang, ayo kita ketuk dulu pintu nya." Adinda melangkahkan kaki menuju pintu dan mengetuk perlahan pintu dihadapan nya
tidak menunggu waktu lama seseorang membuka kan pintu tersebut daaann...
"haaiiiii Adinda?!!." ucap teman nya seraya memeluk erat
"uh kau membuat ku sulit bernafas." ucap Adinda
"nona? bisa kah anda lebih lembut lagi memeluk istriku??." ucap Satria menatap tajam teman nya
kedua wanita dihadapan Satria langsung menoleh kearah nya
"hmm ya, tentu saja." balas teman Adinda yg mulai merenggangkan pelukan nya itu
"oh sayaang, kau tak perlu cemas akan keselamatan ku, lebih baik kita masuk dulu dan akan aku ceritakan siapa dia." ucap Adinda mengajak suaminya masuk beserta teman nya
"silahkan duduk, aku akan membuatkan kalian minum." ucap teman Adinda
"sayang, wajah mu jangan begitu, dia wanita yg baik, dia teman ku dulu saat aku bekerja di perusahaan Lee, dia selalu membantu ku sayang, namanya Tasya." jelas Adinda
"aku tidak perduli akan hal itu, aku hanya tidak suka caranya memeluk mu tadi, kau bisa kehabisan nafas." kata Satria
"hey, sejak kapan suami ku menjadi over protektif???." kata Adinda mengelus lembut wajah suaminya, namun Satria hanya diam tak menjawab dan tetap memasang wajah tak suka nya
"ini minuman nya." kata Tasya meletakkan minuman tersebut di atas meja
"terimakasih sya." ucap Adinda
"jadi? kau sudah lama sekali tidak bertemu dengan ku, kau juga belum sempat menceritakan tentang pernikahan mu yg terjadi secara mendadak itu." ucap Tasya
"iya, aku dijodohkan oleh orang tua nya, entah atas dasar apa aku tidak tahu, tapi makin kesini cintaku semakin besar untuk dia, rasanya aku sangat beruntung bisa di takdir kan bersama nya." kata Adinda memegang tangan suaminya
"apa kalian sudah memiliki anak?." tanya Tasya
"tentu, aku sudah dikaruniai seorang anak, dia laki laki dan bernama Arkan Dika Anggara, kau belum sempat menemui anak ku bukan?." ucap Adinda
"iya aku belum sempat menemui nya, lain kali aku pasti datang ke rumah mu dan membawa seorang pasangan, karena sampai saat ini aku belum menemukan jodoh." kata Tasya
"kau sabar ya, mungkin sekarang bukan waktu yg tepat untuk mu, tapi nanti kau akan mendapatkan seseorang yg bisa membuat mu sangat sangat bahagia." kata Adinda tersenyum hangat kepada Tasya
"haha ya ya aku selalu percaya dengan kata kata mu." balas Tasya
2jam berlalu..
"Sya? seperti nya aku dan suamiku harus pulang." kata Adinda pada teman nya
"oh ya sudah, hati hati dijalan ya." ucap Tasya mengantar Adinda dan suaminya keluar rumah
diperjalanan pulang,, Satria melajukan mobilnya dengan sangat cepat
__ADS_1
"Satria? mengendarai mobil seperti ini sangat berbahaya." ucap Adinda yg tak didengar kan sama sekali oleh suaminya
3menit kemudian sebuah mobil dihadapan mereka pun datang dengan kondisi ugal ugalan
"sayang?!!! awasss!!!!!." Adinda berteriak dan dengan cepat Satria membanting setir nya ke arah lain, lalu dia menginjakkan rem agar mobil berhenti
"euh aawhh." lenguh Adinda kesakitan karena tubuh nya terbentur
"sayang?! kamu gapapa kan?." Satria menghadap Adinda dan mengelus elus kepalanya serta memeluk istrinya, sangat terlihat jelas bahwa Satria kini sangat gemetaran, raut wajah nya begitu mencemaskan.
"aku gapapa, tapi kamu harus hati hati dong, aku udah bilang ini berbahaya." ucap Adinda
"iya, maafkan aku, aku janji tidak mengulangi nya lagi." kata Satria menatap mata Adinda dengan tatapan menyesal
tiba tiba...
Dugg..duggg..dugg,, seseorang mengetuk kaca mobil Satria
"kau tunggu disini sebentar." pinta Satria pada sang istri
diluar,,
"kau menabrak ku barusan!!." ucap seorang laki laki
"kau!!!! berani sekali menampakkan muka mu dihadapan ku!." ucap Satria kepada laki laki tersebut yg tak lain adalah Reno
"apa?! kau mau pukul? silahkan!!! cepat ganti rugi, mobil ku rusak!." kata Reno yg sepertinya dalam keadaan setengah mabuk
"sayang? kenapa lama sekali?." ucap Adinda yg keluar dari dalam mobil tiba tiba, Satria hanya menatap istrinya
"suara mu?." kata Reno mulai mendekati Adinda dan mulai menghirup aroma tubuh wanita di hadapan nya
"Reno?." kata Adinda
"ya, kau milik ku, kau adalah milik ku." ucap Reno memeluk Adinda erat
"brengsek kau!!." Satria memberikan Reno beberapa pukulan karena dia sudah berani mengganggu Adinda tepat di depan mata nya
"Satria?!." ucap Adinda terkejut
"hei! kau tau? dia adalah milik ku, kau lupa kalau aku pernah bercinta pada nya." ucap Reno membuat Satria benar benar murka, bisa bisa nya dia menyebutkan hal bodoh itu didepan Adinda
"bercinta? apa maksud nya?." gumam Adinda tak yakin
"Adinda ku sayang, kala itu kita melakukan nya." ucap Reno
"Satria? apa maksud dia? bisakah kamu menjelaskan?." ucap Adinda tak percaya
"sayang lebih baik kita pergi sekarang juga, ini sudah malam tidak baik dengan kesehatan mu, apa lagi kau sedang tidak enak badan serta mual." ucap Satria pada istrinya
ketika Adinda dan Satria sudah ingin berbalik badan dan pergi, Reno menahan mereka dengan ucapan nya
"tidak enak badan? mual? jangan jangan kau hamil anak ku ya? ahahahaha." ceplos Reno
"jaga mulut mu!!!!!." ucap Satria seraya menggandeng tangan istrinya
"hamil? anak Reno?." kata Adinda mulai berfikir
"sayang? jangan dengarkan dia! sudah ayo kita pulang." Satria menarik Adinda perlahan
"tidak! aku tidak akan pulang sebelum kau menjelaskan apa yg terjadi! apa maksud omongan nya?!!!." ucap Adinda
"Adindaaa? waktu itu kau sedang kehilangan ingatan mu, saat kau di rumah sakit aku lah yg menjemput mu, suami mu ini tidak becus mengurus istri, aku mengajak mu ke rumah ku dan kita berdua pergi ke sebuah pesta, di sana lah kita melakukan hal itu, aku ingat sekali kalau kau sangat menikmati setiap ritme permainan kita hahahaha." ucap Reno menunjuk nunjuk dan tertawa
"tidak! itu tidak mungkin!." ucap Adinda
"tentu saja, kau lihat? dia setengah mabuk, kata kata yg keluar dari mulut nya barusan bisa saja hanya khayalan semata, ayo pulang." Satria dan Adinda masuk ke dalam mobil
sepanjang jalan Adinda terus menerus memikirkan ucapan Reno, ketika sampai di rumah Adinda segera berkata pada suami nya
"bisa kah kamu belikan aku test pack besok pagi?." tanya Adinda
"untuk apa sayang? apa kau mau memeriksakan nya? jangan dengarkan omongan laki laki itu, dia tidak benar." ucap Satria
"ayolah, ku mohon." ucap Adinda
__ADS_1
"ya sudah besok akan aku belikan, sekarang kau tidur, aku akan menemani mu." pinta Satria dibalas anggukan oleh Adinda
⭐⭐⭐⭐
.
.
.
.
.
keesokan hari,, Satria sudah membelikan test pack untuk istrinya..
"sayang? bangun, kau bilang kau mau cek kan?." ucap Satria mengusap usap pipi sang istri
"hmm ya." perlahan Adinda membuka mata dan menatap wajah suaminya
"kau sudah beli?." tanya Adinda
"sudah sayang." jawab Satria tersenyum
"ya sudah, aku ingin ke kamar mandi untuk membasuh muka dan mengecek nya." kata Adinda yg ingin beranjak dari kasur lalu tertahan oleh tangan suaminya yg masih menggenggam erat
"ada apa?." tanya Adinda
"apapun yg ada pada diri kamu, aku selalu mencintai nya." ucap Satria mencium punggung tangan Adinda, kemudian Adinda tersenyum hangat dan pergi ke kamar mandi
di kamar mandi,,, Adinda sudah membasuh wajah nya dan kini waktunya dia mengecek tentang hamil atau tidak nya itu
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
melihat hasil test nya barusan, Adinda terkejut dan kembali mengingat apa yg Reno bicarakan semalam.
"ini? anak suami ku kaan?." gumam Adinda lesu kemudian jatuh pingsan