
Adinda pun mulai sadar, tak sengaja ia mendengar perkataan suami nya, daaaan... yah Adinda segera mencubit hidung Satria sampai merah
"aaaawww sakit!!!." keluh Satria
"rasakan itu! itu akibat nya kalau kamu berbicara seperti tadi." kata Adinda sinis
"sayang? apa kau takut dengan han..."
"SATRIA!!!!!!!!!!!!!." teriak Adinda sangat keras, untung saja di setiap ruangan hotel tersebut kedap suara jadi yang lain tidak akan terganggu dengan teriakan dahsyat Adinda barusan
"oh astaga, telinga ku mau rusak." gumam Satria memegangi daun telinga nya
"tau ah! aku mau pulang sekarang juga!." kata Adinda dengan nada mengancam, ia segera berdiri dan merapihkan baju baju nya, Satria yang melihat kenekatan istri nya panik lalu membujuk nya kembali
"sayang maaf ya, maafkan aku, apa kau tega meninggalkan aku dan Arkan disini." ucap Satria cemberut
"hei bodoh! apa kau gila bertanya seperti itu? jelas aku tidak tega meninggalkan anak ku disini, maka dari itu aku akan membawa nya pergi, paham kau." ucap Adinda
"lho lho, jadi aku nih yang ditinggal sendiri?." tanya Satria bingung
"jelas iyalah, sana kamu bersenang senang, kalau perlu kamu masuk lagi ke dalam rumah hantu itu dan ajak hantu perempuan untuk ikut kamu pulang, silahkan kalian tidur bersama aku tidak perduli." kata Adinda
"Dinda, jangan begitu dong, aku janji tidak akan mengajak mu ke sana lagi." ucap Satria
"aku tidak butuh janji mu Satria." jawab Adinda
"sayang ayolah, ku mohon." Satria sengaja memasang tampang paling imut kepada istri nya agar dia cepat cepat luluh
"kau pikir dengan wajah konyol mu itu kau bisa menahan ku untuk tetap disini? hah, tidak." ucap Adinda membuat Satria beneran panik
__ADS_1
"ih kamu! benar benar menyebalkan!." oceh Satria kemudian menggendong istri nya dan dilempar pelan ke kasur
"aaawh, kau!!." teriak Adinda
"ssst diam, jangan berisik atau aku akaaaan....." gumam Satria memajukan tubuh nya
aku yakin, dia pasti ingin mencium bibir ku, haha sesekali aku harus mengerjai nya agar dia kapok. gumam Adinda dalam hati
ketika Satria mulau mendekatkan tubuh nya dan hampir mencapai tujuan yg dia inginkan, Adinda justru menghindar ke lain arah dan tertawa kencang karena melihat suami nya mencium bantal.
"hahahaha rasakan." ucap Adinda
"sial." kata Satria menggaruk kepala nya yang tak gatal
saat mereka sedang asyik bercanda tiba tiba ada pesan masuk pada email Adinda
pesan? siapa juga yang kirim pesan malam malam begini bahkan notif itu kan tanda ada email masuk. gumam Satria dalam hati
Adinda membaca pesan tersebut dengan kebingungan, kemudian ia tutup kembali ponsel nya
"siapa?." tanya Satria
"ah, bukan siapa siapa, tidak penting." jawab Adinda
keesokan nya, Selin mendatangi kamar Adinda dan Satria, ia merengek untuk segera pulang ke rumah karena sudah bosan
"aneh, padahal baru 1hari 1malam kita disini, tapi Selin sudah bosan." ucap Satria
"hei! itu bisa saja bawaan bayi, kau itu seperti tidak tau saja ibu hamil." sahut Jonatan
__ADS_1
"iya Satria, itu pasti bawaan dede bayi makanya kak Selin ngajak kita pulang sekarang." ucap Adinda
"oke baik, nanti siang kita pulang, aku mau mengajak istri ku makan dulu diluar." ucap Satria yang dianggukan oleh Jonatan
"mau makan diluar? dimana Sat?." tanya Adinda
"ikut saja." Satria menggandeng istri nya menuju loby dan menaiki mobil menuju restoran di kota seoul
setelah sampai, Satria mempersilahkan istri nya duduk dan memesan makanan
"i eumsig-eul mandeul-eoseo 5 beon teibeul-e jeondalhaseyo." ucap Satria
( buatkan makanan ini dan antar ke meja nomor 5 )
"gidalim. god saengseongdoebnida." jawab pelayan tersebut
( tunggu, akan segera dibuat )
10menit kemudian....
KIMBAP
Kimbap adalah hidangan Korea yang sangat populer, makanan tersebut terbuat dari nasi putih dan bahan bahan lain nya yang digulung oleh selembar rumput laut
"hmm, enak ya." gumam Adinda
"iya dong, sebenarnya aku ingin ngajak kamu dari semalam, tapi kamu malah pingsan akibat hantu." sahut Satria
__ADS_1