
kemudian Satria kembali ke dalam, dan meminta Desi untuk menjaga Arkan baik baik, karena Satria ingin pergi keluar mencari istri nya.
"apa penculik itu sudah gila?!!! istri ku bahkan sedang hamil muda, tapi mereka tetap saja menculiknya!! jika ada apa apa dengan Adinda dan kandungan nya, aku jamin kalian tak akan pernah bisa melihat matahari lagi!." kata Satria menggerutu di dalam mobil
di tempat lain,
Farel langsung bergerak cepat untuk menjalankan perintah tuan nya, ia mencari hal apapun yang bisa menjadi petunjuk dimana Adinda berada.
sementara di tempat Adinda, kini para preman gila itu menggendong Adinda dan masuk ke dalam sebuah kamar.
"tidurkan saja dia di sana, lalu kita pergi karena bos yang akan mengurus nya." ucap preman tersebut, ia langsung meletakkan tubuh Adinda di atas ranjang dan pergi keluar.
setelah preman itu pergi, tiba tiba terdengar suara langkah kaki yang mendekat.
tappp...tapp
"jangan main main dengan ku Satria Anggara." gumam nya, laki laki yang baru saja mendekati Adinda itu bertubuh tinggi besar dan dibalut kemeja hitam serta jam tangan yang menempel di tangan kiri nya.
"aku tidak tahu bagaimana reaksi mu saat tahu istri kesayangan mu ini ada di tangan ku, hahahaha." gumam nya lagi, ia mulai duduk di sebelah Adinda terbaring, ia juga membelai rambut Adinda dan mencium aroma rambut tersebut yang sangat wangi, begitu juga tangan nya, laki laki itu mencium punggung tangan Adinda karena harum nya sangat menggoda hati nya.
"pandai sekali dia mencari istri, apalah daya ku, yang selalu saja salah memilih wanita! cantik memang, tapi bukan mereka yang aku mau, aku tidak suka wanita yang ribet dan menjengkelkan, diantara mereka juga tidak ada yang seharum wanita ini." kata laki laki tersebut, setelah berbicara panjang, ia mulai berdiri lagi dan mengambil beberapa foto Adinda yang sedang pingsan itu, lalu ia kirim foto tersebut memakai nomor yang tidak dikenal ke nomor ponsel Satria.
tringggg.. bunyi sebuah pesan masuk.
__ADS_1
Satria segera membuka ponsel itu dan betapa terkejut nya dia saat melihat istri kesayangan nya dalam keadaan berbaring di atas ranjang tak sadarkan diri, hal itu membuatnya sangat khawatir dan emosi
"bajingan!!!!! siapa dia?!!!!!." kata Satria yang langsung membalas pesan tersebut dengan semua kekesalan nya.
"jangan sentuh istri ku!!!!! atau aku akan membunuh mu! bajingan!." balas Satria kepada nomor tersebut
tringgg... sebuah balasan pesan terlihat jelas di layar ponsel laki laki itu, ia segera membuka nya dengan wajah tersenyum meledek
"dasar bodoh! ini akibat nya kalau kamu berani macam macam dengan ku." kata laki laki itu, ia bernama Derry Wira Candra
tak lama, Adinda tiba tiba saja terbangun, dan melihat ruangan sekeliling nya, karena terkejut melihat laki laki yang tak ia kenali, ia pun berteriak.
"siapa kamu?!!!!." kata Adinda ketakutan, dengan cepat Derry membalikkan badan nya menatap Adinda
"wah ternyata kamu sudah sadar ya? bagaimana tidur mu? nyenyak sekali bukan?." kata Derry
"tentu saja tidak, kau pikir aku butuh uang mu?! hahah, aku hanya membutuhkan diri mu, untuk mengancam suami tercinta mu yang bajingan itu!!!." kata Derry
"tidak! jangan sebut dia seperti itu! karena yang bajingan adalah kamu! apa kau gila menculik seorang perempuan yang sedang hamil muda?!!!!." kata Adinda
"kau sedang hamil?." tanya Derry terkejut
"ya, aku sedang mengandung! dan kau?!!! kau malah menyakiti ku!!!." teriak Adinda, Derry pun segera mendekat dan mengelus perut Adinda.
__ADS_1
"jangan sentuh aku!!." kata Adinda menepis tangan Derry, namun Derry segera menampar Adinda sekencang kencang nya sampai Adinda terpental
"aaah." Adinda meringis kesakitan, ia menangis sejadi jadinya
"kau diam! aku hanya ingin bicara pada anak mu!." kata Derry kembali mengelus perut Adinda, terasa sangat halus saat dia memegang perut nya, tetapi sangat kasar cara dia memperlakukan Adinda.
"hei anak bayi, dengarkan aku ya, papa mu itu orang yang paling bodoh sedunia! bagaimana bisa dia menolak pengajuan itu?!." kata Derry
"harus nya dia tidak pantas menjadi papa mu! kalau aku mungkin jauh lebih pantas." ucap Derry tersenyum bangga dengan kata kata yang baru saja dia keluar kan
"hentikan!!!! PLAKKKKKK!!!!." Adinda menampar Derry dengan sangat keras, air mata nya mengalir, ia tidak terima suami nya dijelekkan seperti itu, apalagi dia sedang berbicara dengan bayi nya.
"berani sekali kamu menampar ku?!!!!." kata Derry mencekik leher Adinda dengan tangan kanan nya
"aaa-ghh le-pas sakit se-kali." kata Adinda
"wanita bodoh!!!!! rasakan ini! PLAKKKK, PLAAAKKKKK, PLAAAAKKKK!!!." Derry memukuli pipi Adinda tanpa berperasaan, hingga Adinda merasa lemah dan jatuh pingsan.
"itu akibat nya kalau kau berani melawan ku!." kata Derry kemudian memfoto Adinda lagi, namun kini Adinda disandarkan pada dada bidang Derry, dengan wajah yang sangat merah bahkan mungkin akan memar nantinya.
tringgg... pesan masuk lagi
"apa apaan ini?!!!!!! apa yang sudah dia lakukan terhadap istri ku?!!!!!!! kenapa hanya sebagian tubuh nya saja yang ia kirim?! apa dia tidak berani menampakkan wajah nya?!!! kurang ajar!!!!." kata Satria meninju setir nya, ia segera melacak lokasi nomor ponsel yang dari tadi mengirimi foto sang istri, tetapi ia kalah cepat dari penjahat itu.
__ADS_1
Derry sudah lebih dulu menghancurkan ponsel yang ia pakai untuk mengirim pesan ke nomor Satria, lalu ia meminta anak buah nya membuang jauh jauh ponsel itu, ia tidak ingin Satria melacak keberadaan nya.
"aku harus temukan Adinda!!!!." gumam Satria