Istri CEO Tampan

Istri CEO Tampan
Jonatan & Selin


__ADS_3

Selin segera memasuki mobilnya di parkiran dan menuju kediaman Jonatan


sampai di sana Selin mengetuk pintu tersebut


tok..tok..tok


seorang pelayan membuka kan pintu nya dan berkata "maaf nona, cari siapa?."


"oh saya cari Jonatan, sebelumnya saya sudah buat janji." jawab Selin


"oh seperti itu, baik silahkan masuk nona, saya akan panggilkan tuan Jonatan."


Selin masuk dan pelayan tersebut pergi untuk memanggil Jonatan


tidak lama Jonatan datang dan tersenyum hangat pada Selin


"akhirnya datang juga, jadi bagaimana? apakah Satria melarang mu?." tanya Jonatan


"tadi nya si begitu, tapi untung Adinda menyelamatkan ku, dia berbicara dengan suami nya dan... taraaaa, sekarang aku boleh menemui mu." ucap Selin senang


"hahaha, senang sekali ya kelihatan nya?." tanya Jonatan


"ya aku senang karena bisa menemui mu, kau sudah makan?." tanya Selin


"belum sih." jawab nya


"kenapa belum? ini kan sudah siang." kata Selin

__ADS_1


"emang belum ingin saja, tadi sewaktu kamu menghubungi ku, aku baru saja ingin makan, tapi aku urungkan niat ku sampai kamu datang."


"memang nya kenapa kalo aku sudah datang?." tanya Selin tersenyum


"aku ingin kau yang menemani ku makan, bahkan menyuapi ku kalau kau mau." jawab Jonatan bersemangat


"kau ini sangat memalukan.. sudah besar masih saja bertingkah anak kecil, ya sudah ayo makan, aku akan menemani mu." kata Selin


mereka berdua menuju ruang makan, pelayan membawakan makanan untuk Jonatan dan Selin.


"semoga suatu saat aku bisa seperti ini terus dengan mu." kata Jonatan


pipi Selin kini menjadi merah merona


"wajah mu kenapa? malu?." tanya Jonatan meledek


"ish kau ini sangat menjengkelkan, sudah sudah, lanjutkan makan mu atau aku akan pergi." jawab Selin


setelah habis, mereka berdua bersantai di sofa ruang tengah, Selin menyandarkan kepala nya di dada bidang Jonatan


"orang tua mu kemana? kenapa dari awal aku kesini tidak pernah melihatnya." ucap Selin


"oh, mereka tinggal di luar negri, dan memang jarang sekali datang kesini." jawab Jonatan


"begitu ya, jadi kau selama ini sendirian?."


"aku tidak sendiri, banyak para pelayan disini yang menemani ku hahaha."

__ADS_1


Selin hanya tertawa kecil seraya memukul mukul bahu Jonatan


"aku serius tapi kau selalu bercanda, menyebalkan." kata Selin


***


di kediaman Anggara


"kau sungguh menggemaskan Adinda." ucap Satria


"maafkan aku, tapi aku memang harus melakukan nya hehe." jawab istrinya


"lagi pula kenapa kau menghalangi ku untuk melarang Selin pergi dengan laki laki brengsek sepertinya?." tanya Satria heran


"hei, aku sudah bilang berikan mereka kesempatan, selama kak Selin aman bersama nya kau tidak perlu khawatir, jika dia mencintai kak Selin dengan sungguh sungguh maka dia tidak akan membiarkan nya terluka." jelas Adinda


"tapi dia pernah melukai Selin sayang." jawab Satria


"aku yakin, itu hanya awal, dia berniat untuk membalas mu, tapi justru dia jatuh hati sungguhan pada kak Selin, masuk akal kan?." ucap Adinda


"ya ya terserah dirimu saja lah, aku tak akan menang jika seperti ini pada mu." kata Satria pasrah


"hahaha benar sekali." Adinda memegangi rambut suaminya dan memainkan nya


"Arkan mana?." tanya suaminya


"dia tidur di kamar nya bersama Desi, tadi aku sudah mengeceknya sebelum aku melihat mu bersama kak Selin." ucap Adinda

__ADS_1


"baguslah kalau begitu, kapan kapan kita tambah lagi ya sayang biar jadi perempuan." ucap Satria


"hahahaha memalukan." Adinda mencubit pipi suaminya dengan keras


__ADS_2