Istri CEO Tampan

Istri CEO Tampan
ikut ke kantor


__ADS_3

tidak lama setelah itu Satria menghampiri istrinya dimeja makan, Tio pun sudah berada disana.


"kalau tidak dibangunin sang istri kau tidak akan bangun ya?." kata Tania meledek putranya


"ah tidak juga, sebelum dia menjadi istriku saja aku bangun sendiri hahaha." balas Satria


"seharusnya kau memanjakan istrimu, bukan malah kau bermanja manja dengan nya hahaha." sahut Tio


"sudah cepat duduk dekat istrimu, dia sudah lama menunggu." ucap Tania


"hei sayang? apa kau bosan menunggu ku?." tanya Satria kepada Adinda


"tentu saja tidak, cepat duduk kau akan kesiangan pergi ke kantor jika masih saja berbicara." balas istrinya


mereka pun akhirnya makan bersama, ketika sudah selesai Adinda mengambil tas dan dasi milik Satria dikamar nya.


"tunggu sebentar, aku akan ambilkan tas dan dasi mu." ucap Adinda


"baik sayang." balas Satria


kemudian Adinda kembali membawakan keperluan nya itu, dia memasang kan dasi kepada suaminya dan memberikan tas nya


"sayang, hari ini kau harus ikut dengan ku ke kantor." ucap Satria


"untuk apa?."


"aku harus mengenalkan mu kepada semua karyawan disana." jawab Satria


"ikut saja nak, tidak perlu cemas." kata Tio Anggara


"iyaa benar sayang, ikut saja agar kau juga tahu tempatnya." sahut Tania


"nah mama dan papa saja mengizinkan, ayo cepat ikut aku."

__ADS_1


"ya sudah kalau begitu aku ambil tas dulu." ucap Adinda


"tidak perlu, Desiiii???? ambilkan tas istriku dikamar." panggil Satria


lalu Desi mengambilkan nya dan memberikan tas itu pada Adinda.


"terimakasih." Adinda tersenyum


"sama sama nona." sahut Desi


"Satria, nanti mama dan papa akan segera kembali ke singapura, jadi mama harap kalian bisa terus saling menjaga hubungan ini." ucap Tania


"baik ma, kalau begitu aku pamit dulu, permisi." balas Satria


Satria langsung menggandeng tangan istri nya dan menuju mobil yang sudah disiapkan oleh pak Romi.


mobil itupun segera dilajukan oleh supir.


"selamat pagi dan selamat datang bu Adinda." kata semua karyawan tersebut


apakah mereka harus memanggil aku dengan sebutan ibu? batin Adinda.


Adinda menjawab para karyawan disana dan tersenyum ramah.


"cantik sekali ya istri pak bos."


begitulah bisik bisik mereka yang sedikit terdengar


didalam kantor Satria mengumpulkan semua karyawan nya


"mulai sekarang kalian harus menghormati istri saya, dan jangan lupa bersikap sopan padanya, paham?." kata Satria tegas


"paham pak." sahut semua karyawan

__ADS_1


"ya sudah kembali ke meja kalian masing masing."


**


ditempat lain Jonatan sangat emosi di ruangan nya, ia tidak terima jika wanita yg dia sukai menikah dengan orang lain. ia sedang memikirkan cara untuk memisahkan Adinda dari suaminya, dan membujuknya agar kembali lagi ke perusahaan Lee.


"Fenom?!! cepat kemari!."


"ya tuan ada apa?." tanya Asisten nya


"saya ingin kamu menjalankan sebuah tugas." tatapan tajam keluar dari pandangan Jonatan


"tugas apa tuan?."


"hancurkan pernikahan Adinda dengan suaminya, jika tidak kau tak akan pernah berada disini lagi!." ucapan Jonatan membuat asisten nya mendadak kaku


"ba baik tuan akan saya laksanakan." jawab Fenom


**


"sayang, jika kau lelah tidur saja diruang istirahat." ucap Satria


"tidak, nanti saja. aku ingin menemani mu."


balas Adinda


"kau baik sekali sayang." Satria menarik sang istri dan memeluknya.


ruangan Satria sangat luas dan juga kedap suara, jika ada yang ingin masuk ke ruangan nya tidak harus menunggu jawaban Satria, karena sekretaris dan asisten nya sudah biasa mengetuk pintu ruangan itu hanya 2kali dan membuka nya.


"sayang jangan memeluk ku seperti ini, jika ada seseorang yang masuk secara tiba-tiba ke ruangan mu bagaimana?." kata Adinda


"kau jangan khawatir, tidak akan ada yang melihat nya, lagipula kau istri ku, memang nya siapa yang berani melarang aku memeluk mu di perusahaan ku sendiri? hahaha." jawab Satria enteng

__ADS_1


__ADS_2