Istri CEO Tampan

Istri CEO Tampan
kebaikan mu palsu


__ADS_3

hari esoknya


Tania Anggara datang bersama suaminya ke Rumah Sakit Zoya


tok..tok


terdengar ketukan suara pintu


Tania segera memasuki ruangan tersebut, ia melihat Adinda masih terbaring dengan pakaian khusus nya


"mamaa." sebut Adinda


"halo sayang, maaf ya mama baru datang hari ini, papa mu baru bisa datang sekarang😁." ucap Tania


"tidak apa apa ma, aku seneng mama datang." balas Adinda


"mama kenapa ga ngabarin Satria dulu kalau udah sampai di bandara?." tanya Satria


"iya biar kejutan hehehe."


"bagaimana nak keadaan mu?." tanya Tio pada Adinda


"ah keadaan ku tak apa apa pah, dokter bilang jika keadaan aku dan bayiku baik baik saja beberapa hari kedepan, maka kita diizinkan pulang."


"dimana cucu mama? laki laki atau perempuan?." tanya Tania dengan rasa bahagia nya


Satria menunjukan keberadaan Arkan pada mama dan papa nya


"lucu nya kamu nak, siapa namanya Satria?."


"aku beri dia nama Arkan ma."


"sepertinya papa akan menjadi kakek hahaha."


Tania dan Tio mengajak Arkan mengobrol, mereka sangat senang dengan kehadiran cucunya yang mungil dan tampan.


tidak lama kemudian dokter masuk untuk memeriksa keadaan Adinda


"permisi tuan maaf mengganggu, saya ingin memeriksa keadaan nyonya Adinda." ucap dokter


lalu Satria bergeser


"jadi bagaimana dok?." tanya Satria


"keadaan nyonya sudah hampir stabil, besok atau lusa nyonya sudah boleh pulang."


"begitu ya dok, terimakasih." jawab Adinda

__ADS_1


"sama sama nyonya kalau begitu saya permisi, mari tuan." dokter keluar dari ruangan


***


dikediaman Anggara terdapat Selin sedang merias dirinya, semalam di rumah sakit ia izin pulang kepada Satria untuk istirahat dan berkata akan kembali lagi besok.


hari ini dia akan ditemani oleh Jonatan


hampir setengah jam ia menata dirinya, tiba tiba ponselnya bergetar


ada sebuah pesan masuk


aku sudah sampai, depan rumah mu.


-Jonatan


"ternyata dia sudah datang, cepat juga ya, aku harus keluar sekarang." gumam Selin


diluar..


"hei." sapa Jonatan


"hai, maaf ya aku buat kamu menunggu." ucap Selin


"tidak masalah, jadi kapan kita berangkat?."


Jonatan menggandeng tangan Selin dan menemaninya untuk masuk kedalam mobil.


diperjalanan mereka hanya saling memandang tanpa membuka suara sedikitpun


tiba nya di rumah sakit, mereka menuju ruangan Adinda


"Selin, nanti aku tunggu diluar saja ya." kata Jonatan


"lho memangnya kenapa? masuk saja temani aku biar sekalian kamu kenalan sama keluarga ku."


"tidak usah, aku tidak begitu nyaman dengan keramaian."


tanpa sadar obrolan mereka sudah membuatnya sampai lebih cepat didepan pintu kamar Adinda


tepat sekali saat Jonatan berada disana, Satria keluar dari dalam ruangan karena berniat untuk menghubungi Farel agar menghendel pekerjaan nya selama dia berada di rumah sakit.


"kamu?!." ucap Satria menatap tajam Jonatan


"kamu kenal sama Jonatan?." tanya Selin


"dia laki laki yang coba mendekati istri ku, kenapa kau bersama nya?!." tanya balik Satria

__ADS_1


"maksudnya?." Selin terlihat sangat bingung dengan ucapan Satria


Satria menarik Jonatan paksa dan dibawa nya menjauh


"Satriaaa, kamu ngapain?!." teriak Selin


Selin mengikuti Satria dan Jonatan, ia ingin melihat apa yang dilakukan keduanya


"untuk apa kau datang kemari?!." tanya Satria marah


"tenang, aku hanya mengantar sepupu mu." balas Jonatan


"jauhi Selin, jangan coba coba untuk mendekati nya!!!."


Jonatan melihat sekeliling, memastikan bahwa tidak ada siapapun yang mendengarnya, padahal Selin sedang bersembunyi dibalik dinding


"percuma! aku yakin Selin sudah jatuh cinta kepada ku, dan aku akan membalas semuanya, kau telah mengambil Adinda ku, jadi saat ini aku akan hancurkan hati sepupu mu! hahaha."


"laki laki sialan!!!." Satria mendaratkan tinju nya tepat di pipi Jonatan


saat Jonatan ingin membalas tinjuan itu, Selin tiba tiba datang


"oh jadi kamu mendekati aku hanya karena sebuah dendam?." mata Selin mulai berkaca kaca


"se-Selin?!!! sejak kapan kamu disini?." ucap Jonatan panik


"aku kecewa sama kamu, ga nyangka ternyata kebaikan kamu selama ini palsu." balas Selin yg kini meneteskan butiran air mata


"aku bisa jelaskan Selin." Jonatan memegang tangan Selin tapi Selin melepaskan genggaman nya


"cukup! mulai detik ini jauhi aku, dan jangan pernah berani menampakan wajah mu lagi dihadapan ku!!!!!!." Selin berlari keluar dengan air mata nya


"benar benar brengsek! puas kau menyakiti nya?!!!." Satria meninggalkan Jonatan yang diam terpaku


bagaimana bisa hatiku sakit seperti ini saat melihat nya pergi? apa aku benar benar jatuh cinta pada nya?. batin Jonatan


Satria mengejar Selin lalu mendekap nya.


"Selin, dengarkan aku, kau jangan bersedih, laki laki seperti nya tak pantas ditangisi oleh wanita seperti mu." kata Satria


Selin masih saja menangis di pelukan Satria, ia mencengkram kuat lengan Satria


"jika kau ingin marah, maka marah saja padaku, luapkan emosi mu, aku akan menerima nya." ucap Satria lagi


"aku benci sama dia, aku benci." isak Selin


Satria mengelus kepala Selin kemudian melepaskan pelukan nya.

__ADS_1


__ADS_2