
"Dad, apa kau melihat ponsel ku?." tanya Adinda memanggil William
"dia putri angkat ku." ucap William melihat ke arah Satria, ketika Satria menatap wanita yang baru saja turun dari tangga, tiba-tiba hatinya seperti terguncang.
Adinda sangat terkejut melihat Satria sedang duduk dengan tenang di sana, mata mereka saling bertemu untuk waktu yang lama.
"Mas Satria..." gumam Adinda, suaranya sangat kecil sehingga tak ada satupun orang yang bisa mendengarnya
"ini ponsel mu." kata William memegang ponsel itu, Satria berdiri dari tempat duduknya lalu meminta izin kepada William untuk berbicara sebentar dengan putri angkat nya
"Nona, boleh kah aku meminta waktumu sebentar?." ucap Satria sopan, Adinda sebenarnya ragu namun ia langsung setuju
"siapa nama mu?." ucap Satria, mereka kini berada di halaman belakang yang luas, banyak sekali pohon-pohon dan bunga bermekaran di sana.
"a-aku Reina." Adinda berbohong, lalu tiba-tiba Angeline muncul.
"kak Adinda? kau sedang apa?." perkataan Angeline sontak membuat jantung Satria melewatkan satu detakan
"Adinda.." gumam Satria
"jika kau tidak ingin membicarakan apapun, maka aku harus pergi." ucap Adinda, kesedihan terpampang jelas di wajah cantik nya, wanita ini benar-benar mirip dengan istri Satria
"kau sedang hamil?." ucap Satria, ia melihat perut Adinda yang sudah sedikit kelihatan, lalu ia melihat Adinda memakai sebuah cincin.
cincin mereka sama!
"k-kenapa kau sangat mirip dengan istriku? lalu cincin ini?." tanya Satria, matanya memerah
"bukan, ini bukan apa-apa, mungkin kau salah mengira." balas Adinda sambil memaksakan senyumnya, padahal Satria melihat bahwa wanita dihadapan nya saat ini menangis, sudut matanya basah.
Angeline melihat keduanya sedang ada urusan penting, jadi ia langsung meninggalkan mereka berdua tanpa pamit.
Satria mendekati wajah nya ke hadapan Adinda, lalu mencium aroma yang familiar.
"kenapa parfum ini sangat mirip dengan parfum istriku dulu? namun kenapa ia sangat berbeda sekarang? kenapa justru aku merasa sangat dekat dengan wanita dihadapan ku ini?." gumam Satria dalam hati
"nama kamu Adinda?." tanya Satria, ia memegang tangan itu lembut, kemudian mencium aroma nya, lotion nya pun sama sekali dengan yang dipakai oleh Adinda istrinya.
__ADS_1
"kenapa kau sangat mirip dengan istriku? dan kenapa istriku yang sekarang sangat berbeda dengan istriku yang dulu?." gumam Satria, air matanya jatuh tanpa aba-aba, Adinda merasakan tangan nya hangat akibat air mata tersebut.
ia juga merasa bahwa seseorang telah menyamar untuk menjadi dirinya sekarang.
Adinda menghapus air mata di wajah Satria, lalu tersenyum lembut.
"ku harap masih ada kesempatan untuk bisa menempati hatimu lagi." gumam Adinda, tanpa sadar ia berkata seperti itu didepan suaminya, Satria terkejut lalu menarik Adinda
"apa kau bilang?." Satria memastikan omongan wanita itu, lalu Adinda langsung mengalihkan topik lain
"tidak, aku harus segera pergi, semoga bisnismu lancar." ucap Adinda bergegas pergi tetapi Satria mengejar dan memeluk nya dari belakang
"tidak! kau istriku, kau pasti istriku!." ucap Satria, ia mengencangkan pelukan nya seolah tak ingin kehilangan Adinda, padahal dia tau pasti kalau Adinda berada di rumah, namun Adinda yang ada di rumah itu sangat berbeda dengan Adinda yang ada di sini.
"Tuan, tolong lepaskan aku, jangan sampai ada yang melihat kita seperti ini." ucap Adinda
"jujur padaku, kau pasti Adinda yang sebenarnya kan, aku bisa merasakan nya! aku bisa mengenali mu!." ucap Satria, Adinda menangis mendengar perkataan suaminya barusan, air mata nya jatuh tepat di tangan Satria yang sedang melingkar di pinggang tersebut.
"kau menangis? kau pasti benar-benar istriku." Satria membalikan tubuh Adinda lalu mengusap tangis nya
"a-aku..." Adinda sangat gugup untuk menjelas kan, hatinya sakit, dua hari ia merindukan suaminya, lalu saat dia berada disini, dia mengetahui bahwa seseorang telah mencoba menjadi dirinya.
mereka tenggelam dengan kenyamanan itu dalam waktu yang lama, sebelum Adinda mendorong Satria agar sedikit menjauh.
"Adinda..." gumam Satria, ia mengelus wajah cantik dihadapan nya kemudian mencium nya sekali lagi.
"aku sangat merindukan mu Mas." gumam Adinda, ia menangis dan terus memeluk pria dihadapan nya, sampai tiba-tiba ponsel Satria berdering.
"Satria? bisa kah kau pulang sekarang? perutku sangat sakit." ucap Emily, Satria hanya diam lalu mematikan ponsel itu.
Adinda menatap nya serius, lalu tersenyum getir.
"istrimu ya?." ucap Adinda, Satria segera menggelengkan kepala dan memeluk Adinda lagi
"dia bukan istriku." ucap Satria, ketika ia merasa kehangatan itu menjalar di tubuhnya, Adinda pingsan.
"Adinda?! Adinda?!." Satria panik, ia menggendong Adinda masuk ke dalam, lalu William, Rose dan Angeline langsung mengantarnya ke kamar.
__ADS_1
"sebenarnya apa yang terjadi pada putriku?." tanya William cemas
"Tuan William, boleh kah saya bertanya dimana anda menemukan wanita ini?." tanya Satria, lalu William menjawab dengan wajah yang penuh kekhawatiran di sana
setelah ia mendengarkan semua cerita William, Satria semakin yakin, kalau wanita itu adalah istri sah nya! istri yang sesungguhnya!
"aku adalah suaminya." gumam Satria, mereka bertiga sangat terkejut, William meminta sebuah bukti untuk memastikan, lalu Satria mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan beberapa foto mesra bersama Adinda dulu.
"kau benar-benar suaminya?!." mata Angeline membulat
"ya, dan aku akan membawa istriku pulang." ucap Satria, tak lama Adinda pun sadar, dan melihat orang banyak berada di sekitarnya.
"Mom, Dad, kenapa kalian membiarkan pria ini masuk ke kamar ku?." tanya Adinda, wajah Satria murung, ia menampakkan kesedihan nya ketika Adinda mengatakan hal barusan
"jangan pernah pergi dari hidupku, kau adalah segalanya untuk ku Adinda, aku bahkan siap kehilangan semuanya asalkan bukan kamu." Satria menarik Adinda ke dalam pelukan nya
"Dad? apa maksud semua ini? apa kau telah berbohong? kau berjanji padaku untuk tidak memberitahu kisah hidupku kan?." ucap Adinda
"sayang, aku mohon, pulanglah dengan ku." kata Satria, lalu Adinda menolak
"aku tidak akan pulang, aku akan tinggal disini untuk beberapa waktu, jangan ganggu aku." ucap Adinda memalingkan wajahnya kemudian Satria menjatuhkan air mata dan merasa bersalah akibat tidak mengenali siapa yang sebenarnya ada di rumah.
"hubungi aku jika kau sudah siap untuk pulang." ucap Satria
"tak ingat kah kau? aku telah menghubungimu beberapa kali, tetapi kau membiarkan nya." kata Adinda, Satria ingat bahwa ponselnya berbunyi, namun ia terlalu sibuk dengan istri palsunya.
"maafkan aku." ucap Satria kemudian ia menoleh ke arah William dengan tatapan penuh harap
"pergilah, biarkan aku menjaga Adinda disini, selesaikan urusan mu dengan wanita palsu itu." ucap William, Rose pun mengangguk untuk menyemangati Satria lalu Satria pergi kembali ke rumah, ia menunda bisnisnya demi menyelamatkan Adinda.
di apartemen,
"lho kamu sudah pulang?." Emily bertanya dengan alis berkerut
"dimana cincin pernikahan kita?." tanya Satria, ia sengaja ingin membuat Emily kebingungan untuk menjawab, ia harus memastikan bahwa wanita yang sekarang berada di kamar nya adalah istri palsu.
"a-aku sedang menyimpan nya, selagi mandi tadi aku melepas cincin itu." jawab Emily dengan panik, ia berusaha tenang dihadapan Satria agar pria itu tidak curiga
__ADS_1
"sayang, hmm sepertinya bayi kita sangat menginginkan saham perusahaan, bagaimana kalau kau mengganti nama itu menjadi nama ku." ucap Emily
"saham?." Satria bingung, matanya membulat ketika mendengar ada seorang bayi yang menginginkan saham perusahaan