
saat menjelang sore, Adinda pun pergi ke kamar Arkan dan berniat untuk memandikan nya.
"Des, sini Arkan biar sama aku aja, mau mandi dulu udah sore." kata Adinda
"tapi nona, belum lama tuan memerintahkan saya untuk melarang nona memandikan Arkan, tuan berkata takut kalau nanti nona terpeleset di kamar mandi." ucap Desi
"astaga, suami ku benar benar berlebihan." kata Adinda, ia pun segera mencari suami nya dan ingin mengomel karena melarang dirinya untuk memandikan Arkan
"mas!!!." sebut Adinda kepada suami nya
"lho, kamu? ada apa?." kata Satria, dia berpikir dalam hati nya kalau istri nya datang untuk marah marah akibat larangan yang dia berikan
"kamu tuh kenapa si mas malah melarang aku untuk meman..." belum selesai melanjutkan kata kata nya, Adinda melihat sang suami memegang bagian kepala dengan wajah yang sedikit kesakitan
"aargh." keluh suami nya
"mas?! mas kamu kenapa?!." ucap Adinda panik
"mas Satria?!! sini sini duduk dulu, aku buatin teh hangat untuk kamu." ketika Adinda baru saja ingin melangkah pergi, Satria menahan tangan nya
"tidak, kamu ga boleh buatin aku teh, disini saja." ucap Satria dengan wajah lemas
"tapi mas, kamu..."
"sayang, aku gapapa, temani aku di sini sudah cukup." balas Satria, dalam hatinya ia tertawa geli karena melihat reaksi Adinda yang begitu khawatir, padahal Satria hanya berpura pura sakit kepala agar istri nya tidak marah
"kamu sakit ya? kenapa tidak bicara padaku sih?." ucap Adinda sebal
"aku tidak sakit, hanya lelah sedikit." ucap Satria
"maafin aku barusan udah mau marah marah sama kamu, habis nya aku kesal, tapi lihat mas lagi lemes begini aku jadi ga tega marah nya." kata Adinda, Satria semakin geli mendengar jawaban istri nya, ia hampir saja tertawa, tetapi dia berhasil menutupi kebohongan nya itu
"iya sayang gapapa, kita ke kamar ya." ucap Satria mengajak istri nya ke kamar
di dalam kamar, Adinda mengelus elus wajah suaminya dengan lembut, berharap Satria dapat tertidur jika ditemani oleh istri nya
"kau harus istirahat mas, jika tidak kau bisa tambah sakit." ucap Adinda
__ADS_1
"tapi kau janji, kalau kau tidak akan macam macam." kata Satria
"aku janji." sahut Adinda
tidak menunggu lama, suami nya pun tertidur di dekat Adinda.
Adinda segera mengecup lembut wajah Satria dan turun ke bawah untuk menemui putra kecil nya.
"nona, anda ingin kemana?." tanya pelayan
"eh, aku ingin ke kamar anak ku, ada apa?." kata Adinda
"perlu saya antar nona? karena tuan meminta saya untuk selalu membantu nona." kata pelayan
"tidak usah, pintu kamar Arkan sudah dekat sekali." balas Adinda
"baik nona kalau begitu, saya tinggal dulu." ucap pelayan
"anak bunda, haaai sayang, sudah makan?." tanya Adinda
"Arkan sudah makan nona, apa nona sudah makan? kalau belum biar saya siapkan." ucap Desi
"saya sudah ko Des, terimakasih, oh ya aku ingin membawa Arkan sebentar ke taman." kata Adinda
"baik nona, saya juga akan merapihkan kamar Arkan." ucap Desi, ketika Adinda baru saja mencapai pintu, kepala nya mendadak terasa pusing.
Desi yang melihat dari kejauhan sudah sadar kalau ada yang tidak beres dengan kondisi istri tuan rumah nya.
"nona, anda tidak apa apa?!." kata Desi berlari
"kepala ku kenapa pusing sekali ya Des." ucap Adinda, Desi segera meraih Arkan dari pelukan Adinda dan langsung berteriak kepada pelayan lain
"heii, tolong kemari." ucap Desi
"iya mba Desi ada apa? nona? ada apa dengan anda?." kata pelayan tersebut
"cepat bantu nona Adinda menuju sofa, ambilkan segelas air hangat." kata Desi
__ADS_1
"dan kamu?! cepat beritahu tuan Satria tentang istri nya." kata Desi lagi kepada pelayan yang lain nya
di kamar, tokkk...tokkk
"tuan!." ucap pelayan, 2 menit kemudian Satria baru membuka pintu kamar nya dan nyaris memarahi sang pelayan yang mengganggu waktu istirahatnya
"kamu ini kenapa menggang...!." kata Satria sebelum akhirnya pelayan itu menjelaskan tentang Adinda
"maaf tuan saya mengganggu anda, tapi nona tiba tiba mendadak pusing, dia berada di sofa ruang bawah." kata pelayan tersebut
"apa?!." Satria pun segera berlari menuju tempat istri nya, sampai di bawah ia melihat Adinda sedang berbaring di sofa dengan pelayan lain yang memijit mijit kepala serta kakinya
"sayang?! kamu kenapa?." tanya Satria panik
"mas, aku gapapa, hanya pusing." jawab Adinda
"aku sudah katakan pada mu, jangan aneh aneh, kau sedang hamil muda, rentan sekali untuk hal hal seperti ini, aku tidak ingin kau kenapa kenapa sayang." ucap Satria
"aku ga berbuat aneh aneh mas, aku cuma ingin mengajak Arkan keluar sebentar." sahut Adinda murung
"kalian semua pergi, saya yang akan mengurus istri saya." kata Satria dianggukan oleh beberapa pelayan itu
Satria langsung menggendong istri nya menuju kamar atas.
"kau mau ke rumah sakit saja?." tanya Satria
"enggak mas, lebih baik aku istirahat di kamar aja." ucap Adinda
"dengar, mas ga suka kamu ngeyel kalau di kasih tau." ucap Satria lagi
"iya aku minta maaf." sahut Adinda
"aku takut ada apa apa sama kamu, apalagi calon anak kita." balas Satria
"tapi rasanya hampa mas kalau aku cuma diam aja di kamar tanpa berbuat sesuatu." ucap Adinda
"kita jalan jalan? tapi kamu tidak aku izinkan untuk berbuat yang berat berat." ucap Satria
__ADS_1