Istri CEO Tampan

Istri CEO Tampan
kejutan kecil untuk istri tercinta


__ADS_3

"Arkan bobo disini ya sama ayah." ucap Satria


"Sat tolong jagain Arkan dulu ya, aku mau buatin susu untuk nya." ucap Adinda di anggukan oleh Satria


Adinda segera membuat kan susu untuk putra kecil nya, dan kembali lagi ke hadapan Arkan


"num dulu cucu nyaaa." kata Adinda menggendong Arkan


"aku mandi dulu ya sayang." kata Satria


"iya Sat, aku juga ke bawah dulu ya mau tidurin Arkan." kata Adinda membawa Arkan pergi turun ke bawah


di bawah,


"nona, hati hati ya takut licin." ucap Desi


"oh iya Des, makasih ya di ingetin hehehe, aku mau boboin Arkan dulu nih, kasian mata nya ngantuk." ucap Adinda


"sama sama nona, heheh iya." sahut Desi seraya memegang gagang pel


"Arkan bobo ya sayang sama bunda." gumam Adinda mengusap usap lembut kepala nya


30menit kemudian, Arkan pun tertidur di dekapan bunda nya, Adinda segera masuk ke dalam rumah untuk meletakkan Arkan di kamar.


ketika berjalan Adinda tidak melihat kalau ada sedikit air di lantai dekat nya, dia terlalu fokus menatap wajah putra kecil nya, tidak menunggu berapa menit Adinda pun terpeleset


"aaaagggh." teriak Adinda, tiba tiba Satria datang menangkap tubuh nya


"are you okay?." ucap Satria dengan wajah khawatir


"Sa-Satria..." gumam Adinda terkejut, dia hampir saja melukai putra nya jika benar benar terjatuh


"hati hati dong sayang kalau jalan, untung saja lho aku datang dan menangkap mu." ucap Satria


"hmm maaf, aku tidak terlalu memperhatikan jalan." kata Adinda


"ya sudah ke kamar dulu yuk antar Arkan." ucap Satria memegangi pundak istri nya menuju kamar


setelah Arkan di letakkan di atas ranjang, Satria segera mengambilkan segelas air untuk istri nya minum


"kau baik baik saja kan?." ucap Satria


"iya, aku baik baik saja ko, makasih ya udah tolongin aku tadi." kata Adinda


"jangan berterima kasih, kita itu suami istri jadi sudah kewajiban ku melindungi mu." ucap Satria mengelus kepala istri nya


"tidak, aku akan tetap berterima kasih pada mu, karena kau adalah laki laki terbaik yang pernah hadir serta memberi warna dalam kehidupan ku." ucap Adinda tersenyum


"Adinda, jangan lupa kesalahan ku sangatlah banyak, dari awal kita menikah bahkan sampai detik ini." ucap Satria

__ADS_1


"manusia memang tidak ada yang sempurna, bahkan semua nya tak akan luput dari kesalahan, awalnya aku memang merasa tersakiti karena perlakuan mu, apalagi tentang wanita yang pernah ada di hidup mu sebelum aku, tapi sekarang aku sudah melupakan semua nya, kau berhak memiliki kesempatan untuk menepati janji janji mu disaat pernikahan kita di langsung kan." kata Adinda membuat suami nya kagum


"aku memang tak pernah salah memilih mu untuk jadi istri ku, walaupun kita hanya di jodoh kan, pasti nya aku bersyukur karena mendapati jodoh yang cantik dan juga baik." kata Satria


"aku ingin hubungan kita bertahan selama nya, sampai nanti hanya maut yang dapat memisahkan." ucap Adinda


"aku mencintai mu." ucap Satria memeluk istri nya


"aku juga mencintai mu Satria." sahut Adinda


beberapa jam berlalu, kreeekkk....


pintu kamar terbuka.


"maaf tuan saya mengganggu anda, tapi makan malam sudah siap." ucap pelayan


"oh baiklah." sahut Adinda, lalu pelayan itu pergi


"sayang, kita makan dulu yuk?." ajak Satria


"ya sudah yuk." Adinda melingkarkan tangan nya ke pinggang suami, dan Satria juga melakukan hal yang sama, mereka turun ke bawah menuju meja makan


"woaah hahaha, melihat kalian saling mencintai rasanya jadi mengingatkan papa sewaktu muda dulu." kata Tio Anggara tertawa


"ah papa bisa saja." sahut Adinda


"tapi benar lho, papa senang kalau kalian sedekat ini, itu menandakan kalau hubungan kalian sangat baik." ucap Tio lagi


"iya mama juga senang, tidak salah ya pa dulu kita menjodohkan Satria dengan Adinda." ucap Tania


"iya ma, mereka berdua sangat serasi dan cocok sekali, sama seperti kita waktu muda hahaha." kata Tio membuat anak dan menantu nya ikut tertawa


mereka juga mulai menyantap makanan nya masing masing.


ketika sudah selesai, Satria pamit kepada orang tua nya untuk pergi ke kamar lebih dulu membawa Adinda


"kami istirahat dulu ya ma, pa." ucap Satria


"iya nak, senang senang ya." kata Tania tertawa kecil


"hihihi mama, jadi malu." ucap Adinda berbalik badan


di kamar,


"sayang? apa boleh malam ini kita bersenang senang?." tanya Satria


"hmm, kenapa bertanya begitu." jawab Adinda dengan wajah memerah


"jawab saja, karena kalau aku langsung melakukan nya, aku takut kau akan marah." kata Satria

__ADS_1


"aku tidak marah ko." jawab Adinda membuat Satria segera melingkarkan tangan nya dipinggang Adinda.


perlahan lahan dikecup bibir mungil yg tepat berada dihadapan nya itu


"Satria, jangan disini, Arkan sedang tidur." ucap Adinda, Satria segera tersenyum dan menggendong istri nya menuju kamar lain


di kamar Arkan,


"eeeummm." Satria melumut bibir istri nya, pelan pelan ia menuruni leher lalu segera menuju ****** yang menempel pada kedua bola padat itu.


"aaah."


"sekarang?." tanya Satria


"ah yaa." sahut Adinda dengan mata terpejam, ia terlihat sangat menikmati setiap sentuhan suami nya


Satria segera membuka seluruh pakaian Adinda, dan memasukan mr. p milik nya ke dalam rumah yang sering ia masuki


"hmmph aaah."


ESOK HARI...


Adinda bangun agak siang, dan melihat kalau suami nya tidak berada di dalam kamar


"kemana Satria siang siang begini? bukan kah ini hari libur kerja nya?." gumam Adinda


tiba tiba Adinda melihat selembar kertas berada di balik selimut yang menutupi tubuh nya


temukan balon berwarna kuning, pecahkan dan temui petunjuk nya.


"hah? ini maksud nya apa?." Adinda segera memakai pakaian dan mencari balon berwarna kuning tersebut


saat Adinda menuruni tangga, ia menemukan balon kuning dan dipecahkan


langkah kan kaki mu ke sebelah kanan, dan dapati selembar kertas hijau


Adinda segera menuju arah kanan dan menemukan kertas hijau itu


"apa tulisan nya?." gumam Adinda


maju terus sampai kamu menemukan setangkai bunga mawar


Adinda mengikuti petunjuk itu dan dia berhasil menemukan mawar tersebut


belok kiri, dan lihat lah ke samping


saat Adinda sudah belok ke arah kiri, lalu ia melihat ke samping, mata nya menemukan banyak sekali balon dan meja makan.


__ADS_1


__ADS_2