
setelah nasi goreng tersebut habis, Satria berdiri dari duduknya dan memegang wajah Adinda
"terimakasih ya sayang nasi goreng nya." ucap Satria
"bagaimana rasanya menurut mu?." tanya Adinda penasaran
"lezat, sangat lezat." balas Satria
"benar kah??? kalau begitu kapan kapan aku buatkan lagi." sahut Adinda
"kau belum makan juga kan? nanti makan ya, aku ingin pergi sebentar, kau tidak boleh kemana mana tanpa izin dari ku." kata Satria
"memang nya kamu mau kemana???." tanya Adinda
"aku ada urusan sebentar, nih aku mau mandi habis itu pergi." jawab Satria
"urusan? kau tidak macam macam kan? ko aku merasa tidak yakin ya kau pergi." ucap Adinda bimbang
"istriku sudah mulai pintar merasakan insting nya walau tanpa ingatan." kata Satria mencubit kencang pipi Adinda
"aw sakit." Adinda memegangi pipinya yg kini menjadi merah akibat cubitan Satria
__ADS_1
"ya sudah aku mandi dulu."
setelah beberapa menit Satria pun selesai mandi dan berpakaian, ia mendekati istrinya dan mulai bermanja manja
"aku rindu sekali pada mu, cepat pulih ya sayang." ucap Satria mengacak acak rambut Adinda
"heiii, jangan berantakan rambut ku." sahut istrinya
"hati hati di rumah, ingat? tidak boleh keluar tanpa izin dari ku." kata Satria
"iya iya, kau tenang saja."
Satria pun keluar rumah mengenakan pakaian rapih, dan menaiki kendaraan mewahnya tanpa dampingan siapapun. dia melaju sangat cepat menuju kediaman seorang laki laki
tak lama laki laki si pemilik rumah pun keluar menemui Satria
"ada tamu ya?." ucap nya sinis
"jangan banyak omong kau! jika kau orang hebat maka nanti malam temui aku di villa dekat sini." kata Satria disertai tatapan tajam
"wow, untuk apa aku bertemu dengan seorang pengecut? hahahaha." sahut laki laki itu
__ADS_1
"pengecut kata mu? kita buktikan nanti, siapa yg pengecut sebenarnya, kau atau aku?!." balas Satria dengan senyum licik
"oh ya baiklah, kita buktikan, siapa yg lebih pantas bersanding dengan Adinda." ucap si laki laki tersebut yg ternyata adalah Reno.
Satria pun berlalu pergi setelah menemui Reno, ia pulang ke rumah dan membereskan sepasang baju untuk di bawa nya takut sewaktu waktu ia butuh pakaian ganti
"sudah pulang nak? dari mana?." tanya Tania
"ya ma, aku dari kantor, ada urusan mendadak yg mengharuskan aku datang ke sana." balas Satria terpaksa bohong
"Satria? bagaimana? apakah istrimu sudah mulai mengingat masa lalu nya?." tanya Tio
"sepertinya belum pa, tapi aku akan bantu dia untuk mengingat semuanya kembali walaupun butuh waktu yang lumayan lama." sahut Satria yg segera menuju kamar
"dasar anak itu, papa nya lagi ajak bicara malah main pergi pergi aja." gumam Tania
"biarkan saja ma, mungkin dia ingin cepat cepat bertemu istrinya hahahaha." balas Tio pada Tania
di kamar..
"sudah?." tanya Adinda tiba tiba
__ADS_1
"sudah, tapi nanti malam aku ingin pergi lagi, kau jaga Arkan ya, jaga dirimu juga." ucap Satria mengelus kepala istrinya
aneh, sedari tadi dia selalu meminta aku menjaga diri, apa memang dia selalu berkata begitu pada Adinda yang dulu?? atau memang ada sesuatu terjadi?? hmm ah mungkin hanya perasaan ku saja, lagi pula apa urusan nya dengan ku. batin Adinda