
"mungkin aku tau siapa orang nya." suara Selin mengejutkan mereka
"siapa kak?." tanya Adinda
"iya nak siapa?." tanya Tio
"bagaimana kalau Sheira? dia sangat berantusias untuk mendapatkan Satria bukan? dia mencoba mencelakai istri mu agar kau tak bisa dekat dengan nya? benar kan Satria?."
Satria berpikir keras tentang ucapan Selin
benar, bisa saja wanita itu yang melakukan semua ini. keterlaluan!!! dia hampir membunuh istri ku. batin Satria
berapa jam kemudian Tania dan suaminya sudah kembali lagi menuju Singapura, sebelum itu Tio sempat menyampaikan pada Satria agar orang yang ingin mencelakai Adinda secepatnya ditemukan
Satria juga sudah berangkat ke kantor nya, kini dirumah hanya ada Selin bersama Adinda
"Adinda?." sebut Selin
"iya kak? ada apa?." tanya Adinda
"aku nanti mau keluar, sekitar sore mungkin aku baru pulang, kamu gapapa aku tinggal sendiri ?."
"oh iya kak gapapa kok, kaka keluar aja biar aku di rumah." ucap Adinda
Selin tersenyum lalu kembali ke kamarnya, ia bersiap untuk segera pergi ke tempat tujuan.
1jam kemudian
__ADS_1
"Din aku jalan dulu ya, kamu hati hati, kalo terjadi sesuatu hubungi aku atau suami mu." kata Selin
"iya kak."
***
Selin pergi karena mendapati sebuah pesan dari Jonatan, laki laki itu meminta Selin menemui nya di taman
sampai di sana Jonatan sudah menunggu Selin
"akhirnya kamu datang juga." ucap Jonatan
"tentu saja aku datang." Selin duduk di kursi sebelah Jonatan
"okei, jadi gimana masalah kamu? udah selesai? udah lama lho kita ga ketemu kaya gini." kata Jonatan
"memang nya sepupu mu siapa sih?." tanya Jonatan
"dia laki laki, namanya Satria, kemarin ada yang mencoba coba ingin mencelakakan istrinya, lalu Satria marah dan bertekat untuk menemukan siapa orang nya." Selin menjelaskan
"Satria?! apa namanya Satria Anggara?." ucap Jonatan
"iya benar itu namanya, dia keluarga Anggara, kau mengenali nya?." tanya Selin
"bagaimana tidak?! dia laki laki yang sudah merebut Adindaku." kata Jonatan pelan membuat Selin mendengarnya hanya samar samar
"apa??." jawab Selin
__ADS_1
"ah tidak, maksud ku jadi kau adalah bagian keluarga Anggara?."
"benar sekali."
ternyata selama ini aku mendekati bagian keluarga yang sama, hhh. pikir Jonatan
dengan begini, aku lebih mudah menghancurkan dia, kau harus terima pembalasan ku Satria!. batin nya lagi
"Jonatan? kenapa kau melamun?." suara Selin membuat Jonatan tersadar bahwa didepan nya terdapat wanita dari Anggara
"oh tidak, bagaimana kalau kapan kapan aku mengajak mu ke sebuah tempat?." tanya Jonatan
"boleh." Selin membalas penuh senyum
"ya sudah kita santai santai dulu aja disini."
Jonatan merangkul Selin
Selin mendadak kaku, namun perlahan ia menyandarkan kepalanya di depan dada Jonatan.
rasanya pikiran ku yang kacau tentang masalah dirumah bisa hilang saat aku seperti ini pada mu Jonatan. batin Selin
angin berhembus, Selin jadi merasa mengantuk lalu tak sengaja tertidur didekapan Jonatan.
"Selin apa kau.." Jonatan melihat ke arah Selin ternyata mata nya sudah terpejam
Jonatan mengelus elus kepala wanita itu, ia juga mencium pucuk kepalanya.
__ADS_1
"jujur saja Selin, hati ku berbicara sejauh ini aku merasa nyaman bersama mu, tapi sayang nya kau adalah bagian dari keluarga Anggara, jika saja bukan.. mungkin aku akan pikirkan kembali soal perasaan ini, namun aku juga masih mencintai Adinda, istri sepupu mu." gumam Jonatan mendekap erat Selin