Istri CEO Tampan

Istri CEO Tampan
membantu anak kecil


__ADS_3

kemudian mereka kembali ke kediaman Anggara.


setelah sampai di rumah Adinda pun segera memasuki kamar, begitu juga dengan Satria


"mas, kamu beneran gapapa kan?." tanya Adinda yang masih khawatir


"mas gapapa sayang." balas Satria mendekati istrinya, ia mencium kening istrinya dan menyandarkan kepala di dada Adinda


"kamu pasti lelah ya, tidur saja." ucap Adinda mengelus elus kepala suami nya


"kau juga janji harus istirahat, ini sudah malam." kata Satria


"iya, aku pasti beristirahat, kau tidur lah dulu, setelah kau tidur aku akan menyusul." ucap Adinda tersenyum hangat


"terimakasih ya, kau selalu ada untuk ku." kata Satria


"tidak usah berterimakasih, sebab itu sudah menjadi kewajiban ku sebagai seorang istri, aku senang bisa menemani mu setiap hari, dan kau tahu kalau aku jauh dari mu sedikit saja, perasaan ku tidak tenang mas, selalu ada rasa takut yang menghampiri, aku tidak mau kau terluka diluar sana, sejauh ini sudah banyak sekali orang orang yang mencari masalah dengan mu, dan aku tidak ingin mereka macam macam pada suami ku." kata Adinda


"kau tenang lah, aku akan selalu menjaga diri ku untuk mu, aku tidak akan meninggalkan mu Adinda, tanggung jawab ku sangat besar saat ini, melindungi mu, melindungi Arkan, dan melindungi calon anak kita, jika aku tidak ada, siapa yang akan melindungi kalian." ucap Satria


"sudah mas, jangan bahas itu, aku tidak suka pembicaraan tentang hal hal sedemikian, aku ingin kita tetap hidup bersama sampai nafas ku berhenti suatu hari." ucap Adinda, lalu Satria segera memeluk istri nya


"jangan pernah tinggal kan aku di sini sendiri, aku bahkan tidak tahu akan hidup seperti apa jika tanpa kehadiran mu." balas Satria


setelah itu mereka memilih untuk tidur dan memejamkan mata nya, saling memeluk, semuanya sangat terasa hangat.


keesokan hari,


Satria terbangun dan melihat istrinya masih tertidur pulas di balik selimut tebal yang menutup sebagian tubuh nya.


sesekali Satria memandang wajah istrinya tersebut, ia benar benar kagum, bahkan saat tertidur saja Adinda sangat sangat cantik, apa lagi saat membuka mata dan menatap nya.


"kau wanita yang hebat, pandai sekali membahagiakan ku." gumam Satria mengelus kepala sang istri


Satria pun beranjak dari kasur nya dan menuju kamar mandi, ia bersiap untuk pergi ke kantor hari ini.


.


.


.


saat dia sudah selesai berpakaian, Satria pun mengecup kening istri nya dan pergi.


ia tak mau membangunkan Adinda yang sedang tidur lelap, tak tega melihat nya kemarin sudah cukup lelah.


di perjalanan, Satria melihat anak laki laki yang ingin menyebrang sendirian, karena ia khawatir dengan anak itu yang takut tertabrak, akhirnya Satria memilih untuk membantu anak tersebut.


"kau ingin menyebrang?." kata Satria menepuk bahu anak itu


"iya om, aku ingin ke sana tapi mobil dan motor melaju dengan cepat sekali." kata anak kecil itu


"memang orang tua mu kemana? kenapa kau sendirian di sini?." tanya Satria


"mama ku di sana, aku ingin menyusul nya." balas anak itu lagi


"baik lah, ayo om antar." ucap Satria menggendong anak kecil itu dan menyebrang ke arah sana


"mama!!!!." teriak anak tersebut


"Reyyy! kenapa kamu bisa kemari?." kata seorang wanita yang masih terlihat muda

__ADS_1


"aku mau susul mama, om ini membantu ku." kata Rey


"ya ampun, tuan maafkan anak saya sudah merepotkan anda, terimakasih banyak sudah membantu nya." kata wanita itu


"om terimakasih ya." kata Rey


"sama sama, oh ya lain kali kau harus jaga anak mu dengan hati hati, lihat lah mobil mobil di jalanan ini, semuanya sangat melaju dengan kecepatan tinggi, aku khawatir kalau tiba tiba ada yang menabrak nya." ucap Satria kepada wanita itu, dan beralih kepada anak kecil tadi, Satria mengusap rambutnya dan memberikan sebuah permen yang ada di saku nya


"ini untuk mu, jangan ulangi lagi ya, hati hati jika di perjalanan." ucap Satria, Rey tersenyum senang karena Satria memberinya permen


"saya akan lebih hati hati menjaga putra saya tuan, terimakasih." kata wanita itu


"bagus, kalau begitu saya permisi dulu." ucap Satria berpamitan dengan Rey dan mama nya


"hati hati tuan, om!!! hati hati ya." kata wanita itu dan Rey yang berteriak, Satria hanya tersenyum lalu masuk ke dalam mobil


"sayang? lain kali jangan susul mama seperti ini ya, jalanan itu berbahaya untuk mu." kata wanita itu


"maafkan Rey ma, Rey cuma ingin melihat mama." kata Rey dengan wajah polos nya


"om itu baik ya ma, apa papa sebaik itu dengan Rey dulu?." kata Rey lagi, tiba tiba air mata menetes begitu saja di mata mama Rey


"ma, jangan menangis, Rey minta maaf ya kalau buat mama sedih." ucap Rey memeluk mama nya


"maafkan mama ya nak harus bekerja keras dan meninggalkan mu setiap hari, ini semua demi masa depan kamu, kamu harus jadi laki laki yang kuat suatu saat." kata mama Rey


beberapa menit kemudian, di kantor..


Satria sudah sampai, seperti biasa seluruh karyawan menyambut kedatangan nya dengan hormat


"selamat siang tuan Satria." ucap para karyawan yang hanya di anggukan oleh bos nya itu


"terimakasih Farel, bagaimana? orang orang itu tidak mengacau lagi kan di sini?." kata Satria


"tidak tuan, saya harap mereka juga tidak akan pernah datang lagi ke sini." ucap Farel, Satria pun segera memasuki ruangan nya.


"jarang sekali aku duduk di sini." gumam Satria melihat lihat sekeliling ruangan nya


"waktu baru baru menikah, aku sering mengajak istri ku kemari, dan melakukan banyak hal di ruangan ini." ucap Satria seraya senyum senyum sendiri


"aku sangat merindukan saat saat seperti itu, hmmm." gumam nya lagi


tokk..tokk, seseorang masuk ke dalam ruangan Satria


"selamat siang tuan, ini semua berkas yang harus anda tanda tangani." kata sekretaris Satria


"baik, aku akan tanda tangani semua berkas ini, kau pergi saja dulu, setelah memasuki jam makan siang ambil semuanya dimeja ini." kata Satria


"baik tuan kalau begitu saya permisi." ucap sekretaris tersebut


1jam kemudian, waktu nya jam makan siang.


seluruh karyawan dipersilahkan untuk pergi makan.


Satria juga segera turun ke bawah untuk mendatangi cafe terdekat, saat keluar dari lift ia melihat seorang anak kecil sedang menarik narik tangan wanita, dan tak lain anak itu adalah Rey


"lho? anak itu bukan nya?." gumam Satria dalam hati, saat dia lewat di hadapan Rey, anak itu pun dengan cepat mengenali wajah Satria dan berteriak menyebut nya om.


"om!!!!." kata Rey membuat semua karyawan yang sedang berjalan ingin keluar kantor menoleh ke arah nya


"om yang tolong aku tadi?." ucap Rey

__ADS_1


"heheh, kamu sedang apa di sini?." tanya Satria mengusap kepala anak itu


"aku sama mama sedang ingin menemui seseorang." kata Rey


"siapa?." tanya Satria, tiba tiba Farel datang dan menarik Rey dari hadapan Satria


"hei! Rey, jangan terlalu dekat, dia seorang bos." kata Farel


"bos?." gumam Rey polos


"tuan, maafkan anak saya lagi, dia benar benar tidak mengerti apa apa." kata mama Rey


"kak maafkan aku." ucap wanita itu kepada Farel


"kak? kau adik Farel?." tanya Satria bingung


"benar tuan, saya adik kak Farel." ucap wanita itu


"maafkan saya tuan, dia adalah Sofie adik ku." kata Farel menunduk


"jadi kau punya adik? saya bahkan belum pernah mengetahui hal ini sebelum nya hahah tapi tidak masalah, tidak semua tentang keluarga mu saya harus tau sih, ya sudah lanjutkan." ucap Satria berlalu pergi


"ada apa kamu datang kemari?." tanya Farel kepada Sofie


"kak, aku benar benar tidak tahu lagi harus bagaimana, suami ku sudah keterlaluan kak, dia meninggalkan kami berdua demi wanita lain, aku lelah kak dengan semua ini." ucap Sofie kepada Farel menangis


"ikut ke ruangan kakak sekarang, bawa anak mu." kata Farel


di sisilain,


"suami ku sudah pergi dari tadi ya, hmm dia tidak izin lagi." gumam Adinda


tringgg...tringg, telepon Adinda berdering


"halo mas?." kata Adinda


"halo sayang? kau sudah bangun?." tanya Satria


"sudah mas, kamu tidak izin mau ke kantor, tidak membangunkan ku." ucap Adinda


"kau terlalu pulas sayang tidur nya, aku tak tega mengganggu mu." kata Satria


"ini waktu jam makan siang kan? aku ke sana ya mas?." ucap istri nya


"tidak usah Adinda, mas sudah di cafe dan mau makan sebentar lagi, oh ya kamu sudah makan? mas sempat masakin kamu makanan sebelum berangkat kerja." ucap Satria


"sudah mas, aku tadi makan masakan kamu, enak." kata Adinda senang


"syukurlah, kau jangan capek capek di rumah, nanti secepatnya aku akan segera pulang." kata Satria


"iya mas, aku tidak akan banyak beraktivitas, hanya menemani Arkan saja." ucap Adinda


"Arkan sudah makan?." tanya suaminya lagi


"sudah ko mas, dia sudah makan, sekarang sedang menyusu." balas Adinda


"oh yasudah bagus lah kalau gitu, makanan aku sudah jadi, mas tinggal dulu ya sayang." kata Satria


"iya mas, selamat makan ya suamiku." ucap Adinda


"terimakasih istri ku, baik baik ya." ucap Satria kemudian mematikan ponselnya.

__ADS_1


__ADS_2