KASIH BERSEMI DARI REUNI

KASIH BERSEMI DARI REUNI
Episode 123: SEDIH SUDAH BERGANTI SENANG


__ADS_3

    Sebelum Hamdan berangkat ke Jerman, banyak pesan dan nasihat yang diberikan kepada istrinya, Rini. Setidaknya selama suaminya berada di luar negeri, Rini harus bisa menjaga rumah, bertanggung jawab mengurus dan mengatur rumah tangga. Hamdan juga melarang istrinya bepergian, kalau bukan karena keperluan yang sangat penting.


    "Tidak usah pergi-pergi dulu ..., di rumah saja, jaga rumah." kata Hamdan yang memesan istrinya.


    "Iya, Pah ...." jawab Rini yang terlihat kecewa.


    "Jangan ke Jogja dulu .... Besok nunggu saya pulang." kata Hamdan lagi.


    "Iya, Pah ...." jawab Rini lagi yang pasrah dengan aturan suaminya.


    Rini hanya bisa diam. Kalaupun menjawab hanya mengatakan "Ya, Pah". Tidak berani protes. Walau sebenarnya, dalam hati Rini protes dengan aturan suaminya itu. Tentu Rini masih memikirkan nasib Yudi.


    Setelah suaminya berangkat ke Jerman, Rini merasa kesepian. Di rumahnya hanya ada Mak Mun yang mengurusi dapur dan Mang Udel yang mengurusi tanaman. Rini tidak punya teman untuk bicara. Sarapan sendiri, makan juga sendiri, tidur pun sendiri. Aktivitasnya, hanya nonton TV.


    Pagi itu, setelah sarapan, Rini duduk di ruang keluarga, menyaksikan siaran televisi. Berkali-kali memencet remot TV untuk memilih-pilih acara yang disukai. Sudah memindah saluran berkali-kali, tetapi tidak ada yang menarik. Lantas ia membiarkan saja TV yang masih menyala. Tangannya langsung menggeser HP. Membuka WA grup alumni SMA. Tentu untuk menghibur dirinya yang kesepian. Rini membaca obrolan yang ditulis oleh teman-temannya. Baru tiga chat yang dibaca, Rini dikagetkan adanya chat dari temannya yang menulis di WA grup.


    "Teman-teman, ada berita duka, teman kita Yudi mengalami kecelakaan jatuh dari jurang dan masuk ke dalam laut, hingga kini Yudi belum diketemukan. Mohon kita doakan bersama, agar teman dan saudara kita, Yudi, diampuni dosanya dan mendapat tempat yang layak di sisinya." begitu bunyi chat yang muncul di WA grup alumni. Yang menulis obrolan itu Jaya, teman sekelas Yudi saat SMA.


    "Innalillahi ...."


    "Ya ampun, Yudi .... Uhuk ..., uhuk ...."


    "Yudi .... 😭😭😭"


    "Eh, yang benar ...! Jangan bikin hoax ...!"


    "Benar ..., ini kemarin Jaya piknik ke Jogja, termasuk datang ke Taman Awang-awang. @ Jaya .... Gimana beritanya, tolong jelaskan."


    Akhirnya, teman SMA yang bernama Jaya itu muncul di obrolan grup alumni. Lantas menulis obrolan.


    "Begini ..., maaf kalau keliru. Pas waktu saya berkunjung ke Taman Awang-awang, obyek wisata itu ramai sekali. Penuh sesak pengunjung. Memang Taman Awang-awang sudah berubah menjadi bagus sekali. Banyak pengunjungnya. Nah, saya melihat ada tim SAR di sana, lantas saya tanya-tanya, ada seorang karyawan yang mengatakan kalau Yudi terperosok ke jurang, jatuh ke laut, dan sudah dicari oleh tim SAR dua hari tetapi tidak ditemukan. Seperti itu ceritanya." chat Jaya yang menjelaskan peristiwanya.


    "Waduh .... Berarti Yudi hilang belum ditemukan ...?!" tanya yang lain dalam chatingan.


    "Bagaimana ini, teman-teman ...? Kita melayat ke Jogja?"


    Rini terus mengikuti obrolan dari teman-teman yang lainnya. Tentu kabar duka itu sudah mendapat respon yang menyedihkan dari teman-temannya. Tidak sedikit yang posting menangis. Sudah banyak yang mengajak untuk melayat ke Jogja. Dalam obrolan grup alumni, sudah mulai diminta menulis pada list, siapa yang akan berangkat melayat ke Jogja.


    Tentu Rini juga menangis membaca berita itu. Ingin rasanya Rini meloncat dan terbang ke Jogja. Tetapi ia takut. Tidak berani melanggar perintah suaminya. Hati Rini benar-benar hancur. Cintanya hilang tanpa ada kepastian. Yudi, laki-laki yang dibanggakan, hingga kini belum ditemukan.

__ADS_1


    "Ya ampun ..., Yudi .... Huk ..., huk ..., huk ...." Rini menangis di ruang keluarga.


    "Ada apa, Ibu ...?!" tanya Mak Mun yang mendengar suara sesenggukan majikannya.


    "Tidak apa-apa, Mak Mun .... Ini nonton drama Korea, kok menyedihkan ..., jadi ikut terharu ...." sahut Rini menyembunyikan masalahnya.


    "Walah ..., drama Korea memang begitu, Ibu ..., bikin orang ikut sedih. Hihihi ...." balas Mak Mun.


    “Tuliliiing tuloliliiiing …. Tuliliiing tuloliliiiing …!” HP Rini berbunyi. Ada panggilan dari Alex.


    "Halo, Alex .... Huk ..., huk ..., huk .... Alex ...." kata Rini saat mengangkat panggilan dari Alex.


    "Halo, Rini .... Jangan nangis dulu .... Apa benar berita di grup alumni?!" tanya Alex.


    "Iya, Alex ..., mungkin benar .... Karena kemarin hari Sabtu saya ke Jogja, Yudi kami hubungi berkali-kali, HP-nya tidak aktif. Dihubungi oleh para karyawan di Taman Awang-awang juga tidak aktif. Lantas orang-orang pada mencari, termasuk menantu gue, tetapi tidak menemukan Yudi, hanya menemukan sobekan kain baju Yudi saja. Lantas mengundang tim SAR, dicari hingga malam juga tidak ketemu. Hari berikutnya, tim SAR dan warga mencari lagi, juga tidak menemukan .... Bingung gue, Lex ...." resah Rini pada sahabatnya, Alex.


    "Ini posisi Rini di Jogja apa di Jakarta?" tanya Alex.


    "Gue di Jakarta, Lex .... Dan ini gue kagak bisa keluar, kagak bisa pergi-pergi, karena suami saya sedang ada di Jerman, berangkat kemarin." jawab Rini.


    "Apa Rini sudah tanya lagi pada orang-orang di Kampung Nirwana? Yang penting memastikan kejelasannya, dan bagaimana kondisi akakhir." tanya Alex.


    "Iya, Lex ..., informasi terakhir kemarin malam, tim SAR menghentikan pencarian, karena sudah tidak bisa menemukan Yudi. Huk ..., huk ..., huk ...." jawab Rini.


    "Belum, Lex .... Gue belum sempat menghubungi Bagas, orang kepercayaan Yudi. Kasihan, dia juga menangis terus. Semua bersedih, Lex .... Orang se kampung merasa kehilangan ...." kata Rini yang pasrah.


    "Berarti benar berita itu .... Terus kita mau melayat ke Jogja?" tanya Alex pada Rini.


    "Lhah, Yudi saja belum ditemukan, kok .... Terus nglayatnya bagaimana?" Rini bingung menjawabnya.


    "Begini, Rini .... Nanti kamu tanyakan lagi ke Mas Bagas, minta kepastian, bagaimana rencana kegiatan itu di rumah Yudi." kata Alex memberi solusi.


    "Oke, Lex .... Tolong kamu tulis di grup WA alumni, biar teman-teman tidak tergesa berangkat ke Jogja." kata Rini meminta kepada sahabatnya yang chat di grup WA.


    "Iya, Rin .... Terima kasih." kata Alex yang selanjutnya menutup telepon.


    Rini terdiam. Dadanya sesak, ada rasa yang mengganjal. Sebenarnya kemarin hari ia tidak ingin balik ke Jakarta, ingin menunggui pencarian Yudi. Tetapi ia tahu, jika suaminya tidak berkenan, suaminya marah, suaminya meminta Rini segera pulang. Yah, namanya istri, harus menurut pada suami, tidak berani melawan. Tentu dengan hati remuk redam, Rini pulang ke Jakarta, meninggalkan Yudi yang hilang tanpa kabar berita.


    Lantas Rini mengangkat HP-nya, menghubungi Bagas.

__ADS_1


    "Halo, njih ..., Ibu Rini ...." jawab Bagas saat ditelepon Rini.


    "Mas Bagas .... Bagaimana kabar berita tentang Yudi ...?" tanya Rini pada Bagas.


    "Njih, Ibu Rini .... Mohon maaf belum mengabari Ibu Rini. Alhamdulillah baru saja ada kabar baik ..., ini ada berita kalau Mas Yudi ditemukan oleh masyarakat Kampung Karang, katanya masih dirawat di rumah sakit." jawab Bagas yang tentu merasa senang.


    "Alhamdulillah, syukurlah, Mas Bagas .... Tapi itu yang ditemukan benar Yudi, kan ...?!" tanya Rini meyakinkan.


    "Betul, Ibu Rini .... Ini orang yang datang memberi tahu, membawa surat yang ditulis tangan oleh Mas Yudi." jawab Bagas.


    "Kondisi Yudi bagaimana? Lukanya parah apa tidak?" tanya Rini lagi.


    "Saya belum tahu, Ibu Rini .... Ini kami baru mau berangkat menjenguk Mas Yudi ke rumah sakit, Bu Rini." sahut Bagas yang sudah siap berangkat ke rumah sakit.


    "Oya, cepetan berangkat .... Nanti saya dikabari." kata Rini yang memesan kepada Bagas.


    Lega hati Rini. Ia bisa bernapas tenang. Pikirannya tidak khawatir lagi. Setidaknya Yudi sudah ditemukan dan masih hidup. Serta merta, saking senangnya ia ingin menepis kabar buruk yang ada di grup WA alumni SMA itu, tentu kabar yang membicarakan Yudi tidak ada.


    "Teman-teman, Yudi sudah ditemukan .... Ia masih hidup, tidak apa-apa." begitu tulis Rini pada WA grup alumni.


    "Alhamdulillah ...." sahut chat yang langsung membalas.


    "Rini .... Benar ini, Rin?" chat yang lainnya.


    "Rini tahu dari mana?"


    "Saya tetap akan ke Jogja .... Mau meyakinkan kondisi Yudi." Yayuk tiba-tiba muncul di obrolan.


    "Sama siapa, Yuk?" tanya teman yang lain.


    "Saya berangkat sendiri dari Palembang. Yang penting saya mau memastikan kondisi Yudi." balas chat dari Yayuk.


    "Iya, Yayuk .... Betul, itu .... Kekasih harus dirawat, apa lagi Yudi masih kondisi sakit." yang lain nimbrung.


    "Iya, saya kasihan sama Yudi .... Di rumahnya tidak ada siapa-siapa yang menunggui." tulis Yayuk lagi.


    "Gimana yang lain ...? Apakah ada yang ingin menengok Yudi?" chat dari teman yang lain menanyakan.


    Rini merasa kecewa sudah terlanjur ngeshare keadaan Yudi di grup WA. Jadinya ada yang menjengkelkan muncul, yaitu Yayuk, si janda yang suka cari mangsa. Tentu hal itu membuat Rini menjadi jengkel. Walau Rini tahu kalau Yayuk tidak bakal diterima oleh Yudi. Tetapi, jika Yayuk berangkat ke Jogja beneran, sementara dirinya hanya duduk manis di rumah, di Jakarta, sungguh keterlaluan. Masa orang yang dicintai baru mengalami musibah kok tidak dijenguk. Keterlaluan.

__ADS_1


    Rini memaki dirinya sendiri yang lemah. Tetapi ia tetap mempertahankan diri untuk tidak berangkat ke Jogja. Tidak baik melanggar aturan suami. Apalagi di rumah Rini, kosong tidak ada orang. Yah, apapun yang terjadi, Rini harus bisa mengendalikan emosi jiwanya, mengendalikan nafsunya, mengendalikan dirinya. Ia tetap bersikukuh menuruti perintah suaminya. Toh zaman sekarang, untuk komunikasi sangat mudah. Bisa melalui telepon, WA maupun video call jika ingin melihat orang yang diajak bicara. Toh Rini punya banyak kontak di Kampung Nirwana.


    Rini sudah senang mendengar kabar Yudi sudah ditemukan. Hatinya sudah bahagia, meski tidak bisa mencium Yudi secara langsung. Rini sangat bersyukur, jika Yudi hanya mengalami luka biasa. Kini Rini hanya bisa berdoa dan menunggu berita dari Bagas.


__ADS_2