KASIH BERSEMI DARI REUNI

KASIH BERSEMI DARI REUNI
Episode 67: KEBAHAGIAAN RINI


__ADS_3

    Yayuk kembali mengirim chat di grup WA alumni SMA.


    "Teman-teman .... Adakah yang bisa berkomunikasi dengan Yudi?" chat dari Yayuk.


    "Katanya HP Yudi hilang ...." jawab dari seorang teman.


    "Lhoh, bukannya Yayuk sudah kontak-kontakan dengan Yudi?" tanya yang lain.


    "Coba tanya Anik .... Dia kan teman kita paling tahu semua teman."


    "Iya, biasanya info dari Anik cepat dan akurat .... Hehe ...."


    "Yayuk .... Kamu ada di Palembang, ya?"


    "Iya .... Makanya, terlalu jauh untuk ke Jogja ...." Yayuk menjawab pertanyaan temannya.


    "Lhah, bagaimana sih, Yuk ...? Kemarin bilang minta doa restu .... Kok sekarang minta kontak Yudi? Memangnya kenapa?" tanya teman yang lain dalam obrolan WA grup.


    "Habisnya, saya tidak bisa komunikasi dengan Yudi .... HP Yudi hilang ...." jawab Yayuk.


    "Kamu pelit sih, Yuk .... Harusnya Yudi kamu beliin HP baru, biar bisa komunikasi. Wkwkwk ...." temannya meledek dalam chat.


    "Iya, ya .... Kemarin aku gak kepikiran. Mestinya aku belikan HP, ya .... Aduuh ...." Yayuk membalas chat, seakan


merasa menyesal.


    "Datangi saja langsung ke Jogja, Yuk .... Sekalian ketemuan, lebih asyik .... Kalau virtual nggak enak. Wkwkwk ..."


    "Iya, Yuk .... Enak ketemu langsung .... Kan bisa gitu-gituan .... Hehe ...."


    "Ih, kalian ini lho ..., kok malah meledek ...." Yayuk membalas chat.


    "Iya, Yuk .... Langsung berangkat ke Jogja .... Lumayan bisa begadang semalaman ...."


    "Kalau aku, begitu kangen ya  langsung berangkat. Kalau ditahan-tahan, rasanya senut-senut di ubun-ubun. Wkwkwk ...."


    "Sama ..., aku juga begitu!"


    "Ya ampun .... Kalian ini pada ngapain, sih? Tahu orang lagi galau, kok malah diledeki ...?!" Yayuk kembali menulis chat.


    "Hai, Yayuk .... Memangnya Yayuk ngapain? Kok galau?" Anik si teman yang kaya info, baru menulis chat, menanyai Yayuk.


    "Anik .... Aku galau, Nik .... Aku gak bisa menghubungi Yudi .... Padahal aku kangen berat. Gimana, Nik?!" balas Yayuk di WA grup.


    "Ya ampun .... Kasihan sekali kamu, Yuk ...." balas Anik.


    "Iya, Nik .... Aku kan pengin happy-happy, pengin bermanjaan, pengin mesra, pengin dibelai-belai, gitu lho." jawab Yayuk.


    "Ih, enak banget, Yuk?" chat dari teman yang lain.


    "Wah, asyik itu." yang lain menambahi.


    "Kalau aku penginnya gak cuman dibelai-belai .... Tapi ..., pengin anu juga .... Wkwkwk ...." tulis teman yang lain lagi.


    "Walah .... Cepetan, Yuk ..., langsung ke Jogja. Kasihan itu kamu, pasti sudah gak tahan .... Wkwkwk ...." tulis yang lainnya.


    "Iih ..., ngapain sih kalian ini semua? Tidak ngasih solusi kok malah mengejek!" Yayuk semakin galau.


    Chat dalam WA grup alumni SMA itu terus mengalir. Semuanya tentang Yayuk. Ada yang mengejek, ada pula yang mencoba memberi solusi. Mesti di ejek, dengan pede-nya Yayuk tetap menjawab dan merasa bangga. Meski di grup itu, ada juga yang tidak coment. Terutama orang-orang yang dekat dengan Yudi. Merasa kasihan kalau Yudi yang baik itu ikut di buli. Apalagi Rini, dia sudah alergi dengan Yayuk yang suka fitnah, suka menyebarkan berita bohong. Rini sudah merasa bersalah dengan Yudi gara-gara cerita-cerita bohong yang disebarkan oleh Yayuk. Tentu Rini menjadi sangat tidak suka dengan Yayuk.


    Di Jakarta, Rini tersenyum mengejek saat membuka WA grup alumni SMA. Ya, Rini sudah memastikan, jika Yayuk itu pasti berbohong. Makanya, sekarang Rini sudah tidak lagi respek, tidak lagi terpancing emosi dengan obrolan dari Yayuk yang seolah-olah mengatakan jika Yudi akan menikah dengannya. "Huff .... Perempuan kayak Yayuk itu matre ..., mana mau Yudi berdekatan,"  begitu pikir Rini.


    "Tuloliing .... Tuloliliiing ...." telepon Rini berdering. Alex memanggil.


    Rini langsung mengangkat HP, menjawab telepon.


    "Halo, Alex .... Ada apa, ya?" tanya Rini saat menjawab telepon.


    "Hai, Rini .... Bagaimana kabarmu? Katanya kemarin habis sakit, ya?" jawab Alex yang langsung menanyakan kabar Rini.


    "Baik, Lex ..., ini sudah sehat kok. Sebulan yang lalu, sempat dirawat di rumah sakit." jawab Rini.


    "Syukurlah. Sakit apa?" tanya Alex lagi.

__ADS_1


    "Kata dokter, jantungku agak melemah, karena kecapaian. Tapi sekarang sudah baik. Tidak apa-apa." jawab rini.


    "Ya, jaga diri .... Kita sudah tua, Rin ..., jangan terlalu memaksakan diri." sahut Alex.


    "Iya, Lex .... Terima kasih nasehatnya. Tumben telepon ..., ada berita apa ini?" tanya Rini.


    "Aah ..., cuma pengin tahu kabar saja. Oh ya, Rin, memang HP Yudi hilang, ya?" tanya Alex tiba-tiba.


    "Ih, kok tanyanya ke aku?!" sahut Rini.


    "Yang teman dekat sama Yudi kan Rini .... Wajar kan kalau aku nanya ke kamu?!" jawab Alex.


    "Iya, Lex .... Itu sudah lama, saat pulang dari Jakarta, meeting dengan suamiku, saat naik taksi HP-nya terjatuh." jawab Rini menceritakan.


    "Lah, kok ya naik taksi? Apa tidak ada sopir yang ngantar?" tanya Alex.


    "Yudi tergesa, saat sopirnya datang Yudi sudah terlanjur pulang." jawab Rini.


    "Terus? Yudi tidak beli HP lagi? Komunikasi terputus?" tanya Alex menyelidik.


    "Maaf, Lex .... Sebenarnya Yudi sudah beli HP, tapi karena kesibukannya, ia belum mau dimasukkan ke grup WA alumni." jawab Rini.


    "Boleh aku dikirimi nomor Yudi?" pinta Alex.


    "Aduh, Lex ..., aku gak berani ngasih nomor HP Yudi ke siapapun, takut dimarahi Yudi." jawab Rini.


    "Kok gitu? Aku ini teman baik Yudi, Rin .... Sama seperti dirimu. Aku pengin ngomong sama Yudi, penting ini masalahnya." kata Alex.


    "Aduh, gimana ya, Lex ...?! Masalah apa sih?" Rini menjadi bingung.


    "Itu ..., yang di WA grup .... Rini sudah baca?" sahut Alex.


    "Yang mana?" tanya Rini, mesti sudah menduga.


    "Yayuk .... Katanya ia mau menikah dengan Yudi .... Benar nggak?" sahut Alex.


    "Oo .... Alex percaya?" tanya Rini.


    "Ya udah, kalau gak percaya .... Apa lagi yang ditanyakan?" kata Rini.


    "Ya ampun, Rini .... Ijinkan saya telepon Yudi .... Untuk memastikan. Aku kasihan sama Yudi, Rin .... Please ...." pinta Alex.


    "Oke .... Tapi janji ..., tidak memberikan nomor ini kepada siapapun. Ini saja aku berikan ke Alex, pasti nanti Yudi marah sama saya. Aku takut kalau dimarahi Yudi, Lex." kata Rini.


    "Rini, sejak SMA kita berempat bersahabat dengan Yudi. Makanya kita sering dipanggil HARY Empat Sekawan, yaitu Handoyo, Alex, Rini dan Yudi. Masih ingat, kan? Kita masih sama. HARY Empat Sekawan, sampai hari ini tetap orang-orang baik yang tidak berubah dalam bersahabat. Pasti, Yudi tidak akan marah kalau saya hubungi." tegas Alex mengingatkan persahabatan mereka saat SMA.


    "Iya, Lex .... Aku percaya. Aku beri nomor Yudi, tapi tolong nomor itu benar-benar kita rahasiakan. Yudi sudah memesan seperti itu ke saya." jawab Rini yang akhirnya memberikan nomor HP Yudi.


    "Terima kasih ya, Rin .... Semoga Yudi tidak apa-apa." kata Alex.


    "Kembali kasih, Lex .... Nanti setelah telepon Yudi, aku dikabari jawabannya, ya ...." balas Rini.


    "Siaaap ...!" sahut Alex yang mengakhiri teleponnya.


*******


    Di puncak bukit Kampung Nirwana, Yudi masih sibuk melakukan pengecekan pekerjaan para tukang, saat teleponnya berdering ada panggilan. Yudi mengangkat panggilan telepon. Nomor belum ada namanya.


    "Halo, dengan siapa ini, ya?" tanya Yudi menjawab telepon.


    "Ini aku, Yud ..., Alex ...." jawab dari orang yang menelepon.


    "Hai, Alex ...! Piye kabarmu, Cak ...?!" Yudi langsung menyahut.


    "Hahaha .... Baik, Yud .... Gimana kabarmu? Sibuk, ya?" tanya Alex balik.


    "Menyibukkan diri, Lex .... Dapat nomor saya dari siapa, ini? tanya Yudi.


    "Maaf, Yud .... Dari Rini .... Jangan kamu marahi, ya .... Ini untuk kita, HARY Empat Sekawan ..., ingat nggak?" kata Alex.


    "Hahaha .... Kamu masih ingat saja, Lex, masa-masa SMA dahulu .... Ya, ya, ya .... Okey, lah. Kapan ke Jogja lagi?" sahut Yudi.


    "Besok kalau sudah dapat undangan dari Yudi .... Hehe ...." jawab Alex.

__ADS_1


    "Undangan apa?" tanya Yudi.


    "Ya, undangan nikahan Yudi, lah .... Katanya sudah mau menikah?" sahut Alex.


    "Nikahan? Siapa yang mau nikah? Ah, kamu itu ada-ada saja, Lex ...!" sahut Yudi.


    "Makanya, ini tadi aku memaksa Rini untuk ngasih nomor kamu, mau telepon ke kamu, Yud, memastikan berita itu." jelas Alex.


    "Ah, berita apaan? siapa yang bilang, Rini ya?!" tanya Yudi.


    "Bukan Rini .... Justru Rini menyuruh saya tanya langsung ke kamu. Rini malu kalau nanya-nanya yang sensitif. Hehe ...." sahut Alex.


    "Emang sensitifnya di bagian mana?" tanya Yudi.


    "Ya, itu .... Yudi mau menikah. Katanya ini sebentar lagi Yudi mau menikah dengan Yayuk?" tanya Alex yang langsung menyebut nama Yayuk.


    "Hah ...?! Siapa yang bilang, Lex?!" tanya Yudi.


    "Yayuk sendiri .... Masak aku bohong sama kamu, Yud ...." tukas Alex.


    "Ya ampun, Alex .... Gak bener, Lex .... Itu bohong!" Bantah Yudi.


    "Di WA grup alumni SMA sudah ramai beritanya .... Makanya saya harus konfirmasi ke kamu, Yud. Benar apa tidaknya, soalnya aku juga gak percaya. Tapi Yayuk posting foto-foto sama kamu." jelas Alex.


    "Ya ampun, Alex .... Itu bohong. Memang beberapa minggu yang lalu Yayuk pernah datang ke rumahku, foto-foto. Ya mengajak aku juga. Bahkan hari minggu kemarin, dia datang lagi ke rumahku, katanya piknik ke Jogja. Tapi hanya sebentar, saat simbokku keluar mau menemui, dia malah berpamitan pulang. Hanya sebentar. Malah disuguh jajanan sama anak-anak saja tidak disentuh sama sekali. Tidak tahu mau ngapain dia ...." Jelas Yudi.


    "Oo .... Jadi begitu, ya .... Kok bisa-bisanya mengarang dongeng. Dasar, janda gatel ...." kata Alex yang ikut emosi.


    "Ya sudah, Lex .... Kita saling mendoakan, semoga dijauhkan dari fitnah." kata Yudi, yang sejak SMA, di antara empat sekawan Yudi yang bersikap paling dewasa dan selalu meredam emosi teman-temannya.


*******


    "Halo, Rini ...." suara Alex menelepon Rini.


    "Hai, Alex .... Bagaimana? Sudah telepon Yudi?" tanya Rini.


    "Sudah, Rin .... Ah, memang keterlaluan itu si Yayuk .... Dasar janda gatel ...." umpat Alex yang terbawa emosi.


    "Iih ..., kok gitu sih, Alex? Jangan emosi, Lex ...." pinta Rini.


    "Habis, gara-gara perempuan genit itu, hampir saja persahabatan kita terpecah." kata Alex.


    "Iya, Lex .... Sebenarnya minggu-minggu lalu aku sudah telepon Yudi. Bahkan sempat marah-marah sama Yudi. Kok kayak nggak ada perempuan lain, menikah kok memilih Yayuk. Masih banyak perawan yang mau, ngapain milih janda. Begitu makianku pada Yudi." cerita Rini.


    "Iya, Rin. Tadi aku juga sempat marah sama Yudi. Ternyata ceritanya lain. Beda dengan obrolan yang ramai di WA grup. Parah!" jelas Alex.


    "Memang ceritanya bagaimana dari Yudi?" tanya Rini yang ingin tahu.


    "Yayuk memang pernah datang ke rumah Yudi, katanya piknik. Lantas foto-foto, bahkan ngajak Yudi berfoto. Itulah yang diposting. Mungkin karena tahu kalau Yudi masih bujang, makanya Yayuk berusaha mendekati. Siapa tahu bisa digaet, kan punya rumah seperti istana .... Hahaha ...." kata Alex.


    "Huh, dasar. Tapi mungkin harapannya seperti itu ya, Lex ...." sahut Rini.


    "Ya iya, lah .... Masak Rini tidak tahu, seperti apa si Yayuk itu. Setiap ada laki-laki tajir, langsung ngejar, ada pejabat keren, langsung didekati .... Yang penting duitnya banyak. Hehe ...." gurau Alex.


    "Eh, Lex ..., tapi Yudi bagaimana reaksinya saat didatangi Yayuk?" tanya Rini yang tentu penasaran.


    "Ya nggak kelas lah, Rin .... Yudi itu orang super baik. Sejuta satu menemukan orang kayak Yudi. Masak mau menikah dengan Yayuk, mau nyari sengsara?! Hahaha ...." sahut Alex.


    Tentu mendengar penjelasan Alex ini, Rini merasa senang. Orang yang didambakan itu memang benar-benar teguh dalam memegang cintanya. Apalagi saat Yudi disanjung oleh Alex, sejuta satu orang seperti Yudi, Rini benar-benar melambung. Membayangkan kebaikan Yudi. Oh, seandainya ....


    "Seperti itu ya, Lex .... Terus Yayuknya bagaimana? Kok postingannya mau menikah?" tanya Rini yang masih penasaran.


    "Malahan kata Yudi, saat ibunya Yudi keluar menemui Yayuk ..., Yayuk-nya langsung pulang. Pergi begitu saja tanpa pamitan." lanjut cerita Alex.


    "Hehehe .... Gitu kok bilangnya mau nikahan, ya .... Parah ternyata." kata Rini.


    "Iya, Rin .... Yah, pokoknya kita saling komunikasi, tetap menjaga keharmonisan persahabatan, dan saling mendoakan. Begitu ya, Rin .... Terima kasih sudah percaya sama saya." kata Alex mengakhiri teleponnya.


    "Iya, Lex ..., aku juga berterima kasih sudah diberi motivasi. Sukses untuk Alex." Rini menutup telepon.


    Rini benar-benar bahagia. Beban dalam hatinya sudah terlepas. Plong rasanya. Ternyata sahabat-sahabat lama yang baik hati, sanggup mengurai permasalahan yang dipikul. Kini semuanya sudah jelas. Postingan-postingan Yayuk hanyalah halu belaka. Khayalan perempuan matre yang berharap bisa mendekati laki-laki kaya. Dan ternyata, Yudi yang sekarang masih tetap sama seperti Yudi yang dahulu dekat dengan dirinya.


    Rini tersenyum bahagia. Senyum kemenangan dari Yayuk. Cinta itu memang unik, seunik orang-orang yang bercinta.

__ADS_1


__ADS_2