
Untuk menyenangkan hati orang tua, Yudi ingin mengajak calon mertuanya berkeliling menikmati suasana kota Jogja. Tentu untuk berwisata ke tempat-tempat terkenal di Jogja. Yuna ikut serta. Bapak dan simboknya Yudi juga diajak. Pertama kali Yudi ingin mengenalkan Candi Prambanan. Sebuah Candi Hindu yang termegah di Indonesia. Mereka berlima, masuk ke kawasan Candi Prambanan, tentu dengan penuh kekaguman. Terutama Yuna dan ayahnya. Meski sudah berbulan-bulan Yuna berada di Jogja, namun belum pernah pergi ke Candi Prambanan. Apalagi ayahnya Yuna, laki-laki tua yang sudah menumpahkan semua kehidupannya untuk kegiatan religi di kuil, sesuai dengan kepercayaannya, tentu begitu mendengar Candi Prambanan sebagai pusat agama Hindu di tanah Jawa, rasa ingin tahunya sangat penasaran.
"Ini adalah Candi Prambanan. Sebuah Candi Hindu yang terbesar di Indonesia." kata Yudi menjelaskan.
Yuna langsung menerjemahkan ke dalam bahasa Jepang untuk ayahnya.
"Chichioya, kore wa puranbanan jiindesu. Hindo-u kyo no shukyo-tekina reihaisho. Saidai no hindo-u jiin." kata Yuna menjelaskan kepada ayahnya.
"Hoho .... Puranbanan jiin ..., oku no nihonjin ga puranbanan jiin ni tsuite hanashimasu. Hontoni bikkuri shimashita ...." kata ayahnya Yuna.
"Yudi, ayahku benar-benar terkagum dengan kemegahan Candi Prambanan. Tokoh agama di Jepang banyak yang bercerita tentang megahnya Candi Prambanan." jelas Yuna menyampaikan apa yang dikatakan ayahnya.
"Banyak misteri di Candi Prambanan ini, Yuna .... Sebenarnya aku takut mengajakmu ke tempat ini." kata Yudi pada Yuna.
"Memang ada apa, Yudi?" tanya Yuna.
"Candi Prambanan ini merupakan ungkapan cinta terbesar dari seorang raja, yaitu Raja Boko. Kisahnya sangat tragis, ketika Raja Boko jatuh cinta kepada seorang gadis yang bernama Roro Jonggrang, gadis cantik yang berasal dari Kampung Prambanan. Roro Jonggrang berniat untuk menolak cintanya. Tetapi untuk menolak lamaran dari seorang raja, tentu gadis itu takut untuk mengatakannya. Maka untuk menolak cintanya itu, Roro Jonggrang mengajukan syarat kepada Raja Boko. Roro Jonggrang mau dinikahi Raja Boko dengan syarat dibuatkan seribu candi dalam waktu semalam. Roro Jonggrang berfikir, pasti Raja Boko tidak sanggup melakukannya, sehingga gagal untuk mempersunting dirinya. Raja Boko menyanggupi permintaan Roro Jonggrang. Maka pada malam yang ditentukan, Raja Boko mulai membangun candi seribu yang diminta Roro Jonggrang. Raja Boko mengeluarkan ilmu kesaktiannya, yaitu ajian Bandung Bondowoso. Ribuan jin membantu pekerjaan Raja Boko untuk membuat candi sebanyak seribu. Jin-jin itu membuat, memahat dan mengusung balok-balok batu, menyusun menjadi tumpukan candi yang indah, dengan ukiran-ukiran relief yang rumit, serta patung-patung yang menawan. Roro Jonggrang yang mendapat kabar jika candi seribu yang diminta itu sudah akan jadi, ia bingung, khawatir tidak sanggup menolak lamaran Raja Boko. Maka ia berusaha menggagalkan pekerjaan, caranya adalah dengan membangunkan para wanita di kampungnya, lantas menyuruh para wanita itu menumbuk padi. Mendengar suara orang menumbuk padi, para jin dari ajian Bandung Bondowoso yang dimiliki oleh Raja Boko, langsung menghentikan pekerjaannya, karena mengira hari sudah mulai pagi. Padahal pembangunan candi seribu belum selesai, masih kurang satu buah patung lagi yang belum dibuat. Roro Jonggrang tersenyum puas, karena berhasil menggagalkan pembangunan seribu candi, yang artinya Raja Boko tidak dapat memenuhi syarat lamarannya. Tahu jika dirinya telah diperdaya oleh Roro Jonggrang, Raja Boko marah. Lantas Raja Boko mengutuk Roro Jonggrang menjadi patung, untuk menggenapi patung yang ke seribu." cerita Yudi pada Yuna.
"Ngeri sekali, Yudi .... Memang Roro Jonggrang itu cantiknya seperti apa sih, kok sampai Raja Boko tergila-gila seperti itu?" tanya Yuna yang penasaran.
"Yang pasti cantik sekali. Ayo aku tunjukkan patung Roro Jonggrang yang terpajang di dalam candi yang terbesar." kata Yudi yang langsung mengajak Yuna menuju candi yang terbesar.
__ADS_1
"Chichioya ..., zo o mite mimashou Roro Jonggrang." Yuna mengajak ayahnya unruk menyaksikan patung Roro Jonggrang.
"Roro Jonggrang ...? Kanojo wa daredesuka?" tanya ayahnya.
"Roro jonggrang wa boko-o ni norowa rete dozo ni natta bijodesu." Yuna menjelaskan jika Roro Jonggrang adalah wanita cantik yang dikutuk oleh Raja Boko menjadi patung.
"Wee .... Totemo kowai ...." ayah Yuna merasa ngeri mendengar ceritanya.
Selanjutnya, mereka berlima berjalan bersama menuju ke bangunan candi paling besar dan paling tinggi. Kemudian mereka masuk ke ruangan candi. Di dalam ruangan itu, terdapat sebuah patung wanita, yang diyakini itu adalah patung Roro Jonggrang yang dikutuk oleh Raja Boko.
"Sisi mistis dari Candi Prambanan yang sangat megah, sangat luas, dan sangat banyak ini, hanya dibangun dalam waktu satu malam. Dan yang membangun adalah para jin yang diperintahkan oleh Raja Boko. Jin itu makhluk-makhluk gaib yang berada di alam fana. Kita sulit bahkan tidak mungkin untuk melihatnya. Tetapi Raja Boko yang terkenal sakti dengan kekuatan gaibnya, dengan kesaktian aji Bandung Bondowoso, sanggup menghimpun jin-jin di alam lain tadi menjadi pasukan yang sangat kuat." jelas Yudi.
Tentu, Yuna menjelaskan cerita ini kepada ayahnya. Sebuah kisah kesaktian seorang raja yang memiliki pasukan jin dari alam di luar nalar manusia.
"Iya, Yuna .... Raja Boko memang sangat mencintai Roro Jonggrang, tetapi cinta itu tidak ditanggapi. Itu persoalan politik pada masa itu. Jika cinta sudah dipolitisir, sudah dikaitkan dengan kepentingan-kepentingan duniawi, jika sudah ditimpali kepentingan perang, maka jangan pernah berharap cinta itu akan abadi. Cinta hanya merupakan kata-kata yang penuh kamuflase." jelas Yudi.
"Memang Roro Jonggrang cintanya bagaimana?" tanya Yuna.
"Cinta Raja Boko dengan Roro Jonggrang terjalin pada waktu yang tidak tepat, pada masa yang kurang menguntungkan. Cinta mereka terjadi pada masa perseteruan antar kerajaan di masa itu. Tentu akan memunculkan kebencian yang berpengaruh dalam memandang orang, meski mereka sebenarnya senang atau jatuh hati. Ada dendam yang tidak mungkin dilupakan. Ada permusuhan yang tidak bisa dihindarkan. Bukan Roro Jonggrang yang salah, hanya waktu dan tempat yang tidak pas. Yuna pasti ingat dengan cerita Cleopatra yang maju perang melawan Raja Alexander Agung dari Romawi .... Demikian juga Roro Jonggrang, walau tidak berdaya ia tetap ingin memberikan perlawanan kepada orang yang sudah menindas kemerdekaannya, menindas rakyatnya." Yudi menjelaskan kisah Roro Jonggrang.
"Raja Boko tentunya orang yang kaya raya, mengapa Roro Jonggrang menolaknya?" tanya Yuna lagi.
__ADS_1
"Yuna ..., cinta itu jangan disamakan dengan barang dagangan. Cinta itu jangan diukur dengan harta benda dan kekayaan. Cinta itu tidak membedakan kasta, tidak membedakan status sosial, tidak membedakan agama, suku maupun ras seseorang. Namun cinta juga tidak mau dipaksakan dengan segala macam itu, termasuk dipaksakan oleh kepemilikan harta benda maupun kedudukan. Meskipun Raja Boko ingin mempersunting Roro Jonggrang, namun niatnya bukan karena cinta, melainkan nafsu syahwat belaka, yaitu nafsu seorang laki-laki yang menyaksikan kemolekan tubuh wanita. Itu bukan cinta, Yuna ..., itu nafsu. Sama seperti hewan, hanya bisa melampiaskan nafsu, bukan cinta. Makanya Roro Jonggrang tidak mau menerima itu semua, meskipun ia tahu kekayaan Raja Boko yang berlimpah di seantero kerajaannya, termasuk jabatan dan kekuasaannya." jawab Yudi.
"Sungguh luar biasa pendirian cinta Roro Jonggrang. Saya sungguh terkagum. Pada masa peradaban belum semaju seperti zaman sekarang, sudah ada wanita yang menentang cinta haram. Padahal di masa sekarang, umumnya perempuan tergila-gila dengan laki-laki yang mengobral harta, membagi-bagi uang, punya jabatan tinggi. Yah, hanya dibohongi kalau sang laki-laki itu punya kekuasaan, perempuan-perempuan langsung mengejar, meski hanya dijadikan wanita simpanan. Payah mereka itu." kata Yuna yang mengejek perempuan matre tentunya.
"Yuna ..., tidak semua perempuan seperti itu. Masih banyak perempuan yang baik. Contohnya dirimu ini, Yuna .... Saya heran, mengapa Yuna mau bertunangan dengan saya?" sahut Yudi.
"Ih .... Yuna bukan wanita yang gila harta, dan bukan gila jabatan .... Tetapi Yuna tergila-gila sama seniman gila .... Haha ...." sahut Yuna yang langsung tertawa sudah mengejek Yudi gila.
"Ah ..., Yuna jatuh cinta karena diriku handsome .... Iya, kan ...?!" goda Yudi.
"Ih .... Sudah tua, iya .... Hehe ...." lagi-lagi Yuna mengejek.
"Mungkin, jika diriku hidup di zaman Roro Jonggrang, ia pasti akan tergila-gila mencintaiku .... Hahaha ...." Yudi balas menggoda Yuna.
"Bukannya terbalik ...?! Kalau yang jadi Roro Jonggrang itu diriku, maka aku akan minta syarat, buatkan aku seribu lukisan yang terpajang di langit biru. Hayo, sanggup apa tidak ...?!" bantah Yuna.
"Yuna, aku ingin dirimu seperti Roro Jonggrang, yang teguh mempertahankan cinta. Namun dibalik misteri cinta Roro Jonggrang, dia adalah wanita yang memperjuangkan kaum wanita, agar tidak dijadikan budak nafsu bagi laki-laki. Ia juga sudah memberikan contoh sebagai wanita yang tidak tergila-gila dengan harta kekayaan, jabatan maupun kekuasaan. Ia berani mempertahankan kesucian cintanya, tidak tergiur dengan berbagai iming-iming kemewahan, tidak gentar meski berhadapan dengan penguasa." pinta Yudi pada Yuna.
"Namun kenyataannya, Roro Jonggrang dengan cintanya yang suci, terkalahkan oleh watak angkara murka. Ia dikutuk jadi patung. Yudi, saya takut dengan kutukan Raja Boko ...." kata Yuna yang memegang erat lengan Yudi.
"Cinta itu suci, Yuna .... Asal kita bisa menerima dan memberi cinta sesuai dengan peran dan tanggung jawab masing-masing, maka cinta itu tidak akan menjadi kutukan, tetapi justru akan tumbuh dan berkembang dengan subur. Yuna, aku ingin dirimu menjaga kesucian cinta seperti Roro Jonggrang. Jangan khawatir, Yuna .... Aku akan menjaga cinta kita." sahut Yudi.
__ADS_1
Selanjutnya, mereka berlima berjelan mengelilingi Candi Seribu yang terkenal dengan sebutan Candi Prambanan itu. Mereka menelusuri misteri cinta Roro Jonggrang yang tertuang dalam setiap relung dan pahatan batu.
Akankah Yuna sanggup mengungkap misteri kesucian cinta Roro Jonggrang?