
Sebenarnya Yayuk sudah pasrah untuk menangkap Yudi. Yang jelas Yayuk sudah menyaksikan sendiri di rumah Yudi, saat ia bertamu pada hari Minggu, meski hari Sabtu juga sudah datang ke rumah Yudi, namun tidak bertemu. Lantas, Minggu pagi-pagi, Yayuk sudah sampai di rumah Yudi, dan ketemu dengan orang yang dicari. Setelah duduk berhadapan dengan Yudi, Yayuk menyaksikan ada anak kecil yang memanggil Yudi dengan sebutan papah. Demikian juga saat ia melihat, bahkan sempat dikenalkan dengan wanita asing yang tidak fasih berbahasa Indonesia, katanya sebagai istri Yudi. Sungguh keterlaluan, orang jauh-jauh datang dari Palembang, khusus ingin bertemu Yudi, ingin menagih cinta, malah dipertemukan dengan orang yang sudah menempati istana idamannya.
Tentu saja Yayuk menjadi sakit hati. Dan tentunya juga malu jika cerita ini sampai didengar atau diketahui teman-temannya. Oleh sebab itulah, sengaja Yayuk memposting gambar dirinya yang memeluk Yudi. Soal reaksi teman-temannya, itu urusan nanti. Jika ada yang coment menyenangkan, ya syukur. Jika ada yang tidak senang, ya biar saja. "Emang gue pikirin", begitu pikir Yayuk.
"Halo, Yayuk ....?!" Alex menelepon Yayuk.
"Iya, ada apa ya, Alex?" jawab Yayuk dalam panggilan telepon tersebut.
"Yayuk, maaf jika saya mengganggu. Terus terang saya ingin tahu tentang postingan Yayuk tempo hari." kata Alex.
"Ya, memangnya ada apa, ya?" tanya Yayuk.
"Itu gambar yang Yayuk posting, diambil dari mana?" tanya Alex mencoba menelisik.
"Foto di rumah Yudi." jawab Yayuk.
"Kapan itu kamu foto sama Yudi?" tanya Alex.
"Minggu kemarin." jawab Yuna.
"Memang hari Minggu kemarin Yayuk ke Jogja? Ke rumah Yudi?" tanya Alex lagi.
"Iya, Lex .... Maaf tidak mengajak teman-teman. Maklum ada urusan pribadi dengan Yudi." jawab Yayuk.
"Tidak apa-apa, Yuk .... Toh saya juga masih sibuk, banyak kerjaan." jawab Alex.
"Wah, sibuk mengerjakan apa, Lex?" tanya Yayuk.
"Ah, biasa .... Orang proyek yang dikerjakan ya bangunan, Yuk ...." sahut Yudi.
"Pasti uangnya banyak .... " kata Yayuk.
"Ini cuman proyek kecil-kecilan kok, Yuk, cuman di bawah sepuluh." sahut Alex.
"Sepuluh apa? sepuluh milyar ...?! Wao .... Traktir saya dong, Lex ...!" kata Yayuk yang langsung ngiler dengar kata-kata tentang uang banyak.
"Siaaap ...."
"Bener, ya ...?! Kapan saya boleh main ke rumahmu, Lex? Aku dikasih alamatnya, ya .... Pasti aku ke sana." kata Yayuk yang mulai berambisi akan datang ke rumah Alex.
"Iya ..., gampang .... Nanti bareng teman-teman. Khusus untuk Yayuk, nanti bareng Yudi." kata Alex yang kembali akan memancing Yayuk.
"Iih, ngapain bareng-bareng dengan Yudi?!" protes Yayuk.
"Lho, katanya Yayuk sudah siap-siap nikah sama Yudi ...? Bagaimana, sih ...?!" sahut Alex, yang tentu dengan jawaban Yayuk seperti itu mulai mencurigakan.
"Waduh, Lex .... Alex itu kayak gak tahu wanita zaman sekarang, yang penting happy, Lex ..., jangan mikirin yang susah-susah. Hidup itu dibuat enjoi, cari enaknya. Hidup sekali harus dibikin bahagia." jawab Yayuk.
"Maksud Yayuk?" tanya Alex yang tentu belum tahu arah pembicaraan Yayuk.
__ADS_1
"Saat bersama Yudi, ya kita happy-happy sama Yudi .... Saat ditraktir Alex, ya happy-happy sama Alex. Begitu, Lex .... Asyik, kan ...?!" jelas Yayuk.
"Oo ..., begitu ya?!" tentu Alex sudah bisa menduga, bagaimana karakter Yayuk ini.
"Gimana, Lex? Oke kan?" Yayuk ganti mendesak Alex.
"Iya .... Kalau masalah cuma nraktir Yayuk, itu gampang. Justru yang ingin saya tanyakan ke Yayuk, sebenarnya hubungan kamu dengan Yudi itu bagaimana?" tanya Alex yang sudah tidak mau panjang lebar berbasa-basi lagi dengan Yayuk.
"Yah, sebenarnya aku pengin nikah sama Yudi. Tetapi kayaknya ada teman kita yang gak suka kalau aku dekat dengan Yudi." kata Yayuk yang berubah lagi.
"Teman kita? Siapa, Yuk?" Alex jadi penasaran.
"Pokoknya ada ...." sahut Yayuk.
"Laki-laki apa perempuan?" tanya Alex lagi.
"Ya perempuan, lah .... Dia itu kan pengin menguasai hartanya Yudi." sahut Yayuk.
"Masak, sih? Siapa, Yuk?" tanya Alex lagi.
"Ya teman kamu itu, Lex .... Siapa lagi kalau bukan Rini. Dasar wanita murahan ...." jawab Yayuk yang langsung menuduh Rini.
"Masak sih, Yuk?" tanya Alex lagi yang mulai jengkel sama Yayuk. Tentu ini fitnah.
"Ya iya, lah .... Waktu Rini ke rumah Yudi itu, dia sudah mulai mendekati Yudi, lantas menggoda agar Yudi terpikat .... Gitu, kan?!" sahut Yayuk.
"Ya ampun, Alex .... Suaminya Rini itu karyawan swasta, sudah tua, sakit-sakitan. Masak kamu kayak tidak tahu saja bagaimana Rini itu .... Cari yang lebih muda, lebih ganteng dan lebih kaya .... Gitu to, Lex! Apalagi Rini di rumah hanya sebagai ibu rumah tangga yang selalu sibuk di dapur dan ngurusi anak. Bosan, Lex." sergah Yayuk.
"O begitu, ya .... Memang Yayuk pernah tahu kalau Rini ngejar-ngejar Yudi?" tanya Alex yang berpura-pura membodoh.
"Ya iya lah ..., Rini saja sering curhat ke aku ...." kata Yayuk menambahkan.
"Curhat masalah apa?" tanya Alex yang seakan bodoh dan tidak tahu apa-apa. Padahal kata-kata Yayuk itu semua masuk dalam rekaman Alex.
"Ya ampun, Alex .... Ya masalah suaminya ...." sahut Yayuk.
"Iya, memang suami Rini kenapa?" tegas Alex.
"Sudah tidak jantan lagi .... Sudah loyo. Sudah tidak sanggup memberikan kebahagiaan batiniah ...." kata Yayuk.
"Mosok, sih?!" tanya Alex.
"Iya .... Makanya Rini tanya ke aku, pengin hidup seperti aku. Pengin bahagia .... Aku bilangin saja, hidup itu yang penting dibuat happy .... Begitu, Lex." sahut Yayuk.
"Oke lah .... Tapi kembali ke Yudi, sebenarnya Yayuk suka apa tidak sama Yudi?" tanya Alex.
"Suka banget, Lex .... Aku sangat jatuh cinta pada Yudi .... Hehe ...." sahut Yayuk.
"Cinta apa?" tanya Alex.
__ADS_1
"Pokoknya aku cinta banget .... Cintaku pada Yudi adalah segala-galanya ...." jawab Yayuk.
"Sebenarnya, yang Yayuk sukai pada diri Yudi itu apanya?" tanya Alex lagi.
"Yang jelas, Yudi kaya raya. Apalagi sekarang Yudi sudah punya obyek wisata yang sangat besar. Keren, Lex .... Hehe ...." jawab Yayuk.
Dasar perempuan matre .... Tentu Alex langsung memberikan penilaian itu kepada Yayuk.
"Jadi Yayuk cinta kepada Yudi, karena Yudi itu orang kaya?" tanya Alex.
"Ya iya, lah .... Hari gini, cinta itu yang melihat dulu kekayaannya. Jangan hanya cinta sama dengkulnya saja." sahut Yayuk.
"Apa Yayuk pernah tanya yang sebenarnya kepada Yudi tentang obyek wisata itu? Yang menurut cerita miliknya Yudi?" tanya Alex mulai mengarahkan ke kekecewaan Yayuk.
"Ya belum, sih ...." jawab Yayuk.
"Lhoh, sebenarnya Yayuk ini sudah pernah ngobrol dengan Yudi, apa belum sih?" tanya Alex yang akan mengupas kebohongan Yayuk.
"Belum juga ...." jawab Yayuk singkat.
"Lhah, terus kalau Yayuk ke rumah Yudi, ketemu Yudi ..., itu yang dibicarakan apa?" tanya Alex.
"Tidak ada .... Saya selalu tergesa kalau ke rumah Yudi. Maklum, kamu tahu sendiri kan, Lex ..., aku ini direktur bank. Sangat sibuk. Jadwalku padat. Tidak ada waktu untuk santai." kata Yayuk.
"Ya ampun, Yayuk .... Kamu belum tahu tentang Yudi yang sebenarnya, Yuk ...." kata Alex.
"Memang baru tahu sedikit .... Yang banyak cerita teman-teman ...." sahut Yayuk.
"Yayuk tahu kalau Yudi sudah punya seorang wanita yang ada di rumahnya?" tanya Alex yang langsung mengebom seluruh perkataan Yayuk.
"Iya .... Kemarin saat saya ke rumah Yudi, memang ada wanita cantik di sana." kata Yayuk mulai melemah. Serangan Alex sudah mengenai sasaran.
"Apakah wanita yang ada di rumah Yudi itu Rini?" tanya Alex lagi-lagi membongkar kata-kata Yayuk.
"Bukan, Lex .... Orang asing." jawab Yayuk.
"Yayuk tahu orang asing itu siapa? Dialah yang punya semua kekayaan itu. Yudi itu tidak punya apa-apa, Yuk. Yudi itu hanya pekerja pariwisata. Yudi itu bayarannya sedikit, tidak cukup untuk membeli obyek wisata yang seperti itu." kata Alex menghantam keras perasaan Yayuk.
"Betulkah begitu, Lex?" tanya Yayuk yang semakin lemas.
"Makanya, kamu itu jangan sok dekat dengan orang, Yuk .... Aku tahu, gambar yang kamu posting bersama Yudi itu editan, palsu, bohong .... Kamu keterlaluan, Yuk! Itu kalau Yudi atau keluarganya tidak terima, Yayuk dilaporkan ke pihak yang berwajib, dengan kasus undang-undang ITE, kamu pasti akan masuk penjara. Apalagi kamu sudah menuduh Rini yang nggak karuan .... Itu dosa besar. Kamu sudah membuat fitnah. Dan fitnah itu lebih kejam dari pembunauhan, Yuk. Jangan suka fitnah, Yuk. Terus, kamu juga nulis minta doa restu mau nikah, nikahan sama siapa? Jangan seperti itu Yuk .... Grup ini miliknya seluruh alumni, jangan membuat berita-berita hoax, jangan adu domba, jangan membohongi teman-teman. Silakan bergurau, silakan happy-happy, tapi jangan sampai ada fitnah dan jangan ada yang tersakiti." jelas Alex yang sudah membongkar topeng buruk Yayuk.
"Iya, Lex ...." sahut Yayuk.
"Maafkan saya ya, Yuk .... Sudah ikut campur urusan Yayuk, tapi ini demi kebaikan kita semua. Demi kebaikan bersama, alumni SMA angkatan kita." kata Alex mengankhiri teleponnya dengan Yayuk.
Puas rasanya perasaan Alex bisa menunjukkan kebenaran kepada temannya, yaitu Yayuk. Setidaknya, Alex sudah mengingatkan chatingan-chatingan maupun postingan-postingan yang diunggah Yayuk dalam grup WA alumni SMA. Semoga saja Yayuk bisa berubah. Bisa memperbaiki karakternya.
Cinta boleh saja, tapi jangan buta-butaan. Cinta buta bisa menghancurkan segalanya.
__ADS_1