
Rini yang sudah menerima undangan pernikahan dari Yudi melalui pesan WA yang dikirim oleh Bagas, tentu merasa senang. Ia segera memberi tahu anaknya, dan menelepon sahabat-sahabantnya.
"Halo, Alex ...." sapa Rini saat menelepon Alex, sahabatnya.
"Hai, Rini .... Bagaimana kabarmu?" sahut Alex yang menjawab teleponnya.
"Alex, ini ada kabar gembira ..., Yudi mau menikah ...." kata Rini memberi tahu sahabatnya tersebut.
"Hah ...?! Yang benar, Rin ...?!" Alex terkaget mendengar kabar tersebut.
"Benar .... Ini saya baru saja mendapat pesan WA dari Mas Bagas, yang menyampaikan undangan pernikahan Yudi ...." jawab Rini.
"Lhah, kok aku nggak dikasih undangan?" tanya Alex, yang tentu masih penasaran.
"Ini yang kirim pesan Mas Bagas .... Bukan Yudi sendiri. HP Yudi hilang saat mengalami kecelakaan, sampai sekarang belum punya HP lagi." kata Rini yang menjelaskan.
"Walah Yudi ..., Yudi .... Dasar orang katrok ...." kata Alex yang mengejek sahabatnya.
"Ini dalam pesan WA Mas Bagas, undangan pernikahan Yudi disuruh menyampaikan ke teman-teman SMA. Berarti seluruh teman dia undang." kata Rini lagi, menjelaskan isi pesan WA yang dikirim Bagas.
"Waah ..., bakalan reuni lagi, ini ...." sahut Alex.
"Ini, pesan WA saya kirim ke kamu, tolong nanti kamu yang posting di grup alumni." kata Rini.
Selanjutnya Rini meneruskan pesan WA yang dikirim oleh Bagas ke HP Alex. Semua pesan. Ada foto undangan, ada penjelasan hari dan tanggal pernikahan, serta ada keterangan agar pesan WA tersebut dikirimkan ke grup alumni SMA.
Alex sudah membaca isi pesan. Lantas meneruskan pesan undangan pernikahan Yudi tersebut di grup alumni SMA. Tentu grup alumni menjadi ramai. Apalagi Alex menambahi postingannya dengan kata-kata reuni ulang .... Teman-temannya langsung ribut. WA grup alumni pun langsung ramai dengan berbagai komentar.
“Tuliliiing tuloliliiiing …. Tuliliiing tuloliliiiing …!” HP Rini berdering. Anik, teman SMA Rini memanggil.
"Halo, Anik ...." sapa Rini saat menerima telepon.
"Hai, Rini .... Beneran Yudi mau menikah?" tanya Anik.
"Iya, betul .... Itu undangan sudah dishare di WA grup alumni." jawab Rini yang membenarkan postingan Alex tentang undangan pernikahan Yudi.
"Dapat orang mana?" tanya Anik lagi.
"Dapat gadis dari Jepang, namanya Yuna ...." jawab Rini.
"Lhoh, kok dapat orang Jepang ...? Katanya teman-teman dahulu, mau dapat janda dari Palembang .... Hahaha ...." kata Anik yang meledek.
"Aah ..., itu kan halunya si Yayuk ...." sahut Rini yang tidak senang dengan postingan-postingan Yayuk saat pamer bisa berdekatan dengan Yudi.
"Iya, ya .... Menurutku kalau Yudi dapat istri Yayuk, mending membujang sampai mati, ya .... Hahaha ...." lagi-lagi Anik meledek.
__ADS_1
"Kasihan Yudi .... Masak orang baik dapatnya rombengan ...." tambah Rini.
"Eh, Rini ..., besok berarti kamu berangkat ke Jogja, kan ...?" tanya Anik.
"Mudah-mudahan, kalau tidak ada halangan gue berangkat sekeluarga ...." jawab Rini.
"Nah ..., begitu dong, Rin .... Kita bisa reunian lagi. Sambil menyaksikan Taman Awang-awang Yudi, yang katanya sekarang sangat bagus, ya ...." kata Anik yang tentu jadi bagian ngajaki temannya kalau ada acara reuni. Dalam organisasi, Anik paling pas kalau dijadikan seksi humas atau seksi sibuk. Sesuai orangnya, yang gemuk tapi lincah.
"Iya ..., ini tadi saya baca di grup WA, teman-teman sudah ribut mau reunian lagi di tempatnya Yudi." kata Rini.
"Eh, Rin ..., kira-kira Yayuk berangkat apa enggak, ya ...?" tanya Anik yang mulai menggosip.
"Wah, kalau itu jangan tanya gue, Nik .... Langsung saja kamu telepon atau didata lewat WA grup, biar lebih seru ...." sahut Rini.
"Oh, iya ..., ya .... Betul ..., betul .... Nanti kita lihat responnya .... Oke, Rin ..., makasih, ya ...." kata Anik yang mengakhiri teleponnya.
"Huh ..., tau rasa, kamu ..., janda genit ...." gumam Rini sendirian. Tentu menggumam pada Yayuk.
“Tuliliiing tuloliliiiing …. Tuliliiing tuloliliiiing …!” HP Rini kembali berdering. Kali ini dokter Handoyo yang memanggil.
"Halo, dokter Handoyo, bagaimana ...?" sapa Rini saat menerima telepon.
"Halo, Rini .... Saya mau minta nomor telepon Yudi apa bisa?" pinta dokter Handoyo, sahabat karibnya.
"Yudi itu tidak punya HP, Han .... HP-nya hilang, sampai hari ini belum beli lagi. Katanya jengkel, HP hilang terus." jawab Rini.
"Memangnya ada apa?" tanya Rini.
"Soalnya, bulan Oktober itu saya tidak di rumah ..., ada kegiatan di Manila, dan tidak bisa saya tinggalkan. Jelas saya tidak mungkin menghadiri undangan Yudi." kata dokter Handoyo.
"Han ..., kita berempat itu sahabat karib, lho .... Kasihan Yudi." kata Rini yang tentu sangat keberatan jika dokter Handoyo tidak hadir dalam pernikahan Yudi.
"Tapi saya benar-benar tidak bisa, Rin .... Makanya saya ingin bicara langsung dengan Yudi." kata dokter Handoyo.
"Han, kamu ke Manila bersama istrimu apa sendiri? Kalau misalnya istrimu ada di rumah, lebih baik istrimu diminta mewakili dirimu, datang ke tempat Yudi. Istrimu sendiri yang bilang ke Yudi. Jangan kecewakan Yudi, kasihan dia." usul Rini memberi alternatif.
"Begitu, ya ...? Coba nanti saya bicara dengan istriku dahulu." kata dokter Handoyo.
"Gak usah khawatir .... Istrimu kan sudah kenal kita, besok biar menginapnya di tempatku, bersama-sama Alex." kata Rini yang lebih menegaskan.
"Ide bagus, Rini .... Nanti saya sampaikan ke istriku, semoga dia bisa. Terima kasih, Rin ..., nanti saya kabari lagi." kata dokter Handoyo yang mengakhiri teleponnya.
Rini melihat WA. Ada beberapa pesan yang masuk. Di WA grup sudah banyak pesan. Tetapi Rini membuka pesan yang japri terlebih dahulu. Ada pesan dari Yayuk, sudah cukup banyak pesannya. Rini membuka chat Yayuk.
"Halo, Rini ..., bagaimana kabarmu? Semoga sehat selalu." chat pertama dari Yayuk.
__ADS_1
"Rini, saya mau tanya, apa benar Yudi mau menikah?" chat kedua Yayuk.
"Aku kok tidak percaya kalau Yudi mau menikah ...." chat ketiga.
"Kira-kira Rini tahu, Yudi dapat orang mana?" chat keempat.
"Eh, Rini ..., sebenarnya aku dulu sudah bilang sama Yudi, kalau menikah, aku siap mendampingi ...." chat kelima.
"Ah, paling-paling ini hoaks ...." chat keenam.
Rini tertawa geli membaca pesan-pesan dari Yayuk. Kegi dengan kata-kata Yayuk. Rini ingin membalas, tetapi bingung, bagaimana kata-kata yang tepat untuk menjawab pesan-pesan ini. Jika ia jujur, pasti akan menyakiti Yayuk. Tapi kalau berbohong, itu nantinya akan lebih menyakiti.
Akhirnya, Rini menulis pesan obrolan, menjawab WA Yayuk, "Maaf, Yuk ..., saya belum tahu persis, apakah ini hoaks apa beneran. Karena selama ini, berita tentang Yudi di WA grup alumni selalu hoaks ...." begitu balas Rini.
Yayuk cepat merespon balasan Rini. Chat dari Rini langsung dibaca. Yayuk langsung mengetik.
"Iya, betul .... Masak Yudi mau menikah kok tidak ngabari saya ...." jawab Yayuk melalui obrolan yang dikirim ke Rini.
"Itu tanggalnya masih lama, Yuk ..., kita tunggu perkembangan selanjutnya." balas Rini.
"Iya, betul ...." balas Yayuk.
Rini menghentikan obrolan dengan Yayuk. Kalau diladeni, pasti tidak akan berhenti. Yang jelas, Yayuk pasti kecewa kalau Yudi menikah dengan orang lain. Usaha Yayuk pulang balik ke Palembang selama ini, pasti sia-sia.
Lantas Rini membuka pesan WA yang lain. Ada pesan dari Bagas. Segera Rini membuka dan membacanya.
"Ibu Rini ..., Mas Yudi menanyakan, apakah undangan sudah dishare ke WA grup alumni SMA?" begitu bunyi pesan dari WA Bagas.
Bergegas Rini mengangkat HP, lantas menekan panggilan pada WA Bagas.
"Iya, Ibu Rini ...." jawab Bagas dalam panggilan WA.
"Maaf mengganggu, Mas Bagas .... Undangan sudah dishare di grup WA alumni, Mas .... Apakah saat ini Mas Bagas bersama Yudi?" jawab Rini yang langsung menanyakan posisi Yudi.
"Maaf, Ibu Rini ..., ini saya masih bersama Pak Lurah untuk pesan-pesan perlengkapan persiapan acara nikah Mas Yudi .... Mas Yudi ada di rumah bersama Mbak Yuna, masih mengatur undangan yang lain." jawab Bagas.
"Mas Yudi belum beli HP, ya ...?" tanya Rini.
"Belum, Ibu Rini .... Katanya jengkel, HP-nya hilang terus ...." jawab Bagas.
"O, ya sudah .... Tolong sampaikan Mas Yudi, kalau undangannya sudah dikirim ke WA grup, teman-teman sudah pada komentar, dan rencana pada datang ke pesta pernikahannya, hanya dokter Handoyo yang belum bisa mengambil menjawab. Begitu, ya Mas Bagas ...." jelas Rini pada Bagas.
"Nggih, Ibu Rini .... Terima kasih." jawab Bagas.
Rini senang, akhirnya undangan Yudi sudah direspon oleh teman-temannya. Baik yang saling komentar di WA grup. maupun yang japri kepada Rini, serta menelepon. Tentu acara pernikahan Yudi akan ramai, terutama teman-teman SMA yang bakal ribut menggoda Yudi.
__ADS_1
Namun satu hal yang belum bisa dipastikan, Hamdan, suami Rini, apakah akan hadir dalam pesta pernikahan Yudi, ataukah tidak akan hadir. Persoalannya, ternyata diam-diam, Hamdan sangat cemburu terhadap Yudi.