KASIH BERSEMI DARI REUNI

KASIH BERSEMI DARI REUNI
Episode 238: LOUVRE MUSEUM


__ADS_3

    Seperti yang diharapkan oleh Silvy, apa yang di-Upload di medsos maupun dalam website, akan mendapat respon dari orang-orang yang melihatnya. Termasuk lukisan anggrek hitam yang dibuat oleh Yuni, yang diunggah di laman Yudi's Gallery. Silvy memberi judul lukisan itu "RARE FLOWER BLACK ORCHID", bunga langka anggrek hitam. Komentar-komentar langsung bermunculan.


    "Is this a real painting?" ada komentar dari lukisan Yuni.


    "Is it really this girl's painting?" komentar berikutnya.


    "Where can we see this painting?" komentar muncul lagi.


    Tentu, pagi hari saat sarapan bersama, Silvy langsung menyampaikan pertanyaan-pertanyaan itu kepada ayahnya.


    "Pah ..., ini postingan lukisan Yuni yang anggrek hitam kemarin itu, banyak ditanyakan orang. Rata-rata orang asing, karena pertanyaannya pakai bahasa asing semua .... Gimana, Pah?" tanya Silvy pada Yudi.


    "Pada tanya apa, Kak ...?" tanya Yuni yang juga ikut penasaran.


    "Ini, lho .... Seperti ini ...." jawab Silvy yang langsung menunjukkan tab-nya.


    Yudi mengamati tab anaknya. Demikian juga Yuni, yang tentu ikut penasaran dengan apa yang disampaikan oleh kakaknya.


    "Memangnya ada apa?" tanya Rini yang juga ikut penasaran.


    Tentunya Rini tertarik dengan lukisan Yuni yang sudah di-upload oleh Silvy. Semalam Yudi cerita tentang lukisan anggrek hitam yang dibuat oleh anaknya. Katanya lukisan itu sangat bagus dan detail. Yudi juga menceritakan, saat Yuni bertemu dengan para pelukis di Ubud Bali, gaya lukisan Yuni langsung berubah. Yuni sudah meninggalkan gaya Jogja. Tentu karena Yuni sudah menerima masukan dari para seniman Ubud. Setidaknya pengetahuan Yuni tentang tata cara lukis dan gaya dalam melukis, mulai berlari dari gaya pelukis-pelukis Jogja.


    Memang, sebelum diajak ayahnya pergi ke Ubud, Yuni hanya kenal dengan pelukis-pelukis Jogja, yang aliran lukisannya menganut ajaran ISI Jogja. Tetapi di Ubud, pelukis-pelukis kondang dari berbagai belahan bumi, berkumpul di sana. Mereka membawa aliran masing-masing. Tentu gaya melukisnya juga berbeda.


    Namun sekali lagi, Yuni adalah bocah genius. Ia mampu memfilter berbagai ilmu. Bahkan Yuni sanggup menggabung dan memodifikasi pengetahuan-pengetahuan yang diterimanya. Tentu justru dari berbagai aliran seni lukis yang bisa hidup berdampingan di Ubud Bali itulah, wawasan Yuni berkembang menjadi beda dengan para pelukis Jogja. Termasuk berlari meninggalkan cara melukis yang diajarkan oleh ayahnya. Yuni sudah menemukan ciri khas dalam melukis.


    "Pah ..., gimana ini njawabnya?" tanya Silvy yang tentu ingin menjawab komen-komen yang terus bermunculan.


    "Jawab saja 'Please come to Yudi's Gallery', begitu saja ...." kata Yudi enteng.


    "Oh, iya .... Jadi nanti mereka akan pada berdatangan kemari ya, Pah ...." sahut Silvy.

__ADS_1


    "Betul .... Ditambahi juga, 'Anggrek hitam langka yang asli ada di Taman Anggrek Nirwana', begitu .... Biar nanti juga ada yang beli anggrek kamu ...." timpal ibunya.


    "Betul, Mah .... Itu namanya, sekali merengkuh dayung, dua tiga tempat dikunjungi semua .... Hehe ...." jawab Silvy yang sudah paham dengan masukan ibunya.


    Ya, memang setelah Silvy menunggah lukisan "RARE FLOWER BLACK ORCHID" itu, terutama pada website Taman Anggrek Nirwana, kebun anggrek Yayan dan Silvy ini menjadi ramai pengunjung. Terutama adalah orang-orang kolektor anggrek yang ingin menyaksikan tanaman langka tersebut. Apalagi kalau cocok harganya, nanti bisa beli.


*******


    Di Yudi's Gallery, lukisan "RARE FLOWER BLACK ORCHID" sudah dipasang pada ruang utama lantai dua. Lukisan dengan ukuran sembilan puluh kali seratus dua puluh senti itu diberi bingkai kayu jati yang diukir halus. Yudi memasang lukisan anaknya itu di dinding utama, sengaja tidak ditemani oleh lukisan-lukisan lain. Tentu harapan Yudi lukisan anaknya itu menjadi fokus utama bagi para penikmat seni.


    Seperti jawaban yang diberikan oleh Silvy pada laman Yudi's Gallery, untuk menyaksikan "RARE FLOWER BLACK ORCHID" silakan berkunjung ke Yudi's Gallery. To watch "RARE FLOWER BLACK ORCHID" please visit Yudi's Gallery. Para pecinta seni dari berbagai negara berdatangan, ingin menyaksikan lukisan tersebut. Pastinya tidak hanya sekadar melihat, tetapi juga ingin membeli. Bahkan beberapa pengunjung sudah menawarkan harga. Kalau pengunjung lokal, wisatawan dari dalam negeri, paling-paling mengatakan kepada para petugas penjaga galeri begini, "Mbak, kalau boleh lukisan ini saya beli seratus ribu, ya ...." Sudah menawarnya segitu, biasanya masih mau pegang-pegang lukisannya, padahal sudah ada aturan di galeri tidak boleh menyentuh lukisan. Tentu membuat para petugas jengkel. Tapi kalau yang datang ke galeri itu turis asing, biasanya orang-orang Eropa, hanya melihat dari jauh saja tawaran harganya sudah di atas sepuluh ribu dolar.


    Lagi-lagi, Yudi sengaja tidak memberi label harga pada lukisan Yuni. Bahkan Yudi belum menjawab jika ada yang bertanya, lukisan itu akan dijual berapa. Untuk menghindari para pengunjung yang menanyakan harga, maka Yudi menyuruh pegawainya untuk membuat tulisan, "Will be auctioned on Yuni's birthday". Ya, Yudi berencana akan melelang lukisan "RARE FLOWER BLACK ORCHID" itu pada hari ulang tahun anaknya, pada bulan Juni, yang tinggal beberapa hari lagi. Yudi ingin acara ulang tahun anaknya diperingati dengan mengadakan pameran seni lukis di galerinya.


    Silvy langsung memposting rencana ayahnya. Ia menulis di laman, lagi-lagi tentang "RARE FLOWER BLACK ORCHID", tetapi di situ sudah ditambah kata-kata "FOR SALE", kemudian juga mencantumkan kata "WILL BE AUCTIONED IN JUNE", yang cukup besar. Silvy juga mencantumkan tanggal lelang. Tentu kabar berita itu menjadi catatan para kolektor seni lukis tingkat dunia.


    Seperti kalender yang sudah di tetapkan oleh Yudi's Gallery, hari ulang tahun Yuni yang ke sembilan, usia Yuni genap sembilan tahun, diramaikan dengan menggelar pameran seni lukis besar-besaran. Yudi tidak hanya mengundang seniman dari Jogja, tetapi juga seniman-seniman dari Ubud Bali, yang beberapa waktu lalu ia temui bersama anaknya. Tentu para pelukis yang bisa ikut pameran di acara ulang tahun Yuni, sangat gembira karena merasa mendapat kehormatan untuk pameran di ajang internasional.


    Rini juga ikut mendampingi Yuni dan suaminya. Tetapi Rini tidak mengenakan jas. Ia hanya mengenakan setelan blus dengan warna abu-abu. Tentu masih senada dengan warna jas anak dan suaminya. Mereka bertiga, Rini, Yuni dan Yudi, berdiri di samping lukisan "RARE FLOWER BLACK ORCHID". Tentu mereka bertiga menerima ucapan selamat serta bersalaman dengan semua tamu yang ikut hadir dalam pameran itu.


    Pada ruang bawah, koleksi lukisan Yudi's Gallery semua dipajang berjejeran di ruang oval. Sengaja tidak dicampur dengan karya-karya pelukis yang ikut pameran, ditempatkan jadi satu untuk sementara agar tidak tertukar atau terbawa oleh para peserta pameran lain. Ruang bawah yang lain, seperti ruang tabung, piramid, serta ruang-ruang lainnya, digunakan untuk menggelar karya-karya para pelukis yang ikut pameran. Rata-rata pelukis dari Jogja, Solo dan Jakarta. Yang ikut pameran sangat banyak. Tentu jumlah lukisannya juga banyak. Namun harga yang dibandrol pada lukisan-lukisan itu hanya kisaran satu hingga sepuluh juta saja.


    Sedangkan pada ruang atas, sebagian besar adalah karya-karya Yudi dan Yuni. Hanya ada beberapa karya lain yang bukan milik Yudi dan Yuni, yaitu lukisan para seniman dari Ubud yang diundang secara khusus oleh Yudi, sebagai rasa hormatnya saat bersedia menerima anaknya waktu berkunjung ke sanggar lukisnya.


    Seperti dugaan sebelumnya, pasti para pengunjung akan berkerumun menyaksikan lukisan Yuni "RARE FLOWER BLACK ORCHID". Terutama para kolektor yang datang dari Eropa, yang ingin membeli lukisan Yuni tersebut. Ya, sebuah lukisan yang sangat istimewa. Tentu para pelukis senior atau profesional, sangat heran dan takjub dengan hasil karya bocah berusia sembilan tahun tersebut.


    Waktu yang ditunggu-tunggu, acara lelang penjualan lukisan "RARE FLOWER BLACK ORCHID" pun dimulai. Awalnya Yudi memberi kata sambutan terlebih dahulu, sebagai pengantar untuk menjual lukisan itu. Yudi dan Yuni tidak mengharap harga tinggi, tetapi memohon agar lukisan anaknya itu bisa masuk ke dalam salah satu museum seni di Eropa.


    "My daughter doesn't go to school, because the teachers can't teach her. But we are trying to develop her talent. In fact, Yuni can make spectacular paintings." Yudi menjelaskan kalau anaknya tidak bisa bersekolah karena gurunya tidak sanggup mengajar, makanya keluarga Yudi mendidik Yuni secara mandiri.


    "I don't sell the painting "RARE FLOWER BLACK ORCHID" for money, but I hope that Yuni's painting can be included in the art museum as an education for children in the field of painting."

__ADS_1


    Begitu sambutan Yudi, yang tentu mendapat tepuk tangan yang sangat meriah dari para pengunjung yang sebagian besar adalah orang-orang asing. Tentu diantara para pengunjung itu adalah wartawan, yang nanti akan menulis berita penjualan lukisan "RARE FLOWER BLACK ORCHID" tersebut.


    "Yuni, how much will the painting sell for?" tanya salah seorang wartawan dari Amerika, yang ingin tahu harga lukisan itu.


    "I don't give a price. But who is willing to pay to be submitted as learning material, he is the one who has the right to take this painting to the museum." jawab Yuni yang benar-benar mengejutkan para kolektor.


    Lagi-lagi, tepuk tangan yang sangat meriah terdengar dari para pengunjung.


    "I can afford ten thousand dollars. Later I will submit it to a museum in the United States." kolektor dari Amerika Serikat langsung menawar sepuluh ribu dolar.


    "I paid ten thousand euros, for an art museum in Italy." mungkin ini kolektor dari Italia, yang berani membayar sepuluh ribu Euro.


    Berbagai penawaran terus bermunculan. Tentu para kolektor ini ingin memiliki secara pribadi lukisan Yuni. Tetapi sudah disampaikan oleh Yudi, jika lukisan Yuni "RARE FLOWER BLACK ORCHID" ini bisa masuk di musium, bukan sekedar koleksi pribadi.


    "I'll pay twenty-five thousand euros, for Louvre Museum in France."


    Suasana hening sejenak, menunggu tawaran dari pengunjung yang lain. Namun rupanya sudah tidak ada lagi yang menawar.


    "If there is no more bidding, then we will gladly hand over the "RARE FLOWER BLACK ORCHID" painting to the benefactor for the Louvre Museum in France." Yudi menerima tawaran dermawan dari Perancis, yang nantinya lukisan Yuni akan diserahkan ke Louvre Museum di Perancis.


    Tepuk tangan meriah dari para pengunjung mengapresiasi dermawan tersebut. Tentu banyak yang bangga, sebagai seorang kolektor kaya, akan mempersembahkan koleksi lukisannya di sebuah musium terkenal di Perancis.


    Tidak ketinggalan, para wartawan langsung mengabadikan momen tersebut. Kemudian momfoto pada posisi sang kolektor berdiri bersama Yuni di sisi kanan dan kiri lukisan yang masih tergantung di dinding. Selanjutnya lagi, pada posisi Yudi mendampingi dermawan pembeli lukisan itu, sedangkan Rini mendampingi Yuni. Dan sesi foto yang terakhir adalah saat Yuni menyerahkan lukisannya kepada sang pembeli.


    Pasti berita itu akan heboh pada koran dan majalah seni di seluruh dunia.


*******


   Louvre Museum merupakan musium seni yang sangat terkenal di Perancis. Bahkan Louvre Museum ini dikenal di seluruh Eropa dan dunia. Tentu karena di musium ini ada salah satu peninggalan karya yang begitu fenomenal dan sangat terkenal yaitu lukisan Monalisa karya Leonardo Da Vinci. Lukisan Monalisa yang bersejarah membuat museum ini banyak dikunjungi wisatawan dari seluruh dunia. Namun bukan hanya lukisan Monalisa saja yang menarik perhatian di Louvre Museum, koleksi musium ini menyimpan berbagai benda atau barang karya seni dan bersejarah di museum ini.


    Dan kini, "RARE FLOWER BLACK ORCHID" lukisan karya Yuni, akan terpampang di Louvre Museum.

__ADS_1


__ADS_2