
Awalnya, Alex hanya menulis chat dalam WA grup alumni yang intinya menyampaikan berita jika Yudi saat ini sedang mengembangkan obyek wisata baru, Yudi meminta doa restu kepada teman-teman agar proyeknya bisa berjalan lancar dan sukses tanpa ada hambatan. Tentu dari pesan yang disampaikan oleh Alex ini banyak mendapat sambutan dari teman-temannya. Ada yang mengatakan besok kalau obyek wisata milik Yudi sudah jadi, teman-teman alumni bareng-bareng piknik ke Jogja lagi. Ada juga yang mengapreasi semoga Yudi semakin sukses. Dan tentunya ada juga yang menulis obrolan dengan mengatakan kalau Yudi sekarang menjadi orang yang sukses, kaya raya dengan berbagai obyek wisata, serta menjadi pengusaha wisata yang hebat. Berbagai macam ucapan dari teman-teman alumni, mengalir diberikan kepada Yudi. Sanjungan dan rasa bangga akan kesuksesan Yudi.
Grup WA alumni SMA, kembali heboh. Siapa lagi kalau bukan Yayuk yang menjadi biang keroknya. Pasalnya, Yayuk memposting foto dirinya sedang berpelukan dengan Yudi. Waah ..., berita yang sangat menarik untuk dibahas dalam grup WA.
"Wao ..., wao ...., wao ...." itu bunyi komentar yang pertama, menanggapi foto yang muncul di WA grup.
"Uwih ..., kereeen ...." chat berikutnya.
"Aku cemburu!" tulis yang lain.
"Mesranya ...., bikin ngiri."
"Yayuk ini bener-bener, deh .... Bikin teman yang lain jadi pengin nyari lagi! Hahaha ...."
"Mesra banget, Yuk .... Di mana ini?"
"Aah ..., ini biasa. Foto aku sama Yudi saat ketemuan kemarin." Yayuk membalas chat.
"Di mana ini, Yuk?" tanya temannya dalam pesan WA.
"Di Jogja." Yayuk membalas WA grup.
"Lhah, ke Jogja kok tidak ajak-ajak?! Dasar Yayuk pelit! Hahaha ...." tulis salah satu teman.
"Ya, nggak lah .... Ngajak teman ya gak bisa berpelukan. Wkwkwk ...." tulis yang lain.
"Maaf teman-teman .... Ini pribadi banget ...." Yayuk membalas chatingan teman-temannya.
*******
Sementara itu, Alex WA japri kepada Rini. Tentu membahas postingan Yayuk.
"Rini, apakah kamu baca postingan teman-teman di WA grup?" tulis Alex secara japri di WA Rini.
"Iya .... Tapi aku sudah nggak percaya, kok ...." balas Rini.
"Tapi postingan itu sudah terlalu mengganggu teman-teman. Terutama mengganggu privasi Yudi. Ya kalau benar tidak masalah. Tapi kalau itu hoax ..., itu melanggar undang-undang ITE, Rin." tulis Alex.
Di saat yang sama, Handoyo yang berada di Nusa Tenggara, juga menulis pesan melalui WA kepada Rini. Tentu juga menanyakan masalah Yudi.
"Hai, Rini .... Bagaimana kabarnya?" pesan dari Handoyo.
"Baik, Han .... Tumben japri saya. Ada apa?" balas pesan dari Rini.
"Aah, cuman mau tanya .... Itu postingan Yayuk yang foto berpelukan dengan Yudi kok agak meragukan, ya?" tanya Handoyo.
"Eh, masalah itu .... Ini saya juga baru membahas sama si Alex. Kami juga meragukan." jawab Rini.
"Saya kasihan sama Yudi. Kata Alex yang sudah menelepon Yudi, dia bilang tidak ada hubungan apa-apa. Tapi kok Yayuk postingnya seperti itu, ya? Bikin sensasi saja. Biar viral kali ya ...." balas Handoyo.
"Coba aku suruh Alex menghubungi Yudi, ya Han ...." balas Rini.
"Iya, cepetan." balas Handoyo.
Lantas Rini menulis pesan untuk Alex.
"Lex, ini Handoyo minta Alex menghubungi Yudi. Memastikan postingan Yayuk." pesan Rini ke WA Alex.
"Ya, Rin .... Ini postingan Yayuk sudah aku screenshot. Aku kirim ke WA Yudi." balas Alex.
__ADS_1
"Bagaimana jawaban Yudi?" tanya Rini yang penasaran.
"Belum buka WA. Masih centang satu. Mungkin Yudi masih sibuk." jawab Alex.
"Ya, kita tunggu saja jawaban Yudi. Memang Yudi akhir-akhir ini sibuk banget, ngurusi proyeknya harus cepat rampung sebelum dateline." balas Rini.
*******
Kembali pada grup WA alumni SMA. Teman-teman anggota grup masih penasaran dengan postingan Yayuk. Tentu bagi yang senang maupun enjoi dengan postingan dan jawaban-jawaban Yayuk, mereka ikut senang dan gembira. Namun bagi yang tidak senang dengan Yayuk, mereka akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menyudutkan, bahkan seakan tidak percaya dengan apa yang diposting maupun chatingan-cathingan dari Yayuk. Yah, itulah uniknya teman banyak.
"Yayuk, ini postinganmu benaran, gak sih?" tanya salah seorang teman melalui chat WA grup.
"Mesti beneran, lah .... Yayuk itu direktur bank, lho .... Uangnya banyak. Siapa laki-laki yang tidak tertarik?" balas chat dari teman yang lain.
"Eh, bener itu .... Kemarin malah Yayuk sudah minta doa restu, lho ya ...." jawab yang lain.
"Syukurlah .... Yang penting nanti kalau pas acara pernikahan, teman-teman diundang makan-makan gratis, ditambah ongkos pesawat pulang pergi. Siip ...." celoteh teman yang lain.
"Memang mantenannya kapan?" tanya yang lain lagi.
"Besok ..., nunggu lebaran kucing. Wkwkwk ...." celoteh obrolan lainnya.
"Jangan gitu .... Teman itu mendoakan yang baik-baik ...."
"Iya .... Doakan temannya, semoga cepat ke pelaminan."
"Aku kok masih tanda tanya, ya ...."
"Apanya yang tanda tanya?"
"Ya, itu .... Postingan Yayuk itu sungguhan apa nggak?!"
"Percaya, deh ...!"
"Rini kok gak komentar, ya? Aku pengin tehu komentarnya Rini .... Masalahnya dulu waktu SMA kan yang paling dekat dengan Yudi itu Rini sama Alex. Ini Alex juga tidak komentar." pesan muncul lagi dengan nada masih tanda tanya.
"Itu dulu .... Sekarang Yudi sudah gak percaya lagi sama teman-temannya yang dulu, karena setelah pada jadi tidak mau dekat lagi dengan Yudi." jawab Yayuk yang mulai mengubah logika teman-temannya.
"Eh, iya-ya .... Kasihan Yudi yang ditinggal begitu saja." jawab yang lain.
"Gak papa, makanya sekarang saya ingin coba bangkitkan motivasi Yudi." balas Yayuk.
"Tapi nanti aku mau telepon Rini kok, ingin tahu ceritanya mereka." jawab lagi dari temannya.
*******
"Tuliliing .... Tuloliliiing .... Tuliliing .... Tuloliliiing ...." bunyi telepon Rini.
Rini mengangkat teleponnya. Panggilan dari Yayuk.
"Halo, Yayuk .... Ada apa, ya?" tanya Rini dalam telepon.
"Hai, Rini .... Sibuk ya?!" sahut Yayuk.
"Maklum, ibu rumah tangga .... Harus bekerja keras untuk mengurus rumah." jawab Rini berpura-pura. Toh Yayuk tidak tahu yang saat ini dilakukan oleh Rini.
"Iih, hari gini sibuk ngurusi rumah? Jangan mau, Rin ...." kata Yayuk.
"Lah, kalau aku gak mau ngurusi rumah tangga, siapa yang akan ngasih makan saya, Yuk?!" jawab Rini menegaskan.
__ADS_1
"Makanya, jadi wanita karier Rin .... Biar punya uang banyak .... Haha ...." kata Yayuk setengah mengejek.
"Ya ..., dirimu gitu direktur bank .... Enak, uangnya banyak. Emang ngapain pagi-pagi telpon?" tanya Rini yang sebenarnya malas mendengar kata-kata Yayuk.
"Iya, Rin .... Kamu gak mbaca WA di grup alumni, ya?" tanya Yayuk.
"Gak sempat, Yuk .... Ngurusi dapur saja belum selesai ...." jawab Rini. Padahal sejak pagi Rini sudah mengintip WA grup. Bahkan sudah japrian dengan Alex dan Handoyo membahas Yayuk.
"Eh, Rin .... Aku mau tanya, nih ...." kata Yayuk.
"Tanya apaan? Maaf, ini aku sambil ngurusi dapur, ya ...." sahut Rini.
"Iya, Rin. Ini, lho ..., masalah Yudi." kata Yayuk.
"Memangnya kenapa?" tanya Rini.
"Yudi itu orangnya gimana, sih?" tanya Yayuk.
"Lhoh, kok tanya ke saya? Bukannya Yayuk sudah mau nikah sama Yudi?" Rini menohok Yayuk.
"Iya, sih .... Tapi aku ragu-ragu." jawab Yayuk.
"Kok begitu? Terus, jadi nikah apa enggak? Kalau sudah meminta doa restu gak boleh dibubarin lho, Yuk!" kata Rini berpura-pura mendukung.
"Tapi gimana, ya ...?!" kata Yayuk yang ragu-ragu.
"Jangan ragu, Yuk .... Yudi itu kaya raya, lho .... Punya obyek wisata yang keren. Paling tidak besok jadi terkenal. Kamu ikut terkenal, Yuk ...." kata Rini menggoda. Maklum, Rini tahu kalau Yayuk itu perempuan matre, jika mendengar Yudi kaya raya pasti akan tergila-gila.
"Eh, iya ..., ya .... Rini mendukung aku, ya?!" sahut Yayuk yang mulai bersemangat lagi.
"Bagus .... Kamu harus semangat, Yuk. Jangan putus asa." timpal Rini menambah semangat.
"Iya, Rin. Tapi caranya bilang ke Yudi bagaimana?" tanya Yayuk,
"Hlhoh .... Kamu itu gimana sih, Yuk. Katanya sudah mesra-mesraan sama Yudi? kok masih bingung itu, lo! Ya langsung nikah saja. Cepetan, nanti Yudi ditubruk orang, lho ...!" kata Rini yang mulai memprediksi, kalau Yayuk itu sebenarnya belum bisa mendekati Yudi.
"Iya, Rin .... Tapi aku belum siap menikah .... Sayang kalau aku harus keluar kerja, nanti kehilangan tunjangan hari tua, alias tidak dapat pensiun." Yayuk beralasan.
"Walah, Yayuk ..., Yayuk .... Yudi itu orang kaya, pengusaha wisata, uangnya banyak .... Ngapain mikir pensiunan?!" kata Rini semakin menggebu memanasi Yayuk.
"Itu kan pendapat kamu, Rin .... Kalau aku gak kerja, dapat penghasilan dari mana?" sahut Yayuk.
"Ya sudah, Yuk .... Terserah Yayuk saja, apa maunya. Maaf Yuk, saya harus ngosek kamar mandi dulu. HP saya matikan, ya .... Maaf, lho ...." kata Rini yang mengakhiri teleponnya Yayuk.
Dasar Yayuk yang suka cari sensasi. Telepon Rini maksudnya hanya ingin pamer jika dirinya bisa menggaet Yudi. Namun Rini tidak kaget, karena sudah mendengar yang sebenarnya dari Yudi sendiri. Namun tentang foto postingan Yayuk, dari mana Yayuk bisa memperoleh foto itu? Gila benar Yayuk ini.
*******
Sementara itu, Alex sudah menerima jawaban WA dari Yudi. Yudi tidak banyak komentar, hanya mengatakan, "Alex, di zaman modern, dengan teknologi yang serba canggih, orang bisa membuat gambar apa saja. Bisa mengedit berbagai foto menjadi apa saja. Tapi bagi orang yang tahu dan jeli dengan teknologi itu, hal-hal yang palsu bisa dideteksi. Hati-hati dengan berita hoax. Kita jangan mudah terperangkap di dalamnya. Banyak orang pintar yang menggunakan kepandaiannya untuk memperdaya orang lain. Kita sebagai orang baik, jangan mudah diperdaya." Begitu isi pesan dari Yudi.
"Apakah Yudi tidak marah melihat hal ini?" Alex mencoba menanyakan pada Yudi.
Jawaban Yudi sederhana, "Marah itu nafsu setan. Hindari marah, sayangi hati kita."
Alex mulai berpikir, jika Yayuk ini sebenarnya sedang ingin memperdaya Yudi. Tentu karena Yudi punya istana. Apalagi saat Yayuk mendengar jika Yudi sedang membangun obyek wisata yang besar, Yudi sedang membangun rumah-rumah untuk penginapan para turis. Tentu Yudi dianggap sebagai orang yang sukses dengan kekayaan yang sangat berlimpah. Bagaimana mungkin si Yayuk tidak tergila-gila. Dari zaman SMA, Yayuk sudah terkenal, selalu mengejar cowok yang berduit banyak. Setidaknya bisa makan gratis, karena ditraktir setiap hari. Tentu oleh cowok-cowok yang mudah diperdaya oleh kecantikan Yayuk.
Cantik sih memang cantik .... Tapi kalau cara main cintanya gila-gilaan hanya untuk mengejar harta benda? Itu namanya bukan tergila-gila sama orangnya, tapi cara gila untuk mendapatkan harta benda. Yah, seperti itulah cerita tentang Yayuk yang suka mendekati pejabat dan orang-orang kaya. Segala macam cara dilakukan. Yang penting dapat hartanya.
Cinta gila-gilaan untuk menggaet harta benda secara gila.
__ADS_1