KASIH BERSEMI DARI REUNI

KASIH BERSEMI DARI REUNI
Episode 54: WA CLBK YANG BIKIN RESAH


__ADS_3

    Rini sudah pulih kesehatannya. Sudah beraktivitas seperti biasa. Sudah bisa membantu Mak Mun di dapur, menyiapkan sarapan untuk suami, bahkan sudah ikut-ikutan menyemprot anggrek bersama Mang Udel.  Walau demikian, suaminya selalu memesan, "Jangan capai, Mah ...." begitu kata suaminya.


    Namun bagi Rini, berhenti beraktivitas justru akan menambah sakit. Pasalnya, jika menganggur, tidak ngapa-ngapain, tubuhnya justru terasa sakit semua. Tidak enak. Bingung. Pikirannya tidak karu-karuan. Maka walau tidak terlalu dipaksakan, Rini tetap berusaha untuk membantu-bantu. Jika seluruh pekerjaan yang dikerjakan oleh Mak Mun maupun Mang Udel sudah selesai, Rini baru mau berhenti. Lantas menyelonjorkan kaki di ruang keluarga, sambil menonton televisi.


    Seperti halnya pagi itu, Rini sudah duduk santai di ruang keluarga. Siaran TV andalan, berita gosip selebritis. Ya, daripada tidak ada kegiatan, setidaknya tahu berita terkini yang viral di kalangan para artis. Namun rupanya Rini bosan mendengar berita gosip. Lantas ia mematikan TV. Tangannya menggapaiHP. Melihat obrolan di WA grup teman-temannya SMA. Yah, setidaknya bisa melihat obrolan-obrolan yang lucu-lucu. Bisa tertawa, bisa senang. Walaupun setelah membaca obrolan-obrolan itu, Rini langsung menghapus chat yang ada di grup. Yah ..., menuh-menuhi memori. Karena kebanyakan obrolan yang ditulis tidak mutu. Itu menurut Rini.


    "Selamat pagi teman-teman semua .... Salam sehat, tetap semangat, jangan lupa meringis biar kelihatan bahagia." chat dari salah satu teman yang ada di Kalimantan. Tentu di situ disertai ada gambar meme orang yang meringis menampakkan giginya yang besar-besar. Lucu sekali.


    Lantas setelah itu, balasan dari teman-teman yang lain bermunculan. Ada yang mengucapkan amin, ada yang membalas tetap semangat, ada yang menulis terima kasih, dan lain sebagainya. Tentunya saling membalas dan mendoakan. Yah, baik semuanya.


    Setelah itu, muncul chat dari teman yang sifatnya religius. Judul chatingannya embun pagi. Isi obrolannya berupa tausiah. Layaknya seorang kyai ceramah di pengajian. Tentu baik sekali untuk mengingatkan teman-teman agar senantiasa bersyukur dan mendekatkan dirinya kepada Tuhan. Teman-teman pun mengucapkan amin.


    Namun setelah beberapa chat, akhirnya muncul juga yang membanyol. Dimulai dari obrolan Jojon. Dasar bocah gemblung, sejak SMA selalu mengerjain teman-teman dan gurunya. Ternyata sampai setua ini, sikapnya tidak berubah. Setiap kali muncul di grup WA, obrolannya pasti bikin ngakak. Lucu habis.Kali ini Jojon memposting gambar bak bagian belakang sebuah truk. Di situ ada tulisan, "Ya Allah, lindungilah perjalananku, hindarkan diriku dari emak-emak yang lampu sain-nya menyala ke kiri tetapi beloknya ke kanan." Dasar Jojon, bisa-bisanya ngambil gambar pantat truk segala. Tentu teman-temannya langsung berkomentar dengan aneka ragam. Lucu-lucu.


    Membaca postingan dan obrolan seperti itu, Rini pun ikut tersenyum, bahkan kadang-kadang tertawa sendiri. Ya, itulah fakta kehidupan. Unik tetapi nyata. Setidaknya obrolan WA itu bisa jadi bahan pembelajaran kita semua.


    "Hai teman-teman ..., kapan kita reuni lagi?" tulisan salah satu chat dari anggota grup.


    "Hah ...?! Reuni lagi ...?" sahut yang lain.


    "Kecepetan ...!" sahut yang lain lagi.


    "Mumpung masih hangat .... Haha ...."


    "Halah ..., itu karena kamu pengin ketemuan lagi sama si dia, kan ...?!"


    "CLBK .... Cinta lama bersemi kembali ...."


    "Memang reunian kemarin ada yang CLBK?"


    "Ada .... Banyak!"


    "Siapa?"


    "Ada deh ...."


    Walau sekedar membaca, Rini merasa tertembak. Kena dengan kata-kata CLBK. Tapi apa teman-temannya tahu kalau Rini pernah pacaran dengan Yudi? Apa ia tahu kalau saat reuni kemarin Rini juga berdekatan dengan Yudi?


    "Ah, pura-pura tidak tahu saja. Toh teman-teman tidak ada yang melihat aku berduaan dengan Yudi." gumam Rini pada dirinya sendiri. Selanjutnya ia mencoba meneruskan membaca obrolan WA. Tentu penasaran dengan teman-temannya yang membahas CLBK.


    "Memangnya siapa sih yang CLBK? Duda dengan janda atau bagaimana?" kembali chat itu keluar.


    "Hehe .... Mau tahu saja, apa mau tahu banget ...?! Hehe ...." balas chat yang lain.


    "Eh, di grup kita, Yudi kok tidak pernah nongol lagi, ya?" tanya salah seorang teman di grup.


    "O iya, Yudi gak pernah nongol .... Ngapain ya?"


    Rini mulai khawatir. Teman-temannya mulai membicarakan Yudi. Jangan-jangan yang dibahas dalam CLBK tadi terkait dengan Yudi. Berarti juga menyangkut dirinya. Rini mulai menunggu chat-chat dari temannya lagi, dengan rasa was-was.


    "Eh, pengumuman .... HP Yudi hilang. Jadi tidak ada kontak lagi." Anik menulis di obrolan.

__ADS_1


    "Lhoh, kok kamu tahu, Nik?" tanya yang lain.


    "Itu kata Rini .... bulan kemarin anaknya Rini piknik ke Jogja, ketemu sopir-sopir yang di kampungnya Yudi itu. Saat menanyakan nomor telepon Yudi, para sopir cerita kalau HP Yudi hilang." jawab Anik dalam obrolan.


    Rini menjadi khawatir. Pasti teman-temannya akan bertanya pada dirinya. Dan benar, pada chat berikutnya.


    "Halo, Rini .... Apakah dirimu memonitor grup? Ayo Rin, keluar ...." chat itu muncul.


    "Eh, Rini habis sakit kemarin. Mudah-mudahan sudah sembuh." obrolan Anik kembali muncul.


    "O ya? Sakit apa? Halo Rini .... Kamu sakit apa sayang ...?"


    Rini bingung. Menjawab obrolan apa tidak. Kalau menjawab, pasti akan muncul banyak pertanyaan. Kalau diam saja, ah ..., penginya tahu siapa yang CLBK. Cukup lama Rini terdiam, bingung.


    "Terima kasih, teman-teman ..., sudah mendoakan saya. Alhamdulillah saya sudah sehat." akhirnya Rini menjawab obrolan.


    "Sehat ya, Rini .... Tetap semangat ...." balas obrolan temannya.


    "Kamu sakit apa, Rin ...? Kok gak kasih kabar?" tanya yang lain.


    "Ah, cuman kecapaian kok .... Tidak apa-apa ...." Rini menjawab WA.


    "Syukurlah ...."


    "Eh, Rin ..., ini teman-teman mau ngajak reunian lagi, lho .... Ikutan, ya."


    "Ah, kan baru kemarin kita reunian. Masak sudah mau reunian lagi?" Rini menyaut obrolan.


    "Itu, Rin ..., ada yang mau mengulang kemesraan saat reuni ...."


    "Pokoknya ada. Jangan dibahas dulu. Nanti jadi malu, lho ...."


    "Halo Yayuk ...! Bagaimana kabar Palembang? Katanya pengin reunian lagi? Ayo kita agendakan."


    Tiba-tiba muncul chat itu. Rini sudah mulai menduga, pasti Yayuk yang mau CLBK. Tapi sebenarnya juga tidak apa-apa. Toh Yayuk sudah janda. Jadi tidak masalah, asal laki-lakinya juga tidak punya istri. Persoalannya sekarang adalah siapa laki-laki yang akan diajak CLBK sama Yayuk? Rini tidak tahu persis jaman SMA siapa pacarnya Yayuk. Yang jelas dulu Yayuk juga sering ganti-ganti pacar. Tidak dengan teman satu kelas. Pernah dengan anak seangkatan tapi beda kelas, pernah juga dengan kakak kelas. Bahkan Pak Uuk guru matematika juga pernah mendekati Yayuk. Tapi Yayuk bilang, gak mau didekati perjaka tua. Padahal Pak Uuk selalu memberi nilai matematika delapan kepada Yayuk, meski ulangan hariannya tidak pernah dapat enam.


    "Siapa ya, yang akan balikan dengan Yayuk?" begitu pikir Rini.


   Yayuk tidak membalas obrolan di WA grup. Mungkin saja dia sedang sibuk. Maklum pimpinan bank. Tentu pada jam-jam kerja begini banyak kesibukan.


    "Memang pada pengin reuni lagi ke mana? Bali, ya?" kembali chating menanyakan reuni.


    "Eh, enggak .... Ini ada yang pengin ke Jogja lagi ...."


    "Kalau itu, piknik sendiri saja."


    "Iya lah, ini kan reunian CLBK .... Hahaha ...."


    "Oo ...."


    "Berarti yang lain gak boleh ngikut, dong .... Nanti malah mengganggu."

__ADS_1


    "Jadi obat nyamuk .... Wkwkckk ...."


    "Berarti cuman berdua, dong ...."


    "Berduaan, tetapi ada beberapa pasangan ...."


    "Kok aku gak tahu sih, ada yang CLBK?"


    "Kalau di grup namanya cinta lama bareng-bareng ketemu. Kalau CLBK ya sudah japri sendiri, lah .... Masak diumumkan di grup. Nanti ngabar .... Wkwkwk ...."


    "O, iya ..., ya .... Bodohnya diriku."


    "Dari dulu dirimu bodoh .... Wkwkwk ...."


    "Memang yang berduaan lagi siapa? Yang mau keliling Jogja lagi siapa?"


    "Tunggu saja undangannya. Nanti saat pesta pernikahan, anggap saja dapat undangan reuni lagi."


    "Alhamdulillah .... Berarti kita kondangan tidak nyumbang, ya .... Hahaha ...."


    "Eh, ngomong-ngomong, Yudi kan belum nikah, kenapa kita tidak carikan jodoh untuk Yudi?"


    "Tenang .... Untuk Yudi sudah ada yang siap menampung."


    Spontan jantung Rini berdegup kencang. Membaca WA yang mengatakan, untuk Yudi sudah ada yang siap menampung. Siapa dia? Rini jadi tanda tanya besar. Apakah diam-diam ada temannya yang juga naksir Yudi? Rini langsung melihat HP-nya lagi. Menunggu obrolan yang akan membahas siapa perempuan yang mau dengan Yudi.


    "Memang ada yang mau dengan Yudi? Atau setidaknya apa Yudi mau menikah dengan temannya?"


    "Ada yang mau ...."


    "Sudah bilang ke Yudi?"


    "Setidaknya sudah ada rasa."


    "Cantik?"


    "Dulu cantik, sekarang masih cantik."


    "Perawan apa janda?


    "Sudah .... Jangan tanya terus .... Nanti ngabar. Tunggu saja undangan reuni ke dua, di Jogja."


    "Siaaap ....!"


    Rini kembali melamun. Kata-kata dalam obrolan di WA grup kembali mengusik pikirannya. Siapa sebenarnya teman perempuan sekelasnya yang mulai mendekati Yudi. Perasaannya Yudi tidak semudah itu untuk didekati oleh wanita. Apalagi teman-teman SMA yang sudah menikah semua. Kalaupun ada yang yang sendirian, dia sudah janda, bukan gadis lagi. Rini berfikir terus, berusaha mencari siapa temannya yang sudah janda, masih cantik, dan mungkin membuat Yudi tertarik. Tidak ketemu.


    Kalau dibilang cemburu, ya ..., tentu Rini kembali muncul rasa cemburunya. Tapi toh kalau memang Yudi mau menikah dengan temannya, itu juga urusan Yudi. Bukan urusan Rini. Rini tidak bisa mencegah. Namun apakah benar itu?


    Tidak mungkin. Yudi orangnya teguh dan setia. Tidak mau begitu saja memilih wanita. Walau ada teman-teman wanitanya yang tertarik dan ingin berdekatan dengan Yudi, itu semua setelah mereka tahu jika Yudi memiliki rumah yang seperti istana. Tapi toh mereka tidak ada yang punya nomor HP Yudi. Jadi, tidak ada yang bisa berkomunikasi dengan Yudi, selain Rini.


    "Ah, mereka semua berbohong. Mengarang cerita. Bagaimana mungkin Yudi mau berdekatan dengan perempuan sembarangan. Apalagi janda yang ditinggal pergi oleh suaminya. Dengan gadis cantik yang masih muda saja, Yudi masih pikir-pikir." begitu gumam Rini menanggapi obrolan di WA grup.

__ADS_1


    Kalau CLBK, Yudi jelas tidak mungkin. Karena kalau Yudi CLBK, ya tentu dengan Rini. "Ah, itu WA yang mengungkap CLBK-CLBK, ngawur semua. Karangan teman-teman, karena Yudi sudah tidak mungkin membaca WA grup." begitu Rini mengakhiri lamunannya. Lantas menghapus obrolan dalam WA grup itu.


    "Daripada bikin resah, mending tidak usah diikuti." gumam Rini yang langsung merebahkan tubuhnya di sofa keluarga.


__ADS_2