
Namun saat Suci sedang membantu menenangkan Papah Angga, kini ia malah di dorong sangat keras oleh Mamah Mita sehingga membuatnya tersungkur ke lantai.
Buuggghhh...
Arrrghhhhh...
Suci berteriak saat dahinya membentur keramik ubin dengan sangat keras, tetapi syukurnya ia masih bisa tersadar.
“Ssuuuucciiiii...” pekik Papah Angga dengan wajah terkejut.
“Jangan sok munafik jadi wanita, apa jangan-jangan kau mau merebut suamiku iya? Dasar wanita ja*lang!! Bisa-bisanya kau menghasut suamiku untuk membuatnya menikah lagi dan membelamu. Jadi ini maksud tujuanmu, kau merelakan Dimas menikah tetapi suamiku yang akan menggantikannya. Dasar licik!!!” celetuk Mamah Mita sambil menjambak kerudung yang Suci gunakan.
“Mamah stop, Mah...” teriak Dimas sambil berlari menolong Suci.
“Hiks... A-ampun Mah ampun, Suci tidak ada maksud seperti itu. Papah Angga sudah Suci anggap sebagai pengganti Bapak Suci, jadi mana mungkin Suci merebutnya dari Mamah hiks...” Suci menangis sambil mendongak ke atas serta melirik wajah Mamah Mita penuh dengan air mata.
“Waw... Baru juga datang ke rumah ini sudah di sambut dengan pertunjukkan yang sangat keren. Maafkan aku Mbak walaupun saat ini posisi kita sama, tapi sebentar lagi aku akan menyingkirkan dirimu dan kamu akan menjadi gelandangan di luar sana. Lalu aku yang akan menjadi orang kaya raya haha...” ucap Elsa di dalam hati kecilnya penuh dengan senyuman licik.
Papah Angga membantu Dimas untuk menolong Suci, dan akhirnya Suci terlepas dari wanita Iblis yang begitu menyeramkan.
“Ada apa ini?” tanya Vina yang baru saja datang dari luar.
Suci berdiri di bantu oleh dua pria sekaligus, Elsa yang melihatnya dibuat sedikit kesal. Kemudian ia sedikit meringis kesakitan memegangi perutnya agar bisa menarik perhatian Dimas “Ssstttt... awhhh...”
Dimas yang mendengar rintihan itu langsung melepaskan tangan Suci dan berlari ke arah Elsa.
“Kamu gapapa, Sa...? Apa yang sakit? Sini-sini duduk dulu...” ucap Dimas dengan wajah khawatirnya sambil membawa Elsa duduk di sofa.
“Stttt... Perutkuhh sa-sakithh Mashh... Tolong usapkan supaya anak kita tidak merasakan sakit lagi” saut Elsa sambil sedikit melirik ke arah Suci dan tersenyum.
“Hemm... Rupanya dia mengelabuhi Mas Dimas. Sebegitu bod*dohnya kamu Mas, sampai-sampai tidak bisa melihat mana yang hanya sekedar berpura-pura mencintaimu dan mana yang tulus mencintaimu haah...” gumam Suci di dalam hatinya sambil memegangi dahinya yang sedikit pusing.
__ADS_1
Dimas berjongkok di depan perut Elsa yang kini ia sedang duduk di sofa, lalu perlahan Dimas mengelus perut Elsa membuat Papah Angga dan juga Suci begitu sakit melihatnya, namun mereka berusaha keras menahan semuanya. Vina yang bingung dengan semuanya langsung meminta penjelasan kepada Mamah Mita.
Vina memegang tangannya lalu berkata, “Mah, ini sebenarnya ada apa sih? Kenapa suasana rumah seperti ini, dan wanita itu siapa? Kenapa Mas Dimas terlihat sangat dekat dengannya? Bukannya dia sangat mencintai wanita mandul itu? Terus juga kenapa saat Vina masuk ke dalam rumah mendengar suara keributan? Ini ada apa Mah, ayo jawab!!”
Vina mencecar Mamah Mita dengan berbagai macam pertanyaannya, sehingga membuatnya sedikit bingung.
“E... Di-dia adalah calon Kakak iparmu, dia sedang mengandung ponakanmu” ucap Mamah Mita sambil tersenyum menatap wajah Vina yang bingung.
“Hah?? Bagaimana bisa dia mengandung anak dari Bang Dimas?” tanya Vina.
“Mamah juga tidak tahu ceritanya, biarkan nanti Abangmu yang menceritakan semuanya” jawab Mamah Mita.
“Lalu tadi Vina dengar ada suara keributan antara Mamah dan Papah, apa kalian berantem? Sejak kapan kalian berantem? Selama ini Vinta tidak pernah melihat kalian berantem seperti itu” ucap Vina dengan menatap orang tuanya secara bergantian.
Mamah Mita tersenyum licik ke arah Suci yang membuatnya bergidik ngeri.
“Tenang Suci tenang, kamu pasti bisa. Ayo lawan mereka, jangan sampai mereka merasa menang karena telah menghinamu. Ingat, jika kamu benar maka melawannya bukanlah suatu kesalahan. Tetapi jika kamu salah dan melawannya, itulah yang dinamakan kesalahan Suci...” gumam Suci di dalam hati kecilnya.
Vina mengikuti arah tatapan Mamah Mita dan terhenti pada Suci.
“Ternyata dia tidak sepolos yang kita kira, Vina. Melainkan dia seperti seekor ular yang sewaktu-waktu akan menggigit kita dengan bisanya” ucap Mamah Mita dengan amarah yang melanda dirinya.
“Cukup, Mah! Cukup! Apa yang kamu bilang sama Vina itu salah paham! Papah membela Suci karena dia sudah Papah anggap sebagai anak Papah sendiri sama seperti Dimas dan juga Vina. Tapi kenapa Mamah bisa ke pikiran sejauh itu serta membuat Vina ikut menjadi salah paham” tegas Papah Angga.
“Ternyata dia sumber masalah di dalam rumah ini” ucap Vina sambil berjalan mendekati Suci, sedangkan Suci ia tetap berdiri di posisinya dengan segenap keberanian yang telah ia kumpulkan.
“Bisa-bisanya kau merebut Papahku, dari Mamahku. Punya nyali berapa kau, hah!” bentak Vina sambil menoyor kepala Suci.
“Aku tidak seperti apa yang kamu katakan, Vin. Apa yang dibilang Mamah itu bohong, aku dan Papah tidak ada hubungan apa pun. Kalian hanya salah paham” tegas Suci dengan wajah yang sudah berlinang air mata.
“Vina!! Jangan coba-coba kamu menyakiti Suci ya, atau Abang akan menghukummu” ucap Dimas sambil berdiri, namun siapa sangka Elsa malah mencari kesempatan dan kembali merasakan sakit agar Dimas tidak ikut membela Suci.
__ADS_1
Dimas yang melihat itu pun kembali terfokus dengan keadaan Elsa, tetapi matanya melirik ke arah Suci untuk berjaga-jaga. Dengan perlahan Vina mendekati Suci hingga kini jarak di antar mereka hanyalah 1 langkah saja.
“Kau berani merebut Papah, maka ini adalah balasan yang akan aku berikan. Dasar wanita licikkkkkkkk!!!” geram Vina sambil mengangkat tangannya ingin menampar Suci.
Tapi pada akhirnya Suci berhasil menahan tangan itu dengan sangat kuat.
“Jangan pernah sekali-kali kau mengangkat tanganmu ini kepada Kakak iparmu sendiri, paham!!” tegas Suci sambil menghempaskan tangan Vina dan membuat ia tersungkur ke lantai.
“Ingat baik-baik, di sini aku adalah seorang menantu bukanlah seorang pembantu atau pun orang asing. Dulu aku memang hanya diam saja menerima semua ini, tetapi sekarang tidak!! Lalu satu lagi, ular berbisa yang kalian sebut itu bukanlah aku, melainkan DIAAA!!!” Suci menunjuk Elsa membuat semua orang terkejut dengan nada tingginya yang tidak pernah mereka dengar.
“Hiks... A-apa salahku Mbak, a-aku sudah minta maaf kepadamu. Jika Mbak Suci tidak setuju aku menikah dengan Mas Dimas, aku bisa pergi setelah anak ini lahir. Tapi Mbak Suci sendiri kan yang melarangku untuk pergi, terus kenapa sekarang aku yang di salahkan hiks...” ratu drama Queen mulai beraksi untuk mencari simpati beberapa pihak yang melihatnya.
“Suci, pelankan suaramu. Apa kau tidak lihat Elsa sampai menangis karena terkejut. Aku tahu ini bukanlah Suci yang aku kenal, karena aku hafal semarah apa pun Suci dia tidak akan berani membentak atau pun berkata lantang seperti ini”
“Dan satu lagi, Elsa tidak bersalah. Akulah yang bermasalah karena aku Elsa bisa mengandung. Bahkan kamu juga sudah menyetujuinya kan, tetapi kenapa sekarang jadi seperti ini?”
Dimas sedikit mengeraskan nada suaranya sehingga membuat rumah semakin menjadi panas. Tanpa mereka ketahui ada seseorang yang sudah merekam semuanya secara diam-diam. Siapakah dia? Siapa lagi jika bukan orang kebun yang menjadi mata-mata di sana untuk memberikan info tentang keadaan Suci.
Suci tertawa mendengar semua ucapan Dimas yang seolah-olah dia hanya membela 1 pihak.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hello semua pembaca setia kesayanganku... 😊😊😊
Semoga kalian sehat selalu dan terus bahagia semua... 😇😇😇
Terima kasih atas semua dukungan kalian selama ini... 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Mohon terus dukung Author yang masih banyak kekurangan ini 🥺🥺🥺
Sayang kalian banyak banyak para pembaca setiaku ❤️❤️❤️
__ADS_1
Jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi semuanya... 🤗🤗🤗
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻