Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Memiliki Niat Tersembunyi


__ADS_3

Dimas pun langsung berpamitan pada Mamah Mita serta berjalan menuju tangga dan langsung masuk ke dalam kamarnya.


Di sana Dimas melihat Elsa yang sedang menggendong Baby Diva yang kini telah menangis karena terbangun dari tidurnya.


"Ayoyoyooo... anak Mamah kenapa menangis hemm... Mamah ada di sini sayang, sudah ya jangan menangis lagi. Diva cantik... Diva anak Mamah dan Ayah... tidurlah sayangku. Tutuplah mata indahmu dan tidurlah wahai anak kesayangan Mamah dan Ayah..."


Elsa menggendong Baby Diva sambil menggoyang-goyangkan dan menepuk-nepuk punggung Baby Diva agar dia kembali tertidur.


Entah kenapa tapi Dimas malah tersenyum saat melihat bagaimana Elsa menenangkan Baby Diva dengan penuh kasih sayang.


Lalu Dimas berjalan masuk ke kamar mandi dan dia pun bersih-bersih sebelum tidur. Di saat Dimas keluar dari kamar mandi, dia melihat Baby Diva yang sudah tertidur dan Elsa yang mencoba meletakkan Baby Diva di keranjang tidurnya.


Dimas pun berjalan mendekati Elsa dan dia langsung memeluk Elsa dari belakang. Elsa pun tersenyum sambil dia berbalik dan memeluk Dimas yang mana sedang bertelanjang dada dan hanya menggunakan handuk kecil untuk menutupi bagian bawahnya.


Elsa dan Dimas berpelukan untuk beberapa menit lalu mereka pun menatap mata satu sama lain dengan dalam.


Dalam hitungan detik, kini bibir mereka sudah menyatu dalam sebuah ciuman yang lembut, basah dan juga nikmat bagi mereka berdua.


Tanpa menunggu waktu lagi, Dimas pun menggendong Elsa seperti koala dan berjalan mendekati kasur.


Kemudian, Dimas menjatuhkan Elsa di kasur dan dia berada di atasnya dengan bibir mereka yang masih menyatu.


Elsa melingkarkan tangannya di leher Dimas, dan tangannya Dimas yang gencar mencari buah apel yang seukuran tangannya.


Mereka pun menikmati waktu panas mereka dengan Elsa yang menahan suara desa*hannya agar tidak membangunkan Baby Diva.


Semakin kama permainan mereka semakin panas dan akhirnya mereka pun melakukan penyatuan mereka. Namun tidak lupa Elsa memaksa Dimas untuk menggunakan pengaman karena Elsa masih belum ingin memiliki anak kedua.

__ADS_1


Elsa beralasan karena Baby Diva yang masih sangat kecil, padahal alasan sebenarnya itu karena Elsa tidak mau jika tubuhnya kembali melebar akibat hamil dan melahirkan. Elsa sebenarnya melakukan semua ini agar bisa menyenangkan Dimas.


Di dalam hati Elsa dia sudah memiliki rencana kalau dia sudah membuat Dimas senang, maka Dimas akan melakukan apa yang Elsa inginkan. Setelah melakukan beberapa kali pelepasan, hingga akhirnya mereka tertidur sambil berpelukan.


...*...


...*...


Di pagi hari semuanya sudah terbangun dan kini mereka pun berkumpul di ruang makan. Elsa melayani Dimas untuk mengambilkan nasi serta lauk pauk untuk Dimas, dan Papah Angga juga sudah memakan sarapan yang dia ambil sendiri.


Vina juga sudah makan sarapannya lantaran dia harus berangkat ke kampus pagi hari ini. Lalu Mamah Mita sedang memberikan susu pada Baby Diva karena saat ini Elsa lagi sibuk untuk melayani Dimas.


"Aduduh... cucu kesayangan Oma minum susunya sangat lahap sekali ya. Hem.. gemasnya cucuku yang satu ini saat minum susu, lihatlah ini... susumu sampai belepotan dan menetes ke bajumu hihi.." Mamah Mita pun terkekeh sambil mengelap mulut Baby Diva dengan tisu.


"Terima kasih sayang, kamu sangat penuh perhatian padaku dari semalam. Aku merasa seperti kita kembali ke masa-masa saat kita baru menikah. Sering-seringlah melayaniku seperti ini karena aku akan selalu merasa bahagia" ucap Dimas dengan tersenyum pada Elsa.


"Papah... kenapa Papah bicara seperti itu tentang Elsa. Ini adalah tugasnya Elsa sebagai seorang istri dan juga Ibu dari anak kami, jadi sudah sewajarnya dia merawat dan melayani aku sama Baby Diva" geram Dimas sambil menatap Papah Angga.


"Aku sudah kenyang, aku akan pergi ke perusahaan sekarang. Aku tidak bisa lagi makan dengan tenang saat putraku sendiri bahkan buta akan cintanya. Lebih aku pergi dan menghasilkan banyak uang untuk tabungan masa tuaku"


Papah Angga berbicara sambil dia mengambil segelas air putih dan meminumnya. Papah Angga pun berdiri dengan membawa jas dan juga tas laptopnya.


Kemudian, Papah Angga pergi keluar rumah dengan wajah datarnya menuju mobilnya yang langsung mengemudi menuju perusahaannya.


Sementara itu semua yang ada di ruang makan hanya melanjutkan sarapannya karena mereka sudah terbiasa dengan hal ini. Lalu Dimas yang melihat kepergian Papah Angga pun hanya bisa menghela napas beratnya.


"Sudahlah Dimas, biarkan saja Papahmu itu. Dia memang selalu seperti itu sejak selingkuhannya yang bernama Suci itu pergi. Lebih baik kamu lanjutkan saja sarapanmu sebelum kamu berangkat ke perusahaan" ucap Mamah Mita yang masih fokus menatap Baby Diva.

__ADS_1


"Itu benar Mas, lebih baik habiskan sarapanmu. Setelah itu kamu bisa berangkat ke perusahaan. Ohh iya Mas, aku ingin minta izin darimu tentang sesuatu..." ucap Elsa sambil duduk di kursi samping kanan Dimas.


"Meminta izin? Memangnya kamu mau ke mana atau melakukan apa sampai kamu meminta izin dariku seperti ini? Apakah ada sesuatu yang terjadi padamu?" Dimas berhenti makan dan langsung menatap Elsa.


"Tidak ada apa pun yang terjadi Mas, aku hanya ingin mengikuti sebuah kontes kecantikan. Aku ingin mencoba mendaftar di sana, siapa tahu saja aku akan menang dan mendapatkan hadiah uang atau pun kontrak dengan agensi model"


Elsa berbicara dengan sangat antusias seakan-akan seperti dia akan bisa langsung memenangkan kontes tersebut. Sedangkan Dimas yang melihatnya hanya bisa menatap Elsa dengan wajah datarnya.


"Ternyata Elsa memang memiliki sesuatu yang dia inginkan, itu sebabnya sejak semalam dia bersikap aneh. Apa yang Papah katakan tadi memang benar jika Elsa pasti memiliki niat tersembunyi" gumam Dimas di dalam hatinya.


"Bagaimana Mas? Kamu mau kan mengizinkan aku ikut kontes kecantikan itu? Nanti aku akan ikut pelatihan di asrama yang sudah di siapkan selama 1 bulan, baru nanti akan di umumkan pemenangnya" ujar Elsa penuh senyuman.


"APAA!? 1 bulan? Jadi kamu akan pergi dan tinggal di luar untuk 1 bulan? Lalu bagaimana dengan Baby Diva? Apa kamu pikir dengan Baby Diva yang belum genap 1 tahun ini bisa kamu tinggalin begitu saja?"


"Apakah kamu tidak pernah berpikir bagaimana jadinya Baby Diva jika kamu tidak ada di sampingnya? Aku tidak akan setuju jika kamu harus tinggal di luar selama 1 bulan, titik!"


Dimas berbicara dengan tegasnya sambil menatap tajam ke arah Elsa yang malah menatapnya kembali dengan kesal.


Elsa tidak berpikir jika dia pergi selama 1 bulan, bagaimana nasib Baby Diva yang masih sangat kecil dan membutuhkan asi darinya.


Elsa hanya memikirkan tentang dirinya sendiri dan bagaimana caranya agar dia bisa menjadi model terkenal.


Tidak sedikit pun terdapat rasa penyesalan tentang pilihannya yang mana membuat dirinya akan berjauhan dari anaknya sendiri yang bahkan belum genap 1 tahun.


Sedangkan Mamah Mita dan Vina yang mendengar perkataan Elsa itu, mereka hanya bersikap biasa saja.


Bahkan mereka juga tidak berniat sedikit pun untuk mencegah atau melarang Elsa untuk ikut serta dalam kontes kecantikan yang mengharuskannya pergi selama 1 bulan lamanya meninggalkan suami dan juga anaknya.

__ADS_1


__ADS_2