Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Flashback 1 Tahun (2)


__ADS_3

“Sudah, Mamah jangan sedih ya. Suci mau kok besok ke rumah sakit buat periksa, siapa tahu kan kita bisa tahu nanti apa penyebabnya. Semoga semuanya baik-baik saja supaya Suci bisa segera memberikan cucu untuk Mamah dan Papah” ucap Suci sambil tersenyum menatap Mamah Mita.


“Wah... Terima kasih sayang, kamu sudah mau menuruti permintaan Mamah. Semoga memang tidak ada apa-apa ya, dan ini hanya kekhawatiran Mamah saja” ucap Mamah Mita dengan senang hati.


Dimas yang mendengar itu pun langsung menatap Suci dengan tatapan kesal.


“Sayang, kenapa kamu malah setuju sih sama permintaan Mamah yang konyol ini. Lagian juga, kita masih muda usia pernikahan pun masih seumur jagung. Jadi percayakan semua sama Allah, dan aku yakin kita akan memiliki anak tanpa harus periksa-periksa apalah itu” saut Dimas.


“Iya, Nak Suci. Apa yang dikatakan Dimas benar, sudah kamu jangan ikuti omongan Mamahmu itu. Dia terlalu terobsesi dengan orang lain yang sudah menimang cucu” jawab Papah Angga.


“Mas, Pah. Suci enggak apa-apa kok, lagian cuma memastikan apakah rahim Suci ada masalah atau tidak. Jika ada pun pasti bisa diobati, bukan? Jadi jangan khawatir ya. Suci Insya Allah akan baik-baik saja, apa pun hasilnya nanti Suci akan menerimanya degan ikhlas” ucap Suci sambil tersenyum.


“Terima kasih, sayang. Kamu memang menantu terbaik yang bisa mengerti apa keinginan Mamah hehe...” ucap Mamah Mita sambil memeluk Suci yang berada di dekatnya karena Papah Angga dan Dimas duduk di sofa tunggal.


“Sama-sama, Mah. Suci minta doanya ya Mah, semoga Suci tidak ada masalah. Begitu juga dengan Mas Dimas, supaya kita bisa melakukan program hamil kan banyak tuh para artis yang melalukan metode itu agar bisa secepatnya di berikan momongan” jawab Suci.


“Nah... iya tuh benar. Nanti kalau kalian baik-baik saja langsung lakukan program hamil ya kalau perlu anak kembar sekalian biar Mamah bisa dapat cucu 2 sekaligus hehe...” saut Mamah Mita dengan sangat senang.


“Amin, Mah. Semoga saja...” jawab Suci sambil melepaskan pelukannya dengan Mamah Mita.


Dimas yang memang sangat kesal karena Suci menyetujui permintaan sang Mamah membuat ia tidak bisa berkata apa-apa lagi, karena Dimas paling tidak bisa meluapkan rasa kesalnya kepada Suci.


Dimas hanya bisa berharap semoga besok hasil dari pemeriksaan semuanya baik-baik saja tanpa adanya kabar buruk yang terjadi. Kemudian mereka kembali menatap televisi sambil memakan makanan ringan bersama-sama.


Namun waktu menunjukkan pukul 9 malam lebih yang mana mereka sudah merasakan ngantuk. Mamah Mita dan Papah Angga langsung pergi ke kamar mereka karena sudah tidak bisa menahan rasa ngantuknya, sedangkan Dimas pergi ke kamarnya lebih dulu karena Suci harus membereskan piring serta gelas-gelas yang habis mereka gunakan.


Setelah semuanya selesai dan beres, Suci langsung segera pergi ke kamarnya untuk menyusul Dimas. Yang mana Dimas sedang membuka ponselnya sambil menunggu sang istri untuk kembali ke kamar. Tak lama Suci membuka pintu kamar sambil memberikan salam, dan Dimas pun langsung menatap Suci sambil menjawab salamnya.


“Loh, Mas belum tidur? Suci kira Mas sudah tidur duluan karena menunggu terlalu lama, soalnya tadi Suci harus mencuci piring serta gelas supaya besok pagi tidak ada cucian yang menumpuk” ucap Suci sambil berjalan mendekati Dimas.


“Belum, nih Dek. Mas kangen pengen peluk hehe...” ucap Dimas dengan nada manjanya.

__ADS_1


“Hem... Mulai deh, kalau kaya gini mah siapa sih yang bisa menolaknya hehe...” saut Suci sambil duduk di pinggiran kasur.


“Hoya, Dek. Apa kamu sudah siap buat menerima hasil buruk sekali pun yang kemungkinan akan terjadi nanti?” tanya Dimas dengan wajah seriusnya.


“Insya Allah, Mas. Suci siap kok namun jika semuanya di kembalikan kepada Mas, apa Mas akan siap menerima kenyataan jika besar kemungkinan Suci tidak bisa memberikan anak untuk Mas?” tanya balik Suci yang membuat Dimas langsung terdiam.


“Kenapa kok diam, Mas? Apa Mas belum siap ya kalau hasilnya nanti Suci yang akan dalam keadaan tidak baik-baik saja” ucap Suci kembali.


“Bukan begitu, Dek. Aku hanya takut jika itu semua terjadi maka Mamah akan sangat kecewa dengan kamu, apa lagi kamu tahu kan bagaimana reaksi Mamah tadi. Dia sangat senang jika hasilnya baik-baik saja, tetapi tidak jika hasilnya kurang baik. Apakah Mamah bisa bersikap baik padamu? Sedangkan aku akan tetap menerimamu apa adanya, mau ada keturunan atau pun tidak itu semua tidak akan merubah cinta Mas untuk kamu, Dek” ucap Dimas yang membuat hati Suci tersentuh.


Dimas benar-benar merupakan suami idaman para wanita di luar sana yang selalu siap siaga menjaga serta menerima apa pun kekurangan sang istri.


“Terima kasih Mas, sudah mau mencintai Suci dengan tulus. Tapi Insya Allah Suci akan baik-baik saja kok dan kita akan segera memiliki anak yang lucu-lucu hehe...” ucap Suci dengan raut wajah yang bahagia


“Amin, sayang. Hoya... Sekarang hari apa ya?” tanya Dimas dengan berpura-pura lupa dengan semuanya.


Suci langsung mengambil ponselnya dan melihat hari serta jam yang tertera di layar ponselnya.


“Sekarang hari kamis, Mas. Memang ada apa?” ucap Suci dengan wajah bingungnya.


“Kalau hari ini hari kamis, maka besok pasti hari jum’at Mas. Masa ia langsung loncat ke minggu, memangnya Mas Dimas apa yang belum apa-apa langsung loncat ke tubuh Suci” celoteh Suci dengan wajah polosnya yang membuat Dimas tertawa kecil.


“Hehe... Habisnya tubuhmu enak sih kalau di loncatin, apa lagi kalau di goyang hem... rasanya itu seperti berada di surga dunia. Belum lagi saat aku mendengar suara indahmu itu yang terdengar begitu merdu, membuat aku semakin hanyut dalam permainan hehe....” ucap Dimas sambil tertawa.


“Yayaya, sesuka hati Mas saja. Suci ngantuk nih, tidur yuk. Lagian kan besok pagi-pagi kita harus ke rumah sakit buat memeriksakan kesehatan kita” ucap Suci sambil merebahkan tubuhnya di kasur.


“Yaaaaaah... sayang, ini kan malam jum’at masa iya kita enggak melakukan sunah rasul?” ucap Dimas dengan wajah kecewa.


“Ya sudah ganti saja sama malam minggu” saut Suci sambil menarik selimut ke tubuhnya, kemudian ia langsung memejamkan matanya.


“Yakk... Sayang, memang kamu kira kita mau berkencan apa pakai acara malam minggu segala. Kita kan mau ekhem-ekhem, masa ia harus nunggu malam minggu sih. Nanti kalau si Otong nangis terus kangen sama rumahnya, bagaimana?” ucap Dimas sambil menatap wajah Suci.

__ADS_1


Seketika keadaan hening, dan hanya terdengar suara dengkuran dari Suci yang menandakan bahwa ia sudah berada di suatu tempat ternyaman baginya.


Dimas yang melihat Suci hanya bisa tersenyum, ya meskipun kecewa tapi Dimas juga harus bisa mengerti keadaan Suci. Kemungkinan saat ini Suci benar-benar sangat lelah jadi dia tidak mood untuk melayani Dimas.


“Otong yang sabar ya, hari ini kita absen dulu oke. Soalnya rumah kamu lagi di renovasi biar lebih nyaman, jadi jangan berontak ya” gumam Dimas sambil menatap celananya yang sudah sedikit mengembang.


Lalu Dimas kembali menatap wajah lelah sang istri yang mana terasa sangat menyejukkan untuk Dimas. Pada akhirnya ia mencium kening Suci sambil mengucapkan selamat tidur.


Dimas yang benar-benar tidak bisa jauh dari Suci, membuat ia tidur sambil memeluknya hingga tak terasa tangannya sangat jail menyelinap masuk ke dalam baju untuk mencari benda kesukaannya.


“Sayang, aku izin minum susu ya. Biar aku besok bisa melawan kejamnya dunia hehe...” gumam Dimas sambil memiringkan sedikit tubuh Suci untuk menghadapnya.


Sehingga perlahan demi perlahan Dimas membuka 3 sampai 4 kancing piyama Suci dan hanya menyisakan 2 kancing terakhir yang masih mengunci. Dengan perlahan Dimas menikmati buah Cerry yang sangat imut dan sekal.


Lalu ia menyedotnya secara perlahan agar tidak membangunkan Suci yang terlihat sangat kecapean. Dan pada akhirnya Dimas pun ikut tertidur dengan keadaan mulut terisi dengan buah Cerry.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sampai di sini dulu ya cerita untuk hari ini guys... 😁😁😁


Semoga kalian menyukai ceritanya dan enjoy your time... 🤗🤗🤗


Mohon dukungan kalian semua untuk karya baru Author ini 😊😊😊


Serta karya-karya Author lainnya yang semoga kalian juga sukai 😄😄😄


Terima kasih kepada kalian semua yang sudah mendukung Author 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Juga terima kasih bagi kalian yang setia membaca karya Author 🥰🥰🥰


Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semua... 😆😆😆

__ADS_1


Sayang kalian semuanya... ❤️❤️❤️


Papaaayyy ~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2