Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Saya adalah Office Boy


__ADS_3

Dimas dan Elsa hanya bisa tersenyum canggung kepada Arsya, baru kali ini ada orang yang seperti Arsya berani dalam berkomentar tentang orang lain tanpa adanya rasa bersalah.


Setelah Arsya pergi dari ruangan Dimas dengan dikawal oleh beberapa bodyguardnya, ternyata Dimas dan Elsa malah berdebat.


“Kan sudah aku bilang, kalau mau masuk ruangan ketuk dulu pintunya dan jangan bawakan aku kopi setiap saat jika aku tidak memintanya sendiri. Sekarang karena sudah seperti ini, bagaimana? Harga diriku dan perusahaanku terlihat jelek di mata Tuan Arsya. Lalu jika ia membatalkan semua kontraknya, bagaimana nasib perusahaan ini?” celetuk Dimas dengan nada emosi.


“Ckk! Apaan si Mas, mana aku tahu jika di dalam ada Tuan Arsya toh kamu juga tidak memberi tahuku kan jadi jangan salahkan aku. Bukannya tiap hari kamu senang meminum kopi buatku, lalu kenapa hanya karena Tuan Arsya kamu jadi memarahiku?”


“Ini baru pertama kali loh kamu kembali marah-marah cuma karena orang itu. Harusnya kamu marahi dia karena dia sudah merendahkanku, bukan malah kamu memarahiku karena alasan aku yang tidak mengetuk pintu dan juga membawakan kopi. Sedangkan Pak Dion masuk ke sini tanpa mengetuk pintu biasa saja” Elsa selalu mencari pembelaan untuk dirinya karena ia selalu di salahkan.


“Beda, Sa... beda. Kamu sama Dion itu berbeda” jawab Dimas sambil mengacak rambutnya.


“Apa bedanya, Mas? Katakan! Apa karena aku cuma sekretaris begitu? Lalu, bagaimana dengan hubungan kita?” tanya Elsa yang membuat Dimas langsung menatapnya.


“Stop bahas hubungan di kantor, ini tempat bekerja bukan tempat pribadi. Bagaimana jika banyak kuping yang mendengar hal ini dan langsung sampai ke telinga Suci?” bentak Dimas.


“Ya baguslah, lebih cepat lebih baik. Lagian aku juga bosan bersembunyi seperti ini, apa lagi semenjak Suci pulang kamu jarang ada waktu untukku” jawab Elsa dengan nada tegasnya yang seketika membuat Dimas bungkam tidak bisa menjawab apa yang Elsa ucapkan.


“Dahlah... Kalau begini caranya, mending kita tidak usah berhubungan. Status kita hanya sekedar sekretaris dan atasan” saut Elsa kembali sambil mengambil kopi yang sudah ia buatkan untuk Dimas, lalu ia berjalan menuju pintu.


“Sa tunggu, oke aku minta maaf aku salah...” ucap Dimas sambil mencekal tangan Elsa, dan membuat gelas yang ia pegang terjatuh.


Praaaangggg...


Dimas langsung menarik Elsa untuk berada di dalam pelukannya, karena ia tidak mau sampai kaki Elsa terluka terkena pecahan gelas hanya karena dirinya.


“Maafin aku Sa, tadi aku sudah membentakmu dan juga memarahimu tapi jangan berkata seperti itu lagi. Aku enggak mau sampai kehilangan kamu” ucap Dimas sambil memeluk Elsa.


Namun Elsa hanya bisa tersenyum penuh kelicikan. Ternyata menaklukkan hati Dimas sangatlah mudah untuknya, sampai-sampai membuat Dimas sangat takut kehilangannya.


“Oke, aku maafkan. Tapi aku tidak mau kejadian ini terulang lagi, paham” ucap Elsa sambil melepaskan pelukannya, lalu ia berjalan menuju meja Dimas untuk menelepon OB agar segera membersihkannya.


Dimas hanya bisa terdiam, ibarat kata apa yang Dimas alami seperti kebalikan dari Suci. Bahkan Suci tidak bisa menjawab perkataan Dimas seperti Elsa, namun Elsa malah dengan mudahnya membuat Dimas takut kepadanya.

__ADS_1


Setelah selesai menelepon OB, Elsa pun langsung pergi ke kamar Dimas untuk membersihkan tubuhnya. Di sisi lain, Arsya yang baru saja dari toilet kantor Dimas mendengar percakapan salah satu OG yang sedang berbincang di dalam ruangan istirahat OB/OG.


“Kok gua ngerasa makin ke sini, sifat Bu Elsa semakin seenaknya ya. Lu tahu kan Tuan Dimas itu sudah memiliki istri, tapi kenapa Tuan Dimas terlihat sangat dekat dengan Bu Elsa?” ucap Astrid dengan wajah heran saat habis menerima telepon dari Elsa.


“Gua juga merasa seperti itu, tapi kan Bu Elsa sahabat Bu Suci jadi mungkin wajar saja jika mereka terlihat dekat” jawab Tuti.


“Tapi Tut, ini tuh beda. Lu tahu sendiri Bu Elsa sering banget bikinin kopi buat Tuan Dimas, belum lagi dia selalu sering masuk ke ruangan Tuan Dimas karena beberapa kali gua lewat sana saat lagi bersihin ruangan yang lain. Di sana gua liat Bu Elsa seperti lagi dandan terus pakai parfum yang cukup banyak habis itu masuk ke dalam ruangan Tuan Dimas. Dari situ gua udah enggak tahu lagi deh...” celetuk Astrid.


“Ja-jangan-jangan Bu Elsa lagi mencoba ngerayu Tuan Dimas?” ujar Tuti sambil membolakan matanya yang membuat Astrid terkejut.


“Coyyy... coyyy... coyyy... Amit-amit, jangan sampai deh. Bu Suci terlalu baik jika harus di sakiti, lagian juga masa Bu Elsa tega nyakitin hati sahabatnya sendiri” jawab Astrid sambil memukul-mukul meja.


“Ya bisa saja sih, tapi ini siapa yang bersihin ruangan Tuan Dimas. Gua mau bersihin ruangan meeting karena bentar lagi mau di pakai” jawab Tuti.


“Gua juga enggak bisa, Tut. Gua harus bersihin lantai 3, mana petugas cowok lagi pada sibuk juga lagi, gua bingung” ucap Astrid dengan wajah kebingungan.


“Ya udah, lu fokus aja sama kerjaan lu. Nanti setelah gua beres bersihin ruangan meeting, gua langsung mampir ke ruangan Tuan Dimas kan searah juga” jawab Tuti.


“Oke... Thanks ya, gua cabut dulu. Sampai ketemu nanti pas jam makan siang bestie” ucap Astrid sambil melambaikan tangan dan pergi mengambil alat-alat kebersihan.


Dengan sigap semuanya mengerjakan tugasnya untuk memperlancar aksi penyamaran Arsya. Hanya dengan hitungan menit, Arsya sudah menyamar menjadi OB yang menggunakan topi hingga masker mulut.


Lalu Arsya berusaha jalan dengan berhati-hati agar tidak mencurigai siapa pun yang berada di sana. Untungnya, CCTV di sana sudah diakali oleh para bodyguard cerdas yang Arsya miliki sehingga ia aman dari semua barang bukti.


Kali ini tujuan Arsya bukan sebagai maling, melainkan sebagai mata-mata untuk menyelidiki apa yang membuatnya curiga. Kemudian ia masuk dengan mengetuk pintu, dan Dimas pun menyuruhnya masuk.


Tokk... tokk... tokk...


“Permisi, Tuan. Saya adalah Office Boy yang akan membersihkan ruangan, apa saya di izinkan untuk masuk?” ucap Arsya dengan suara yang lembut.


“Masuk, dan cepat bersihan semuanya” ucap Dimas dari dalam ruangan.


Arsya pun masuk dengan peralatan yang tidak pernah ia pegang sebelumnya, cuma karena ini penyamaran jadi ia harus terlihat sangat sempurna.

__ADS_1


“Permisi, Tuan...” ucap Arsya dengan sopan sambil membungkukkan badannya.


“Tumben seorang OB di sini pakai masker dan topi” tanya Dimas dengan tatapan penuh penyelidikan.


“Maaf Tuan, saya lagi kurang sehat jadi harus menggunakan masker supaya tidak mengganggu karyawan lainnya. Kalau untuk masalah topi, tadi saya habis dari luar dan cuacanya sangat panas jadi saya lupa untuk meletakannya kembali di loker” jawab Arsya dengan nada tenang.


“Ya sudah, cepat bersihkan semuanya. Saya mau ke kamar dulu” ucap Dimas yang langsung pergi memasuki kamar dan meninggalkan Arsya.


Arsya berusaha dengan ketidak bisaannya untuk memegang alat seperti itu, membuat ia sedikit kesulitan. Namun pada akhirnya Arsya berhasil membersihkannya dengan cepat ya meskipun hanya membersihkan tumpahan kopi dengan pecahan gelas saja bisa membuat Arsya berkeringat.


Tetapi mau tidak mau Arsya harus tetap sabar demi misinya. Lalu dengan perlahan Arsya mendekati kamar Dimas yang untungnya entah keajaiban apa kini pintu kamar terbuka sedikit dengan memberikan celah untuk Arsya bisa mengintip.


“Itu bukannya sekretarisnya? Lalu sedang apa mereka di dalam? Hem... Ternyata dugaanku dan para OG itu benar. Jadi wanita ini yang sudah membuat rumah tangga mereka hancur”


“Tapi tunggu deh. Kata OG itu kan wanita ini sahabatnya, tapi kenapa dia malah bersikap bagaikan wanita murahan? Apa jangan-jangan ada maksud tertentu kenapa dia bisa mendekati Dimas?”


“Heee... Menarik sih, kita lihat saja nanti. Suatu saat nanti aku akan membalaskan semuanya Dimas. Ya meskipun aku tidak mengenal baik Suci-Suci itu, cuma aku melakukan ini demi Bunda. Ya hanya demi Bunda karena kan Bunda yang sudah menganggap Suci sebagai anaknya, jadi aku yang sebagai Kakak harus membalaskan rasa sakitnya kan...”


Arsya mengoceh di dalam hatinya, namun ia malah terlihat seperti sedang berdebat dengan hati kecilnya. Ia merasa bahwa melakukan semua ini demi sang Bunda, meskipun hatinya menginginkan jika dia melakukan ini karena ia peduli dengan Suci.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hello guys... Apa kabar kalian semuanya pembaca setiaku... 😄😄😄


Semoga kalian baik-baik saja dan selalu bahagia di mana pun itu 🤗🤗🤗


Ohh... Hari ini Author mau berbagi sesuatu nih sama kalian 😁😁😁


Rekomendasi Novel lainnya yang tidak kalah seru dan menarik yeyy... 🥳🥳🥳


Semoga kalian menyukainya dan mohon dukungan kalian semua... 🥰🥰🥰


Jangan lupa tinggalkan jejak indah dan gemoy kalian di sana ya... 😉😉😉

__ADS_1


...*...



__ADS_2