
Namun saat Arsya ingin ruangan, dia menyadari jika ada kesalahan pada dirinya. Lalu segera mungkin ia berbalik dan menatap orang kepercayaannya yang sedang tertawa sangat kecil.
“Ekhemm... Xantina Prameswari, bulan ini gajimu saya tahan! Jadi teruslah tertawa sepuasmu, maka saya akan dengan senang hati tidak akan lagi menggajimu” ucap Arsya yang membuat Xan langsung terdiam dan kembali datar dalam keadaan mata yang sudah mau copot.
“Tu-Tuan... ka-kau kejam sekali padaku hiks...” ucap Xan.
“Tidak usah khawatir, gajimu bulan ini 3 kali lipat” sahut Suci yang lagi dan lagi membuat Arsya frustrasi dan langsung menatapnya dengan tatapan marah.
“Apa kamu bilang, hah!! Enak sekali ya kamu berbicara tanpa dosa seperti itu, seakan-akan ini adalah perusahaanmu. Padahal kan jelas-jelas dia itu sudah melakukan kesalahan, tapi kenapa kamu malah menaikkan gajinya. Memang yang menjadi bos di sini siapa sih aku atau kamu” ucap Arsya.
“Katanya kamu mau jadi suamiku, jadi aku juga akan jadi bos dong di sini? Jadi sudahlah tidak apa-apa naikkan saja gaji dia bulan ini, kasihan dia pasti banyak hutang yang harus di bayar. Kali-kali amal napa, kan dapet pahala” celetuk Suci dengan spontan.
“Astaga, kalau begini caranya bisa-bisa aku bangkrut huaaa... Bunda, Ayah... tolong Arsya, kenapa Suci jadi semenyebalkan ini sih...” ucap Arsya di dalam hatinya.
“Ya ampun... calon istri Tuan Arsya baik sekali. Ya meskipun menyebalkan tapi tidak apa-apa, mau di bilang aku punya hutang kek apa kek yang penting gajiku bulan ini 3 kali lipat yess... hahaha...” gumam Xan di dalam hatinya.
“Kenapa pada diam?” tanya Suci yang membuat Arsya langsung menjawabnya.
“Xan, kamu temani dia karena aku mau meeting. Jaga dia baik-baik, kalau bandel karungin aja buang ke laut sekalian” ucap Arsya yang sudah kesal lalu ia masuk ke dalam ruangan meeting dan bertemu dengan semuanya.
“Yaaakkk... dasar calon suami kejam, tidak berperikemanusiaan yang adil dan beradap ehh... ya ampun kenapa jadi ke Pancasila begini” ucap Suci yang membuat Xan terkekeh kecil melihat tingkah lucunya.
Suci yang mendengar Xan tertawa langsung menoleh ke arahnya dan ikut tertawa kecil untuk menutupi rasa malunya.
“Mari Nona saya antar ke ruangan Tuan, biar Nona bisa beristirahat” ucap Xan dengan sopan.
“Memang meetingnya sangat lama ya sampai-sampai aku harus beristirahat di ruangannya?” tanya Suci.
“Sepertinya sih begitu Nona, karena ini meeting yang cukup penting jadi pasti akan lama. Jika tidak penting pun tidak mungkin Tuan akan datang ke sini di hari libur seperti ini” sahut Xan dengan tegas.
“Kalau hari ini libur, kenapa masih ada karyawan yang bekerja dan juga para bodyguard selalu berjaga? Apa yang libur hanya Mas Arsya saja? dan kamu juga, kenapa tidak libur?” tanya Suci kembali dengan penasaran.
“Mari ikut saya ke ruangan Tuan, Nona. Biar saya jelaskan sambil Nona duduk, kasihan jika Nona berdiri seperti ini” jawab Xan sambil mempersilakan Suci berjalan lebih dulu sambil menunjukkan ruangan yang tak jauh dari ruangan meeting.
__ADS_1
Xan membukakan pintu untuk Suci masuk ke dalam dan memandunya agar duduk di sofa yang sangat empuk dan juga di desain sangat simpel, elegan namun terkesan sangat indah.
“Loh... kenapa kamu tidak duduk? Tadi katanya kita mau mengobrol sambil duduk, ayo sini duduk di sebelahku” ucap Suci dengan tatapan bingung.
“Tidak usah Nona, saya sudah terbiasa berdiri kok jadi Nona saja yang duduk” ucap Xan dengan lembut.
“Sudahlah anggap saja kita adalah teman, jadi sini duduk di sebelahku. Kalau tidak mau, nanti gajinya bulan ini tidak jadi naik 3 kali lipat loh mau?” ucap Suci yang membuat Xan langsung duduk di sampingnya.
“Huaaa... ja-jangan Nona, jangan...” ujar Xan dengan wajah paniknya yang malah membuat Suci terkekeh.
“Hihi... aku cuma bercanda loh, oh iya tadi siapa namamu aku lupa?” tanya Suci sambil menatap Xan.
“Saya Xantina Prameswari, Nona bisa memanggil sama dengan Xan” jawab Xan dengan sedikit tersenyum.
“Wahh... nama yang cantik. Sudah lama kamu kerja sama Mas Arsya? Memangnya kamu tidak bosan kerja sama si Es itu? Lalu kenapa kamu tidak mencari bos yang lebih baik aja, yang lebih ramah gitu...” tanya Suci.
“Saya kerja sudah cukup lama bersama Tuan Arsya, dari mulai saya umur 20 tahun sampai umur saya susah memasuki 29 tahun. Mungkin Tuan terlihat seperti manekin yang hidup, namun jika kita sudah mengenalnya pasti bisa mengerti. Di balik sikap Tuan yang seperti itu, beliau memiliki hati yang sangat embut dan juga baik” jelas Xan yang membuat Suci pun tersenyum.
Xantina Prameswari adalah seorang janda cantik dengan usia 29 tahun. Xan juga merupakan orang kepercayaan Arsya yang tidak pernah mengeluh sedikit pun. Ya meskipun dia seorang wanita, namun kerja kerasnya itu bisa melebihi seorang pria.
"Bahkan aku sudah sangat merepotkan keluarganya Mas Araya. Belum lagi aku sudah banyak berhutang nyawa kepada Mas Arsya” ucap Suci yang menatap lurus ke depan dengan tatapan sedih.
“Maaf Nona, sebelumnya boleh saya tahu kenapa kalian bisa dekat sedekat ini? Karena yang saya kenal, Tuan Arsya tidak pernah mau yang namanya berdekatan dengan seorang wanita"
"Beliau masih berpegang teguh pada pendiriannya, jika masa lalunya akan kembali hadir menemaninya” ucap Xan yang membuat Suci langsung menoleh ke arahnya.
“Maksudnya bagaimana Kak Xan, aku tidak paham. Kenapa dia mau masa lalunya malah kembali hadir? Sedangkan aku aku saja sangat ingin melupakan masa laluku tapi itu sangatlah sulit” tegas Suci.
“Entahlah, saya juga tidak mengerti Nona. Makanya saya bingung saat Tuan mengenalkan jika Nona adalah calon istrinya, maaf jika saya menyinggung perasaan Nona Suci” ujar Xan yang menatap Suci.
“Tidak apa-apa Kak, aku senang bisa mendapat teman seperti Kak Xan. Bolehkan kalau aku menganggap Kak Xan seperti Kakakku sendiri karena aku di dunia ini hanya hidup seorang diri. Aku tidak memiliki keluarga satu pun, kecuali keluarga Mas Arsya” ucap Suci yang mampu membuat Xan sedikit terkejut.
“Ma-maaf Nona, sa-saya hanya sekedar orang kepercayaan Tuan Arsya. Jadi Nona tidak perlu menganggap saya sejauh itu, saya tidak mau melewati batasan yang ada” ucap Xan dengan wajah bingungnya.
__ADS_1
“Hemm... ya sudah jika Kak Xan tidak mau menjadi Kakakku, tidak apa-apa. Aku memang sudah sepantasnya hidup sendirian kok...” ujar Suci sambil tersenyum yang membuat Xan seperti bersalah karena sudah mengatakan hal yang mungkin membuat hati Suci terluka.
Tapi di sisi lain Xan juga bingung. Jika ia melewati batas yang ada, bisa-bisa ia akan kehilangan pekerjaan yang selama ini menjadi sumber penghasilannya untuk menghidupi dirinya. Suci berdiri dari sofa dan menatap sekelilingnya, hingga ia berjalan melihat setiap sudut ruangan tempat kerjanya Arsya.
Satu persatu barang yang ada di ruangan itu Suci genggam dan di taruhnya kembali saat ia sudah melihatnya, sedangkan Xan tidak tahu harus berbuat apa. Dia mau melarang Suci, namun ia takut jika kesalahan karena melarangnya. Apa lagi Suci akan menjadi istri Arsya jadi dia berhak menyentuh benda yang menjadi milik Arsya.
Tapi di sisi lain Xan juga takut jika Arsya akan marah padanya karena ia membiarkan Suci untuk menggeledah semua isi ruangannya. Cuma ya sudahlah toh Arsya juga tidak memberitahukan apa yang harus Xan tutupi, dan apa yang di perbolehkan atau pun tidak untuk Suci ketahui.
Xan hanya bisa mengikuti setiap langkah Suci kemana ia akan berjalan, dan kemana ia akan terhenti. Xan hanya bisa membuntuti Suci dari belakang, sampai seketika Suci masuk ke sebuah kamar dan ia duduk di tepi ranjang sambil menatap Xan.
“Kenapa Kak Xan selalu mengikutiku? Apa tidak cape berdiri seperti itu?” tanya Suci dengan wajah bingungnya.
“Saya ditugaskan untuk menjaga Nona, jadi saya harus siap siaga berada di samping Nona. Jika Nona ingin beristirahat, maka silahkan saya akan menemaninya di sini” ujar Xan yang dengan jarak beberapa langkah dari Suci.
“Apa jika aku tertidur, Kak Xan akan terus berdiri seperti itu?” ucap Suci yang diangguki oleh Xan.
“Hemm... baiklah bagaimana Kak Xan saja” sahut Suci yang menaiki kasur sambil duduk berselonjor dengan selimut menutupi tubuhnya hingga sebatas pinggang.
Entah mengapa kini Suci terdiam kembali dengan tatapan yang kosong, mungkin jika tidak ada lagi yang harus memancing mood Suci pasti ia akan kembali terlihat orang yang begitu menyedihkan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hel... to the Lo... Hello guys... 😄😄😄
Kembali lagi dengan Author kalian yang banyak kekurangan ini... ☺️☺️😊
Kalian tahu gak Author baru bikin Group Chat loh dan masih kosong 🥳🥳🥳
Jika kalian ingin join ke Group langsung saja ke beranda Author ya... 😎😎😎
Nama Group Chatnya itu adalah "Kang Salto Barbar" kayak Author 🤣🤣🤣
Silahkan join aja guys, gak akan di apa-apain kok tenang aja... 🤭🤭🤭
__ADS_1
Jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi di bab selanjutnya yaaa... 🤗🤗🤗
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻