Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Memanjakan Sang Jagoar


__ADS_3

"Ya, walaupun aku harus terlihat bagaikan seorang wanita penggoda, tapi tidak masalah bukan? Toh dia suamiku jadi aku harus terlihat menggiurkan di depannya layaknya mangsa yang mana saat melihatku Mas Arsya akan memakanku dengan sangat puas hihi.."


Suci bergumam di dalam hatinya sambil pergi ke arah kamar mandi dan menyiapkan diri untuk menyambut malam pertamanya yang indah ini dengan sangat panjang bersama suami tercinta.


Entah sudah berapa lama Suci mandi, saatnya dia keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan bathrobe yang terbilang sangat sek*si.


"Ya ampun, baju ini kenapa sangat pendek saat aku pakai? Tapi, apa aku pantas memakainya? Bahkan aku sendiri tidak percaya dengan tubuhku ini. Cuman, ya sudahlah kita coba saja. Semoga berhasil dan tidak malu-maluin hihi.." Gumam lirih Suci saat menatap betapa indahnya tubuh mulusnya di depan cermin.


Lalu, Suci berjalan dengan perlahan melihat keadaan sekeliling yang mana jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Bahkan suasana pun sangatlah sepi, jadi dengan memberanikan diri Suci mendekati Arsya.


"Mas Arsya, lagi apa di sini? Masuk yukk.." Ujar Suci dengan suara lembutnya sambil memeluk Arsya dari melakang dan meletakan wajahnya di sela leher Arsya.


Heeeemmmm..


Arsya mencium aroma sabun khas orang baru selesai mandi dengan sangat harum, hingga memejamkan kedua matanya menikmati aroma sabun tersebut.


Namun di detik ke sekian, Arsya langsung membolakan matanya saat melihat reaksi Suci yang sudah duduk di pangkuannya sambil melingkarkan kedua tangannya di leher Arsya.


"Sa-sayang.. ka-kamu nga-ngapain seperti ini. Su-sudahlah cepat ganti pakaianmu nanti kamu masuk angin. Lalu, tidur gih bersama Baby Kay. Aku masih mau di sini dulu.."


Arsya berbicara dengan nada gugupnya saat melihat penampilan Suci begitu cantik, tapi perasaan bersalah yang tadi masih menyelimuti Arsya. Sehingga Suci yang sudah sangat mengerti langsung mengelus rahang Arsya penuh kasih sayang.


"Mas tidak perlu merasa bersalah, mungkin ini keteledoran kita saat melupakan Baby Kay yang ada di samping kita. Jadi, sudahlah tidak apa-apa kok. Setidaknya Baby Kay baik-baik saja dan sudah tertidur sangat pulas" Ucap Suci dengan tersenyum.


"Ta-tapi...." Jawab Arsya yang kini jari manis Suci sudah menempel di bibir Arsya.


"Tidak ada tapi-tapian, itu hanya kecelakaan kecil saja dan bukan berarti Mas harus mempunyai pikiran bahwa Mas bukan Daddy yang baik untuk Baby Kay. Karena sampai kapan pun Mas adalah Daddy terbaik untuk Baby Kay. Paham?" Jelas Suci.


"Terima kasih sayang, kamu memang istri terbaik yang membuatku tidak pernah ada henti-hentinya selalu bersyukur karena sudah di pertemukan dengan wanita secantik dan semanis ini hem.."


Arsya yang mulai gemas langsung menempelkan hidungnya dengan hidung Suci hingga mereka terkekeh satu sama lain.

__ADS_1


"Sepertinya istriku sudah pandai menggoda suaminya ya, hem... dasar nakal. Baiklah aku tidak akan menyia-nyiakan malam yang panjang ini, agar Jagoar bisa membuka segelnya" Sahut Arsya kembali sambil merekatkan tubuh mereka dan langsung mencium lembut bibir Suci.


Suci hanya terdiam menerima semuanya dengan mata terpejam sambil lidah mereka saling melilit satu sama lain di sertai dengan luma*tan. Tidak hanya itu, Arsya yang sudah gemas langsung menggendong serta membawa Suci masuk ke dalam.


Lalu, Arsya mendudukan Suci di atas pangkuannya menghadapnya dengan pautan mereka yang masih setia menempel. Sampai seketika Arsya melepaskan pautannya dan menempelkan keningnya dengan Suci hingga nafas mereka saling berhembusan.


"Sa-sayang.. bo-boleh ak-.." Belum sempat Arsya meneruskan ucapannya Suci langsung mengangguk perlahan yang mana membuat mereka kembali berciuman dengan sangat ganas.


Tangan Arsya pun langsung menarik pengikat bathrobe hingga kini terbuka lah tubuh mulut Suci yang mana langsung membuat Arsya gemas dan memetik buah Cerry kembar dengan lembut.


"Ssstthhhh.. hemppt.." Suara indah Suci tertahan saat Arsya masih setia menjelajahi bibirnya. Kemudian Arsya melepaskan pautannya dan memberikan bekas tanda kepemilikan tepat di leher, dada hingga kini Arsya sudah bagaikan Baby Kay yang menyusu begitu kuat.


Suci meremas rambut Arsya sambil mendongak ke atas merasakan betapa lembutnya perlakuan Arsya saat menyentuh tubuhnya, baru kali ini Suci merasakan tubuhnya benar-benar seperti terbang di atas langit.


Sedangkan Arsya yang baru saja merasakan susu Baby Kay membuatnya sangat candu, ya walaupun tidak ada rasanya namun bagi Arsya ada sesuatu yang tidak bisa ia jelaskan betapa nikmatnya saat menyesap dan memainkan benda mungil di dalam mulutnya.


"Ma-mashhh.. sttt.. arghhh.. ge-gelihhh.. hempt.." Ucap Suci sambil menatap Arsya yang terlihat begitu gemas dengan buah dadanya sampai kini Suci tersenyum menikmatinya.


Suci tersenyum melihat wajah suaminya yang kini sudah di ambang hasrat yang cukup dalam, bahkan Arsya melepas semua pakaian di tubuhnya dengan sangat kasar.


Plokkkk..


Jagoar Arsya yang awalnya bersemayan di dalam sarangnya, sekarang sudah berani menunjukkan kejantannnya dengan bentuk yang sangat sempurna. Besar, gagah, berotot, dan juga panjang itulah yang membuat Suci sedikit ketakutan lantaran milik Arsya sangat jauh dari milik mantan suaminya.


"Ma-mas.. pu-punyamu be-besar se-sekali, a-apakah muat?" Tanya Suci dengan wajah polosnya. Arsya yang mendengar ini pun duduk di sofa sambil membelai wajah Suci.


"Tidak usah takut, jika mau kau boleh berkenalan dengannya lebih dulu agar kamu bisa sedikit nyaman. Baru kita akan memulainya, bagaimana? Bolehkan Jagoar berkenalan dengan bibirmu yang sangat membuatku candu ini, hem..?" Tanya Balik Arsya sambil mengelus pipis Suci.


"Ta-tapi aku tidak ahli dalam melakukan hal itu Mas.." Ucap Suci sambil sedikit mengangkat tubuhnya dengan bertumpuan sikut tangannya.


"Coba saja dulu agar kamu terbiasa, dari pada wajahmu ketakutan seperti ini saat melihatnya" Sahut Arsya yang membuat Suci terdiam sejenak dan menganggukan kepalanya.

__ADS_1


Entah keberanian dari mana sikap Suci kepada Arsya sangatlah berbeda dengan sikapnya kepada mantan suaminya dulu, meskipun Suci masih sangat malu untuk melakukannya tapi rasa nyaman itu mengalahkan semuanya sehingga mereka melakukannya atas dasar sama-sama ingin mengetahui bagaimana rasanya memuaskan satu sama lain.


Dengan bimbingan Arsya Suci langsung bangkit dan berjongkok di depan Arsya sambil tersenyum memegang Jagoar yang mana Arsya pun membalas senyumannya sambil mengangguk mengusap kepala Suci.


Suci perlahan menggerakan tangannya untuk memijit Jagoar hingga memasukannya kedalam mulutnya dan mengulumnya hampir setengah badan Jagoar masuk menerobos kerongkongan serta terus menggerakan maju mundur dam tempo sedang.


"Yeaahhh.. hempt.. huhh.. i-ini be-benar benar e-enak se-sekalihh sa-sayang, te-terus.. aarrghh.." Suara indah Arsya terdengah sangat manis di telinga Suci.


Suci sedikit melirik ke wajah Arsya yang kini mendongak ke atas dengan keringat berkucuran membuat Suci merasa senang saat bisa memuaskan suaminya hanya dengan mulutnya.


Lalu Suci melanjutkan aksinya sangat cepat, bahkan lebih cepat sampai membuat Arsya tak henti-hentinya mengeluarkan suara merdunya itu.


Dan tibalah saat yang menegangkan dimana sang Jagoar memutahkan isi laharnya di dalam mulut Suci sampai penuh, hingga Suci menelannya dengan perlahan sambil memejamkan kedua matanya.


Arsya yang merasakan nikmatnya sentuhan Suci membuat tubuhnya bergetar hebat saat melakukan pelepasan pertamanya. Suci segera membersihkan semuanya dan mendongak ke atas menatap wajah Arsya yang saat ini sedang menunduk meraup wajah Suci.


Cupp...


Satu kecupan mendarat tepat di bibir Suci yang masih belepotan hingga Arsya membantu membersihkan mulut Suci dengan sedikit luma*tan.


"Terima kasih sayang, kau sudah membuat Jagoar sangat bahagia. Bolehkan Jagoar memasuki rumahnya sekarang? Sepertinya dia sudah tidak sabar lagi hihi.."


Arsya terkekeh kecil yang membuat wajah Suci kembali merona, serta menganggukan kepalanya. Lalu, Arsya membantu Suci berdiri dan kembali tertidur di atas sofa yang cukup luas untuk mereka melakukan adegan panas.


Tanpa ancang-ancang Arsya langsung mengukung tubuh mungil Suci yang membuat Suci tersenyum canggung. "Pe-pelan pelan ya Mas, Su-suci masih takut"


"Iya Sayang, aku akan berusaha untuk mengontrolnya. Tetapi jika aku kelepaskan maafkan aku ya.." Jawab Arsya yang diangguki oleh Suci.


Suci mengalungkan kedua tangannya di leher Arsya yang membuat bibir mereka kembali berpautan, hingga kaki Arsya menuntun kaki Suci agar merenggangkannya supaya mempermudah jalan Jagoar memasuki rumahnya.


Dengan perlahan Arsya menggesekkan Jagoar untuk mengenali rumahnya lebih dulu supaya Jagoar tidak terkejut saat memasukinya. Ya, walaupun hanya seperti itu Suci merasakan tubuhnya benar-benar diambang hasrat yang tidak bisa di jelaskan.

__ADS_1


Hingga sedikit demi sedikit Arsya menuntun Jagoar memasuki rumahnya dengan benar tanpa membuat Suci merasakan sakit yang luar biasa.


__ADS_2