Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Malangnya Nasipmu Jagoar


__ADS_3

Arsya lalu bergeser sedikit untuk menutup serta mengunci pintunya saat melihat Suci masih menatap semuanya tanpa berkedip.


"Bagaimana sayang apa kau suka?" Tanya Arsya dengan wajah penasaran. Suci yang kini mendengar perkataan Arsya langsung menoleh dengan tatapan berbinar.


"Ma-mas a-apa kita salah kamar? Ja-jangan jangan ini kamar Dion dan Lisa?" Tanya balik Suci dengan wajah terkejut lantaran dia tidak percaya dengan apa yang di lihatnya saat ini.


Ya, kamar hotel yang awalnya belum sempat Suci bersihkan karena terlalu sibuk mengurus semua kini telah di rombak bagaikan sebuah kamar pengantin yang sangat indah dengan taburan kelopak bunga mawar.


Bahkan terdapat beberapa lilin aromaterapi yang membuat kamar hotel semakin wangi serta suasana hati begitu tenang, damai dan juga sangat nyaman.


Arsya dengan perlahan berjalan ke arah ranjang dan meletakan Baby Kay dengan sangat hati-hati, lalu kembali berjalan mendekati Suci.


"Ma-mas..." Ucap Suci yang membuat Arsya langsung menggenggam kedua tangannya hingga sedikit terkejut.


"Kamu tidak salah kamar sayang, semua ini sengaja aku siapkan untuk kita. Aku tahu selama kita menikah aku tidak pernah menyentuhmu karena kita belum sama-sama saling mencintai. Namun, saat ini aku sudah tahu bagaimana perasaan kita satu sama lain"


"Sehingga aku mencoba untuk memberanikan diri membuat kejutan kecil ini buat menyambut malam pertama kita. Ya walau pun tidak seromantis pasangan lain, tapi setidaknya aku sudah berusaha agar semua terkesan sempurna di depan matamu"


"Maaf jika tadi aku sudah membuatmu merasa kesal, dan maaf jika selama ini aku masih harus belajar menjadi suami serta Daddy yang baik untuk kalian. Jadi, di malam ini apakah kamu sudah siap untuk memberikan hakku?"


"Namun jika belum pun aku akan tetap menunggu sampai waktu itu tiba, aku tidak mau memaksakanmu. Karena aku hanya mau kita melakukannya benar-benar atas nama cinta bukan sekedar hawa nafsu yang mana akan membuat kita tidak pernah merasakan puas"


Arsya menatap lekat manik mata indah Suci sampai membuat Suci pun ikut menatapnya tanpa sedikit pun mengalihkan pandangannya, hingga bulir-bulir air kini menetes di pipi Suci yang membuat Arsya segera menghentikannya.


Arsya mengusap pipi Suci dengan begitu lembut hingga mencium keningnya beberapa kali termaksud juga kedua mata Suci yang berhasil membuat Suci langsung berhamburan memeluk Arsya begitu erat.


"Hiks.. ma-maafkan aku Mas. Aku telah bersalah karena kita menikah sudah cukup lama namun aku belum juga memberikan hakmu di karenakan perasaan kita yang belum bisa di tebak, hingga pada saat itu pun Baby Kay hadir yang mana membuat kondisi fisikku begitu lemah"


"Sehingga sudah tidak ada lagi alasan untukku berkata tidak. Bahkan saat Mas memintanya pun sebenarnya Suci tidak akan pernah menolak, hiks... ha-hanya saja Mas terlalu baik dan mau mengesampingkan hak itu supaya membiarkan cinta kita tumbuh lebih dulu"


Suci menangis sambil terus meminta maaf atas kesalahannya lantaran dirinya seperti tidak memberikn haknya pada Arsya, yang mana padahal memang Arsyalah yang tidak memintanya.


Karena Arsya selalu mementingkan kebahagiaan Suci lebih dulu, sehingga Arsya mencoba menarik uluh hati Suci agar bisa seutuhnya menjadi miliknya.

__ADS_1


Dan sekarang terbukti sudah, jika Suci tidak lagi mengingat bahkan memiliki perasaan sedikit pun dengan masa lalunya. Bahkan Suci telah terbebas dari apa yang selama ini ia rasakan, sampai seketika hanya akan ada nama Arsya dan juga Baby Kay di dalam hatinya.


"Ssssttt.. sayang, heii.. jangan bilang seperti ini dong. Kamu tidak salah apa-apa, karena ini memang kemauanku. Buktinya, saat aku meminta hakku hari ini kamu tidak menolakku bukan? Jadi buat apa bersedih, hem.."


"Lebih baik hapus air mata yang sangat berharga ini, lalu kita tersenyum untuk menyambut malam pertama kita agar Baby Kay tidak kesepian. Lalu, saat sudah besar nanti aku yakin Baby Kay akan bisa menjadi seorang Kakak yang sangat hebat dan juga sangat menyayangi adik-adiknya"


"Jika kamu terus menangis seperti ini, bagaimana kabar Adik gemas di bawah sini hem.. bisa- bisa dia akan semakin karatan jika tidak di asah, apa lagi segelnya pun belum pernah di buka!"


"Huhhh.. malanganya nasibmu Jagoar. Sabar ya, majikanmu sebentar lagi akan membuka lebelmu kok, jadi nanti kau akan merasakan bagaimana rasanya bermain di dalam rumahmu"


Arsya mengusap setiap air mata yang menetes di wajah Suci, lalu Arsya menatap Jagoarnya yang kini sudah menampakkan diri dari balik celana yang terlihat bagaikan gundukan yang sangat menggiurkan.


Suci pun yang awalnya malu serta wajahnya sudah mulai merah merona dengan air mata yang telah berhenti, namun saat menatap ke arah Jagoar membuatnya malah terkekeh lucu dan kembali menatap wajah Arsya.


"Uhhh.. kasihannya suamiku ini, belum di buka ya segelnya hihi.. ya sudah kita buka segelnya hari ini ya" Ujar Suci sambil meraup wajah Arsya yang mana terlihat begitu menggemaskan.


Awalnya Arsya menunjukkan wajah sedihnya, tapi ketika mendengar kata pembukaan segel maka Arsya kembali bersemangat hingga menarik pinggang Suci dan memeluknya begitu erat.


Suci yang merasakan lalu mengalungkan tangannya ke leher Arsya, dan membuat mereka saling berpaut satu sama lain dengan suara deca*pan demi deca*pan yang terdengar sangat berisik namun begitu indah di telinga mereka.


Tak lupa tangan Arsya langsung gencar menari mengusap punggung Suci hingga menjalar ke arah perut lalu naik ke atas untuk meraih 2 buah Cerry yang berada di atas bukit tinggi.


Arsya meremaskan perlahan dengan memijitnya hingga membuat Suci mende*sis kecil di sela cium*annya. Arsya tahu saat ini Suci masih memberikan asi kepada Baby Kay hingga dia tidak bisa meremasnya begitu kuat lantaran itu akan membuat Suci menjadi kesakitan.


10 menit telah berlalu, yang mana nafas Suci sudah mulai habis hingga memukul kecil dada Arsya yang membuatnya langsung melepaskan pautannya. Lalu Arsya dan Suci menempelkan keningnya satu sama lain dengan deru nafas yang saling berhembusan.


Hahhh.. hahhh.. hahhh..


Arsya yang sudah tidak sabar lagi segera menggendong Suci dan membawanya ke atas rangjang yang mana di sana terdapat Baby Kay sedang tertidur pulas.


Suci hanya bisa tersenyum menatap wajah Arsya yang sangat menginginkan kehangatan tubuhnya, sampai membuat Arsya membuka pengikat kain yang ada di kepalanya.


"Pelan-pelan Mas, nanti tanganmu bisa tertusuk jarum loh.." Ucap Suci saat melihat Arsya tergesa-gesa membukan kerudungnya yang mana masih terdapat beberapa riasan hingga jarum yang menempel.

__ADS_1


Arsya hanya tersenyum mengangguk tetapi sorotan matanya benar-benar terlihat sangat sayu. Dan kini, kain tersebut telah berhasil Arsya buka.


Lalu, Arsya segera menindihi tubuh Suci dan kembali melu*mat bibirnya. Yang mana tanpa di sengaja tangan Arsya kini telah menggenggam tangan Suci tanpa sengaja mengenai Baby Kay dan membuatnya terkejut bukan main.


Eaaakkk.. Eaaakkk..


"Astagfirullah, Mas.. se-sepertinya tangan kita tanpa sengaja mengenai kepala Baby Kay" Ucap Suci dengan panik.


"Maafkan aku sayang, mungkin karena aku terlalu ambisi dengan semuanya hingga melupakan Baby Kay yang ada di samping" Jawab Arsya dengan raut sedihnya.


"Sudah tidak apa-apa Mas, lebih baik Mas mandi dulu ya bersih-bersih aku mau nyusui Baby Kay dulu. Nanti kita lanjutin aku janji malam ini kamu akan mendapatkan hakmu" Ujar Suci sambil tersenyum.


"Se-sekali lagi maafkan aku, jika ada apa-apa dengan Baby Kay bilang aku. Aku bersih-bersih dulu" Sahut Arsya langsung ke kamar mandi dengan wajah bersalahnya.


Tanpa Suci sadari Arsya menggerutuki kebod*dohannya sendiri saat melupakan jika ada Baby Kay di sampingnya yang mana Arsya sangat merasa bersalah sudah membuat Baby Kay menangis kejar.


Sedangkan Suci berusaha untuk menenangkan Baby Kay dan mengusap kepalanya yang tadi tidak sengaja mengenai tangan mereka.


Ya, maklum saja orang jika berada di ambang hasrat yang cukup besar sampai melupakan jika ada Baby Kay yang tak bersalah menjadi sasaran empuk.


Untungnya Baby Kay langsung terdiam jika berada di dalam dekapan Mommynya yang terasa begitu nyaman. Baby Kay pun menyusu sangat kuat yang kini membuat Suci tersenyum sambil mengusap kepalanya dengan perlahan sert menyanyikan lagu tidur begitu merdu sampai Baby Kay kembali terlelap.


Kemudian Suci menaruh Baby Kay di atas Ranjang dengan perlahan, lalu Suci mengambil baju untuk menggantikan pakaian Baby Kay agar bisa tidur dengan sangat nyaman lantaran saat ini Baby Kay masih menggu akan pakaian pesta.


Arsya yang sudah selesai mandi, dan melihat kearah Suci serta Baby Kay membuatnya masih sangat bersalah. Dengan langkah lesunya Arsya berjalan ke arah rooftop dan duduk merenung di sana. Entahlah, apa yang dilakukan Arsya tadi seperti membuatnya gagal menjadi seorang Daddy.


Suci pun yang melihat raut wajah Arsya membuatnya mengerti apa yang Arsya lakukan saat ini, sehingga Suci mengurungkan niatnya untuk mendekati Arsya. Suci berpikir agar ia membersihkan dirinya lebih dulu lalu mencoba kembali mengambil perhatian Arsya.


"Sepertinya aku harus mandi yang bersih wangi, lalu aku harus bisa kembali membalikkan moodnya Mas Arsya. Aku tidak bisa seperti ini, apa pun akan aku lakukan agar Mas Arsya bisa menerima haknya malam ini"


"Ya, walaupun aku harus terlihat bagaikan seorang wanita penggoda, tapi tidak masalah bukan? Toh dia suamiku jadi aku harus terlihat menggiurkan di depannya layaknya mangsa yang mana saat melihatku Mas Arsya akan memakanku dengan sangat puas hihi.."


Suci bergumam di dalam hatinya sambil pergi ke arah kamar mandi dan menyiapkan diri untuk menyambut malam pertamanya yang indah ini dengan sangat panjang bersama suami tercinta.

__ADS_1


__ADS_2