Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Aku Bisa Merebut Mas Dimas


__ADS_3

“Oke... Gua balik duluan ya, sampai ketemu besok” ucap Dion sambil berjalan keluar ruangan yang hanya diangguki oleh Dimas.


Saat pintu tertutup setelah keluar dari ruangan Dimas, Elsa pun kembali berdiri sambil menatap Dion dan lalu dia tersenyum manis pada Dion.


“Masih banyak kerjaannya?” tanya Dion dengan datar.


“Masih, Pak. Tapi kemungkinan sedikit lagi selesai kok, sekalian nunggu Tuan Dimas pulang lebih dulu baru saya pulang” ucap Elsa dengan tersenyum.


“Ohh...” saut Dion yang pergi begitu saja meninggalkan Elsa.


“Astaga, tuh orang irit amat bicaranya. Bahkan sifatnya hampir sama 11 12 sama Tuan Dimas, tapi masih tampanan Tuan Dimas sih hehe... Coba saja Tuan Dimas belum menikah sama Mbak Suci, mungkin aku bisa gebet kan lagi pula lumayan loh buat jadi ATM berjalan hehe...” gumam Elsa di dalam hati kecilnya sambil senyum-senyum.


15 menit telah berlalu...


Kini Dimas sudah selesai dengan pekerjaannya, lalu ia sedikit merapikan mejanya dan kemudian memakai jasnya kembali sambil membawa tas laptopnya yang berisikan dokumen penting serta laptop yang nantinya akan ia kerjakan di rumah. Namun saat Dimas keluar dari ruangannya, dia melihat Elsa sedang fokus pada komputernya tanpa sedikit pun melihat ke arahnya.


“Masih banyak kerjaannya?” tanya Dimas dengan datar yang membuat Elsa seketika menengok ke arahnya, dan ia pun terkejut langsung berdiri.


“Eh, Tuan. Maaf saya tidak tahu kalau Tuan keluar dari ruangan” ucap Elsa sambil sedikit menunduk.


“Kenapa belum pulang jam segini? Ini sudah sangat malam” ucap Dimas.


“Ya, Tuan ini sudah mau pulang kok tapi tanggung. Hoya, apa Tuan mau pulang?” ucap Elsa sambil menatap Dimas.


“Hem...” saut Dimas hanya dengan deheman.


“Kalau begitu boleh saya bareng Tuan, karena saya takut pulang malam-malam apa lagi saya perempuan” ucap Elsa dengan wajah yang dibuat semelas mungkin agar Dimas kasihan padanya.


Lalu benar saja, karena Dimas memang tidak bisa melihat seorang wanita pulang terlalu larut malam apa lagi Elsa ini adalah sahabat dari istrinya. Jadi mau tidak mau Dimas harus mengantarkannya dari pada nanti ada apa-apa dengan Elsa dan malah Suci menyalahkan Dimas karena tidak mau mengantarkan Elsa pulang.


“Saya tunggu di mobil” ucap Dimas yang langsung pergi begitu saja.


“Yes!!! Akhirnya bisa naik mobil mewah haha...” gumam Elsa dengan sangat senang, dan langsung membereskan mejanya serta membawa tas kecilnya dan ponselnya.


Lalu Elsa berlari kecil untuk mengejar Dimas. Inilah taktik Elsa yang dari tadi menunggu Dimas pulang, padahal Elsa hanya pura-pura sibuk yang mana setelah Dion pulang sebenarnya Elsa sudah hampir selesai. Namun karena ia ingin merasakan bagaimana rasanya naik mobil mewah, maka ia harus berakting seolah-olah sangat sibuk bahkan sampai tidak melihat Dimas keluar ruangan.


Seperti yang sudah Elsa perkirakan bahwa ia berhasil mengambil perhatian Dimas. Meskipun Dimas melakukan ini demi sang Istri, tapi bagi Elsa ini adalah sebuah langkah kedekatan awal bagi dirinya untuk bisa mencari tahu sejauh mana hubungan pernikahan Dimas dan Suci.


...*...

__ADS_1


...*...


Di dalam mobil...


Dimas sedang fokus pada setir mobilnya tanpa melihat atau bertanya apa pun selain jalan menuju rumah Elsa. Elsa yang dari tadi memperhatikan Dimas, sedikit membuatnya kesal. Bahkan Dimas tahu jika tatapan Elsa bukanlah tatapan biasa pada umumnya melainkan tatapan yang seakan-akan sedang mengagumi sosok Dimas.


“Jalan ke arah rumahmu di depan, bukan di wajah saya” saut Dimas sambil menatap jalanan yang begitu sepi.


“Habis aku bosan, Mas. Dari tadi Mas Dimas diam mulu, terus aku juga bingung harus apa. Jadi ya sudah aku melihat wajah Mas Dimas saja yang tidak membosankan hehe...” jawab Elsa sambil cengengesan tanpa adanya rasa malu.


“Apa kau lupa jika aku ini adalah suami dari sahabatmu sendiri?” ucap Dimas dengan datar.


“Ya, memang sih. Tapi apa masalahnya kan aku cuma menatap wajah Mas Dimas saja, siapa tahu mungkin aku bisa merebut Mas Dimas kan?” celetuk Elsa yang membuat Dimas seketika mengerem mendadak.


Ciiitttttttttt ...


Bugh !...


“Awww... aduh, Mas Dimas apa-apaan sih. Lihat nih kening aku jadi kebentur kan, lagian kalau mau mengerem tuh pelan-pelan jangan mendadak begini. Bagaimana kalau aku sampai amnesia? Apa Mas Dimas akan bertanggung jawab mengembalikan kembali ingatanku?” saut Elsa dengan sedikit kesal.


“Sorry! Tadi apa yang kamu bilang? Kamu ingin merebutku dari Suci?” tanya Dimas dengan nada dingin yang membuat Elsa langsung menatapnya dengan gugup.


“E-enggak kok, kan aku cuma bilang kalau aku hanya ingin memandangi wajah Mas Dimas bukan merebutnya” jawab Elsa dengan sedikit takut akibat mulutnya yang tidak bisa di kontrol.


“Mas itu salah paham ya, dahlah lebih baik aku turun saja di sini. Silakan Mas pulang sana ke rumah, lagian juga Mbak Suci sudah menunggu. Aku bisa pulang sendiri, terima kasih atas tumpangannya” jawab Elsa dengan berpura-pura marah untuk menutupi kesalahannya agar Dimas tidak mencurigainya.


Elsa pun keluar dari mobil dengan wajah yang dibuat kesal, lalu ia berjalan di tengah kegelapan yang mana jalan yang sedang mereka lewati adalah jalan yang sangat rawan.


“Apa benar kalau aku salah dengar? Tapi enggak kok, aku dengar semuanya dengan sangat jelas. Lalu kenapa dia marah padaku? Ck!! Dahlah biarkan saja lebih baik aku pulang saja karena pasti Suci sudah menungguku di rumah” gumam Dimas yang kembali melajukan mobilnya melewati Elsa.


Elsa hanya sedikit melirik serta kembali berjalan dengan perasaan yang sangat kesal.


“Bisa-bisanya dia main pergi begitu saja, setidaknya hentikan aku kek gitu bujuk kek atau apa kek senggaknya jangan biarkan aku pulang seperti ini. Mana ini jalanan seram banget lagi iihh...” gumam Elsa di dalam hatinya.


Tiba-tiba saja saat Elsa sedang berjalan sambil menatap mobil Dimas yang berada tidak jauh di depannya, ada sepeda motor melindas dan berhenti tepat di depan Elsa.


“Hai, cantik. Mau kemana malam-malam begini? Mau Abang anterin hem... Enak loh, gratis malahan dan juga enggak cape-cape harus jalan kaki begini. Apa lagi di jalanan sepi seperti ini” ucap preman 1 sambil turun dari motor.


“Siapa kalian? Mau apa kalian menghadangku seperti ini?” ucap Elsa dengan wajah ketakutan.

__ADS_1


“Wissss... Santai dong, kami orang baik jadi tenang saja kamu akan aman kok. Asalkan kamu mau menyerahkan tasmu itu pada kami, maka kami dengan senang hati membukakan jalan untukmu” saut preman 2 sambil duduk di motor.


Dimas yang tak sengaja melihat Elsa sedang di dekati oleh 2 laki-laki dari kaca spionnya, membuat Dimas menghentikan mobilnya sambil terus menatap kaca spion.


“Siapa laki-laki itu? Kenapa dia bersama Elsa? Apakah dia temannya Elsa? Syukurlah kalau memang temannya, jadi mereka bisa mengantarkan Elsa kembali ke rumahnya” gumam Dimas dari dalam mobilnya.


Elsa yang mulai ketakutan pun langsung memeluk tas kecilnya sambil menatap preman tersebut.


“Enggak, aku enggak mau kasih tasku ini. Kalau kalian mau uang, kerja sana jangan seperti ini. Orang susah-susah cari uang kalian malah seenak jidat ingin mengambilnya” ucap Elsa dengan kesal.


“Ya sudah, jika kami tidak boleh mengambil tas itu... Bagaimana kalau sebagai gantinya kamu ikut kami pulang, dengan begitu kamu bisa menjadi pemuas kami pasti seru deh haha...” saut preman 2 sambil tertawa.


“Haha... Kau benar juga kawan, ayo ikut kami pulang. Sudah lama kami tidak menikmati sebuah permainan apa lagi dengan wanita secantik ini” celetuk preman 1 sambil mencolek dagu Elsa.


Sekeras mungkin Elsa menangkis tangan preman 1 agar tidak menyentuh wajahnya.


“Stop! Jangan pernah sentuh aku, atau aku akan berteriak sekencang mungkin” ancam Elsa yang sudah hampir meneteskan air mata.


“Silakan teriak saja, orang di jalan sini sepi kok jadi siapa yang akan mendengar suaramu hem...” ucap preman 1 yang berjalan mendekati Elsa, namun Elsa berusaha berjalan mundur dengan rasa ketakutan.


“Hiks... To-tolong jangan sentuh aku, oke kalian mau tas kan? Ini ambilah, tapi lepaskan aku sesuai dengan perjanjian tadi” ucap Elsa kembali sambil melempar tasnya ke arah preman 1.


Kemudian, preman 1 menangkapnya dan kembali melempar pada preman 2 yang setia duduk di motornya untuk berjaga-jaga.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sampai di sini dulu ya cerita untuk hari ini guys... 😁😁😁


Semoga kalian menyukai ceritanya dan enjoy your time... 🤗🤗🤗


Mohon dukungan kalian semua untuk karya baru Author ini 😊😊😊


Serta karya-karya Author lainnya yang semoga kalian juga sukai 😄😄😄


Terima kasih kepada kalian semua yang sudah mendukung Author 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Juga terima kasih bagi kalian yang setia membaca karya Author 🥰🥰🥰


Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semua... 😆😆😆

__ADS_1


Sayang kalian semuanya... ❤️❤️❤️


Papaaayyy ~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2