Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Istri Anda Harus Bed Rest


__ADS_3

Kemudian disana Arsya melihat Dion dan Lisa yang sedang duduk bersandar di sandaran kursi dan tangannya Dion merangkul Lisa. Namun secepat kilat Lisa pun langsung membenarkan posisi duduknya itu saat melihat jika Arsya menatapnya dengan tatapan aneh.


"Tu-Tuan Arsya? Tu-Tuan dari mana aja?" tanya Lisa dengan wajah khawatirnya.


"Aku habis pergi berdoa untuk Suci, tapi bagaimana? Apakah sudah ada kabar tentang perkembangannya Suci dari dokter?" tanya Arsya sambil dia melihat ke arah pintu ruang UGD.


"Masih belum ada Tuan. Sampai saat ini dokter masih juga belum keluar, dan kami juga belum mendapatkan balasan dari Nyonya dan Tuan Al. Kami sudah memberikan kabar pada mereka, tapi masih belum bisa menjangkau mereka" ucap Dion.


"Tidak apa mungkin saat ini mereka sedang ada di tempat yang sulit sinyal jadi kita tidak bisa menjangkaunya" jawab Arsya yang pandangannya masih saja fokus ke pintu ruang UGD.


Di saat mereka sedang berbicara, tetapi tiba-tiba seorang dokter keluar bersama dengan suster dan lalu suster itu pergi berlari dari sana menuju suatu tempat yang mana itu membuat mereka semua semakin panik.


Di saat dokter itu ingin kembali masuk, Arsya pun langsung aja menahan dokter tersebut dan di membanjiri dokter itu dengan banyak sekali pertanyaan yang membuat dokter tersebut sulit untuk menjawab semua pertanyaan Arsya.


"Bagaimana keadaan istriku? Apa yang terjadi padanya? Kenapa suster tadi itu tiba-tiba berlari seperti itu? Apakah ada sesuatu yang salah dengan istriku? Apa sesuatu yang buruk terjadi?" tanya Arsya dengan wajah khawatirnya.


"Tolong tenangkan diri Amda dulu Tuan, kami belum bisa memastikan tentang kondisi istri Anda saat ini. Itulah kenapa saya menyuruh suster yang tadi untuk memanggil dokter lain untuk membantu mengecek istri Anda" ucap dokter untuk menenangkan Arsya.


"Dokter yang lain? Kau ini kan seorang dokter jadi kenapa kau harus memanggil dokter lain? Apa kau ini seorang dokter amatiran jadi kau butuh dokter lainnya? Kalau kau tidak bisa, maka katakan saja biar aku bawa istriku ke rumah sakit lain yang lebih baik" tegas Arsya.


"Tuan.. mohon tenanglah, biarkan dokter memeriksa kondisi Suci saat ini. Lebih kita tenang dan terus berdoa untuk Suci" ucap Dion yang mencoba menenangkan Arsya.


Di saat Arsya masih terus membanjiri dokter itu dengan banyak pertanyaan, lalu tiba-tiba dokter lainnya datang bersama dengan suster yang tadi keluar dari ruang UGD.


"Dokter Vivi sudah ada di sini Dok, kita sudah bisa kembali memeriksa kondisi pasien di dalam dan segera mencari solusi terbaik untuknya" ucap suster itu sambil berdiri di samping dokter Vivi.


Lalu dokter Vivi dan dokter yang keluar dari ruang UGD langsung saja masuk ke ruang UGD dan meninggalkan suster itu di luar untuk menjelaskan situasi saat ini pada Arsya dan yang lainnya.

__ADS_1


Dion juga membantu suster itu untuk menenangkan Arsya yang sangat cemas dan gelisah karena sampai saat ini dia masih belum tahu kabar tentang kondisi Suci yang masih ada di dalam ruangan UGD.


Suster tersebut kembali masuk ke ruang UGD dan meninggalkan Arsya yang saat ini sedang duduk di kursi depan Lisa dan Dion yang sedang berdiri sambil mereka mencoba untuk menenangkan Arsya.


Hingga akhir satu jam pun berlalu, dan tak lama kemudian dokter yang tadi pun keluar bersama dengan dokter Vivi dan suster. Kemudian Arsya, Lisa dan Dion langsung saja berdiri di depan dokter itu dan kembali membanjiri dokter-dokter itu dengan banyak sekali pertanyaan.


"Apakah anda suami dari pasien?" tanya dokter Vivi sambil melihat Arsya.


"Itu benar, aku adalah suaminya. Apa yang terjadi Istriku? Semuanya baik-baik saja bukan? Apakah istriku sakit parah atau apakah ada sesuatu yang salah dengan makanannya?" Arsya pun mulai membanjiri pertanyaan pada dokter Vivi.


"Mohon tenang Tuan... istri Anda hanya mengalami kram perut mungkin karena dia terlalu tegang dan cemas sehingga dia mengalami kram perut. Namun juga kandungan istri Anda saat ini sangatlah lemah mungkin juga karena masa-masa depresi yang istri Anda alami"


"Saya harap Anda dapat membuat istri Anda tidak terlalu cemas dan khawatir karena itu bisa membuat kandungnya semakin lemah. Ini merupakan mukjizat karena kandungan istri Anda masihlah bertahan di tahap yang sangat lemah ini dan juga rentan" ucap dokter Rini.


"APA!? A-apa maksudmu ka-kalau istriku sedang ha-hamil? Ta-tapi bagaimana ini mungkin? A-aku ti-tidak mengerti sama sekali" ucap Arsya dengan bingung dan tidak tahu harus berkata apa.


"Apakah Tuan tidak tahu? Saat ini istri Anda sudah hamil 4 bulan dan kondisi kandungannya sangatlah lemah karena kondisi Istri Anda sendiri yang masih dalam zona depresinya"


"Mungkin ini juga yang membuat Tuan dan istri Anda tidak tahu jika dia sedang mengandung. Saat ini istri Anda sangat membutuhkan istirahat yang banyak dan tidak boleh banyak beraktivitas yang berat"


"Istri Anda harus bed rest dan tidaklah boleh banyak berpikir karena itu akan membuat kandungan istri Anda semakin lemah. Ini adalah awal trimester kedua sehingga kita harus lebih ekstra hati-hati agar kandungan istri Anda menjadi lebih kuat" jelas Dokter Vivi kembali.


"Su-Suci hamil... A-aku ti-tidak ta-tahu kalau Su-Suci sudah ha-hamil 4 bulan... i-itu a-artinya a-anak yang Suci kandung adalah a-anaknya..." ucap Arsya terhenti karena dia tidak sanggup meneruskan ucapannya.


"Tapi bagaimana dengan Suci dan anak yang ada di dalam kandungannya? Apa mereka baik-baik saja? Atau ada yang salah dengan mereka? Apakah anak itu sehat dan selamat" tanya Arsya sambil menatap wajah dokter Vivi.


"Semuanya baik-baik saja saat ini, tapi istri Anda harus banyak bed rest supaya anak yang ada di kandungannya bisa tumbuh dengan normal, karena saat ini janin istri Anda sedikit lemah dan jika hal itu berlanjut ini bisa membuat istri Anda mengalami keguguran, Tuan" ucap dokter Vivi.

__ADS_1


"Tidak!!! Jangan biarkan apapun terjadi pada istri dan juga anak yang ada di dalam kandungan istriku. Lakukan apa pun yang bisa membuat mereka berdua selamat dok" tegas Arsya.


"Baiklah Tuan... kalau begitu saat ini istri Anda akan di pindahkan ke ruang rawat sambil menunggu kondisinya stabil dan Anda bisa membawanya kembali pulang tapi istri Anda tetap harus bed rest saat di rumah nanti" tegas dokter Vivi.


"Baiklah aku mengerti. Pindahkan istriku ke ruangan VVIP terbaik di sini untuk membuat istriku merasa nyaman dan ia bisa pulih dengan cepat" tegas Arsya.


Lalu Suci pun di pindahkan ke ruangan VVIP dan Arsya pun menemani Suci di dalam ruangan tersebut sambil Lisa dan Dion yang menunggu di depan ruangan Suci di rawat. Arsya hanya menatap Suci dan juga sesekali mengelus perut Suci, yang mana membuat Arsya tersenyum.


Meskipun Arsya tahu jika anak yang ada di dalam rahimnya Suci bukanlah anak Arsya, tapi hal itu tidak membuat Arsya sedikit pun merasa sedih ataupun kesal. Arsya malah merasa bahagia karena dia tahu bahwa Suci sangatlah ingin untuk memiliki anak, dan sekarang semua itu sudah terjawab sekarang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hel... to the Lo... Hello guys... 😄😄😄


Kembali lagi dengan Author kalian yang banyak kekurangan ini... ☺️☺️😊


Kalian tahu gak Author baru bikin Group Chat loh dan masih sepi nih 🥳🥳🥳


Jika kalian ingin join ke Group langsung saja ke beranda Author ya... 😎😎😎


Nama Group Chatnya itu adalah "Kang Salto Barbar" kayak Author 🤣🤣🤣


Silahkan join aja guys, gak akan di apa-apain kok tenang aja ya... 🤭🤭🤭


Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semuanya... 🤗🤗🤗


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻

__ADS_1


__ADS_2