Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Kehidupan Suci yang Baru


__ADS_3

Suci yang benar-benar tidak bisa lagi mempertahankan rumah tangganya membuat hatinya sangat hancur karena semakin ia berusaha mempertahankan, maka semakin sakit rasanya. Mungkin ini udah saatnya ia terlepas dari semua rasa sakit yang begitu merendahkan harga dirinya sebagai seorang wanita.


Suci sudah tidak mau lagi dianggap remeh atau pun lemah, ia mau menjadi wanita yang tegar dan juga kuat. Ia mau berdiri sendiri di atas kedua kakinya tanpa ada satu orang pun yang akan selalu menginjak-injak harga dirinya.


Kebebasan adalah hal yang utama untuk Suci, terlepas dari semua ini Suci sangat yakin jika ia pasti akan mendapat kebahagiaan yang bertubi-tubi sampai-sampai ia lupa kalau dia pernah jatuh di kubangan lumpur yang sangat dalam.


“Oke! Jika kau ingin berpisah denganku, maka mulai hari ini, jam ini dan detik ini juga saya DIMAS HARTAWAN menalak SUCI PERMATA SARI” ucap Dimas dengan sangat lantang yang membuat Suci tidak menyangka jika Dimas akan benar-benar menceraikannya, lalu Mamah Mita dan Vina tersenyum penuh kemenangan menatap Suci.


Suci berdiri dengan kedua kakinya sambil tersenyum penuh air mata. Sakit? Jelas sangat sakit, bahkan rasanya kaki Suci seperti tidak kuat untuk menopang tubuhnya sendiri. Namun ia harus berusaha kuat untuk membuktikan pada mereka semua yang sudah menyakitinya, jika suatu saat nanti satu persatu akan mendapatkan karma yang lebih dari rasa sakit di dalam hatinya.


“Terima kasih selama ini kamu sudah mau menjadi bagian di dalam hidupku, bahkan sampai aku lupa bagaimana caranya untuk membalas cintamu yang begitu besar. Tapi sayangnya hanya karena adanya duri kecil di dalam daging, membuat kamu tersedak hingga lupa jika aku yang memberikanmu segelas air minum”


“Aku hanya bisa mendoakan kalian semua supaya kalian segera sadar untuk mengetahui siapakah Elsa yang sebenarnya. Pada saat mata serta hati kalian terbuka nanti, semoga saja semuanya itu belum terlambat ya..."


“Maaf jika Suci belum bisa menjadi istri yang sempurna untuk Mas Dimas serta belum bisa memberikan cucu yang lucu untuk Mamah dan Papah. Serta Suci juga minta maaf jika Suci belum bisa menjadi Kakak yang baik untuk Vina"


"Suci harap semoga kalian bisa jauh lebih bahagia setelah Suci pergi dari kehidupan kalian. Lalu untuk Papah, Suci ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya karena Papah selalu berada di pihak Suci untuk tetap membela Suci"


"Meskipun waktu itu semuanya menyalahkan Suci, tapi hanya Papah yang selalu menjadi kekuatan untuk Suci. Papah jaga diri Papah baik-baik ya, ingat Papah sudah semakin menua jadi jangan bekerja terlalu lelah agar Papah bisa selalu sehat”


“Tunggu Suci sukses ya, Pah. Setelah ini Suci akan membuktikan pada semuanya, jika Suci bisa menjadi wanita yang hebat, wanita yang kuat dan juga wanita yang sangat dihargai. Doakan Suci ya Pah, Suci pamit ya... Terima kasih banyak atas kebaikan semuanya"


"Salam untuk Elsa dan juga calon anak kalian Mas, berikanlah dia kasih sayang meskipun suatu saat nanti kamu menemukan fakta tentangnya. Jangan kucilkan dia dan jangan salahkan dia karena dia hanyalah segumpal darah yang tak berdosa”


Suci tersenyum benar-benar sangat lebar, walaupun di dalam hatinya sangat sakit tetapi inilah takdirnya. Suci membalikkan badannya lalu pergi meninggalkan semuanya dengan air mata yang sudah tidak bisa di bendung lagi. Suci berlari keluar dari rumah sakit tanpa memperdulikan tatapan semua orang yang sangat kasihan terhadapnya.


Kini saatnya kehidupan Suci yang baru telah di mulai. Rasa sakit di dalam hati Suci membuatnya memiliki dendam cantik yang suatu saat nanti akan mampu membuat semua yang menyakitinya akan merasa menyesal seumur hidup mereka semua.


“Jadi apakah ini yang selama ini Papah ajarkan padamu, Dimas” ucap Papah Angga dengan semua kekecewaannya.

__ADS_1


“Papah denger kan kalau dia sendiri yang minta untuk di ceraikan, kenapa jadi menyalahin Dimas” sahut Mamah Mita dengan wajah penuh emosi.


“Puas sekarang kan? Kalian sudah terbebas dari malaikat yang selalu rela berkorban demi keluarga kita, tapi apa yang dia dapat? Hanya rasa sakit, kehancuran dan juga kekecewaan” ucap Papah Angga.


“Oh, jadi Papah lebih membela dia dari pada keluarga kita. Atau jangan-jangan Papah dan Suci ada hubungan gelap, iya!!!” bentak Mamah Mita yang membuat Papah Angga semakin emosi hingga akhirnya tamparan cantik melayang tepat di pipi istrinya.


Plaaaaakkkkk...


“Mamahhhh...” teriak Vinda dan Dimas bersamaan saat melihat Mamahnya tersungkur di lantai persis seperti Suci saat di tampar oleh Dimas.


“Hikss... Papah jahatttttt... Berani-beraninya Papah memukul Mamah hanya demi membela wanita sia*lann itu” pekik Vina sambil membantu Mamah Mita untuk berdiri bersama Dimas.


“Mamah enggak apa-apa?” tanya Dimas dengan wajah khawatir sambil mendudukkan Mamah Mita yang masih shock.


“Ya aku memang jahat telah menampar istriku sendiri, tapi bagaimana dengan kalian yang sudah membuat Suci merasakan rasa sakit yang tidak pernah ia bayangkan selama hidupnya” jawab Papah Angga dengan tegas, bahkan matanya pun sudah mulai memerah.


“Asal kamu tahu Dimas, setiap malam Mamah selalu menelepon Papahmu namun tidak pernah diangkat. Tapi setelah Mamah cek ponsel Papahmu setiap pulang kerja, pasti Mamah selalu menemukan notif panggilannya bersama Suci"


“Hiks... Pa-papah tegaaa!!!! Dasar tidak tahu diri! Kalian memang cocok, sama-sama gatelll hiks...” sahut Vina sambil memeluk Mamah Mita dalam keadaan penuh amarah.


Namun tidak dengan Papah Angga, dia malah tersenyum dan itu membuat Dimas yang melihatnya semakin geram. Bahkan tangannya mengepal sangat kuat dan pada akhirnya...


Buggghhhh...


Papah Angga tersungkur ke lantai dalam keadaan tertawa kecil melihat bahwa keluarganya sendiri tidak sedikit pun mempercayainya. Hanya karena Mamah Mita yang salah paham, bisa membuat sebuah keluarga besar hancur.


“Hey... Tua bangka! Jadi ini kelakuanmu di belakang kami semua hah!! Jadi ini alasan kenapa Suci akhir-akhir ini berani sekali membantah Mamah, padahal dulu mau dia diapain pun sama Mamah Suci selalu sabar” pekik Dimas dengan keadaan wajah memerah serta otot-ototnya pun seperti ingin keluar dari sarangnya.


Papah Angga yang melihat dan mendengar perkataan Dimas malah tersenyum, lalu tertawa sampai kemudian Papah Angga berdiri dengan kedua kakinya sendiri.

__ADS_1


“Sudah selesai memfitnah Papahmu sendiri hah!?” sahut Papah Angga.


“Gilaaaa... Itu anak sama istri kaya enggak punya adap, tadi mantunya yang di sakiti sekarang suami serta Papahnya sendiri. Benar-benar hatinya sudah dipengaruhi oleh Iblis, jadi begini deh akibatnya” gumam penonton yang setia melihat drama keluarga bagaikan layar lebar.


“Kalau gua jadi tuh Bapak ya, mending gua cerain aja sekalian. Enggak guna banget punya istri dan anak kaya gitu, mana enggak ada sopan-sopannya banget sama orang tua. Harusnya mereka bangga punya Papah kaya gitu, karena jarang banget seorang mantu di sayang bahkan di jaga seperti itu oleh Papah mertuanya” jawab penonton lainnya.


Mereka semua yang mendengar semua orang menyudutkan dirinya membuat mereka semakin panas.


“Heiii... Emak-emak peyot, pergi dari sini ya... Jangan ikut campur urusan orang, paham!” teriak Vina yang membuat semua orang menatapnya dengan sangat remeh hingga akhirnya orang-orang itu pergi dengan sendirinya.


“Kalian ingin tahu kenapa Suci selalu meneleponku hah? Jawabannya karena ia selalu memberitahu padaku jika istriku sangat merindukanku, dan Suci juga berusaha untuk membuatku mengerti jika di sela kesibukanku harusnya aku tetap menghubungi istriku tanpa mengabaikannya”


“Apa lagi setiap aku menelepon istriku, dia selalu selalu memarahiku dan tidak pernah peduli pada keadaanku. Tetapi Suci terus memohon bahkan mengemis padaku untuk aku secepatnya pulang ke rumah agar bisa membuat istriku kembali bahagia"


"Namun apa yang aku dapatkan setelah pulan, perceraian anakku dan juga mantuku? Jika ini yang akan terjadi lebih baik aku tidak pulang sekalian biar menantuku tidak seenaknya di ceraikan oleh anakku sendiri seperti ini”


Papah Angga berbicara sambil meneteskan air matanya. Entah mengapa ini kali pertamanya Dimas melihat sosok Papah Angga yang biasanya terlihat tegar dan juga sabar, kini menangis hanya karena ia sangat ingin membela menantunya yang tak bersalah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sampai di sini dulu ya cerita untuk hari ini guys... 😁😁😁


Mohon dukungan kalian semua untuk karya baru Author ini 😊😊😊


Serta karya-karya Author lainnya yang semoga kalian juga sukai 😄😄😄


Terima kasih kepada kalian semua yang sudah mendukung Author 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semua... 😆😆😆

__ADS_1


Sayang kalian semuanya... ❤️❤️❤️


Papaaayyy ~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2