Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Dedeknya Arsya Sudah Besar


__ADS_3

Arsya memang tidak tahu siapa itu Suci dan seperti apa kehidupan yang selama ini Suci miliki. Semua kisah hidupnya Suci hanya diketahui oleh Bunda Reni, karena Suci merasa nyaman dan tenang setelah ia menceritakan kepada Bunda Reninya.


Tikkk...


Tikkk...


Tikkk...


Air hujan pun turun dengan perlahan, namun selang beberapa detik hujan pun turun dengan sangat deras. Bahkan saat ini pun waktu sudah sangat malam, jalanan yang tadinya ramai seketika menjadi sangat sepi. Sedangkan Suci, masih dengan posisinya yang menangis hingga meratapi kebod*dohannya yang berpikir untuk mengakhiri hidupnya.


“Sudah malam, dan hujan pun semakin deras. Ayo ikut saya!” tegas Arsya yang dalam keadaan telah kehujanan bersama Suci.


“Tidak perlu, kau pulanglah. Terima kasih sudah membuatku sadar” saut Suci yang masih menunduk.


“Aku bilang ikut ya ikut, susah banget sih dibilanginnya! Ini sudah jam berapa? Kami itu seorang wanita, hika di tempat sepi seperti ini ada yang mengganggumu bagaimana? Apa kau bisa melawannya?” Arsya sedikit membentak Suci yang membuat Suci langsung menoleh ke arahnya.


“Jika Tuan mau pergi, pergilah sana!! Aku masih butuh waktu untuk sendiri, paham!” bentak balik Suci sambil berdiri dan meninggalkan Arsya begitu saja.


Mungkin karena Suci tidak mengenal siapa Arsya dan ia juga tidak tahu harus pergi kemana membuat ia langsung menghindari Arsya. Ya meskipun Arsya sudah menolongnya, namun di dalam pikiran Suci ia juga takut jika Arsya akan macam-macam padanya. Apa lagi Arsya adalah seorang laki-laki gagah dan sangat tampan.


Arsya yang melihat Suci sedikit menjauh pun segera mengejarnya hingga menangkapnya. Setelah itu Arsya menggendong Suci layaknya karung beras di bahunya yang membuat Suci sangat terkejut dengan tindakan Arsya yang tiba-tiba itu.


“Uwaaah... Lepaskan aku Tuan, lepaskan. Jangan macam-macam padaku ya atau aku akan berteriak maling” ancam Suci sambil memukul-mukul punggung Arsya dengan sekuat tenaga, namun yang Arsya rasain ia malah seperti di pijat oleh Suci.


“Apa kau lupa siapa aku? Aku adalah orang yang menolongmu, dan kau berutang nyawa padaku. Jadi ikut aku pulang ke rumah!” tegas Arsya yang lagi dan lagi membuat Suci semakin memberontak.


“Huaaaa... hiks... Dasar pria breng*sek, beraninya hanya dengan wanita lemah sepertiku. Siapa pun yang mendengar suara Suci, tolong Suci... Suci ingin di culik sama pria me*sum ini hiks...” Suci berteriak di bawah hujan deras.


Sedangkan Arsya yang mendengar teriakan Suci sangatlah nyaring di telinganya itu hanya bisa terdiam dan terus berjalan ke arah mobilnya. Lalu ia memasukkan Suci ke dalam mobilnya tepat di sebelah kursi pengemudi.

__ADS_1


“Duduk dan diam di sini! Jika kamu berani membuka pintu ini sekali saja, jangan salahkan aku jika aku akan berbuatnya seperti yang ada di dalam bayanganmu itu!” ucap Arsya sambil menatap Suci dengan tatapan Elang.


Tatapan tajam itu langsung membuat Suci memundurkan badannya dengan keadaan sangat takut. Lalu Arsya sedikit membanting pintu mobilnya sambil berjalan ke arah kursinya tepat di sebelah Suci.


“Dasar wanita aneh! Sudah di tolong bukannya terima kasih, malah berpikir kotor tentangku. Lagian juga aku tidak tertarik dengan tubuhnya yang kecil itu cih...” guma Arsya di dalam hatinya sambil memasuki kursi pengemudi serta menutupnya begitu keras.


Brakkkkk !...


Suci terlonjak kaget dengan suara pintu yang tertutup dengan keras, “Hiks... Tu-Tuan, jangan jadikan Suci istri muda Tuan hiks... Suci tidak mau, Suci mau pulang hiks... Tuan jahat, Tuan tidak berhati. Jadi ini alasan Tuan menolong Suci untuk menjadikan istri Tuan yang ke-6 hiks...” celoteh Suci yang membuat Arsya kesal seketika jadi melongo tak percaya.


“Istri muda? Istri ke-6? Apa maksudnya sih! Apa aku terlihat sangat Tuan yang seperti itu? Atau dia menyamakan aku seperti juragan jengkol di kampung? Astaga... Wanita ini benar-benar otaknya konslet gara-gara enggak jadi bunuh diri kali ya...”


“Wah... Tidak bisa di biarkan, Bunda harus jauh-jauh dari wanita konslet ini. Bisa-bisa nanti Bunda ikutan konslet lagi uhh...” Arsya berbicara di dalam hatinya sambil menggerutuki Suci.


Sementara itu Suci hanya bisa menangis di tempat duduknya itu karena ia berpikir jika Arsya merupakan juragan tanah di desa-desa yang selalu setiap tahunnya menikahi wanita yang masih tersegel dan tidak punya arah seperti dirinya saat ini.


“Hiks... Tuan, antarkan Suci pulang. Suci sudah memiliki suami dan Suci pun sudah tidak pera*wan. Jadi Tuan tidak akan membawa Suci kan, soalnya punya Suci juga sudah kendor dan tidak sempit seperti dulu saat masih gadis hiks... Lalu rasanya pun pasti tidak enak loh...” Suci berbicara yang semakin membuat Arsya malah depresi hingga ia memukul jidatnya sendiri.


“Aarrrgghhhh... Tidak, tidak, tidak! Kenapa Aku malah membayangkannya dan berpikir seperti ini sih. Astaga karena wanita ini, otakku bisa-bisa ikutan konslet nantinya...” Arsya hanya bisa menggerutuki dirinya di dalam hati, karena Suci terus saja membicara hal yang seolah-olah sedang memancing Arsya.


Sedangkan Arsya yang memang tidak pernah merasakan hasrat, kini membuat benda tumpul yang sanggat menggemaskannya seketika terbangun.


Padahal benda itu sudah sangat lama tertidur, bahkan tidak pernah terbangun. Namun kali ini untuk yang pertamakalinya lagi si dedek gemas bangun dari tidur panjangnya.


“Tu-tunggu, i-ini si de-dedek kenapa bangun? Astaga... ya Allah, kenapa si dedek bangun di saat enggak tepat seperti ini. Bahkan saat aku dengan almarhum dulu melakukan adegan berci*uman saja si dedek tidak pernah bangun. Tapi kenapa saat wanita konslet ini membicara miliknya seketika dia malah terbangun...”


“Huaaaa... Bunda, lihatlah dedeknya Arsya sudah besar bahkan si dedek sudah bangun haha... Eh, tu-tunggu dulu. Tapi, kenapa si dedek bisa bangun ya? Padahal wanita konslet ini hanya mengatakan miliknya?"


"Arrghh... Sudahlah tidak usah pusing-pusing mikirin alasannya, yang penting si dedek sudah bangun sekarang. Ini berarti tandanya aku masih pria yang normal dong? Huaaa... Bunda Arsya senang sekali haha...” Arsya berteriak senang di dalam hatinya sambil bersorak-sorak bahkan wajahnya begitu berbinar.

__ADS_1


Ya memang selama ini Arsya menyangka dirinya tidaklah seperti pria pada umumnya yang begitu normal. Bahkan Arsya sudah beberapa kali mencoba membuat si dedek agar bisa bangun dengan berbagai cara, tetapi semuanya gagal.


Hanya tepat di saat Suci cuma mengatakan jika miliknya sudah kendor, seketika si dedek gemas milik Arsya terbangun dari tidur panjangnya. Sedangkan Suci yang melihat wajah Arsya senyum-senyum sendiri membuat Suci semakin ketakutan.


“Aduh... Kok Suci merinding ya, jangan-jangan dia sedang membayangkan punya Suci seperti apa bentuknya? Huaaa... Siapa pun tolong bantu Suci keluar dari pria me*sum ini. Suci janji, nanti akan kasih hadiah jika Suci bisa selamat deh...” ucap Suci yang berteriak di dalam hatinya.


Suci menatap ke arah kaca mobil di sampingnya untuk membuat dirinya agar tidak berpikir aneh saat melihat senyuman Arsya yang menurut Suci sedikit manis, tapi Suci teringat jika dia sudah memiliki suami. Ya meskipun suaminya telah mengkhianatinya, tapi tetap saja mereka masih berstatus sebagai suami istri.


Suci yang sedikit melirik ke arah Arsya seketika tidak sengaja ia melihat gundukan besar di dalam celana Arsya. Seakan-akan ada suatu benda yang ingin segera keluar dari tempatnya. Hal itu pun membuat Suci dengan polosnya langsung bertanya kepada Arsya.


“Ya ampun, Tuan... Itu kenapa kok benjol? Ishh serem... Coba Tuan periksa ke rumah sakit sana, siapa tahu itu karena Tuan kebanyakan masuk lobang jadi bengkak kan” celoteh Suci dengan kepolosannya, yang membuat Arsya menatap ke arah celananya sambil tersenyum begitu lebar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sampai di sini dulu ya cerita untuk hari ini guys... 😁😁😁


Semoga kalian menyukai ceritanya dan enjoy your time... 🤗🤗🤗


Mohon dukungan kalian semua untuk karya baru Author ini 😊😊😊


Serta karya-karya Author lainnya yang semoga kalian juga sukai 😄😄😄


Terima kasih kepada kalian semua yang sudah mendukung Author 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Juga terima kasih bagi kalian yang setia membaca karya Author 🥰🥰🥰


Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semua... 😆😆😆


Sayang kalian semuanya... ❤️❤️❤️

__ADS_1


Papaaayyy ~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2