Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Mencetak Gol Di Malam Pertama


__ADS_3

Flashback Off


Tepat di jam 10 pagi, mereka semua sudah bersiap untuk meninggalkan hotel untuk kembali ke rumahnya masing-masing. Namun, sebelum pulang mereka semuanya sudah berencana untuk makan di sebuah restoran yang cukup mewah.


Kini terdapat 3 mobil mewah saling mengikuti satu sama lain yang mana mobil Arsya berada di urutan pertama bersama istri, anak dan juga kedua orang tuanya. Lalu di urutan ke-2 ada mobil Papah Al yang menyetir sendiri, serta di urutan terakhir ada mobil pasangan pengantin yaitu Dion dan juga Lisa.


Montana Restaurant


Mereka sudah sampai di depan restoran, lalu memakirkan mobilnya yang mana membuat semuanya serentak turun dari dalam mobil dengan wajah sangat ceria. Dimana Baby Kay kini berada di dalam pelukan Bunda Reni dengan sangat nyaman sambil memegang mainannya.


Bunda Reni, Ayah Al dan juga Papah Angga berjalan sejejer mendahului dua pasangan yang masih terdiam. Kemudian mereka berjaln memasuki restoran.


"Ma-mas, pu-punyaku masih sakit.. kalau buat jalan cepat sedikit ngilu" Bisik Suci dengan lirih yang malah membuat Arsya tersenyum dan terkekeh kecil.


"Hiihi.. makannya jangan ketagihan, memang punyaku terlalu besar hingga kau terlihat bagaikan seorang gadis yang baru saja membuka segelnya seperti mereka tuh.."


Arsya berbicara sambil menoleh ke arah sambil dimana Dion sedang menuntun Lisa untuk berjalan dengan perlahan sambil wajahnya terlihat masih begitu kesakitan.


"Isshhhh.. a-aku serius loh, punyamu itu besar banget. Sudah aku bilang kan pasti sakit, tapi kamu bilang akan pelan-pelan. Nyatanya?" Sahut Suci dengan kesal sambil memukul kecil bahu Arsya.


"Jika sakit kenapa kamu semalam meminta untuk lebih cepat lagi temponya, hem..? Apa seenak itukah goyangku?" Goda Arsya yang kini membuat Suci terdiam mematung dengan wajah yang sudah merah merona.


Apa pun yang Arsya lakukan tidak lepas dari kejahilannya yang selalu mencoba membuat Suci terus merasakan malu di hadapannya, hingga Dion dan Lisa yang melihat itu langsung menghentikan langkah kakinya.


"Apa apa dengan mereka? Kenapa mereka tidak ikut masuk bersama yang lain? Lalu, lihatlah wajah Mbak Suci seperti sedang menahan malu. A-apa jangan-jangan mereka?" Ucap Lisa yang kini membuat Dion menoleh ke arahnya.


"Sudahlah biarkan saja, mungkin hubungan mereka sudah semakin jauh lebih baik. Jika mereka juga melakukannya biarkan saja malah bagus dong, jadi Baby Kay akan segera mendapatkan Adik double" Sahut Dion.


"Double? Ma-maksudnya bagaimana?" Tanya Lisa dengan penasaran.


"Ya double sayang, Baby Kay akan mendapatkan Adik dari kedua orang tuanya dan juga Adik sepupu dari sini hehe.." Jawab Dion sambil mengusap perut Lisa hingga membuatnya membolakan matanya dalam keadaan wajah yang mulai memerah.

__ADS_1


Suci yang sedikit kesal langsung berjalan cepat hingga baru beberapa langkah saja Suci sudah kembali menghentikan langkahnya dengan sedikit meringis.


"Sssttt... awshhh.." Keluh Suci. Dion dan Lisa yang melihatnya merasa terkejut, lalu Arsya segera mendekati Suci dan meraih pinggangnya.


"Nahkan.. makannya enggak usah ngambek-ngembekan sayang, lihatlah.. masih sakit bukan?" Ucap Arsya dengan panik.


"Habisnya Mas menyebalkan, bukannya menolong malah menggoda Suci terus.." Celoteh Suci sambil merucutkan bibirnya hingga membuat Arsya gemas dan langsung mencium bibirnya sekilas.


Dion dan Lisa yang melihat adegan romantis di depannya langsung terdiam dengan kedua mata yang hampir terlepas dari tempatnya.


"Mas Arsyaa!!!!!!" Pekik Suci yang wajahnya sudah tidak bisa lagi di jelaskan betapa malunya dia saat semua mata tertuju ke arahnya.


Arsya yang masa bodo hanya bisa tertawa geli saat melihat wajah polos istrinya begitu lucu.


"Hihihi.. romantisnya pasangan itu, aku jadi rindu suamiku yang kerjanya sangat jauh. Bahkan pulangnya saja bisa sebulan sekali, huhh.."


"Wahhh.. pasangan itu membuat hatiku meleleh saat melihatnya, bahkan suamiku saja tidak pernah memperlakukanku semanis itu"


"Untuk kalian aku doakan semoga rumah tangganya selalu bahagia dan kalian akan memiliki anak yang banyak. Pokonya kawal terus sampai bahagia hihi.."


Teriak para pengunjung semakin membuat Suci malu hingga menenggelamkan wajahnya di dada suaminya, yang mana semakin membuat Arsya terkekeh geli.


"Tuan, a-apakah kalian habis me-melakukan i-itu?" Tanya Lisa dengan memberanikan diri, lalu Dion refleks menatap wajah Lisa dengan sangat terkejut.


"Sa-...." Ucapan Dion terhenti saat Arsya mengangguk kecil sambil tersenyum.


"Huaaaa... akhirnya kalian bersatu ya, selamat Tuan Arsya dan Mbak Suci. Semoga Baby Kay segera memiliki adik yang buanyak hahah.." Teriak Lisa dengan antusias sampai membuat Dion pun tersenyum.


"Selamat Tuan Arsya dan Suci, semoga apa yang kalian ingankan segera tercapai agar Baby Kay tidak kesepian" Sahut Dion.


"Terima kasih, dan selamat juga untukmu kalian. Bagaimana permainan bolanya? Berapa kali kalian mencetak gol di malam pertama? Aku dan istriku sudah mencetak gol sebanyak 20 kali, namun itu banyakan istriku yang mencetak golnya haha.." Arsya tertawa serta langsung mendapat tamparan kecil dari Suci yang masih sangat malu.

__ADS_1


"Yaaaakkkk.. Mas Arsya, stop tidak! Jangan buat aku malu ya, lihatlah mereka pasti mereka akan langsung menertawakanku karena aku sangat lemah" Pekik Suci.


"Hihi.. tidak Mbak, kita yang kalah. Karena kita hanya mencetak gol sebanyak 15 kali dan itu pun Dion yang selalu memaksaku, sedangkan aku cuman mencetak 5 gol badanku sudah merasa lemas. Namun, Dion tetap memimpin semua permainan hingga akhirnya kita kelelahan dan tertidur" Jelas Lisa yang mana membuat Dion terkejut.


Dion tidak menyangka bahwa kartunya sudah dibuka oleh istrinya sendiri tepat di hari pertama pernikahannya, yang mana itu bersangkutan dengan kegagahan sang Adik. Dan benar saja, Arsya tertawa terbahak-bahak saat melihat wajah Dion begitu kesal.


"Hahaha.. ternyata aku jauh lebih perkasa darimu Dion, aku kira kau yang lebih perkasa. Tapi, aku salah. Bahkan kalian melakukannya atas dasar paksaan sedangkan kita memang sama-sama ingin memuaskan" Celetuk Arsya sambil tertawa puas.


Dion menatapnya dengan sangat tajam, namun Lisa malah terkekeh mendengar ucapan Arsya. Kemudian Suci yang sudah sangat malu segera berjalan mendekati Lisa lalu memegang tangannya.


"Ayo Lis, kita ke dalam. Aku malas dengannya lihat saja kamu Mas 1 bulan ke depan jangan harap bisa mendapatkan jatah dariku! Humpt..."


Suci menarik Lisa lalu mereka berjalan bagaikan seekor pinguin kembar. Walaupun Suci tidak pernah melakukannya tetapi ronde tersebut benar-benar memecahkan rekornya selama ini.


Bahkan terkadang 3 kali saja Suci sudah tepar saat bersama mantan suaminya dulu. Jadi, ya mungkin saja saat ini miliknya masih terasa ngilu dan sedikit bengkak. Cuman, tidak separah Lisa yang baru membuka segelnya.


Sedangkan Dion tertawa puas saat melihat Arsya mematung dalam keadaan terkejut hingga wajahnya tidak bisa lagi di jelaskan.


Jadi, cukup bayangkan saja bagaimana ekspresi seorang suami ketika jatah bulanannya di tunda di bulan berikutnya oleh istrinya. Pasti mengsad dong ya, kan?


"Yaaaakkkkk.. Sayang! Jangan seperti itulah, aku kan bercanda, masa ia aku baru buka segel sudah harus berpuasa lagi. Kasihan Jagoar Sayang, dia pasti akan menangis meraung setiap malamnya ketika pintu rumahnya di tutup rapat!" Pekik Arsya yang langsung mengejar Suci serta Lisa.


Namun Lisa malah terkekeh saat mendengar kalimat Arsya yang seakan menggelitiki kupingnya. Tapi, Suci malah berusaha menahan tawanya saat Arsya terus merengek padanya.


Dion juga tidak ikut diam, dia berjalan dibelakang semuanya sambil tertawa sampai membuat matanya mengeluarkan air lantaran saking gelinya mendengar ucapan Arsya.


"Ternyata karma itu memang ada ya, baru beberapa menit dia menyombongkan dirinya kini sudah terkena batunya sendiri yang membuat jatahnya terpotong habis selama 1 bulan, kasihan sekali bosku itu hahah.."


Mereka memasuki restoran dengan keadaan yang masih sama, tetapi Arsya yang sudah berhasil berada di samping Suci langsung memeluk tangannya dan tersenyum saat semua mata terus menyorot kearah meraka.


Lisa langsung melepaskan tangan Suci dan segera menggandeng tangan suaminya dalam keadaan tersenyum. Awalnya Suci kesal dengan Arsya tetapi saat Arsya membisikan sesuatu padanya membuat Suci kembali tersenyum dan tertawa kecil.

__ADS_1


__ADS_2