Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Panti Asuhan 'Matahariku'


__ADS_3

Lagi dan lagi Mamah Mita hanya diam saja tanpa mau menegur ataupun berbicara dengan Papah Angga. Rasanya seperti Mamah Mita dan Papah Angga adalah pasangan pengantin baru yang tidak saling mengenal dan peduli satu sama lain.


Setelah selesai mengambil pakaiannya, Papah Angga berjalan ke luar kamarnya sambil membawa tas berisikan pakaiannya.


Papah Angga berjalan menuruni anak tangga sambil membawa tasnya dan dia melewati ruang keluarga.


Dimas yang melihat Papa Angga berjalan menuju pintu utama sambil membawa tas pun langsung berdiri. Dimas menghentikan Papah Angga sambil berjalan mendekatinya dan berdiri di depan Papah Angga.


“Papah mau pergi ke mana sambil membawa tas tersebut. Apakah Mamah tidak mengatakan apa-apa saat melihat Papah membawa tas yang berisikan pakaian itu? Papah tidak berniat untuk pisah ranjang dengan Mamah kan?” tanya Dimas sambil melihat tas yang ada di tangan Papah Angga dengan wajah bingungnya.


“Memangnya kamu pikir Mamahmu itu akan peduli dengan suaminya yang selalu dia tuduh selingkuh dengan mantan menantunya ini? Apakah kamu pernah melihat Mamahmu ini bertanya tentang bagaimana kabarku, atau pekerjaan di perusahaan atau bahkan kesehatanku?” tanya Papah Angga sambil menatap Dimas dengan tatapan kesedihan dan kekecewaan yang sangat mendalam.


Dimas bisa merasakan bagaimana hancur dan sakit hatinya Papah Angga yang selalu di tuduh memiliki hubungan di belakang dengan Suci. Bahkan Mamah Mita tidak pernah peduli dengan keadaan Papah.


Padahal awalnya Papah Angga selalu mencoba berbicara dan kembali harmonis dengan Mamah Mita, tapi Mamah Mita menolaknya dan mengabaikan Papah Angga.


Hingga akhirnya Papah Angga merasa lelah karena harus selalu berjuang untuk kembali harmonis, namun tidak di hargai.


Papah Angga pun mengikuti kemauan Mamah Mita dengan saling diam dan tidak mempedulikan satu sama lain. Sedangkan Dimas tidak bisa melakukan apa pun lantaran Mamah Mita yang tidak mau mendengarkannya.


“Sudahlah, aku sangat lelah hari ini dan butuh banyak istirahat. Aku harus pergi ke perusahaan dan tidur di ruang kamar di kantorku yang bersih dan nyaman. Dari pada di sini, semuanya berantakan dan penuh dengan mainan dan aroma minyak bayi” ucap Papah Angga sambil berjalan pergi ke luar dan masuk ke dalam mobilnya, lalu pergi ke perusahaannya sendiri.


Sedangkan Dimas hanya berdiri sambil menatap kepergiannya Papah Angga. Lalu Dimas berjalan pergi ke kamar Mamah Mita dan mengambil Baby Diva yang sudah tertidur ke kamarnya sendiri.

__ADS_1


Di sana Dimas melihat Elsa yang sudah tertidur nyenyak, Dimas pun membaringkan Baby Diva di keranjang bayi dan Dimas tidak di kasur dengan Elsa sambil membalikkan badannya dari Elsa.


Mamah Mita yang merasa kelelahan itu pun langsung merebahkan tubuhnya di kasur dan tertidur tanpa merapikan kamarnya.


Sementara Papah Angga sedang mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang di malam hari. Namun tiba-tiba Papah Angga melihat seorang wanita yang tidak asing sedang berlari sambil memegang sebuah kantong kresek putih kecil.


Papah Angga lalu berhenti tidak jauh di depan wanita tersebut, dan dia menurunkan kaca mobilnya. Papah Angga memanggil wanita tersebut, dan wanita itu langsung berhenti berlari sambil mencoba untuk mengatur napasnya yang berat karena kelelahan berlari.


Papah Angga turun dari mobilnya dan memberikan sebotol air mineral pada wanita itu.


“Minumlah ini dulu sambil cobalah untuk mengatur napas Anda yang sangat berat ini. Sebenarnya kenapa Anda berlari di tengah malam hari sendirian sambil membawa kantong kresek itu, Nyonya Lena?” ucap Papah Angga sambil memberikan botol minumnya pada Ummi Lena.


“Hahh... terima kasih Tuan hahh... tapi saya harus buru-buru pulang sambil membawa ini hahh... salah satu anak panti mengalami demam tinggi jadi hahh... jadi aku pergi membeli obat demam ini hahh... hahh...” ucap Ummi Lena dengan segala napas beratnya sambil menunjukkan kantong kresek yang memiliki logo apotek.


“Apakah tidak masalah jika Anda harus mengantar saya ke panti Tuan? Hahh... saya tidak mau merepotkan Anda karena saya tidak akan bisa membalas semua kebaikan yang sudah Anda lakukan tentang uang tersebut dan juga saat ini Tuan hahh...” jawab Ummi Lena dengan wajah yang sungkan namun juga penuh keringat.


“Tidak apa-apa, anggap saja jika saat saya sedang membantu anak panti yang sakit sekarang. Saya mohon jangan tolak tawaran saya demi anak panti Anda. Kasihan jika dia harus menunggu lama dan sakitnya akan semakin parah, Nyonya Lena” ujar Papah Angga dengan wajahnya yang sangat serius dan tulus.


“Ba-baiklah, terima kasih banyak Tuan. Maaf jika saya merepotkan Anda, tapi saya akan membayar semua kebaikan yang sudah Anda lakukan untuk saya dan semua orang yang ada di panti” ucap Ummi Lena dengan segala hormat dan rasa syukurnya.


Lalu Ummi Lena masuk ke dalam mobilnya Papah Angga dan juga Papah Angga yang masuk serta langsung pergi ke panti asuhan 'Matahatiku' sesuai dengan arahannya Ummi Lena.


Tidak butuh waktu lama, akhirnya mereka sampai di depan panti lalu Ummi Lena turun dari mobil dan Papah Angga yang langsung pergi menuju perusahaannya.

__ADS_1


Hanya membutuhkan waktu satu jam, lalu Papah Angga pun sampai di depan pintu perusahaannya.


Di saat Papah Angga ingin turun sambil mengambil tasnya di kursi belakang, tiba-tiba Papah Angga terhenti saat dia melihat sesuatu yang berwarna hitam di kursi yang mana tadi di duduki oleh Ummi Lena. Papah Angga pun mengambil benda tersebut dan melihatnya.


“Apakah ini ponsel milik Nyonya Lena? Apakah ini terjatuh saat dia turun terburu-buru seperti tadi? Haruskah aku kembali dan mengembalikan ponsel ini padanya? Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan saat ini...” gumam Papah Angga dengan kebingungan sambil memegang ponsel milik Ummi Lena yang tidak sengaja terjatuh di kursi penumpang mobilnya Papah Angga.


Tidak lama kemudian tiba-tiba ponsel Ummi Lena berdering dan terdapat panggilan masuk dengan nama 'Ibu Wini Panti'.


Papah Angga pun bingung apakah dia harus mengangkat telepon tersebut atau tidak. Papah Angga tidak mau di anggap tidak sopan, tapi dia juga berpikir jika ini telepon dari temannya Ummi Lena. Lalu Papah Angga pun memilih untuk mengangkat panggilan tersebut.


📱 “Halo, selamat malam... maaf tapi saya bukan pemilik ponsel ini, mungkin pemilik ponsel ini telah menjatuhkan ponselnya di mobil saya. Jika ada sesuatu yang penting, maka katakan saja biar nanti saya langsung sampaikan padanya sekarang juga” ucap Papah Angga dengan sopan.


📱 “Alhamdullilah... ternyata ponsel saja terjatuh di mobilnya Tuan, karena saya pikir jika ponsel saya jatuh di jalan” ucap Ummi Lena dengan perasaan lega.


📱 “Ternyata ini Anda, Nyonya Lena. Kalau begitu haruskah saya kembalikan ponsel Anda sekarang juga? Saya bisa kembali mengemudi ke sana jika Anda mau ponsel ini sekarang” ucap Papah Angga.


📱 “Tidak perlu Tuan, besok saya akan datang saja ke perusahaan Anda dan mengambil ponsel saya. Sekalian saya juga ingin pergi ke suatu tempat di daerah dekat perusahaan Anda” jawab Ummi Lena.


📱 “Baiklah kalau Anda maunya seperti itu, saya akan memberitahukan staf administrasi besok pagi agar tidak ada kesalah pahaman seperti waktu itu”


Papah Angga berbicara sambil turun dari mobilnya dan membawa tas serta tetap teleponan dengan Ummi Lena.


Papah Angga berjalan ke dalam perusahaan dan lalu masuk ke dalam lift menuju kantornya. Setelah sampai di dalam kantornya, Papah Angga langsung masuk ke ruang kamar yang ada di dalam ruangan kantornya dengan panggilan yang masih tersambung dengan Ummi Lena.

__ADS_1


__ADS_2