
Tak lama bel masuk pun berbunyi dimana Kay langsung mengatakan terima kasih, begitu juga dengan Ara lalu mereka langsung kembali ke kelasnya masing-masing dan akan kembali bertemu setelah pulang sekolah.
...*...
...*...
Selang 3 hari kini nama Suci sudah berada dimana-mana baik di sosia media, siaran televisi, ataupun di poster sepanjang jalan. Nama Suci yang dahulu tidak ada artinya apa-apa sekarang telah bersinar bersamaan dengan karirnya yang melejit tinggi.
Elsa yang niatnya ingin mencari hiburan menonton televisi tanpa sengaja dia melihat berita tentang acara kemarin, bahkan ada beberapa wawancara ketika Suci memperkenalkan dirinya dan juga ada beberapa cuplikan yang viral atas perlakuan Kay terhadap Dimas yang kini telah menjadi perbincangan banyak orang.
Bahkan sifat Kay menjadi perbandingan ibu-ibu diluaran sana yang sangat menginginkan anaknya seperti Kay. Anak seumur jagung bisa membela keluarganya itu merupkan anugrah yang sangat langka, karena biasanya anak seumuran Kay malah lebih suka melawan kedua orang tuanya. Tetapi Kay dia bisa dijadikan contoh yang baik untuk anak-anak lainnya
Mata Elsa tak henti-hentinya membola ketika melihat kesuksesan Suci selalu ada dimana-mana, jiwa iri dan juga dengki kini menyelimuti Elsa karena merasa tersaingi. Kedua tangan Elsa mencekram sofa dengan begitu kuat, tanpa di sengaja Diva menatap Elsa dari arah kejauhan yang seperti orang marah membuat Diva menjadi bingung.
"Mamah kenapa kok wajahnya seperti itu saat melihat berita? Memangnya ada apa?" Tanya Diva yang baru saja datang sambil berdiri di samping Elsa.
..."Seorang desainer ternama dari Paris yang bernama Suci Permata Sari, kini sudah kembali ke Indonesia. Dimana beliau dulunya adalah seorang Ibu rumah tangga, kemudian kembali meneruskan masa pendidikannya di sana dalam waktu kurang lebih 5 sampai 6 tahun lamanya. Dan sekarang beliau sudah tiba di Indonesia dengan mendapatkan gelar S2, begitu juga beliau telah menjadi seorang desainer terfavorite di kota Paris"...
..."Belum lagi banyak wanita menatap kagum akan sosoknya yang tinggi, putih, cantik, baik, pintar dan juga tubuhnya benar-benar terbentuk sangat sempurna bagaikan seorang model ternama. Tetapi jangan salah, beliau ini juga adalah salah satu model cantik yang di jadikan cover majalah di kota Paris. Jika kalian tidak percaya silakan carilah cover majalah musim dingin dan panas tahun 20xx, terbitan Perusahaan ABC123"...
Di saat reporter ingin melanjutkan beritanya tentang Suci, Elsa semakin tidak bisa mengendalikan emosinya sehingga dia langsung mengambil remot dan mematikan sambungan televisinya. Sementara Diva yang terkejut melihat aksi Elsa membuatnya mengeluh dan langsung mencecar Elsa berbagai pertanyaan.
"Loh kok di matiin Mah? Kan Diva belum lihat, memangnya tadi itu berita tentang apa? Kok tiba-tiba langsung di matiin begitu aja" Keluh Diva dengan wajah penasaran sambil duduk di sambing Elsa.
Elsa hanya terdiam dan terus mencekram sofa begitu kuat, bahkan tatapan mata Elsa menyorit tajam dengan semua pemikiran jelek yang menurutnya Suci sedang memamerkan segalanya kepada Elsa.
Kini aura iri di dalam hati Elsa semakin menggebu-gebu, sampai seketika Diva yang terus mengoceh membuat Elsa hilang kendali dan melampiaskan rasa kesalnya terhadap Suci kepada Diva.
__ADS_1
"Diam!!!"
"Berisik banget sih, enggak tahu apa orang lagi pusing juga masih aja nyerocos. Udah kamu pergi aja sana jauh-jauh dan jangan pernah ganggu hidup saya!! Berapa kali saya peringatkan kalau tidak ada Ayahmu itu jangan pernah mendekati saya karena saya tidak mau ketularan penyakitan. Paham!!"
Elsa membantak Diva dengan begitu keras hingga Diva terlonjak kaget langsung menundukkan kepalanya serta menangis, Elsa yang sudah sangat pusing dan juga kesal mendengar suara isak tangis Diva segera mendorong Diva hingga ia terjatuh ke lantai dengan sedikit berteriak.
"Aarrghhh.. hiks.. ke-kenapa Mamah mendorong Diva, apa salah Diva Mah apa hiks.." Diva menangis sesegukan melihat Elsa yang kini sedang menatapnya.
"Kamu bilang apa salahmu, iya? Salahmu itu karena kamu terlahir dari rahimku PUAS!!"
"Di tambah lagi kamu adalah anak yang tidak pernah saya harapkan lantaran kamu tumbuh menjadi anak tidak berguna yang bisanya hanya menghabiskan uang Ayahmu saja, ingat baik-baik kehadiranmu sama halnya dengan nasib sial bagiku!! MENGERTI!!"
Elsa berdiri tepat di depan Diva yang masih setia duduk di lantai dalam keadaan menangis, hingga beberapa kali Elsa menoyor kepala Diva yang mana dari kejauhan seseorang melihat perlakuan Elsa langsung berlari dan juga mendorong Elsa hingga ia terjatuh di lantai.
"Jangan coba-coba kau ganggu cucu. Dasar wanita tidak punya hati, anak kandung sendiri di perlakukan bagaikan anak tiri. Kalau sampai Dimas tahu, aku pastikan kau akan di usir dari sini!!!"
Visual SASMITA berusia 53 tahun
Lisa tersenyum, kemudian berdiri dengan keadaan tangan yang menepuk-nepuk seakan-akan sedang membersihkan debu yang menempel ketika ia terjatuh. Awalnya Elsa ingin sekali marah kepada Mamah Mita tetapi ia mengurungkan niatnya akibat Elsa tahu kelemahan Mamah Mita.
Jadi Elsa tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga untuk membuat Mamah Mita selalu bungkam, rasa takut memang selalu ada di dalam diri Elsa ketika Mamah Mita mengadu semua perlakuannya. Tetapi Elsa selalu menekannya dengan alasan akan kembali lebih menyakiti Diva, cucu kesayangan.
"Memangnya Mamah berani berbicara soal ini pada Mas Dimas, hem..? Kalau sampai Mas Dimas tahu soal ini, ya siap-siap aja aku akan membuat cucu kesayanganmu itu tidak akan kembali merasakan tidur nyenyak. Bagaimana?" Ancam Elsa secara halus, Mamah Mita hanya bisa sedikit membungkuk dan memeluk Diva.
Diva yang merasakan bahwa sesuatu akan keluar dari hidungnya, segera mungkin langsung berlari ke arah kamarnya dan menutupnya secara keras.
__ADS_1
Elsa yang melihat Diva berlari malah tersenyum penuh kemenangan, Elsa menyangka bahwa Diva lari karena ketakutan. Sedangkan Mamah Mita hanya menatap sendu ke arah Diva yang selalu mendapatkan perilaku seperti ini dari Elsa.
Tapi apa boleh di kata Mamah Mita tidak berani mengadu ke siapa pun termaksud Dimas, lantaran dia selalu mendapatkan ancam. Apa lagi Elsa sangat tahu kelemahan Mamah Mita terletak pada Diva cucu kesayangannya.
Sehingga sampai detik ini Dimas tidak pernah melihat Elsa berlaku kasar di depannya. Hanya saja ucapan Elsa kepada Diva mampu membuat Dimas terpancing. Tetapi tidak sampai marah yang berkelanjutan.
"Mau sampai kapan semua ini terjadi Saa.. apa kamu belum puas dari kecil selalu membuat hidup Diva menderita, bahkan di saat dia sakit-sakitan saja kamu masih terus berkata kasar padanya"
"Baru kali ini aku melihat ada seorang Ibu kandung bisa berperilaku seperti ini pada anaknya, benar-benar sikapmu semakin kesini semakin membuatku curiga Saa.. a-atau jangan-jangan ada sesuatu yang kamu umpeti dari kami tentang Diva? Jawab Saa!!"
Mamah Mita mulai menaruh curiga terhadap sikap Elsa yang semakin hari semakin aneh dalam memperlakukan Diva seperti bukan anaknya sendiri. Elsa yang mendengar ucapan Mamah Mita menjadi terdiam dengan wajah penuh kepanikan.
Awalnya Elsa sangat percaya bahwa Diva adalah anak Dimas ketika melihat Dimas begitu mengkhawatirkan kondisi Diva. Tetapi ketika Mamah Mita kembali mengingatkannya lagi dan lagi Elsa malah menjadi bimbang, namun dengan cepat Elsa langsung memutar ide agar bisa menjawab pertanyaan Mamah Mita tanpa gugup.
"Oh ja-jadi Mamah mau tahu jawabannya, ba-baiklah! Aku begini karena aku tidak suka dengan anak perempuan, ya-yaa.. karena anak perempuan itu tidak akan bisa menjadi pewaris keluarga. Bahkan Diva juga sampai kapan pun tidak akan bisa menggantikan posisi Ayahnya menjadi pemimpin di perusahaan ketika Mas Dimas sudah pensiun!" Jelas Elsa dengan sedikit terbata-bata namun tegas.
"Elsa!!! Kamu itu tidak bersyukur banget ya, masih untung kamu bisa memiliki anak. Kalau bukan karena Diva mungkin kamu tidak akan pernah menjadi istri Dimas. Paham!!"
Mamah Mita menatap Elsa dengan tatapan tajam, dan akhirnya pergi begitu saja menuju kamar Diva. Sedangkan Elsa dia yang sudah sangat kesal ingin sekali mencekik batang leher Mamah Mita akibat ucapannya berhasil membuat Elsa terdiam tak berkutik. Kemudian Elsa langsung pergi ke arah kamarnya dengan perasaan kesal.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Hai guys.. jangan lupa mampir ke karya temen-temanku ya, mungkin selama beberapa hari ke depan author akan mempromosikan semua karya yang sangat memukai. Semoga dari beberapa banner yang aku publish ini ada yang sesuai dengan genre kalian sebagi pembaca 🥰 Terima kasih.....
...Lets go di serbu... 🤸🤸...
__ADS_1