
“Si*al! Pokoknya apa pun yang terjadi nanti, Mas Dimas harus menjadi milikku seorang. Aku tidak akan pernah rela jika dia masih memilik untuk bersama dengan Mbak Suci. Sudah cukup Mbak Suci merasakan hidup enak selama ini, sekarang saatnya gantian denganku” gumam Elsa dengan tatapan menyorot.
15 menit kemudian...
Dimas sudah siap dengan pakaiannya, kini gantian Elsa yang masuk ke dalam kamar mandi. Di saat Elsa masuk ke dalam kamar mandi, Dimas menatap ranjang yang sudah berserakan dengan noda-noda cairan putih dimana-mana.
“Jika noda itu adalah bekas pergulatan kami, maka apa yang di katakan Elsa ada benarnya. Buktinya terlihat jelas di sana, ya meskipun tidak ada noda darah tetapi ada noda lainnya yang membuat aku percaya. Sepertinya semalam aku sangat menikmatinya, aku bisa merasakan itu semua bahkan aku masih ingat dengan rasanya. Pelayanan Elsa benar-benar berbeda dari Suci, setiap aku berhubungan dengan Suci rasanya tidak seperti ini”
“Entah kenapa tapi semalam aku seperti memaksa Elsa dengan berbagai gaya yang mana Elsa juga menikmatinya meskipun dengan isak tangisnya. Bahkan ia juga kuat menyeimbangiku, tidak seperti Suci yang terkadang hanya 1 atau 2 ronde saja sudah membuatnya sangat kelelah dan hampir pingsan”
“Astaga, Dimas! Apa-apaan ini, kenapa kamu malah membandingkan Suci dengan Elsa seperti ini. Jelas-jelas Suci jauh lebih baik dari Elsa, mungkin Suci sangat kelelahan karena ia harus mengurus rumah sebesar itu dan hanya di bantu sedikit oleh Bi Tin. Mamah juga selalu menyiksanya, jadi pasti dia sangat terbebani dengan keadaan itu”
Dimas mencoba menangkis semua rasa candu yang ia dapat dari Elsa, dan kembali mengingat Suci yang mana Suci jauh lebih baik dari Elsa. Dimas terus saja mencoba untuk meyakinkan dirinya sendiri agar tetap pada pendiriannya bahwa Sucilah yang terbaik dan tidak akan ada yang bisa menggantikannya.
Tak lama kemudian Elsa keluar dengan menggunakan kemeja Dimas yang begitu kebesaran untuknya bahkan terlihat seperti baju dres. Namun Elsa sangat pintar membuat ekspresi sehingga kemeja yang ia gunakan bisa terlihat sangat cantik di tubuhnya.
Dimas yang menatap Elsa pun seketika tidak mengedipkan matanya dan hanya menelan air ludahnya dengan segala kesulitan. Ia sangat kagum dengan tubuh Elsa yang putih, mulus bahkan terbentuk seperti gitar Spanyol. Sedangkan dalam pikiran Dimas, Suci tidak memiliki bentuk tubuh secantik Elsa.
“Kenapa lihat-lihat? Jangan aneh-aneh lagi, Tuan. Sudah cukup dengan semalam saja, saya sudah sangat lelah dan butuh istirahat” tegas Elsa dengan sangat cuek.
“Maaf... Ya sudah ayo aku akan antarkan kamu pulang ke rumah” ucap Dimas.
“Haruslah, jangan maunya enak doang. Habis manis sepah di buang, dasar laki-laki tidak tanggung jawab” ucap Elsa dengan pura-pura marah kepada Dimas.
Lalu Elsa mengambil ponsel serta tasnya dan pergi keluar duluan. Dimas hanya bisa terdiam meratapi kesalahannya, namun ia juga bingung dengan apa yang ia rasakan saat ini. Kenapa setelah melakukan hubungan intim dengan Elsa, kini malah Dimas malah melihat Elsa seperti ada yang lain dari sebelumnya.
Entahlah Dimas sendiri sangat bingung. Bahkan beberapa kali matanya selalu melirik Elsa saat ia sedang menyetir mobilnya. Namun Elsa tetap menatap ke samping jendela dengan wajah yang sangat marah. Tetapi di dalam hatinya, Elsa terus saja tertawa puas melihat kebo”dohan di dalam diri Dimas.
Sepanjang perjalanan, mereka hanya terus terdiam tanpa bersuara sedikitpun. Dimas semakin merasa sangat bersalah kepada Elsa, kini ia memberanikam dirinya untuk membuka suaranya lebih dulu.
__ADS_1
“Kamu marah sama saya, Sa?” tanya Dimas yang malah tidak di jawab dan Elsa masih terdiam menikmati pemandangan yang berlalu lalang.
“Saya tahu saya salah, Sa. Saya minta maaf, tapi untuk menikahimu saya bingung harus jawab apa. Saya punya Suci, dan saya tidak mau menyakitinya” ucap Dimas sambil menyetir dan sesekali melirik Elsa.
“Tuan tidak mau menyakiti Mbak Suci? Lalu, semalam apa? Apa itu artinya kalau Tuan tidak menyakitinya jika sampai ia tahu semua ini? Apa Tuan juga lupa jika di sini Tuan telah menyakiti hati dua wanita sekaligus, paham!” ucap Elsa sambil menunjukkan kemarahannya.
“Sudahlah, berhenti di sini! Saya mau pulang sendiri saja, terima kasih atas tumpangan dan juga perlakuan Tuan kepada saya. Lebih baik sekarang saya mengundurkan diri dari perusahaan, dan pergi jauh agar tidak lagi mengingat kejadian pahit ini” Elsa kembali berbicara yang malah membuat Dimas mengerem secara mendadak.
Ciiiiiitttttt...
Elsa hanya bisa terdiam sambil menahan tubuhkan agar tidak terbentur dasbor mobil.
“Bagaimana bisa kamu pergi begitu saja? Kalau nanti di saat kamu pergi terus di dalam perutmu itu terdapat anakku bagaimana, Sa? Aku harus mencari kamu kemana lagi?” ucap Dimas sambil menatap Elsa.
“Masih ada istri tercintamu kan, jadi buat apa peduli sama saya? Kalau pun anak ini benar adanya, aku akan merawatnya sendiri tanpa membutuhkan bantuan darimu, Tuan!” tegas Elsa sambil melihat perutnya dan mengelusnya dengan lembut.
“Kamu tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya, Sa. Saya mohon jangan pergi, biarkan saya selesaikan semua ini lebih dulu dengan Suci. Saya akan mencoba untuk menjelaskan kepada Suci semua kebo*dohan saya” ucap Dimas yang tanpa disadari ia memegang tangan Elsa.
Awalnya Elsa terkejut dengan semua itu, tetapi dia harus bisa mengendalikan dirinya dengan sangat baik agar terus bisa menaklukkan hati Dimas dengan tampang polos dan tidak bersalah di depannya.
“Saya ingin pulang sekarang, Tuan” tegas Elsa sambil menghempas tangan Dimas.
Dimas tidak tahu harus bagaimana lagi, dia benar-benar sangat bingung dengan dua pilihan ini. Pertama, Dimas tidak mau menyakiti Suci dengan semua kesalahannya itu. Lalu yang kedua, Dimas juga tidak mau kehilangan anak dari Elsa jika benar kejadian semalam bisa langsung membuahkan hasil.
Setibanya di depan kontrakan, Elsa langsung keluar dari mobil Dimas dan ia memasuki kontrakannya dengan menutup pintunya sedikit keras.
Braaakkk !...
Dimas yang berada di dalam mobil sambil melihat Elsa, membuat hatinya delima. Kemarahan serta kekecewaan di dalam diri Elsa membuat Dimas semakin bersalah padanya.
__ADS_1
Sudah 2 kali Dimas melecehkan Elsa dengan jarak waktu yang sangat berdekatan, namun semalam adalah kejadian yang mana membuat Dimas masih terus mengingat bagaimana rasanya.
Bahkan ia tidak bisa melupakan rasa nikmat yang ia rasakan saat berhubungan badan dengan Elsa. Benar-benar sangat berbeda sehingga Dimas terus terbayang akan rasa itu. Padahal ia berusaha untuk menangkis semuanya tetapi rasa itu terus melekat kuat di dalam diri Dimas.
Entahlah, apa mungkin karena Dimas sangat menginginkan seorang anak jadi dia sedikit terlena akan perbuatannya itu bersama Elsa atau tidak. Akhirnya Dimas kembali melajukan mobilnya untuk pulang ke rumah menemui Suci.
Sedangkan Elsa di dalam kontrakan sedang tertawa puas melihat ekspresi wajah Dimas yang sangat menggemaskan bahkan terlihat bahwa Dimas sudah mulai masuk ke dalam perangkapnya.
Saat-saat inilah yang sudah Elsa tunggu, dimana Dimas sudah mulai memperhatikan dirinya. Belum lagi, saat Dimas memohon pada Elsa untuk tidak pergi jauh telah membuat Elsa semakin besar kepala dan menganggap bahwa dia sudah menang telak dari Suci.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sampai di sini dulu ya cerita untuk hari ini guys... 😁😁😁
Semoga kalian menyukai ceritanya dan enjoy your time... 🤗🤗🤗
Mohon dukungan kalian semua untuk karya baru Author ini 😊😊😊
Serta karya-karya Author lainnya yang semoga kalian juga sukai 😄😄😄
Terima kasih kepada kalian semua yang sudah mendukung Author 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Juga terima kasih bagi kalian yang setia membaca karya Author 🥰🥰🥰
Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semua... 😆😆😆
Sayang kalian semuanya... ❤️❤️❤️
Papaaayyy ~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻
__ADS_1