
Hingga sedikit demi sedikit Arsya menuntun Jagoar memasuki rumahnya dengan benar tanpa membuat Suci merasakan sakit yang luar biasa.
Dengan susah payah Arsya memasukan Jagoar yang kini hanya baru setengah membuat Suci sedikit meringis, namun Suci berusaha menahannya dan tetap melampiaskan rasa sakit itu ke dalam luma*tan mereka.
Arsya yang paham betapa ganasnya luma*tan Suci membuat ia kembali melakukan aksinya hingga beberapa kali hentakan kini sang Jagoar telah berhasil memasuki rumahnya dengan sangat nyaman.
Jleeeb...
Jleeeb...
Jleeeb...
Arrrrggghhhhhhh..
Arsya dan Suci merin*tih merasakan sesuatu yang kini berkedut sangat cepat di dalam sana, hingga Arsya hanya bisa mendongak serta merasakan sang Jagoar di pijit oleh milih Suci.
Hampir 2 menit Arsya tidak melakukan pergerakan sampai kini saatnya Arsya menatap wajah Suci dan membelainya lembut sambil berkata, "Apakah aku boleh menggerakannya sekarang?"
Suci mengangguk malu saat miliknya terasa penuh oleh tubuh Jagoar. Hingga Arsya menggerakan pinggulnya perlahan sambil mende*sis kecil, serta melihat Suci yang lagi menggigit bibir bawahnya sendiri membuat Arsya tidak kuat lagi.
Arsya langsung menyerang bibir Suci dengan ganas, yang juga di balas serangan ganas oleh Suci. Entahlah, hari ini merupakan hari yang benar-benar panas untuk keduanya.
Apakah ini yang dinamakan takdir cinta sesungguhnya? Karena baru kali ini Suci merasakan betapa nikmatnya saat berhubungan intim bersama sang suami, bahkan sisi malu Suci pun sudah tidak lagi. Yang terlihat hanyalah perlakuan panas diantara mereka yang ingin memuaskan satu sama lain.
"Aaarrghhh.. hempt.. pe-pelankan Mashh.." Ujar Suci yang kini sudah terlepas dari ciuman maut Arsya, hingga Suci memejamkan matanya mendongak ke atas yang mana dadanya pun ikut sedikit terangkat.
Mata Arsya yang melihat indahnya buat Cerry langsung saja melahapnya tanpa sisa di sela-sela tempo goyangan yang semakin bertambah.
Suci menjambak keras rambut Arsya yang mana membuat Arsya tidak peduli apa pun, dia hanya fokus dengan permainan yang sangat membuatnya candu.
"Arrrghhh.. arghh.. Ma-mashh.. Su-suci ma-mau keluar arrghhh.." Sahut Suci yang sudah tidak bisa menahan sesuatu yang ingin keluar.
"Panggil Daddy, Mom arghh.. ja-jangan panggil Mas huhh.. yeahhh.. arghh.." Jawab Arsya sambil mendongak ke atas.
__ADS_1
"Da-Daddy argghh.. Mo-mommy mau keluar huhh.. pe-percepatlah argghh.." Ucap Suci yang sudah gelajotan merasakan tubuhnya tersengat listrik dengan tegangan tinggi.
Arsya yang memang masih belum ingin keluar dengan sengaja menurunkan temponya dan memperlambat goyangannya untuk memancing Suci agar bisa keluar bersamaan dengan si Jagoar.
Suci yang awalnya sudah di ujung hasratnya, langsung terkejut saat merasakan pergerakan Arsya mulai pelan.
"Loh kok di pelanin sih goyangannya, bukannya sudah aku bilang untuk di percepat Mas. Kenapa malah di lama-lamain sih!!" Gerutu Suci dengan wajah memerah lantaran hasrat yang harusnya keluar kini kembali tertahan.
"Sudah aku bilang bukan, panggil aku Daddy sayang Daddy! Kamu bisa memanggilku dengan sebutan Mas saat di luar dari permainan panas kita, pahamkan?" Ucap Arsya yang masih memperlambat temponya.
"Baiklah maafkan aku, ya sudah ayo percepat lagi dan jangan menyiksaku. Mengerti!" Tegas Suci.
"Hihihi.. jika kau ingin keluar maka aku harus menahannya sampai Jagoar pun ikut keluar baru aku akan percepat goyanganku, bagaimana seru bukan? Haha.."
Tawa Arsya pecah sambil terus bergoyang hingga membuat Suci semakin kesal dan cemberut. Namun bukan Arsya namanya jika dia tidak bisa menjinaki singa yang sedang mengambek ini.
"Yaakkk.. awhhh arghhh.. hemptt.. huhh.. pe-pelan pelan Dad pelaaann arghh..."
Awalnya Suci ingin melontarkan rasa kesalnya kembali, namun tidak sampai terjadi akibat Arsya yang kini menambah kecepatan goyangannya hingga membuat 2 buah Cerry hampir terlepas dari tempatnya yang mana Arsya kembali melahapnya secar bergantian.
Namun kali ini Suci yang sudah tidak tahan langsung meraup wajah Arsya dan membawanya kedepan wajahnya lalu secepat mungkin Suci melahap ganas bibir Arsya sebagai pelampiasannya.
Arsya hanya bisa terkekeh di dalam hatinya saat dirinya telah berhasil membuat istrinya begitu candu dengan sentuhannya. Di saat inilah Arsya sangat yakin jika suatu saat nanti Sucilah yang akan menyerahkan dirinya lebih dulu untuknya tanpa di minta.
Hingga tidak terasa hampir 40 menit mereka melakukannya sampai tibalah saat yang di nanti-nantikan yaitu tubuh mereka saling menegang serta bergetar begitu hebat saat merasakan sesuatu yang ingin keluar dari tubuhnya.
Sehingga Arsya kembali mempercepat dengan sangat brutal tanpa ampun bersamaan dengan suara indah mereka yang saling bersautan satu sama lain, Dan...
Croooott...
Croooott...
Croooott...
__ADS_1
Aaaarrrghhhhhhhhh...
Mereka melakukan pelepasan pertamanya di dalam rahim Suci, hingga tubuh mereka saling memeluk begitu erat.
Namun, tak selang berapa menit Arsya kembali melakukan pergerakan yang membuat Suci sedikit terkejut dan kembali menyeimbangi Arsya.
Pelepasan ke-2 dan seterusnya mereka lakukan bersama-sama hingga tak terasa Sucilah yang paling kalah. Dia malah yang terlalu banyak melakukan pelepasan.
Di mana Arsya baru melakukan pelepasan ke-5, tapi Suci sudah melukakan pelepasan ke 8 kalinya. Bahkan tetap tidak berhenti dari situ. Berbagai posisi mereka lakukan di malam yang panjang serta panas membuat mereka benar-benar sangat gila.
Entah semua karena nafsu ataukah memang mereka sangat nyaman melakukannya, sekalinya melakukannya membuat mereka malah menjadi ketagihan dengan beberapa posisi dan juga tempat sudah mereka jelajahi.
Hingga dengan rekor 16 vs 20 kini telah berakhir tepat di dalam kamar mandi yang mana mereka sambil berendam di air hangat sekalian membersihkan tubuhnya yang lengket.
Suci yang begitu lemas hanya bisa memeluk Arsya dan membuat Arsya terkekeh bahagia hingga Arsya langsung mengangkat Suci dan menaruhnya di dekat cermin untuk mengambil bathrobe dan juga handuk.
Dengan telaten Arsya memanjakan istrinya yang kini hanya bisa tersenyum melihatnya, sampai saatnya mereka sudah kembali rapi dengan pakaian baru lalu mereka pun langsung berjalan menuju ranjang di mana Baby Kay masih tertidur pulas.
Bahkan Baby Kay sama sekali tidak terusik saat mendengar keberisikan suara Daddy dan juga Mommynya yang sedang bergelut membuatkan Adik untuknya.
Benar-benar malam ini adalah malam yang tidak bisa mereka lupakan, Suci dan Arsya pun merebahkan tububnya saling berhadapan yang mana di tengah terdapat Baby Kay.
"Terima kasih Mommy atas malam yang indah ini, semoga apa yang kita lakukan tadi bisa membuahkan hasil yang baik. Dan juga semoga Baby Kay bisa segera mendapatkan Adik. Aamin.." Ucap Arsya sambil tersenyum.
"Aamin ya Allah, semoga saja kita bisa di berikan keturunan yang banyak ya Dad. Dan juga kelak anak-anak kita bisa saling rukun serta menyayangi satu sama lain sampai kita bisa menikmati masa tua dengan sangat bahagia, terima kasih Daddy atas semua pengorbanannya" Sahut Suci.
"Selamat malam istriku, selamat beristirahat. I love you so much kesayangan Daddy, muaaachh.." Arsya mencium kening Suci dan Baby Kay secara pergantian.
"Selamat tidur juga suamiku. I love you to Daddy terbaik yang kita miliki hihi.." Suci terkekeh kecil yang mana malah membuat Baby Kay pun ikut tersenyum di sela tidurnya sanpai Arsya dan Suci yang melihatnya sedikit terkejut.
Namun, mereka malah terkekeh bersama. Selang beberapa menit akhirnya mereka memasuki alam bawah sadarnya sambil tersenyum penuh kebahagiaan.
Tepat di jam 03.40 mereka baru tertidur pulas, yang mana membuat mereka hanya memiliki jam tidur sebanyak 1 jam lebih karena Suci yang bangun lebih awal segera membangunkan Arsya untuk menunaikan ibadah shalat lantaran semalam mereka hanya berendam saja tanpa mandi. Jadi, pagi ini mereka ketar-ketir untuk segera mandi besar agar bisa kembali menunaikan ibadahnya bersama-sama.
__ADS_1
Flashback Off