
Meskipun Suci sudah hamil 4 bulan, tapi keadaan kandungannya masih sangat lemah dan perkembangan bayinya yang juga tidak normal. Jadi saat ini perut Suci masih tidak sebesar wanita yang hamil 4 bulan pada umumnya. Suci juga masih harus banyak sekali bed rest agar kondisi Suci dan bayinya bisa kembali stabil.
"Ta-tapi Bunda... a-anak yang a-ada di da-dalam kandungan Su-Suci ini a-anak dari Mas Di-..." ucap Suci terhenti saat Arsya langsung memotongnya.
"Anak itu ada di kandungan istriku, jadi tentu saja anak itu adalah anakku dan kamu. Apa pun yang terjadi, anak kita akan selalu menjadi anak kita kamu ingatlah perkataanku ini" tegas Arsya sambil mencium punggung tangan Suci.
"Itu benar Suci... anak ini adalah anak kalian berdua dan juga calon cucu kami, jadi kamu harus banyak-banyak istirahat dan makan makanan yang bergizi. Kami tidak mau menantu dan cucu kami jadi sakit dan lemah seperti itu, kalian harus kuat seperti aku dan Istriku" ucap Ayah Al dengan bangga.
"Yaaakkk... aku juga kuat, kenapa Ayah cuma ngomong tentang diri sendiri dan Bunda. Kenapa Ayah tidak menyebutkan namaku juga, hahh!" ucap Arsya sambil menatap Ayah Al dengan wajah kesal.
"Siapa yang bilang kamu kuat, buktinya aja kamu menangis saat tahu kalau istri kamu itu sedang hamil anak kalian. Jika kamu itu kuat harusnya kamu bahagia daripada menangis kayak anak kecil..." jawab Ayah Al sambil melihat ke arah lain.
"Kau juga menangis saat kau tahu kalau aku hamil Arsya dulu. Jadi kenapa saat anakmu ini melakukan hal yang sama sepertimu malah di ledek. Itu artinya kamu juga bukan laki-laki yang kuat karena kau juga menangis dulu. Bahkan saat jatahmu aku potong pun kamu juga masih suka merengek dan menangis"
Bunda Reni mengatakannya begitu saja yang membuat Ayah Al langsung saja menatap Bunda Reni dengan bola mata yang hampir meloncat keluar. Lalu Arsya yang menatap Ayah Al dan memberikan wajah penuh kemenangan.
Sedangkan Suci hanya bisa tersenyum saat dia melihat kalau suami dan kedua mertuanya tidak merasa kecewa saat mengetahui bahwa anak yang saat ini ia kandungan adalah anak dari mantan suaminya dan bukanlah cucu kandung mereka sendiri.
Kemudian Bunda Reni membicarakan banyak hal tentang kisah kehidupan dari Ayah Al dan juga Arsya yang memalukan sehingga membuat Ayah Al dan Arsya merasa malu. Namun semua itu malah membuat Suci dan Bunda Reni tertawa gemas dengan tingkah lucu dari suami mereka.
Meskipun Ayah Al dan Arsya tahu kalau Bunda Reni melakukan semua ini hanya untuk membuat Suci bisa tertawa lagi, tetapi tetap saja semua itu membuat mereka merasa malu. Namun di dalam hatinya Arsya, dia merasa bahagia saat dia bisa melihat Suci tertawa.
__ADS_1
Setelah bercerai dengan Dimas, Suci itu selalu aja menangis dan menangis. Itu sebabnya saat ini Arsya, Bunda Reni dan Ayah Al ikut senang saat melihat kalau Suci bisa tertawa lepas seperti sekarang ini. Mereka pun menghabiskan waktu dengan tertawa dan bercanda gurau.
Sampai akhirnya Suci merasa lelah dan dia pun kembali tertidur. Lalu Ayah Al dan juga Bunda Reni kembali pulang ke Apartemen mereka, sedangkan Arsya tetap menjaga Suci di rumah sakit. Tapi siang nanti Bunda Reni dan juga Ayah Al akan kembali ke rumah sakit.
Setiap pagi, siang, dan sore menjelang malam, dokter akan selalu datang dan memeriksa kondisi Suci dan anaknya. Hingga akhirnya 3 hari berlalu dan Suci pun sudah boleh pulang, namun ia tetap harus bed rest di rumah karena kondisi janinnya yang baru mulai stabil.
Saat ini Suci, Arsya, Bunda Reni dan juga Ayah Al sudah kembali ke rumah mereka dengan selamat. Arsya memperkerjakan seorang suster pribadi yang setiap hari akan merawat Suci bersama Bunda Reni di saat Arsya sedang pergi ke kantornya.
Hingga tanpa di sadari 3 bulan sudah berlalu, dan kini kondisi kandungan Suci sudah stabil. Suci juga sudah bisa mulai beraktivitas seperti biasa, namun tetap Arsya melarangnya untuk melakukan sesuatu yang berat dan membahayakan kandungannya.
Saat ini semuanya sedang membuat persiapan untuk pesta 7 bulanan anak yang ada di kandungan Suci. Namun kali ini acarnya hanya dengan mendatangi beberapa panti asuhan dan memberikan berbagai kebutuhan untuk anak-anak yang tinggal di sana.
Kehamilan Suci di rahasiakan dan yang mengetahui hal ini hanyalah keluarga Arsya, Lisa dan juga Dion karena mereka yang membantu Arsya membawa Suci ke rumah sakit. Suci merasa takut jika sampai ada yang tahu kalau anak yang Suci kandung adalah anaknya Dimas, ia takut kalau keluarga Dimas nanti akan mengambil anak tersebut.
Xan tahu mengenai kehamilannya Suci dari Arsya, karena Suci terus meminta Arsya untuk membiarkan Xan tahu dan bisa datang untuk menemaninya. Itulah sebabnya setiap weekend rumah Arsya akan sangat ramai dengan semua orang yang datang.
Suci juga sudah mulai tenang dan keluar dari depresinya, kini Suci sudah bisa menerima semua yang terjadi padanya. Suci juga sudah mulai membuka hatinya untuk Arsya, karena Suci terharu dengan sikap Arsya yang semakin romantis dan penuh kasih saat mengetahui tentang kehamilannya Suci.
Hubungan di antara Arsya dan Suci juga semakin meningkat, di mana Suci yang sudah mulai terbuka dan dia yang tidak malu-malu saat menghabiskan waktu berdua dengan Arsya. Meskipun mereka masih belum melakukan hal itu, tetapi mereka selalu melakukan hal romantis lainnya.
Seperti berpelukan, lalu bergandengan tangan, atau suap-menyuap dan bahkan mereka sudah sering sekali berciuman saat mereka hanya berdua. Suci yang juga semakin manja dan dia ingin dekat selalu dengan Arsya pun bisa membuat hubungan mereka semakin dalam.
__ADS_1
Semua orang pun merasa bahagia saat melihat kedekatan Arsya dan Suci, yang mana awalnya mereka malu-malu tapi sekarang mereka malah menjadi sangat romantis. Suci pun juga terkadang mulai berinisiatif untuk memulai sesuatu yang mana semua itu terkadang membuat Arsya merasa malu.
Arsya tak pernah menyangka Suci akan menjadi sangat terbuka dan juga manja seperti ini. Entah kenapa tapi semakin ke sini sifat Suci semakin manja, dan ya mungkin saja ini di pengaruhi kehamilan yang dia alami. Tapi ini juga membuat Arsya senang karena dengan seperti ini bisa membantu hubungan mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Untuk kalian yang bertanya :
Thor kenapa Suci hamil anak Dimas? Lalu, apakah perceraiannya sah?
Kenapa harus hamil anak Dimas sih? Kenapa bukan anak Arsya?
Maka jawabannya, othor hanya bisa memberika sedikit pemahaman.
Meskipun Suci dalam posisi hamil saat melakukan perceraian dengan Dimas, namun jika 3 bulan tidak mendapatkan nafkah lahir batin itu sudah jatuh talak.
Di tambah Arsya dan Suci menikah setelah 3/4 bulan sesudah perceraian, jadi jika dibilang sah ya sah.
Kenapa Othor bikin Suci hamil dengan Dimas? Ya karena othor akan membuat sesi balas dendam cantik terhadap Dimas melalui anak itu.
Namun jika balas dendam untuk yang lainnya pun othor juga sudah menyiapkan kok.
__ADS_1
Sekali lagi othor mau minta maaf ya jika banyak yang tidak suka dengan alur cerita kali ini.
Tapi othor yakin di bab berikutnya kalian pasti akan jadi lebih greget lagi dari pada saat ini 🤸🏻♀️🤪🤣